
"Bagaimana kalau sekarang kita membicarakan tentang kesepakatan. Apakah kau tertarik, Tuan Alexander?" Kevin tersenyum penuh percaya diri dengan Anthony sebagai sandera.
Menjadikan Anthony sebagai sandera sudah Kevin pikirkan setelah mendapat kabar kematian Andreas dari Sersan. Dia merasa Anthony pasti memiliki hubungan yang tidak biasa dan memang sekarang hal ini terbukti dengan ekspresi cemas di wajah Nathan.
Walaupun tidak mengetahui secara detail hubungan di antara Nathan dan Anthony. Kevin sekarang sudah mendapatkan kartu yang bisa membuatnya keluar hidup-hidup dari keganasan Nathan serta Elizabeth malam ini.
Karena tidak memiliki pilihan lain setelah melihat wajah Anthony memucat akibat penyakitnya, Nathan akhirnya menyetujui ajakan Kevin untuk bernegosiasi.
Pertama-tama Kevin meminta kepada Nathan untuk menyingkirkan sebilah pisau dari lehernya. Begitu permintaan dikabulkan oleh Nathan, Kevin lalu mengeluarkan sapu tangan untuk menyeka darah yang keluar dari lehernya akibat terkena bilah tajam pisau.
"Apa kau tahu berapa kerugian yang harus aku tanggung malam ini akibat ulah kalian berdua?" Tanya Kevin sambil memperbaiki kancing bajunya yang terlepas setelah sebelumnya kerah bajunya ditarik oleh Nathan.
Malam ini Kevin benar-benar sudah mengalami kerugian besar akibat penyerangan yang dilakukan oleh Nathan dan Elizabeth.
Hampir semua anak buahnya yang berharga sudah di bantai oleh mereka berdua, dan markas Geng The Brothers menjadi porak-poranda hingga membutuhkan banyak uang untuk melakukan renovasi serta perekrutan kembali anggota.
Nathan kemudian mengambil sebuah kantung kecil dari balik jaket dan melemparkannya ke arah Kevin yang segera di tangkap oleh pemimpin Geng The Brothers tersebut.
"Apakah semuanya cukup?" Tanya Nathan tanpa mengendurkan kewaspadaan terhadap dua anak buah Kevin yang sedang menahan Anthony.
Kevin langsung membuka kantung kecil yang Nathan berikan dan tertawa lirih saat menemukan beberapa berlian di dalamnya. Dengan berlian sebanyak itu tentu saja sudah bisa menutupi semua kerugian.
Berlian itu sendiri Nathan dapatkan dengan menukarkan Dollar yang dimiliki kepada System. Untungnya System menerima pembayaran itu meski disisi lain Nathan harus membakar lebih banyak uang dari semestinya.
Pemimpin Geng The Brothers tersebut kemudian segera memeriksa berlian yang Nathan berikan menggunakan alat khusus. Setelah mengetahui jika semua berlian itu asli, seketika rencana licik terpikirkan oleh Kevin.
Melihat Nathan yang bisa dengan mudah mengeluarkan berlian dalam jumlah. Kevin meminta sepuluh kantung berlian lagi untuk ditukarkan dengan Anthony.
__ADS_1
Kevin memberikan waktu selama 24 jam kepada Nathan untuk menyiapkan semua berlian itu, jika sampai terlambat satu menit saja maka Nathan harus menyerahkan Elizabeth sebagai dendanya.
Merasa kesal saat mendengar dirinya menjadi alat jaminan. Elizabeth langsung mengarahkan senjatanya kepada Kevin yang membuat dua anak buah pria itu hampir menarik pelatuk pistol ke arah Anthony.
Nathan segera menyetujui permintaan Kevin tanpa pikir panjang. Tetapi disisi lain dia sudah membuat skema untuk membawa Anthony tanpa perlu membayar lebih banyak kepada pemimpin Geng The Brothers.
"Huh? Bagaimana bisa kau menyetujui kesepakatan dengan pria aneh itu? Apa kau berencana menjualku sekarang?" Elizabeth merasa dirinya sudah dikhianati oleh Nathan dengan kesepakatan ini.
Entah mengapa Elizabeth merasakan dadanya terasa sakit saat mengetahui fakta jika Nathan sama sekali tidak memperdulikan dirinya. Bahkan pria itu sekarang berani untuk menjualnya kepada Kevin.
Nathan tidak berkomentar banyak dan membuat Elizabeth semakin muak dengan sikap pria itu yang lebih mementingkan egonya sendiri.
Disisi lain Kevin tertawa saat melihat ke-dua orang itu mulai bertengkar. Situasi ini tidak Kevin sia-siakan dan mencoba memanasi hubungan Nathan dengan Elizabeth yang mulai terpecah-belah.
"Nona kau lihat sendiri bukan dia sama sekali tidak memperdulikanmu. Lebih baik sekarang kau bekerja denganku dari pada bersama pecundang itu." Kevin menyeringai sambil memperhatikan lekuk tubuh Elizabeth diam-diam.
Tetapi melihat bagaimana tangguhnya Elizabeth saat menghabisi semua anak buahnya. Kevin ingin mendekatkan diri terlebih dulu dengan wanita cantik itu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya.
"Diam kau!" Elizabeth membentak Kevin yang sudah membuat suasana hatinya menjadi lebih buruk dengan semua perkataan dari pria itu.
Melihat tempramen Elizabeth yang masih tinggi. Kevin mengangkat tangan dan memilih untuk tidak masuk lebih dalam lagi agar citranya bisa menjadi baik di mata wanita cantik tersebut.
Kevin bersama dengan dua anak buahnya kemudian menuju pintu keluar sambil membawa Anthony yang terlihat semakin lemah karena belum meminum obatnya.
"Tolong pikirkan baik-baik tawaran dariku, Nona. Sampai bertemu lagi..." Ucap Kevin sambil melemparkan sebuah alat berbentuk seperti bola untuk permainan Hoki es.
Kevin lalu keluar dari ruangan kemudian menutup pintu menyusul dua anak buahnya sudah keluar lebih dulu bersama Anthony, meninggalkan Nathan dan Elizabeth berdua disana.
__ADS_1
Melihat bola Hoki es yang tampak mencurigakan karena terdapat sebuah perangkat hitung mundur. Nathan lalu menggunakan kemampuan analisa untuk melihat kejadian lima belas detik dimasa depan.
Kemampuan ini sendiri Nathan dapatkan setelah menyalin teknologi kacamata ciptaan Katarina menggunakan serum Super Copy sehari lalu.
Nathan sudah menggunakan kemampuan ini beberapa kali saat berhadapan dengan anggota Geng The Brothers yang membuatnya bisa keluar tanpa mendapatkan luka sedikitpun.
Kemampuan ini tentu saja memiliki jeda selama 5 menit yang membuat Nathan hanya bisa menggunakanya saat dalam situasi sulit saja.
Dalam waktu lima belas detik dimasa depan. Nathan melihat jika bola Hoki es yang Kevin lempar ke lantai merupakan sebuah bom waktu yang akan segera meledak.
Nathan melihat Elizabeth terkena ledakan. Meski sudah menggunakan Electrical Armour Elizabeth tetap akan mendapatkan luka dalam yang parah akibat terkena gelombang kejut ledakan.
Tidak memiliki waktu banyak, Nathan langsung memeluk Elizabeth dan menjadikan tubuhnya sendiri sebagai perisai agar wanita cantik itu tidak mengalami luka dalam yang sangat fatal.
Elizabeth yang tiba-tiba dipeluk oleh Nathan merasa bingung. Tetapi satu detik kemudian bom segera meledak di ruangan tersebut dengan kekuatan yang cukup besar.
Boomm!!!
Nathan dan Elizabeth langsung terhempas keluar jendela akibat ledakan besar yang terjadi. Tubuh mereka kemudian jatuh dari lantai tiga tanpa ada pengaman.
Dalam situasi ini Nathan kembali menjadikan tubuhnya sebagai tumpuan untuk mengurangi luka yang nantinya akan di derita oleh Elizabeth.
Brakkk!!!
Tubuh Nathan dengan sangat keras jatuh di atas sebuah mobil yang membuat suara alarm peringatan seketika berbunyi.
Orang-orang yang melihat kejadian itu merasa takut setelah mendengar suara baku tembak di dalam markas Geng The Brothers. Tidak ada seorang pun yang terlihat berani mendekati tempat tersebut apa lagi menolong Nathan dan Elizabeth.
__ADS_1