
Di sebuah ruangan pemeriksaan, Nathan saat ini sedang mendapat perawatan dari Harold untuk menjahit ulang luka tembak yang ia dapatkan sebelumnya.
Sebastian, Joe, El Chapo tampak memiliki kerutan di kening mereka saat melihat badan milik Nathan yang penuh dengan luka di balik pakaiannya.
Bulir keringat tampak membasahi kening Harold saat harus menjahit luka seseorang untuk pertama kalinya setelah lebih dari 20 tahun paska berhenti menjadi seorang dokter.
Harold tidak hanya menjahit ulang luka tembak di pinggang Nathan, melainkan juga harus mengeluarkan beberapa peluru yang masih bersarang dipunggung pria itu.
Sementara semua orang cemas, Nathan justru tampak santai menonton televisi sambil meminum jus apel saat sedang mendapat pengobatan dari Harold.
Joe sebagai penembak handal meringis saat melihat Harold mulai mengeluarkan peluru dari punggung Nathan. Entah mengapa ia justru yang merasa nyeri dibandingkan pria itu.
"Apa kau tak merasakan sakit?" Joe bertanya dengan nada gugup saat melihat darah segar terus bercucuran keluar saat operasi sedang berlangsung.
"Hanya sedikit kebas saja." Balas Nathan tanpa mengalihkan perhatian dari siaran televisi yang sedang menayangkan berita terbaru mengenai pembunuh berantai.
Mendengar perkataan Nathan membuat Joe hanya bisa terdiam apa lagi saat melihat banyak bekas luka pada tubuh pemuda itu yang lebih parah dari miliknya.
El Chapo sendiri tidak terlalu banyak berkomentar karena sudah diwakilkan oleh Joe. Tetapi ia masih penasaran dari mana Nathan mendapatkan banyak luka tembak yang tampak masih sangat baru.
Tetapi untuk saat ini El Chapo memilih tidak bertanya kepada Nathan mengingat pemuda itu pasti masih lemah setelah kehilangan cukup banyak darah.
Sebastian sendiri dia sekarang memutuskan keluar dari ruangan milik Harold dan menghubungi Alexander untuk memberi kabar mengenai kondisi Nathan saat ini dengan konsekuensi mendapat hukuman.
Benar saja seperti yang sudah diperkirakan oleh Sebastian. Dia langsung teguran keras dari Alexander karena tidak bisa menjaga Nathan dengan baik, bahkan sampai membuat cucu dari pemilik perusahaan ternama itu berada dalam bahaya.
Sebastian tentu tidak melakukan pembelaan terhadap kelalaian yang ia perbuat dengan membiarkan Nathan lepas dari pengawasannya.
__ADS_1
Alexander tidak memberi hukaman kepada Sebastian karena sadar jika kejadian ini bukan sepenuhnya merupakan kesalahan pria itu.
Tetapi sebagai gantinya Alexander meminta kepada Sebastian untuk mengawasi Nathan lebih ketat agar cucunya tidak lagi melakukan tindakan yang bisa mengancam keselamatannya sendiri.
Panggilan telepon kemudian ditutup. Sebastian menghela nafas panjang dan hanya bisa tertunduk lemas setelah mendapatkan teguran keras dari kepala keluarga Alexander.
Sebastian tidak marah ketika ditegur oleh Alexander. Hal ini kembali lagi pada saat kejadian 200 tahun lalu yang merupakan pertemuan pertama leluhur keluarga Alexander dan Sebastian.
200 tahun lalu leluhur Sebastian yang saat itu berusia 10 tahun merupakan seorang anak yatim piatu atau lebih tepatnya merupakan seorang anak yang sengaja di buang oleh orang tuanya sendiri.
Hidup dalam dunia yang keras sejak masih sangat muda membuat leluhur Sebastian terpaksa menjadi seorang pencuri agar tetap bisa bertahan hidup.
Tidak jarang leluhur Sebastian mendapatkan perlakuan kejam dari orang-orang yang barang berharga mereka dia curi.
Hingga suatu hari leluhur Sebastian mencuri dompet milik seorang pebisnis kaya saat berada di pusat perbelanjaan. Sayangnya ia saat itu langsung bisa di tangkap oleh pengawal pria tersebut dan hampir saja dibunuh ditempat.
Beruntung pria yang dompetnya dicuri oleh leluhur Sebastian segera menghentikan niat pengawalnya yang ingin membunuh anak kecil tersebut.
Sejak dibawa menuju kediaman mewah milik keluarga Alexander, kehidupan leluhur Sebastian menjadi lebih baik dan bahkan mendapatkan pendidikan yang saat itu hanya bisa didapatkan oleh segelintir orang saja.
Dengan keinginannya sendiri leluhur Sebastian memutuskan untuk menjadi pelayan keluarga Alexander sebagai rasa terimakasih dan balas budi.
Tahun demi tahun berlalu dan leluhur Sebastian yang sudah beranjak dewasa mulai dipercaya menjadi kepala pelayan keluarga Alexander karena memiliki catatan baik.
Sejak saat itu setiap generasi keluarga Sebastian mengabadikan hidup mereka kepada keluarga Alexander dan memiliki moto untuk tidak mengkhianati penyelamat leluhur mereka.
Sebagai generasi ke-5 Sebastian terus menjalankan tradisi di keluarganya untuk melaksanakan apapun tugas yang diberikan oleh generasi kepala keluarga Alexander selanjutnya.
__ADS_1
Entah seburuk apapun perintah yang diberikan, dalam pandangan keluarga Sebastian perintah tersebut akan selalu baik meski berbeda dengan pandangan orang lain.
Sebastian juga tidak akan melawan perintah karena setiap perintah dari kepala keluarga Alexander merupakan dekrit mutlak yang harus dia kerjakan.
Bahkan Sebastian juga tidak akan melawan jika mendapat makian dan kekerasan dari keluarga Alexander. Tetapi sampai generasi ke-5 keluarga Sebastian, mereka sama sekali belum pernah menerima perlakuan buruk seperti itu.
Meski melakukan kesalahan saat menjalankan tugas, keluarga Alexander tidak akan berkata kasar kepada keluarga Sebastian dan justru memberikan solusi serta masukan agar mereka bisa memperbaiki kesalahan yang sudah diperbuat.
Jika dilihat lebih detail hubungan antara keluarga Alexander dan Sebastian tidak mencerminkan tuan dengan pelayan. Mereka justru terlihat seperti sebuah keluarga yang sering berbagai masukan untuk kemajuan perusahaan.
Faktor penting inilah yang membuat keluarga Sebastian semakin segan kepada keluarga Alexander sampai generasi saat ini.
Tetapi kesetiaan keluarga Sebastian hanya berfokus kepada keluarga utama Alexander. Mereka tidak akan pernah melayani keluarga cabang yang sudah keluar dari prinsip keluarga utama Alexander.
Meski bukan murni kesalahannya, Sebastian merasa bersalah melihat pewaris bisnis keluarga Alexander hampir tewas untuk kedua kalinya selama dalam pengawasannya.
Ada satu aturan tidak tertulis di dalam keluarga Sebastian. Dimana jika mereka melakukan tiga kali kesalahan fatal, mereka akan mengakhiri hidup mereka sendiri karena malu dan sebagai tanda penebusan.
Pihak keluarga utama Alexander tentu mengetahui aturan tidak tertulis ini, dan meski sudah dilarang keluarga Sebastian tetap akan melakukan hal tersebut secara diam-diam.
Total sudah ada 7 kasus dimana anggota keluarga Sebastian mengakhiri hidup mereka sendiri. Kakak Sebastian merupakan salah satunya karena pernah melakukan kelalaian yang menyebabkan nilai saham perusahaan keluarga Alexander turun sebanyak 200% pada tahun 1965.
Sebastian yang masih kecil saat itu melihat bagaimana kakaknya merasa frustasi dan menyaksikan langsung ketika kakaknya mengakhiri hidup dengan menenggak racun khusus yang sangat sulit didektesi dokter.
Hal ini sengaja dilakukan agar kepala keluarga Alexander tidak mencurigai mereka karena melakukan bunuh diri. Sebab ada ancaman serius dari kepala keluarga Alexander yang akan memecat seluruh keluarga Sebastian jika ada anggota keluarga Sebastian mengakhiri hidup mereka sendiri.
Tetapi karena keluarga Sebastian memiliki budaya malu, mereka tetap saja melakukannya secara diam-diam sebagai penebusan.
__ADS_1
Bahkan saat melihat kakaknya tewas karena bunuh diri, Sebastian kecil tampak biasa saja sebab bagi keluarganya kematian bukan sesuatu yang perlu ditakutkan.
Sebastian sekarang hanya memiliki satu kesempatan lagi, dan jika sampai membuat kesalahan berikutnya dia tidak akan ragu mengakhiri hidup kemudian menyerahkan tugas kepada putranya yang sekarang bertugas menjadi pengawal pribadi kepala keluarga Alexander.