
Nathan dan Elizabeth memutuskan pergi menuju Kota Philadelphia menggunakan pesawat angkut militer untuk menghadiri acara ulang tahun Walikota yang akan diadakan pada malam hari setelah menyelesaikan pekerjaan mereka di Area 51.
Mereka tidak hanya pergi berdua saja menuju acara pesta melainkan bersama anggota STELAR Industri dan unit Pasukan Saber untuk mencari koneksi bersama orang-orang penting nantinya disana.
Kediaman Walikota Philadelphia sendiri masuk kedalam perumahan elite yang berisi orang-orang penting dari pemerintahan maupun artis Hollywood. Banyak juga pengusaha kaya yang datang untuk mengucapkan selamat kepada Walikota.
Nathan bersama para pria tampak menggunakan setelan jas seperti biasa, sementara untuk para wanita menggunakan gaun yang tidak terlalu terbuka mengingat cuaca sekarang terasa sangat dingin.
Tamu undangan pria yang melihat para wanita dari kelompok itu merasa sangat tertarik apa lagi saat sosok Elizabeth yang terlihat sangat cantik dengan menggunakan gaun panjang berwarna hitam sambil mengenakan syal yang terbuat dari bulu hewan berwarna putih.
Merasa tidak nyaman mendapat banyak perhatian dari kebanyakan tamu undangan pria. Elizabeth langsung merangkul lengan Nathan untuk menunjukkan kepada semua orang jika dirinya tidak datang sendiri melainkan bersama kekasihnya.
Tamu undangan pria berdecak kesal saat melihat wanita cantik itu sudah memiliki pasangan. Padahal beberapa dari mereka berniat mengajak Elizabeth untuk menghabiskan malam bersama untuk menghangatkan tubuh disaat cuaca terasa sangat dingin.
"Dasar pria menjijikan mengapa mereka semua menatap ke arahku seperti tidak ada wanita lain saja?!" Elizabeth berdecak kesal sambil memeluk erat lengan Nathan dan menjadikan pria itu sebagai perisainya dari para serigala lapar.
Elizabeth sebenarnya tidak habis pikir mengapa kebanyakan pria selalu menatapnya dengan tajam seolah dirinya seperti hanya objek hiburan semata yang bisa seenaknya dipermainkan oleh mereka.
Beruntung dia sekarang sudah memiliki Nathan yang lebih tertarik dengan perkakas dari pada tubuh wanita. Meski menyebalkan tetapi Elizabeth merasa sangat beruntung mendapatkan pria idamannya.
"Ah... Mungkin saja mereka merasa heran denganmu yang terlihat seperti sedang berduka." Celetuk Nathan dan seketika membuat Elizabeth merasa kesal lalu mencubit pinggang milik pria itu.
__ADS_1
Apa yang dikatakan oleh Nathan tidak sepenuhnya salah. Penampilan Elizabeth terlihat sangat suram dengan setelan serba hitam seperti orang yang sedang ingin menghadiri sebuah pemakaman.
Nathan meringis kesakitan saat Elizabeth mulai memelintir pinggangnya tanpa ampun. Dia kemudian segera meminta maaf agar wanita cantik itu segera melepaskan dirinya dan berhenti mencubit.
"Hum! Sekali lagi kau membuatku kesal bersiaplah kehilangan adik kecilmu!" Elizabeth mengalihkan pandangan dari Nathan dan mengancam akan melenyapkan adik kecil milik pria itu.
Mendengar ancaman dari Elizabeth tentu saja membuat Nathan seketika berkeringat dingin. Meski dirinya memiliki kemampuan regenerasi sel yang sangat cepat, tetapi akan sangat menyakitkan jika harus kehilangan adik kecil yang sangat berharga.
Lagi pula siapa juga yang ingin menjadi seorang Kasim seperti para pelayan istana Kekaisaran. Nathan sebenarnya juga merasa heran bagaimana para Kasim rela kehilangan barang berharga mereka hanya untuk melayani seorang Kaisar yang suka bermain wanita.
"Sebelum kau sempat memotong mungkin aku akan langsung pergi ke belahan dunia lain untuk mencari wanita diluar sana..." Belum sempat Nathan menyelesaikan perkataannya tiba-tiba dia langsung mendapat tajam dari Elizabeth.
Dari tatapan dingin Elizabeth seolah dia mengatakan akan membakar Nathan sebelum sempat pergi meninggalkan dirinya. Setelah itu wanita cantik tersebut akan segera menyusul kematiannya.
Nathan kemudian mengalihkan perhatian Elizabeth dan mengajaknya untuk menyapa Walikota Philadelphia yang sedang berbicara dengan Margareth serta beberapa orang penting lainnya.
Kehadiran Nathan dan Elizabeth langsung disambut baik oleh Walikota Philadelphia. Pria tambun berusia 56 tahun itu kemudian berterimakasih kepada Nathan yang sudah mau repot-repot datang mengunjungi gubuk tempat tinggalnya.
Alis mata Nathan berkedut saat dia mendengar perkataan Walikota Philadelphia. Bagaimana mungkin mansion mewah yang penuh dengan lukisan terkenal di anggap sebagai gubuk sederhana.
"Bisakah kita bicara sebentar, Tuan Nathan?" Pinta Margareth yang terlihat menyimpan banyak pikiran mengenai pria itu dan ingin berbicara bersama dengannya secara empat mata.
__ADS_1
Pandangan Nathan sejenak tertuju kearah Elizabeth. Setelah mendapat persetujuan dari wanita cantik itu, dia kemudian mengikuti Margareth berkeliling untuk berbicara berdua saja sambil melihat-lihat lukisan yang ada di dinding.
Meski sudah memberikan izin, Elizabeth tentu tidak akan membiarkan Nathan pergi begitu saja apa lagi dengan seorang wanita yang sangat dia benci. Jika bukan karena permintaan dari Nathan untuk membiarkan Margareth hidup lebih lama sebentar, Elizabeth mungkin sejak beberapa hari lalu sudah mengincar wanita itu.
Elizabeth mengendap-endap mengikuti Nathan dan Margareth dari belakang. Saat sedang melakukan penyelidikan tiba-tiba datang sekelompok pria yang langsung menghadang jalannya.
"Hai wanita cantik... Apa kau ingin pergi bersamaku malam ini berdua saja?" Goda seorang pria yang terlihat tampan dengan penuh percaya saat mengajak Elizabeth menghabiskan malam bersama.
Meski pria itu terlihat tampan tetapi masih kalah dari Nathan. Elizabeth merasa geli saat melihat pria itu yang menggigit satu tangkai bunga mawar seperti sedang melakukan cosplay sebagai seorang pangeran.
"Dasar menjijikan..." Elizabeth berdecak kesal dan melenggang pergi tetapi langkahnya langsung dihentikan oleh pria yang tiba-tiba dengan tidak sopan memegang lengannya.
Pria itu tampak memaksa Elizabeth untuk ikut bersamanya malam ini dan berjanji akan memberikan barang-barang setelahnya. Tetapi dia sama sekali tidak sadar sudah memilih target yang salah malam ini.
Elizabeth yang kesal langsung membanting pria itu kelantai dan menginjak adik kecilnya dengan sangat kuat. Kejadian ini seketika menjadi perhatian banyak orang yang terkejut saat melihat pemandangan tersebut.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun Elizabeth langsung melenggang pergi meninggalkan pria itu yang sedang merintih kesakitan di lantai dan terlihat dibantu oleh dua orang temannya.
Sayangnya sekarang Elizabeth sudah kehilangan jejak Nathan dan Margareth. Wanita cantik berdecak kesal menyalahkan pria tadi yang sudah membuat pengintainya menjadi berantakan.
"Mereka pergi kemana?" Elizabeth berdecak kesal dan merasa khawatir jika Nathan akan diculik oleh Margareth.
__ADS_1
Disisi lain atau lebih tepatnya di lantai dua. Nathan dan Margareth terlihat sedang berdiri di depan sebuah lukisan. Mereka tidak hanya berdua saja disana melainkan bersama para tamu undangan yang memang sedang berkeliling untuk melihat-lihat koleksi lukisan milik Walikota Philadelphia.
Nathan sendiri merasa penasaran bagaimana bisa seorang Walikota memiliki banyak lukisan berharga jika bukan melakukan tindakan nakal berupa pencucian uang.