
Hari berikutnya sebuah mobil terlihat terparkir di pinggir jalan yang ada di kawasan Philadelphia. Tempat di mana banyak ditemui tunawisma yang kecanduan narkotika.
"Tempat ini benar-benar terlihat sangat buruk. Apa kau serius kita tidak datang ke tempat yang salah?" Tanya Nathan kepada seorang pria di kursi penumpang belakang.
Nathan melihat ke arah luar jendela mobil dan mendapati beberapa orang yang terlihat seperti zombie karena pengaruh obat-obatan terlarang.
Ia merasa skeptis saat melihat banyak anak muda yang menjadi tunawisma dikawasan kumuh tersebut. Nathan hanya bisa menggelengkan kepala melihat negara maju dengan GDP besar seperti Amerika tidak mampu menangani masalah seperti ini.
"Ya memang ini tempatnya... Cepatlah keluar disini sangat sempit! " Balas El Chapo sambil mendorong Joe keluar dari mobil bersamanya.
El Chapo terlihat sangat kesal karena harus duduk berdesakan di antara Harold dan Joe di kursi belakang selama perjalanan menuju tempat tersebut.
"Hei! Jangan salahkan aku... Salahkan saja dirimu yang memiliki tubuh kecil!" Balas Joe yang kesal karena sepanjang perjalanan El Chapo selalu mengeluh kepadanya.
"Apa katamu?!" El Chapo langsung mendorong Joe dengan kuat hingga membuat mereka berdua terjatuh keluar setelah pintu mobil tiba-tiba terbuka.
Harold menghela nafas panjang melihat kelakuan El Chapo dan Joe yang bagaikan kucing dan tikus. Ia kemudian segera menutup pintu mobil dari dalam menunggu kedua pria itu mengerjakan tugas mereka.
Kini tersisa Harold, Nathan, dan Sebastian di dalam mobil. Mereka bertiga sekarang mengawasi El Chapo dan Joe yang mulai mendatangi beberapa anak muda untuk menawarkan barang.
Barang yang dimaksud tidak lain merupakan kokain sebanyak 1 kilogram. Nathan sengaja meminta El Chapo dan Joe untuk menjualnya agar bisa menyelesaikan misi pertama yang diberikan oleh System, mengingat mereka cukup berpengalaman dengan hal-hal semacam ini.
Nathan menyipitkan mata begitupun Sebastian dan Harold saat melihat El Chapo serta Joe yang dikelilingi beberapa orang berbadan besar.
"Sepertinya mereka dalam masalah. Apa kita perlu turun untuk membantu?" Tanya Harold saat melihat beberapa pria yang mengelilingi dua rekan mereka mengeluarkan senjata tajam.
"Aku rasa kita perlu membantu mereka." Sahut Nathan yang khawatir mendapat penalti jika misi pertama yang diberikan System gagal.
Tidak ingin hadiah yang ditawarkan System hangus begitu saja, Nathan memutuskan untuk turun dari mobil bersama Harold berniat membantu El Chapo dan Joe.
__ADS_1
Namun langkah mereka langsung dihentikan oleh Sebastian yang dari tadi hanya diam saja. "Tidak perlu, sepertinya mereka bisa menangani ini sendiri..."
Mendengar perkataan Sebastian mau tidak mau Nathan dan Harold hanya bisa menurut. Apa lagi saat pria itu tiba-tiba mengunci mobil untuk mencegah mereka berdua keluar.
Nathan hanya bisa melirik kearah Sebastian dengan tatapan heran. Entah mengapa ia merasa pria itu mulai menjadi protektif.
Disisi lain Harold tersenyum tipis melihat sikap Sebastian kepada Nathan. Meski sudah dijelaskan jika mereka baru mengenal beberapa hari, tetapi dirinya merasa hubungan mereka tidak sesederhana itu.
Tentu kecurigaan Harold memiliki dasar. Sebagai seorang mantan dokter yang sudah berpengalaman, ia bisa sedikit membaca psikologis lawan bicaranya dengan hanya sekali lihat.
'Menarik... Mari tunggu apa yang akan terjadi dimasa depan...' Harold tersenyum tipis dan mengalihkan pandangan keluar jendela.
Terlihat beberapa pria tersungkur sambil merintih kesakitan setelah dihajar oleh dua orang yang sebelumnya ingin mereka peras.
Joe mencengkram salah satu anak muda yang baru saja dia beri pelajaran. Anak itu tampak ketakutan dan mengeluarkan sejumlah uang seperti yang sudah diminta.
Setelah mendapatkan uang yang dia minta Joe langsung melepaskan anak muda itu dan meninggalkan nya bersama dengan El Chapo.
Anak muda itu menatap punggung Joe dan El Chapo dengan heran, pasalnya mereka memberikan satu paket kokain dengan kepada dirinya dengan harga yang terbilang sangat murah.
Setelah masuk ke dalam mobil Joe menyodorkan uang senilai 500 USD kepada Nathan. "Haish... Mengapa kau menyuruh kami menjualnya dengan harga murah. Kita seharusnya bisa mendapatkan lebih banyak dari ini."
"Benar apa yang dikatakan pria bodoh ini. Kenapa menjual paket sebanyak itu dengan harga murah?" El Chapo menimpali perkataan Joe.
Sebagai seorang mantan pemimpin kartel, tentu saja El Chapo mengetahui harga narkotika di pasaran. Ia berpikir Nathan terlalu bodoh atau memang masih pemula dalam hal semacam ini.
"Tidak masalah, aku hanya perlu barang itu terjual dan kalian bisa menyimpan uangnya." Balas Nathan yang tidak terlalu perduli dengan tatapan aneh semua orang.
Yang Nathan perdulikan saat ini hanya notifikasi dari System yang memberitahukan jika misi pertamanya sudah selesai dan mendapatkan sejumlah hadiah.
__ADS_1
[ Selamat kepada Tuan rumah karena sudah berhasil menyelesaikan misi pertama yang diberikan oleh System ]
[ Mendapatkan cetak biru Electrical Gun Model V-1, 5000 poin tukar, 200.000 USD ]
[ 2500 sudah dikurangi untuk membayar biaya tunggakan 5 Pil Perbudakan. Poin tukar yang tersisa 2500 ]
[ Hadiah sudah dimasukan ke dalam ruang penyimpanan silahkan memeriksanya ]
Senyuman cerah terukir diwajah Nathan. Tanpa sadar ia tertawa sendiri dan membuat semua orang lagi-lagi melihatnya dengan tatapan aneh.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Sebastian yang khawatir jika Tuan mudanya mengalami gangguan mental setelah menjual barang dengan harga murah.
Harold juga merasa khawatir dengan kesehatan mental Bosnya, sementara El Chapo dan Joe sendiri tidak begitu perduli karena sibuk membagi uang yang diberikan Nathan kepada mereka.
"Ya, aku baik-baik. Sebaiknya kita sekarang cari tempat makan." Balas Nathan sambil tertawa canggung.
Sebastian sekilas melihat kearah Nathan untuk memastikan kondisinya, kemudian melajukan mobil untuk mencari tempat makan terdekat.
Tidak perlu waktu lama mereka sudah sampai di salah satu gerai McD dan membuat beberapa pengunjung serta pengunjung mengarahkan pandangan kepada mereka.
Siapapun tentu akan memandangi kelompok berisi lima pria itu, karena penampilan mereka yang terkesan menyembunyikan identitas dan terlihat mencurigakan.
Nathan mengenakan jaket tebal dan sebuah topi begitupun dengan El Chapo, Harold, serta Joe untuk menyembunyikan identitas mereka. Hanya Sebastian yang penampailanya terlihat biasa saja.
Mereka kemudian duduk ditempat yang masih kosong dan memesan sejumlah makanan yang ada didaftar menu, dengan beberapa orang yang masih melirik ke arah mereka karena merasa penasaran.
"Ck! Bisakah aku menembak mereka?" Joe berdecak kesal sambil melirik ke arah beberapa orang yang membuatnya merasa tidak nyaman.
"Abaikan saja mereka..." Balas Nathan yang membuat Joe kembali berdecak kesal dan hanya bisa mematuhi perintah.
__ADS_1
Bagaimanapun setelah kejadian semalam baik Joe, El Chapo, serta Harold saat ini tidak berani untuk membangkang dan tidak memiliki keinginan untuk hal itu.