Mafia Order System

Mafia Order System
Kesalahan Fatal


__ADS_3

Sebuah mobil lapis baja berhenti di pinggir jalan. Beberapa orang yang terdiri diri dari tujuh pria dan tiga wanita, keluar dari mobil sambil membawa senjata.


Meski berasal dari mobil yang sama, mereka sendiri sebenarnya merupakan dua fraksi yang berbeda dan memiliki ideologi sangat berlawanan. Layaknya air dengan minyak.


Fraksi pertama terdiri dari tiga orang pria dan tiga wanita. Mereka berasal dari satuan unit khusus dan mengenakan perlengkapan lengkap seperti rompi pelindung.


Sementara itu fraksi ke-dua terdiri dari empat orang pria. Berbeda dengan fraksi pertama yang mengenakan seragam khusus. Fraksi ke-dua justru mengenakan Jas hitam dan sama sekali tidak menggunakan rompi pelindung.


Bisa dikatakan bahwa fraksi ke-dua jauh lebih nekat dari pada fraksi pertama, mengingat mereka sekarang akan melawan sebuah geng besar yang menguasai sebagian wilayah Kensington.


Salah satu dari mereka tampak memisahkan diri. Pria itu membawa sebuah tas hitam panjang di punggung dan bergegas menuju tempat lain.


Mereka yang tersisa kemudian berjalan memasuki sebuah gang. Begitu masuk mereka langsung disambut oleh tiga puluh orang bersenjata yang sudah menunggu sejak setengah jam lalu.


"Apa hanya segini saja? Sepertinya aku terlalu menyanjung kalian sampai membawa orang lebih banyak." Ucap Jake sambil tertawa lantang.


Pria berusa 38 tahun dan bernama Jake itu sendiri merupakan Ketua dari Geng Bloody Love yang menguasai wilayah bagian selatan kawasan Kensington.


Semua anak buahnya ikut menertawakan pihak dari Bar King's yang terlihat hanya membawa pasukan tidak lebih dari 10 orang. Jelas jumlah ini sangat tidak seimbang dan bisa ditebak siapa yang akan menjadi pemenang.


Sebelum berurusan dengan Jake dan anak buahnya. Nathan mengeluarkan alat berbentuk gelang yang langsung dipakaikan di lengan milik Elizabeth.


"Untuk apa ini? Aku tak butuh barang pemberian darimu!" Elizabeth berdecak kesal saat Nathan tiba-tiba memakaikan gelang di lengan kanannya.


Meski terlihat kesal sebenarnya Elizabeth merasa senang sekaligus malu karena Nathan memberikan sebuah gelang yang terlihat unik kepada dirinya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin melakukan uji coba alat yang baru-baru ini aku buat. Jangan salah paham." Balas Nathan yang seketika membuat hayalan Elizabeth langsung hancur begitu saja.


Nathan mengingat kembali kepada Elizabeth agar tetap bersikap profesional saat bekerja. Yang membuat wanita cantik itu berdecak kesal karena sekarang dirinya hanya bawahan.


Elizabeth langsung menarik kembali lengannya dari Nathan setelah dipakaikan gelang. Ia sendiri merasa penasaran dengan fungsi gelang tersebut, tetapi memilih untuk tidak bertanya sekarang melihat situasi dan kondisi yang tidak tepat.


Sebagai pemimpin dan pemilik Bar King's. Nathan maju beberapa langkah kedepan untuk mewakili kelompoknya dan berbicara dengan Jake sebagai sesama pemimpin.


"Maaf sudah membuatmu menunggu sampai repot-repot menyambut kami, Tuan Jake." Ucap Nathan sambil memperhatikan semua anggota Geng Bloody Love.


Kebanyakan dari anggota Geng Bloody Love yang Nathan menggunakan senjata tipe serbu. Bahkan di antara mereka membawa sebuah senjata dari era Soviet yaitu AK-47.


Melihat seorang pemuda berbicara kepadanya dan berlagak angkuh. Jake memicingkan mata memperhatikan pemuda yang mengenakan setelan jas berwarna hitam itu dari atas sampai bawah.


"Hei Nak! Sebaiknya kau menyingkir. Aku ingin berbicara, bukan dirimu!" Balas Jake dengan nada tinggi sambil menunjuk ke arah Joe dan El Chapo.


Jake masih belum mengetahui pemilik asli dari Bar King's mengingat Nathan sendiri sangat jarang berkunjung ke sana karena sudah ada Joe dan El Chapo yang mengurus tempat tersebut.


Nathan yang merasa direndahkan mulai tertawa lirih. Dia tidak menyangka Jake yang merupakan seorang Ketua Geng terbesar nomor 3 di kawasan tersebut sampai tidak mengetahui lawannya sendiri.


Pemuda tersebut kemudian mengeluarkan sebuah cincin dari balik jas dan melemparkannya ke arah Jake yang secara reflek langsung ditangkap oleh Ketua Gengster itu.


Jake yang merasa penasaran lalu membuka kepalan tanganya. Mata pria itu seketika membelalak lebar saat mendapati cincin tersebut merupakan milik kekasihnya.


"Nak... Sebaiknya kau mulai berdo'a sebelum aku mengikutimu hidup-hidup." Ucap Jake dengan nada bicara gemetaran. Bisa dilihat jika pria itu sekarang benar-benar sangat marah.

__ADS_1


Jake kemudian mengangkat salah satu tanganya untuk memberikan sebuah instruksi kepada penembakan jitu yang sudah dia persiapkan sebelumnya.


Titik merah seketika muncul di Jas hitam milik Nathan dan mengarah langsung tepat dibagian dada kirinya. Sudah dipastikan jika sekarang dia bergerak maka penembak jitu milik Jake akan segera menembak.


Nathan kembali tertawa lirih yang membuat semua orang merasa pemuda itu aneh dan sudah gila karena kematiannya sebentar lagi akan tiba.


"Kau tak perlu mengkhawatirkanku, Tuan Jake. Sebaiknya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri." Ucap Nathan sambil memperhatikan penembak jitu milik Jake yang sudah mengincarnya dari jauh.


Mendengar perkataan yang diucapkan oleh Nathan sontak membuat Jake merasa heran. Pria itu kemudian mengalihkan pandangan kebelakang dan melihat jika penembak jitu miliknya memberikan sebuah kode.


Kode yang disampaikan tidak lain merupakan tanda jika penembak jitu milik Jake sudah diincar oleh penembak jitu lain. Hal ini bisa dibuktikan dengan titik merah yang berada disamping wajahnya.


"Diablo apa semuanya oke?" Jake memastikan penembak jitunya baik-baik saja melalui walkie talkie karena tidak ingin semua rencananya gagal.


Penembak jitu itu hanya mengucapkan satu kalimat yaitu tidak. Sudah bisa dipastikan sedikit saja bergerak maka dia akan langsung berpindah alam.


Dari kejauhan di sebuah atap gedung. Teo terlihat sudah bersiap menarik pelatuk senjata miliknya. Hanya tinggal menunggu perintah sampai dia melepaskan tembakan ke arah penembak jitu milik Jake.


Menyadari jika lawanya juga sudah memiliki persiapan. Jake berdecak kesal kemudian mengalihkan pandangan ke arah Nathan. Raut wajahnya yang mulai memerah sudah bisa menunjukan jika dirinya sekarang benar-benar sangat marah.


"Apa kau mengetahui konsekuensi karena sudah menantangku?!" Tanya Jake dengan geram menyadari jika Nathan ternyata merupakan pemimpin dari Bar King's.


Jake sebenarnya juga mulai menyadari jika Bar King's sudah menyewa pasukan bayaran setelah melihat empat orang menggunakan seragam khusus dan rompi pelindung.


Kali ini Jake benar-benar sudah membuat kesalahan dengan gagal dalam memperhitungkan kemampuan lawannya. Jika saja kekasih dan teman-temanya tidak gagal mencari informasi sebagai mata-mata, mungkin hal ini bisa dihindari.

__ADS_1


Meski sudah membawa orang lebih banyak. Sebagai mantan Marinir Jake menyadari jika lawanya lebih unggul dalam hal persenjataan dan teknik bertarung.


Saat membaca sebuah tanda di pakaian milik Elizabeth. Jake akhirnya menyadari jika lawannya bukan orang sembarangan. Dia akhirnya mengetahui jika Nathan membawa salah satu pasukan khusus paling mematikan milik negara.


__ADS_2