Mafia Order System

Mafia Order System
Pria Dengan Hati Sekeras Batu


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Nathan dan Elizabeth sudah terparkir tidak jauh dari markas besar Geng The Brothers berada sekarang, dimana hanya terpaut lima bangunan saja.


"Tempat mereka ternyata besar juga. Aku sekarang penasaran berapa banyak uang yang bisa mereka hasilkan dalam satu bulan..." Elizabeth merasa tertarik saat melihat markas besar Geng The Brothers.


Biasanya untuk sekelas gengster jalanan, Elizabeth mengetahui kebanyakan dari mereka menggunakan rumah pribadi atau tempat yang sudah terbengkalai untuk dijadikan markas.


Melihat bangunan tiga lantai markas besar dari Geng The Brothers jelas membuat Elizabeth tercengang. Pasalnya selain menggunakan tempat yang tidak biasa, lokasi bangunan markas besar Geng The Brothers terletak di kawasan yang cukup elite.


Raut wajah Elizabeth menjadi kusut saat menengok ke arah Nathan yang sibuk sendiri dengan senjatanya, padahal sedang di ajak bicara.


"Dasar pria membosankan!" Elizabeth berdecak kesal merasa Nathan lebih tertarik dengan mati dari pada seorang wanita cantik seperti dirinya.


Mendengar umpatan dari Elizabeth, Nathan seketika melihat dengan heran ke arah wanita cantik itu dan tidak habis pikir mengapa dia selalu marah tanpa alasan kepada dirinya.


Setelah menyiapkan FN Scar miliknya. Nathan lalu memakaikan jam tangan di lengan Elizabeth tanpa meminta persetujuan terlebih dulu kepada wanita cantik yang terlihat sedang kesal itu.


Elizabeth menjadi gugup saat Nathan secara tiba-tiba menyentuh pergelangan tangan dan memakaikan sebuah jam tangan di lenganya. Raut wajahnya terlihat sedikit memerah diikuti dengan detak jantung yang meningkat.


Moment itu sekilas terlihat romantis dimana seorang pria memakaikan jam tangan mahal di pergelangan tangan kekasihnya untuk mengklaim wanita cantik itu sebagai pasangan.


Tetapi saat melihat dan mengetahui jam tangan apa yang Nathan pasangkan di pergelangan tangannya. Kebahagiaan sekilas yang Elizabeth seketika menghilang.


"Cih! Apa kau berniat menjadikanku sebagai kelinci percobaan lagi?" Elizabeth berdecak kesal melihat jam tangan yang merupakan perangkat dari Elecrtical Armour.


Sebenarnya Elizabeth tidak mempermasalahkan Nathan jika memberikannya jam tangan murahan. Tetapi melihat sebuah prototype perangkat pelindung terpasang di pergelangan tangannya, tentu saja membuat dirinya merasa sedikit kesal.


Tetapi disisi lain Elizabeth sebenarnya merasa sangat senang dan hanya gengsi saat melihat Nathan yang berusaha memberikan perlindungan kepada dirinya meski dengan cara sedikit kasar yaitu menggunakan alat uji coba.

__ADS_1


"Tenang saja aku sudah memperbaikinya jadi kecil kemungkinan mengalami masalah." Balas Nathan sambil mengatur perangkat Electrical Armour di lenganya Elizabeth.


Diam-diam Elizabeth tersenyum saat melihat Nathan mengatur setelan pada perangkat Electrical Armour. Tetapi dirinya lebih berharap jika pria itu mamasangkan sebuah cincin di jarinya.


Fantasi Elizabeth tentang Nathan yang mamasangkan cincin di jari manisnya seketika hancur. Pria itu lagi-lagi mengatainya dengan akan memberikan sebuah wortel saat nanti pulang karena sudah mau menjadi kelinci percobaan.


Elizabeth berdecak kesal dan jika bukan karena perasaan aneh yang sekarang dia miliki. Mungkin saja wanita cantik itu sudah membunuh Nathan karena berani memanfaatkannya.


Sebelum melancarkan penyerangan terhadap anggota Geng The Brothers. Nathan mengeluarkan serum dari balik jaket dan meminum beberapa tetes.


Melihat Nathan meminum serum aneh. Elizabeth mengira jika pria itu menggunakan obat-obatan terlarang yang sudah dilarutkan untuk menghilangkan rasa gugup.


Kecurigaan Elizabeth diperkuat saat mengingat jika organisasi milik Nathan memproduksi obat-obatan terlarang dan memasarkanya dengan izin khusus yang sudah diberikan oleh pemerintah secara langsung.


Nathan dengan tenang menjelaskan jika serum yang dia minum hanya untuk meningkatkan adrenalin, dan pria itu mengaku sudah menggunakannya sejak melakukan pembunuhan pertama terhadap seorang petugas kepolisian.


Mendengar penjelasan dari Nathan tentu saja Elizabeth tidak mudah untuk percaya. Wanita cantik itu kemudian meminta serum yang dimiliki Nathan untuk dilakukan pemeriksaan singkat.


Waktu menghirup serum itu Elizabeth mencium aroma yang menyegarkan seperti daun mint. Karena merasa penasaran dia lalu meminum beberapa tetes dan langsung terbatuk-batuk.


Rasa segar langsung menyebar ditenggorokan Elizabeth dan meluas sampai ke dalam paru-paru. Dia pernah merasakan hal ini sebelumnya saat tidak sengaja meminum liquid untuk rokok elektrik milik Katarina.


Melihat Elizabeth yang batuk-batuk, Nathan hanya tertawa lirih dan menggelekan kepala yang membuat wanita cantik itu langsung mengumpat.


Nathan kemudian memakai topi hitam dan segera keluar dari mobil sambil menyembunyikan senjata api miliknya agar tidak membuat anggota Geng The Brothers yang sedang berjaga di depan markas curiga.


Disisi lain Elizabeth yang melihat penampilan Nathan seketika teringat kembali saat mereka pertama kali bertemu. Pakaian yang dikenakan Nathan terlihat sama seperti seorang pembunuh bayaran.

__ADS_1


Elizabeth menghela nafas sejenak lalu keluar dari mobil menyusul Nathan setelah meyakinkan dirinya untuk membantu pria itu meski kehadirannya tidak begitu diperlukan.


Mereka berdua kemudian berjalan berdampingan menuju bangunan markas besar Geng The Brothers. Sayangnya langkah mereka harus terhenti saat beberapa anggota geng tersebut berjalan mendekat ke arah keduanya.


Ada empat anggota Geng The Brothers yang menghampiri mereka berdua. Alasannya tidak lain adalah karena melihat kecantikan yang dimiliki oleh Elizabeth.


"Hei! Apa kau mau bermain bersama dengan kami, Nona? Aku jamin kau akan merasakan perasaan melayang yang sesungguhnya." Goda seorang anggota Geng The Brothers sambil memperhatikan tubuh Elizabeth yang sangat menggoda.


Bagi serigala lapar seperti mereka. Melihat lekuk tubuh milik Elizabeth yang tercetak pada pakaian yang dia kenakan tentu saja sudah bisa mengundang nafsu.


Apa lagi saat melihat dua gunung Fuji yang terlihat memberontak mencoba keluar dari balik pakaian karena terasa sempit dan kekurangan ruang.


Elizabeth seperti sebuah mahakarya yang diidam-idamkan banyak serigala lapar. Tidak ada yang bisa menahan godaan meski wanita cantik itu sudah menggunakan pakaian tertutup sekalipun.


Banyak serigala lapar yang ingin menarik perhatian Elizabeth. Tetapi sayangnya perhatian wanita cantik itu hanya tertuju ke arah seorang pria berhati batu yang belum lama ini ditinggal oleh kekasihnya, dan masih merasa kecewa dengan makhluk bernama wanita.


Anggota Geng The Brothers yang melihat perhatian Elizabeth tertuju ke arah Nathan, salah satu dari mereka kemudian menyudutkan pria itu seolah-olah merendahkannya.


"Menyingkir dan tinggalkan wanita ini disini sebelum kami menghabisimu. Dasar pecundang!" Ucap seorang anggota Geng The Brothers yang mencoba untuk mengintimidasi Nathan.


Nathan hanya diam tidak bergeming yang membuat empat orang anggota Geng The Brothers tertawa lepas, karena mengira pria itu takut dan lebih memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri.


"Ayolah lebih baik kau ikut saja dengan kami, Nona. Dari pada memikirkan kekasihmu yang pecundang itu!" Seorang anggota Geng The Brothers tampak sudah tidak tahan melihat kecantikan Elizabeth.


Elizabeth yang melihat Nathan tidak bergeming, akhirnya memutuskan untuk mengajak empat orang anggota Geng The Brothers menuju gang gelap yang terlihat sepi.


Dengan penuh semangat empat orang anggota Geng The Brothers mengikuti Elizabeth dari belakang sambil memuji kecantikan wanita itu.

__ADS_1


Mereka benar-benar sudah dibutakan oleh nafsu sampai tidak memikirkan apa yang sudah menunggu di dalam gang gelap dan sepi tersebut.


__ADS_2