Mafia Order System

Mafia Order System
Target Nomor 22


__ADS_3

Tidak berselang lama beberapa anggota kepolisian dan ambulan sampai ditempat kejadian perkara dimana sudah terjadi sebuah baku tembak antar Gengster diwilayah tersebut.


Gang yang menjadi lokasi kejadian segera di amankan oleh sejumlah anggota kepolisian untuk menutup akses publik ditempat tersebut.


Seorang Sersan dan dua anggota polisi kemudian menghampiri beberapa orang yang sedang menahan sejumlah pria menggunakan borgol.


"Nona Elizabeth senang bisa bertemu denganmu disini." Sapa Sersan tersebut sambil tersenyum cerah ke arah Elizabeth yang tentu saja sudah sangat terkenal di seluruh instansi keamanan negara.


Dari raut wajahnya terlihat jika Sersan tersebut memiliki ketertarikan kepada Elizabeth yang usianya 10 tahun lebih muda darinya. Bahkan jika dilihat dari balik kacama yang dia pakai, Sersan tersebut sedang memperhatikan lekuk tubuh milik wanita cantik itu.


Hanya dalam sekali lihat semua orang sudah bisa mengetahui sifat Sersan tersebut yang bisa di bilang sangat buruk. Bahkan beberapa pekerjaan kotor sudah pernah dia ambil hanya untuk menambah kekayaannya.


Elizabeth tidak menggubris Sersan tersebut dan lebih memilih melenggang pergi membiarkan Nathan mengurusnya. Dia sudah sangat hafal dengan karakter pria seperti Sersan itu dan tidak ingin berada di dekatnya.


Melihat Elizabeth mengabaikan dirinya. Sersan itu kemudian menghela nafas panjang lalu mengalihkannya pandangan ke arah seorang pemuda yang mulai sekarang harus dia layani.


"Permisi, apa kau benar Tuan Alexander?" Tanya Sersan tersebut sambil berjalan menghampiri seorang pemuda yang berdiri membelakangi dirinya.


Sementara itu Nathan yang sedang mengobrol bersama 3 anggota Bloody Love dibuat terkejut saat melihat seorang petugas kepolisian yang sangat dia kenal.


Nathan tentu saja tidak akan melupakan wajah salah satu pelaku yang sudah menyiksanya saat dirinya dijebak dan hampir tewas di dalam danau jika tidak mendapat bantuan dari System serta Sebastian.


"Benar... Apa kau petugas yang dikirim oleh Nyonya Margareth?" Nathan membalas Sersan tersebut sambil tersenyum cerah yang tentu saja semua itu hanya sekedar untuk formalitas belaka.


Mungkin sekarang Nathan terlihat senang saat menyambut kedatangan Sersan tersebut. Tetapi jika diperhatikan dari salah satu tangannya yang mengepal erat, sudah bisa membuktikan jika dia sangat marah.


Untuk saat ini Nathan hanya bisa pura-pura tersenyum sambil menahan gejolak amarah di dalam hatinya. Dia tidak mungkin membunuh Sersan itu sekarang mengingat masih ada banyak saksi mata disana.

__ADS_1


Nathan tidak ingin rencana yang sudah persiapkan secara terukur untuk membalas dendam menjadi gagal. Situasi akan menjadi lebih rumit jika sekarang dirinya harus berhadapan dengan Elizabeth.


Sersan tersebut kemudian membenarkan jika sekarang dipindah tugaskan di kawasan Kensington untuk membantu Nathan sesuai dengan yang sudah diperintahkan oleh Margareth.


Nathan yang mendengarnya hanya tertawa lirih sambil memasang senyuman palsu diwajah tebalnya saat mendengar setiap perkataan dari Sersan tersebut.


Setelah berbincang beberapa menit sambil menunggu mayat dari anggota Bloody Love diangkut. Sersan tersebut kemudian pergi bersama anggotanya yang lain sambil membawa empat anggota Bloody Love yang masih hidup dan meninggalkan tiga diantara mereka.


Tiga anggota Bloody Love yang sengaja ditinggal sesuai permintaan Nathan terlihat baik-baik saja. Mereka bahkan tidak mendapatkan luka yang cukup serius seperti anggota Bloody Love yang lain.


Melihat Sersan dan anggota kepolisian sudah pergi. Elizabeth langsung berjalan menghampiri Nathan yang sedang membantu melepaskan borgol ke-tiga anggota Bloody Love.


"Mengapa kau melepaskan mereka?" Elizabeth bertanya karena merasa heran dengan Nathan sambil memperhatikan ke-tiga pria itu.


Elizabeth berpikir Nathan sudah tidak waras karena membiarkan bahkan melepaskan tiga orang anggota Bloody Love yang seharusnya dimasukan ke dalam jeruji besi.


Sambil membantu melepas borgol dari lengan ke-tiga anggota Geng Bloody Love. Nathan menjelaskan kepada Elizabeth jika mereka merupakan mata-mata yang dia tugaskan untuk menyusup.


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Nathan tentu membuat Elizabeth merasa heran. Selama satu bulan ini mereka selalu bersama dan dirinya tidak pernah sekalipun melihat pria itu meninggalkan gedung STELAR Industri.


Elizabeth berdecak kesal. Dia kali ini benar-benar sudah kecolongan karena tidak mengetahui jika Nathan menyusup keluar dari gedung dan berkeliaran tanpa sepengetahuannya.


Sebenarnya Nathan tidak menyusup keluar. Beberapa kali saat ingin melihat pekerjaan Joe dan El Chapo di Kensington, dia sudah menawarkan Elizabeth untuk ikut bersama dirinya.


Tetapi Elizabeth tanpa sadar selalu menolak tawaran Nathan mengingat pria itu selalu pergi saat tengah malam, dimana dirinya tentu saja sudah tertidur karena kelelahan setelah bekerja seharian penuh.


Nathan kemudian memutuskan untuk pergi bersama tiga pria yang menjadi mata-matanya. Dia lalu meminta kepada Elizabeth untuk kembali terlebih dulu bersama dengan anggota yang lain, karena ada hal yang harus dia kerjakan bersama ke-tiga pria itu.

__ADS_1


Dengan lantang Elizabeth menolak permintaan Nathan dan ingin ikut bersama dengannya. Kali ini di tidak ingin kecolongan lagi dan ingin mengetahui apa yang sebenarnya dikerjakan oleh pria itu dibaliknya.


Nathan menghela nafas panjang. Pandangannya kemudian tidak sengaja melihat luka sobek di lengan milik Elizabeth yang sebelumnya terkena tekena tembakan dari anggota Bloody Love.


"Tidak bisa... Sebaiknya kau menjahit luka di lengan milik sebelum nantinya menjadi lebih parah." Nathan dengan halus menolak Elizabeth untuk ikut bersamanya kali ini, setelah melihat wanita cantik itu terluka.


Bisa dikatakan luka yang dimiliki Elizabeth terbilang cukup parah. Wanita cantik itu sudah kehilangan cukup banyak darah dan pastinya akan merasakan sakit.


Tetapi karena pada dasarnya Elizabeth merupakan unit pasukan terlatih. Luka kecil seperti itu tentu saja tidak membuatnya menjadi gentar dan dia tetap bersikukuh ingin ikut bersama Nathan.


Dari kejauhan Sebastian datang menghampiri mereka dan menawarkan sebuah serum kepada Elizabeth untuk mengobati luka dilenganya.


Awalnya Elizabeth merasa bingung dengan fungsi serum tersebut. Tetapi saat melihat luka milik Joe dan El Chapo sembuh seketika setelah meminum serum yang sama, membuatnya merasa tertarik.


Benar saja setelah meminum serum tersebut luka dilengan Elizabeth dengan cepat menutup tidak meninggalkan bekas.


Yang mengejutkan adalah semua bekas luka milik Elizabeth dari pertarungannya dulu juga ikut menghilang, dan membuat kulit wanita cantik itu sekarang menjadi lebih mulus tanpa ada cacat.


Tidak hanya Elizabeth dan semua anggota Pasukan SABER saja yang terkejut saat melihat efek dari serum penyembuhan luka itu.


Nathan sendiri juga merasa terkejut karena tidak mengetahui jika anak buahnya memiliki serum penyembuhan luka sebaik ini.


Saat Nathan bertanya kepada Sebastian dari mana dia mendapatkan serum tersebut. Sebastian menjawab jika serum itu merupakan ciptaan Harold dan masih dalam tahap uji coba.


Mendengar penjelasan yang diberikan Sebastian, Nathan mengangguk paham dan langsung meminta pria itu menghubungi Harold untuk menemui dirinya malam ini.


Nathan kemudian pergi bersama tiga orang mata-matanya dan tidak mengizinkan Elizabeth untuk ikut meski wanita cantik itu memaksa.

__ADS_1


Pada akhirnya Elizabeth hanya bisa berdecak kesal dan mengalihkan pandangan ke arah Sebastian, setelah melihat sebuah serum yang sangat menarik dan ingin mencari tahunya.


__ADS_2