Mafia Order System

Mafia Order System
Bertemu Target Berikutnya


__ADS_3

Nathan duduk menunggu panggilan untuk presentasi di Lobby, sambil menghafalkan poin-poin yang akan dia sampaikan nanti dari secarik kertas catatan ditangannya.


Kedua kaki Nathan terlihat tidak bisa diam yang menunjukan jika pemuda itu sangat gugup. Wajar saja dia gugup mengingat sebentar lagi akan melakukan presentasi dihadapan para petinggi militer Amerika Serikat.


Saat sedang menghafalkan teks, mata Nathan terus melihat kearah para tentara dan pekerja kantoran yang berlalu lalang dihadapannya. Hal ini tentu saja membuat fokus Nathan terganggu.


Masuk ke dalam markas pusat militer Amerika Serikat membuat Nathan tanpa sadar memasukan dirinya sendiri ke dalam kandang singa, mengingat statusnya sebagai seorang dalam pencarian.


Nathan tentu mengetahui apa yang dia lakukan sekarang sangat beresiko. Tetapi dirinya tidak mungkin kembali mengingat hadiah misi yang ditawarkan oleh System sangat menggiurkan.


Sekarang Nathan hanya bisa berharap dengan perubahan fisik dan sedikit pada wajahnya, orang-orang tidak bisa mengenalinya lagi. Mengingat dirinya pernah diberitakan sudah tewas di eksekusi.


"Bisakah kau membantuku saat presentasi nanti, System?" Tanya Nathan sambil memegang kepala karena merasa pusing dan tidak bisa menghafal teks saking gugupnya.


[ Misi ini memang ditujukan untuk membangun kepercayaan diri Anda dengan berbicara langsung dihadapan petinggi negara. System tidak bisa membantu dan menyarankan Anda untuk lebih berhati-hati ]


Mendengar penjelasan dari System tentu saja Nathan bisa memahaminya. Tetapi dia masih tidak percaya jika harus melakukan presentasi dihadapan orang-orang penting.


Disisi lain Nathan juga merasa penasaran saat mendapat peringatan dari System agar lebih berhati-hati. Sebelum sempat bertanya apa yang sebenarnya harus diwaspadai, ia bisa melihat dari mana sumber peringatan itu muncul.


Seorang wanita cantik terlihat berjalan memasuki Lobby sendirian. Dia memiliki ciri-ciri rambut pirang panjang, mata biru cerah, dan mengenakan pakaian formal.


Memiliki para wajah yang sangat cantik dan lekukan tubuh menggoda, membuat orang biasa mungkin mengira jika wanita itu merupakan seorang supermodel dan artis Hollywood.


Kedatangan wanita cantik itu seketika membuat banyak pria mendekat untuk sekedar menyapa, namun tidak berani berinteraksi lebih dekat karena mereka sudah mengetahui sosok asli wanita tersebut.


Tetapi beberapa orang yang tidak mengenal wanita cantik itu justru berusaha mendekatinya, bahkan ada seorang pria yang mencoba merangkul pinggang wanita cantik tersebut.


Alhasil pria itu langsung dibanting ke lantai dalam sekejap hingga pingsan oleh wanita cantik itu, dan membuat semua orang terkejut kemudian mulai membubarkan diri karena takut.


Berbeda dengan orang lain yang menganggap wanita itu cantik dan menggoda. Dimata Nathan wanita itu justru wajib dihindari karena sudah membuat tidurnya terganggu akibat kejadian saat jatuh dari jurang.


"Kenapa wanita gila itu ada disini?" Nathan menggerutu kesal dan berencana pergi sebentar untuk menghindari wanita cantik itu.

__ADS_1


Dengan hati-hati sambil mengucapkan mantra jika dirinya tidak terlihat, Nathan bangkit dari tempat duduk dan ingin menyamarkan diri di dalam kerumunan orang.


Sementara itu Elizabeth tiba-tiba merasakan getaran di dalam dirinya yang tidak asing. Ia kemudian segera mengedarkan pandangan ke sekelilingnya untuk mencari dari mana perasaan itu berasal.


Pandangan Elizabeth akhirnya terkunci kepada seorang pria tampan yang merupakan orang yang sudah lebih dari 2 minggu dia cari dan membuatnya bergadang setiap hari.


Melihat kesempatan emas ini, Elizabeth tanpa bersuara langsung mengejar Nathan yang tampaknya sudah mulai menyadari keberadaannya sejak masuk ke dalam Lobby.


Nathan segera mempercepat langkahnya saat menyadari Elizabeth mulai mengejarnya. Dia memanfaatkan orang lain untuk berkamuflase sebelum berbelok kearah lain.


Beberapa menit kemudian setelah merasa aman dan berpikir jika Elizabeth sudah kehilangan jejaknya. Nathan berhenti berjalan dan memutuskan istirahat sejenak.


Saat Nathan baru akan mengatur nafas tiba-tiba dia tarik oleh Elizabeth yang langsung memojokanya di tembok dan sontak saja membuat pria itu terkejut.


"Apa kau tau sudah berapa lama aku mencarimu, Huh?!" Tanya Elizabeth sambil mencengkram kuat kerah baju Nathan agar pria itu tidak bisa lagi melarikan diri.


Mata Elizabeth terus menyorot tajam kearah Nathan dengan penuh kebencian dan haus darah seolah dia bisa menelan pria itu dalam sekejap.


Mendengar perkataan Nathan tentu saja Elizabeth langsung tertawa lirih. Dia kemudian dengan keras membenturkan Nathan ke tembok yang berada tepat dibelakangnya.


"Setelah semua yang kau lakukan sekarang kau mencoba mengelak dan tidak ingin bertanggung jawab? Kau mau lari kemana sekarang?!" Ucap Elizabeth yang sudah habis kesabarannya.


Perdebatan yang terjadi antara Nathan dan Elizabeth seketika memancing perhatian para pekerja di Pentagon. Mereka mengira keduanya merupakan pasangan yang sedang bertengkar.


Akibat pihak dari laki-laki tidak mau bertanggung jawab setelah menghamili wanita cantik itu. Tentu kejadian ini mengejutkan semua orang karena melibatkan Elizabeth yang dikenal sebagai wanita tidak tersentuh.


Disisi lain Nathan menyadari jika semua orang salah paham dengan apa yang sudah diucapkan oleh Elizabeth. Dia mulai panik saat semua orang menatapnya dengan hina dan membicarakan keburukannya.


Saat Nathan mencoba melepaskan diri Elizabeth justru mengencangkan cengkeraman yang membuat dirinya semakin tercekik setiap akan bergerak.


Situasi yang dihadapi Nathan semakin rumit saat alarm peringatan dari System terus berbunyi. Tetapi dia memang tidak bisa melakukan apapun karena tangan Elizabeth nyatanya sangat kuat meski terlihat ramping.


Tiba-tiba seorang wanita berusia sekitar 40 tahunan datang ke tempat itu dan meminta Elizabeth menghentikan aksinya karena sudah menjadi tontonan banyak orang.

__ADS_1


Elizabeth menolak untuk melepaskan Nathan dan ingin menjelaskan kepada wanita itu. Tetapi sebelum dia menjelaskan siapa sebenarnya Nathan, wanita itu memberi peringatan terakhir kepada Elizabeth.


Pada akhirnya dengan enggan Elizabeth melepaskan Nathan dan membuat pria itu bisa kembali bernafas lega setelah hampir saja mati karena tercekik.


"Maaf atas tindakan yang tidak menyenangkan yang sudah dilakukan muridku." Ucap wanita itu sambil memperhatikan Nathan yang sedang batuk-batuk.


Nathan melambaikan tangan sebagai isyarat jika dia tidak mempermasalahkan tindakan yang sudah dilakukan oleh Elizabeth, dimana wanita cantik itu hampir saja membunuhnya.


Wanita berusia 40 tahunan itu kemudian mengenalkan dirinya sebagai Margareth dan merupakan mentor yang sudah melatih Elizabeth dari kecil.


Nathan juga mulai memperkenalkan dirinya sebagai Alexander untuk menyembunyikan identitas aslinya, meski sebenarnya dia hanya menyebutkan nama belakanganya saja.


"Wajahmu terlihat sangat familiar, sepertinya kita pernah bertemu disuatu tempat." Ucap Margareth sambil memperhatikan wajah Nathan dengan penuh minat.


"Dia memang..." Belum sempat Elizabeth menimpali dugaan Margareth. Dia langsung mendapat tatapan tajam dari mentornya hingga membuatnya langsung diam seribu bahasa.


"Hahaha... Mungkin kita pernah bertemu lewat mimpi, Nyonya." Jawab Nathan yang mencoba bersikap santai meski tatapannya sekarang menyiratkan kebencian.


Melihat Nathan mencoba menggoda mentornya, Elizabeth tentu merasa marah dan ingin langsung mengeksekusi pria itu ditempat.


Tetapi karena tidak ingin mendapat hukuman dari Margareth karena bersikap tidak sopan dengan memotong pembicaraan orang lain, Elizabeth akhirnya hanya bisa diam sambil menyimpan emosinya.


Disisi lain Margareth hanya tertawa dan memberikan kartu namanya kepada Nathan sebelum pergi bersama Elizabeth untuk menghadiri pertemuan.


Sebelum pergi Elizabeth memberikan tatapan membunuh kepada Nathan dan memberi isyarat jika dia akan menangkapnya dalam waktu dekat.


Begitu Margareth dan Elizabeth sudah menghilang dari pandangan mata. Nathan langsung membuang kartu nama yang sebelumnya sudah diberikan oleh Margareth.


"Sampai jumpa lagi, Nyonya Margareth..." Nathan tersenyum tipis dan pergi sambil membawa kopernya menuju Lobby sebelumnya.


Nathan tentu saja mengenali sosok Margareth yang merupakan agen rahasia yang waktu itu terlibat saat dirinya dipaksa membuat pengakuan palsu tentang 50 paket berisi morfin.


Margareth juga merupakan orang yang sudah membuat bekas luka setruman sepanjang 30 sentimeter pada bagian lengan kanan milik Nathan.

__ADS_1


__ADS_2