Mafia Order System

Mafia Order System
Malfungsi System


__ADS_3

Perlahan Nathan mulai membuka mata. Saat tersadar dia terkejut mandapati jika dirinya berada di sebuah tempat yang sangat asing dan gelap. Bahkan untuk melihat tangannya saja tidak bisa.


"Halo! Apa ada orang disini?!" Nathan berusaha memanggil seseorang untuk memastikan apakah dirinya terjebak disana sendirian atau tidak.


Suara panggilan Nathan bergema ditempat misterius itu. Tetapi sayangnya tidak ada seorangpun yang membalas panggilannya meski sudah berusaha memanggil sekeras mungkin.


Karena tidak mendapat balasan dari siapapun, akhirnya Nathan memutuskan untuk diam sejenak memikirkan kejadian yang sebenarnya sedang menimpa dirinya.


"Ini sangat aneh. Aku tak bisa merasakan anggota tubuhku. Apa mungkin aku sedang bermimpi?" Nathan berpikir tempat ini hanya sebatas bagian dari mimpinya.


Pria itu kemudian ingat sudah memakan kapsul Super Copy yang sebelumnya sudah dia beli dari Toko System. Nathan memiliki kesimpulan jika sekarang dirinya sedang tidak sadarkan diri di dalam mobil, dan semua ini hanyalah efek samping dari kapsul Super Copy.


Memang menyebalkan harus menerima efek samping saat mengkonsumsi kapsul aneh yang memiliki kemampuan menakjubkan dengan harga murah. Nathan hanya bisa menerima nasib dan menunggu entah sampai kapan dirinya terjebak ditempat gelap tersebut.


"Ayo sadarlah Nathan... Masih ada pekerjaan yang harus kau lakukan diluar sana..." Nathan memejamkan mata mencoba agar bisa terbangun dari tidurnya.


Meski sadar jika usah yang sedang dia lakukan agar bisa terbangun akan sia-sia saja. Nathan tidak punya pilihan selain mencobanya, karena tidak mungkin menetap disana selamanya.


Benar saja usaha yang dilakukan Nathan sia-sia saja. Sekeras apapun mencoba dia tidak akan pernah mampu melawan efek samping kapsul yang dia beli dari System.


Nathan sebenarnya juga merasa sedikit kesal karena pada deskripsi kapsul Super Copy tidak ditunjukan adanya efek samping setelah menggunakannya.


Hal inilah yang membuat Nathan mulai mempertanyakan apakah System miliknya mengalami masalah atau tidak. Pasalnya setiap kali mencoba untuk menampilkan Menu dan Status tidak ada respon sama sekali dari System.


Saat Nathan sedang mempelajari situasi yang menimpa dirinya. Tempat disekitarnya tiba-tiba mulai bercahaya sampai membuat matanya menjadi silau.


Beberapa saat kemudian setelah cahaya yang menyilaukan menghilang. Nathan perlahan membuka mata dan langsung terkejut saat mendapati dirinya sudah berada di sebuah lorong.


Tampilan lorong tersebut seperti bagian dari sebuah pesawat yang biasa ada di film bergenre fiksi ilmiah. Bisa di artikan Nathan saat ini berada di sebuah pesawat luar angkasa yang sudah jelas bukan milik manusia.

__ADS_1


Dengan rasa penasaran yang sudah membuncah. Nathan memutuskan untuk berkeliling di dalam pesawat luar angkasa itu dan saat melihat ke arah salah satu jendela.


Nathan mendapati jika pesawat yang sedang dia tumpangi memasuki medan ruang. Jelas kecepatan ini bukan lagi merupakan kecepatan suara melainkan sudah masuk kecepatan cahaya.


Tiba-tiba dari salah satu ruangan Nathan mendengar suara beberapa orang yang sedang mengobrol dengan menggunakan bahasa yang sama sekali tidak dia mengerti.


Nathan sama sekali belum pernah mendengar suara seperti ini di belahan Bumi manapun. Dia seketika menyimpulkan jika makhluk-makhluk yang sedang berbincang merupakan makhluk teristial atau bisa disebut Alien.


Penasaran dengan bentuk makhluk teristial ini, Nathan memutuskan untuk menghampiri sumber suara dengan hati-hati agar dirinya tidak ketahuan.


Nathan perlahan mengintip ke dalam ruangan yang tampaknya merupakan ruangan kendali pesawat melalui jendela kecil yang terdapat pada pintu.


Ada tiga makhluk di dalam ruang kendali pesawat yang Nathan lihat sedang lihat. Dua di antara mereka sepertinya merupakan wanita sementara satu lagi pria.


Penampilan dua makhluk teristial menggunakan pakaian khusus. Mereka memiliki kulit berwarna biru dan dua buah antena yang terletak pada kening.


Saat Nathan sedang fokus mengamati ke-tiga makhluk teristial itu. Tiba-tiba pintu dengan otomatis terbuka karena merasakan kehadiran makhluk hidup di dekat sana.


Tiga makhluk teristial yang ada di dalam ruang kendali pesawat secara reflek langsung mengalihkan pandangan ke arah pintu masuk.


Mereka sadar jika di dalam pesawat ruang angkasa hanya ada mereka bertiga saja. Melihat pintu masuk yang tiba-tiba terbuka tentu membuat mereka menjadi waspada.


Mata Nathan dan ke-tiga makhluk teristial seketika bertemu. Mereka tentu saja bisa melihat satu sama lain dan merasa sangat terkejut.


Nathan terkejut karena mereka bisa melihat dirinya. Awalnya dia mengira hanya bermimpi atau jiwanya yang keluar dari dalam tubuh dan mengira ke-tiga makhluk teristial itu tidak bisa melihat dirinya.


Sementara ke-tiga makhluk teristial itu terkejut karena ada penyusup yang masuk ke dalam pesawat mereka. Hal ini dikarenakan pesawat itu memiliki tingkat keamanan yang sangat ketat dan tidak sembarang orang bisa naik tanpa akses khusus.


"Hai..." Nathan melambaikan tangan sambil tersenyum canggung kepada tiga makhluk teristial yang sedang memperhatikan dirinya.

__ADS_1


Situasi mereka sekarang benar-benar sangat canggung. Dimana empat makhluk yang berbeda jenis dipertemukan dalam satu ruangan.


[ Memulai kembali program System. Peringatan! Tuan rumah saat ini memasuki dimensi waktu yang berbeda. System akan memulai pemindahan Tuan rumah dalam waktu 60 detik! ]


System yang Nathan kira tidak ikut bersama dirinya tiba-tiba muncul kembali dan memberi peringatan jika dirinya saat ini memasuki dimensi waktu berbeda karena terjadi masalah pada System.


Nathan kemudian mendapat peringatan agar sampai bersentuhan dengan makhluk yang berada di dimensi waktu itu jika dirinya tidak ingin terjebak selamanya disana.


Mendengar peringatan mendadak yang diberikan oleh System. Tentu saja Nathan merasa bingung sebab dirinya seharusnya jelas-jelas saat ini sedang pingsan di dalam mobil.


Mendapati jika System mengalami malfungsi membuat Nathan memutuskan untuk meminta penjelasan nanti dan sekarang harus fokus menghindari tiga makhluk teristial dihadapannya.


Tidak ingin terjebak selamanya di dimensi waktu yang belum jelas alurnya dan khawatir dijadikan kelinci percobaan oleh tiga makhluk teristial itu, Nathan langsung menggunakan teknik langkah seribu dan kabur.


Melihat seorang manusia berada disana. Tiga makhluk teristial itu kemudian mengeluarkan senjata mereka dan langsung mengejar Nathan untuk menangkapnya.


Tembakan beberapa kali dilepaskan oleh tiga makhluk teristial itu ke arah Nathan untuk menghentikan pergerakannya yang tidak mau berhenti.


Nathan sendiri melihat jika tembakan yang dilepaskan dari senjata ke-tiga makhluk teristial itu, mengeluarkan peluru khusus seperti gel yang sangat rekat dan bisa mengembang.


Pandangan Nathan kemudian tertuju ke arah sebuah ruangan dan tanpa pikir panjang dia masuk ke dalam. Begitu pintu tertutup dia langsung merusak akes masuk untuk memperlambat gerakan ke-tiga makhluk teristial.


Ke-tiga makhluk teristial yang merasa kesal berusaha membuka paksa pintu. Seorang pria dari mereka dengan tenaganya yang cukup besar perlahan berhasil merusak pintu.


Nathan yang melihatnya mulai menjadi panik. Tetapi dia sangat beruntung karena tepat saat ke-tiga makhluk teristial berhasil masuk ke dalam ruangan, waktu hitung mundur sudah habis dan dia langsung menghilang dari tempat tersebut.


Sebelum Nathan benar-benar menghilang. Matanya tidak sengaja menangkap sebuah batu yang ada di dalam pelindung kaca khusus di dalam ruangan tersebut.


Nathan tentu saja mengenali batu tersebut karena pernah melihat Profesor Edric mencurinya dari dalam pesawat Alien abu-abu, dan merupakan cikal bakal dari System miliknya.

__ADS_1


__ADS_2