Mafia Order System

Mafia Order System
Wanita Misterius


__ADS_3

Di markas utama Geng The Brothers seorang pria terlihat sedang merokok dengan seorang wanita di pangkuannya. Beberapa orang pria juga ada di sana dan sedang sibuk dengan wanita mereka masing-masing.


"Bos! Ada panggilan untukmu dari orang itu..." Seorang pria menghampiri Kevin dan memberikan ponsel yang sudah berdering kepadanya.


Kevin sendiri merupakan pemimpin dari Geng The Brothers. Geng ini sendiri memiliki beberapa bisnis seperti perjudian, perdagangan obat-obatan terlarang, sampai tukang pukul untuk para Mafia yang ada di Kota Philadelphia.


Mendapati panggilan telepon dari seorang klien penting. Kevin segera mengangkat panggilan tersebut yang sudah cukup lama dia nantikan.


"Bagaimana peredaran barang-barang itu di dalam penjara. Apa semuanya berjalan dengan lancar?" Tanya seorang wanita dari balik telepon yang memiliki kedudukan di atas Kevin.


Jika diibaratkan maka wanita itu merupakan atasan Kevin yang memberikan banyak pekerjaan kotor kepada semua anggota Geng The Brothers.


Kevin sendiri tidak mempermasalahkan jika dirinya menjadi bawahan wanita itu. Hal ini mengingat bayaran yang dia terima sangat besar bahkan dalam satu tahun dirinya mendapat imbalan lebih dari 100 Juta Dollar.


Bayangkan saja bagaimana Kevin tidak bisa menolak tawaran kerjasama dari wanita itu selama beberapa tahun terakhir. Meski sudah memiliki banyak uang tetapi Kevin tetaplah seorang manusia biasa yang ingin mendapatkan keuntungan lebih banyak lagi dan lagi.


"Ya semuanya berjalan lancar sejauh ini berkat bantuan Sersan baru itu. Tetapi ada satu masalah di dalam penjara yang sudah membuat orang kepercayaanku mati mengenaskan di sana."


Kevin memijat keningnya untuk mengurangi sakit kepala setelah mendapat laporan dari Sersan tentang kejadian yang menimpa salah satu orang kepercayaannya.


Pria itu kemudian menjelaskan kronologi pembunuhan yang menimpa orang kepercayaan kepada wanita di balik telepon sesuai dengan laporan yang diberikan oleh Sersan.


"Aku juga penasaran mengapa pria itu mengungkit kembali kematian Austin. Kalau tidak salah nama orang itu, Alexander?" Ucap Kevin mengakhiri cerita yang diberikan oleh Sersan.


Mendengar penjelasan dari Kevin, sosok wanita di balik telepon langsung bergetar dan menyalahkan Kevin karena tidak bisa menjaga sikap anak buahnya sampai akhirnya menyinggung pria itu.

__ADS_1


Kevin yang penasaran saat mendengar nada bicara sosok wanita itu tampak khawatir lalu bertanya. Dia juga tidak mau disalahkan mengingat wanita itu sendiri yang beberapa bulan lalu memintanya untuk menghabisi Austin.


Alasan sosok wanita di balik telepon meminta Kevin menghabisi Austin tidak lain karena kemenangan putra Anthony sudah membuat bisnis judinya malam itu mengalami kerugian besar.


"Pokoknya aku tak mau tahu untuk saat ini jangan menghubungiku lagi dan jangan sebut namaku jika sampai pria itu mendatangimu!" Wanita di balik telepon terdengar kesal sekaligus panik.


Dari nada bicara dan kekhawatiran wanita di balik telepon. Sudah bisa di pastikan sosok tersebut mengenal pria bernama Alexander atau Nathan dan memiliki hubungan kerja saat ini.


Sebenarnya wanita itu sendiri penasaran dengan alasan Nathan membunuh orang kepercayaan Kevin secara langsung di balik jeruji besi.


Dari kronologi yang di berikan Kevin. Wanita itu mulai menyadari jika masalah ini akan menjadi besar mengingat cara Nathan menghabisi Andreas terlihat seperti orang yang sedang melampiaskan dendamnya.


"Baik-baik kau tak perlu khawatir aku sudah tahu masalah ini tidak akan berakhir dengan baik. Yang terpenting sekarang dimana bayaranku untuk bulan ini?" Balas Kevin dengan santai seolah tidak memiliki masalah.


Kevin sendiri belum menyadari jika kematiannya sudah berada tepat di depan mata. Yang dia pikirkan hanya bayaran dari sosok wanita itu yang sudah menunggak.


Mendapati bayarannya sudah dicairkan. Kevin tentu merasa sangat senang dan berjanji untuk menutup masalah ini secepatnya serta tidak akan sekalipun menyebutkan nama sosok wanita itu.


Panggilan telepon antara Kevin dan sosok mitra kerjanya segera berakhir. Terlihat pria itu sangat senang lalu mengajak anak buahnya yang ada di ruangan untuk berpesta.


Semua petinggi Geng The Brothers yang mendengar berita ini langsung bersorak-sorai dan langsung menuangkan minuman beralkohol untuk berpesta.


Di tengah kesenangan yang dirasakan anggota Geng The Brothers. Seorang anggota kepolisian masuk ke dalam ruangan yang ada di lantai lima itu untuk menemui Kevin.


"Apa kau sudah membawa orang itu?" Kevin bertanya sambil menyalakan rokok menghadap dinding kaca tanpa melihat sedikitpun kearah oknum polisi tersebut.

__ADS_1


Oknum polisi tersebut tidak lain adalah Sersan yang ternyata masih bersekutu dengan kelompok Geng The Brothers. Jelas Sersan terlihat ingin mengambil keuntungan di antara dua kubu yang sekarang sedang berseteru.


"Ya semuanya sudah beres. Aku sudah menyiapkan orang itu..." Balas Sersan sambil menantikan madu dari Kevin atas kontribusi yang sudah dia berikan.


Kevin yang paham mengangguk. Dari balik pakaian tiba-tiba pria itu mengambil sepucuk senjata api dan langsung melepaskan satu tembakan kearah bagian kepala Sersan yang membuatnya seketika tewas ditempat.


"Dasar lintah kecil... Nyalimu ternyata cukup besar untuk bertemu denganku setelah apa yang sudah terjadi kepada saudaraku!" Kevin berdecak kesal sambil melihat kearah jasad Sersan yang sudah berlumuran darah.


Selain merupakan tangan kanan untuk Kevin. Sebenarnya Andreas merupakan sepupu pria itu. Tentu kematian Andreas menjadi pukulan besar untuk Kevin yang membuatnya merasa di hina tepat di depan wajah.


Tidak berselang lama dua orang anggota Geng The Brothers membawa masuk seorang pria yang memiliki perawakan berusia 58 tahun.


Kondisi pria itu tampak di ikat pada bagian kedua tangan dan mulutnya. Jelas sosok pria itu sudah di culik atau dibawa paksa oleh Sersan dengan bantuan oknum yang lain.


Wajah sosok pria itu tentu sudah tidak asing di mata Kevin yang membuat bisnis judinya mengalami kerugian sangat besar dalam satu malam.


"Selamat datang di Istanaku, Tuan Anthony. Aku harap kau tak tersinggung dengan perlakuan anak buahku." Kevin menyeringai sambil menghembuskan asap rokok saat melihat sosok Anthony.


Setelah mendengar kronologi pembunuhan terhadap Andreas dari Sersan. Kevin menyadari jika Anthony bisa di gunakan sebagai alat tukar dengan sosok Nathan yang sudah membunuh sepupunya.


Anthony yang melihat sosok Kevin merasa sangat marah setelah mendapati dalang pembunuh Austin sekarang berada tepat di depan matanya.


Dengan sekuat tenaga Anthony memberontak dan berusaha melepaskan diri dari dua anggota Geng The Brothers yang menahan pergerakannya.


Anthony sangat ingin menghajar sosok Kevin dan membalas dendam atas kematian putra pertamanya yang dibunuh sangat kejam hanya karena memenangkan pertandingan UFC.

__ADS_1


Tetapi sekeras apapun Anthony berusaha melepaskan diri. Dua anggota Geng The Brothers tidak membiarkan pria itu menyentuh sedikitpun Bos mereka.


__ADS_2