
Tiga hari kemudian semua anggota serta pekerja STELAR Industri sudah dipindah tugaskan menuju lokasi komplek khusus seluas 10.000 hektar, yang terletak di Hawthorne California Amerika Serikat.
Dengan luas tanah sebesar itu tentu tidak hanya akan digunakan sebagai pabrik pembuatan Electrical Gun V-1 saja. Pendiri dari Perusahaan STELAR sudah berencana membuat cabang lain yang nantinya dimasa depan menjadi titik awal terbentuknya STELAR Grup.
Nantinya STELAR Grup akan menaungi beberapa perusahaan di bawahnya seperti STELAR Heavy Industry, STELAR Insurance Company, STELAR Investment, STELAR Farmasi, STELAR Electronik, dan STELAR Motors.
Sementara itu disebuah ruangan Joe terlihat berdiri di depan dinding kaca memandang jauh ke arah sebuah fasilitas peluncuran roket milik salah satu perusahaan swasta ternama yang dimiliki oleh orang terkaya di Amerika Serikat saat ini.
"Bos... Mengapa kau meminta bangunan kepada wanita itu di dekat fasilitas peluncuran roket. Bagaimana jika kita menjadi objek salah sasaran nanti?" Joe bertanya dengan nada bicara yang terdengar gemetaran.
Pria itu benar-benar terlihat takut sejak dipindahkan oleh Nathan dari yang awalnya Kota New York dan Philadelphia, sekarang menjadi di Kota terpencil seperti Hawthorne California.
Kekhawatiran Joe semakin bertambah setelah Nathan membawa mereka semua di lokasi yang cukup berbahaya hanya karena ingin mengurangi pajak perusahaan. Meski Nathan diberikan fasilitas oleh pemerintah tetapi dia masih harus membayar pajak yang nilainya sangat fantastis.
"Joe... Bukankah kau pernah mengatakan kepadaku ingin pergi melihat roket dan kembang api raksasa?" Nathan bertanya kembali kepada Joe sambil memantau para Ilmuan dari layar monitor yang sedang membangun pilar pertama Electrical Air Defense.
Dalam pembuatan pilar Electrical Air Defense tentu saja Nathan tidak akan mampu mengerjakannya sendiri. Oleh karena itu dia meminta kepada Lloyd untuk mencarikan Ilmuan yang bisa memambantu.
Saat itu Lloyd tentu saja dengan senang hati membantu apa lagi semua Ilmuan bisa belajar dari Nathan selama proyek berlangsung. Secara langsung mereka akan mendapatkan keuntungan yang sama dalam proyek Electrical Air Defense.
Mendengar ucapan dari Nathan tentu saja membuat Joe merasa tidak terima. Dirinya memang pernah mengatakan ingin melihat roket dan kembang api raksasa tetapi tidak setiap hari seperti sekarang.
__ADS_1
Dimana mereka semua bisa melihat uji coba peluncuran roket pendorong yang dilakukan oleh perusahaan swasta Space Z milik pengusaha kaya dengan marga Musk.
"Hanya orang gila saja yang ingin menetap di dekat fasilitas peluncuran roket. Tolong kirim saja aku ke New York, Bos!" Joe mengemis di samping Nathan sambil memohon untuk dipindah tugaskan.
Setiap malam Joe terus terjaga karena merasakan getaran ringan dan suara pembakaran dari mesin roket yang sedang di uji coba. Jika memiliki kesempatan bertemu dengan CEO Space Z dirinya ingin sekali menempatkan kenalpot sepeda motor disamping telinga pria itu sebagai balasan.
Usaha Joe meminta pemindah tugasan tampaknya di abaikan oleh Nathan. Ini bukan kali pertama pemilik STELAR Grup itu harus menghadapi anak buahnya yang ingin dipindah tugaskan ditempat lain.
Sebelumnya Harold dan El Chapo yang sekarang bekerja di sana mengeluhkan gangguan ditempat baru mereka akibat terlalu dekat dengan fasilitas peluncuran roket Space Z. Ke-dua pria itu ingin kembali saja ke New York dan Philadelphia.
Bahkan Nathan sempat mendapat nasihat dari Sebastian yang khawatir jika sewaktu-waktu tempat tersebut tertimpa serpihan puing roket atau malah lebih buruk yaitu tertabrak roket itu sendiri.
"Sepertinya disini kau juga kesulitan untuk mengatasi bawahanmu..." Celetuk Elizabeth sambil duduk di atas meja dan menatap sinis kearah Joe yang masih berlutut memohon kepada Nathan.
Dilihat dari tatapan sinis Elizabeth dan Jeo bisa diketahui jika mereka berdua sampai sekarang masih belum bisa akur. Alasan mengapa konflik ini muncul tidak lain karena masing-masing dari mereka ingin mendapat perhatian dari Nathan.
Elizabeth sendiri merasa kesal kepada Joe yang selalu mengganggunya saat ingin berduaan dengan Nathan. Seharusnya pria itu mengerti jika dirinya hanya memiliki sedikit waktu bersama Nathan mengingat jadwal pekerjaan mereka yang akhir-akhir ini sangat padat.
Tentu Joe juga memiliki pembelaannya sendiri mengapa selalu berada di dekat Nathan. Dia secara pribadi selalu diminta oleh Nathan untuk memberi saran supaya hubungannya dengan Elizabeth bisa semakin erat.
Joe berpikir seharusnya Elizabeth berterimakasih kepadanya yang sudah menjadi penasihat untuk Nathan agar hubungan asmara mereka tidak menjadi kaku dan sekarang bisa semakin bertambah erat.
__ADS_1
Dua orang dengan ego dan pembelaannya masing-masing merasa diri mereka lebih baik satu sama lain. Baik Elizabeth ataupun Joe mengharapkan rasa hormat dan terimakasih atas segala yang sudah mereka berdua lakukan.
Nathan disisi lain hanya diam saja saat mengetahui konflik di antara kekasih dan temannya. Padahal sumber perselisihan ini merupakan dirinya, namun dia memilih untuk tidak ikut campur kedalam urusan mereka berdua.
"Ya... Kau bisa melihatnya sendiri sekarang..." Balas Nathan sambil diam-diam memperhatikan Elizabeth dan Joe yang sedang menatap satu sama lain dengan mata menyiratkan permusuhan.
Melihat ketegangan yang terjadi diantara Elizabeth dan Joe. Nathan sudah mengerti apa yang akan terjadi sebentar lagi dan tentu hal ini merupakan sebuah kekacauan.
Benar saja secara tidak terduga Joe mengacungkan dua jari tengah kearah Elizabeth yang membuat wanita cantik itu menjadi sangat marah karena tindakan pria tersebut mengingatkannya kepada mural diatas plafon rumah dulu.
Elizabeth sendiri sudah mengetahui kalau Nathan, Joe, Harold, El Chapo, dan Sebastian merupakan perampok yang dulu sempat membuat divisinya kewalahan karena tidak bisa melacak jejak mereka.
Informasi ini Elizabeth dapatkan langsung dari El Chapo beberapa waktu lalu saat mereka tidak sengaja berpapasan di depan mesin penjual mesin otomati. Saat itu secara tidak sengaja El Chapo menceritakan kejadian perampokan karena berpikir Elizabeth sudah mengetahuinya dari Nathan, tetapi dugaannya benar-benar salah sebab wanita cantik itu belum mengetahuinya.
Dari mulut El Chapo juga Elizabeth mengetahui pelaku pembuatan mural jari tengah di atas plafon. Saat itu El Chapo terpaksa menumbalkan Joe sendirian karena takut melihat raut wajah Elizabeth yang berubah menjadi menyeramkan saat dirinya sedang bercerita tentang mural tersebut.
Elizabeth yang mendapat dua acungan jari tengah dari Joe langsung ingin memukuli pria itu. Dengan kekuatan yang dirinya miliki saat ini membuat Joe terbaring di atas kasur rumah sakit selama satu bulan penuh bukanlah masalah.
Tetapi langkah Elizabeth langsung dihentikan oleh Nathan yang meminta dirinya dan Joe untuk keluar dengan alasan akan ada orang penting yang sebentar lagi mengunjungi dirinya.
Padahal Nathan hanya ingin tidak ikut campur dan secara tidak langsung meminta Elizabeth serta Joe menyelesaikan urusan mereka berdua di luar.
__ADS_1