Mafia Order System

Mafia Order System
Menghidupkan Orang Mati


__ADS_3

Setelah kembali ke dalam sel penjara, El Chapo duduk di atas kasur sambil memperhatikan 5 butir pil pemberian Nathan yang dia sendiri tidak mengetahui fungsinya.


El Chapo kembali memikirkan tawaran yang di berikan oleh Nathan kepada dirinya. Melihat pemuda tersebut masih bisa selamat dan berkeliaran dengan bebas setelah dieksekusi, ia tentu saja merasa tertarik.


Sudah lebih dari 2 dekade El Chapo mendekam di dalam penjara. Tentu saja ia sangat merindukan sinar matahari dan udara segar di luar.


"Aku rasa tak ada salahnya mencoba mempercayai pemuda itu." Gumam El Chapo sambil membuat keputusan yang akan merubah nasibnya kelak di masa depan.


El Chapo beranjak dari tempat tidur dan berjalan menghampiri pintu sel. Ia kemudian memanggil seorang sipir untuk membagikan 4 pil kepada beberapa orang yang sudah dia pilih, sementara dirinya menyimpan satu buah.


Tentu saja El Chapo tidak memerintahkan sembarang sipir untuk melakukan tugas ini karena akan sangat berbahaya jika diketahui oleh petugas yang lain.


Sipir yang El Chapo panggil sudah disuap setiap bulan oleh anak buahnya untuk membantu selama dirinya berada di dalam penjara.


Waktu dengan cepat berlalu dan sekarang jam sudah menunjukan pukul 7 malam waktu setempat. Lima orang di dalam sel yang berbeda sekarang terlihat memegang sebuah pil.


Mereka tidak lain merupakan El Chapo dan beberapa orang yang sudah di pilih. Saat ini kelimanya sudah bersiap menelan pil sesuai waktu telah ditentukan.


Pukul 8 waktu setempat beberapa awak media mendatangi penjara Supermax setelah mendapat kabar jika 5 narapidana paling disegani di Benua Amerika telah tewas.


Pihak berwenang menerangkan kepada para awak media jika ke-lima narapidana tewas bunuh diri setelah mengkonsumsi sebuah pil yang mengandung zat berbahaya.


Malam itu juga mereka segera dimakamkan di sebuah pemakaman khusus untuk para tahanan penjara Supermax yang berjarak sekitar 5 kilometer.


Setelah pemakaman singkat di lakukan. Tengah malam dua orang pria terlihat mengendarai mobil memasuki area pemakaman sambil membawa alat gali.


"Aku tak menyangka kau akan meminta bantuan untuk menggali kuburan orang mati di tengah malam seperti ini." Ucap Sebastian yang membuat Nathan tertawa canggung.


"Maafkan aku karena sudah membuatmu repot, Tuan Sebastian..." Balas Nathan sambil menggaruk pipinya yang sebenarnya tidak gatal.

__ADS_1


"Lupakan saja, sekarang aku ingin melihat bagaimana kau akan menghidupkan kembali orang-orang mati ini nanti." Sebastian melambaikan tangan dan berjalan terlebih dulu menuju makam El Chapo serta yang lain.


Nathan segera menghampiri Sebastian dan membantunya menggali makam lima orang yang baru saja dimakamkan beberapa jam lalu.


Jenazah El Chapo dan empat orang narapidana paling berbahaya kemudian dikeluarkan dari peti lalu dibungkus menggunakan karung khusus sebelum dibawa menuju mobil.


Setelah memindahkan lima mayat ke dalam mobil, Nathan dan Sebastian kemudian merapihkan kembali makam untuk menyembunyikan jejak sebelum pergi meninggalkan area pemakaman.


Dalam perjalanan kembali menuju kediaman Sebastian. Tidak ada satupun dari mereka yang membuka topik pembicaraan mengingat keduanya saat membawa beberapa mayat dibelakang.


Setibanya di rumah, Nathan dan Sebastian langsung menurunkan lima mayat yang mereka bawa dari bak mobil dihalaman.


Resleting karung mayat kemudian dibuka menampilkan wajah El Chapo dan empat serial killer lain yang kini tampak pucat dengan sisa busa di mulut mereka.


Nathan kemudian menuangkan air menggunakan botol ke dalam mulut mereka satu-persatu lalu berjalan sedikit menjauh untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Apakah ini akan benar-benar berhasil?" Tanya Sebastian yang masih skeptis dengan rencana Nathan untuk menghidupkan kembali orang mati.


Hal ini sengaja Sebastian lakukan agar pikiran Nathan tidak kacau jika dipaksa untuk mengingat kejadian dimasa lalu. Untuk saat ini menunggu lebih baik menurut Sebastian.


"Seharusnya berhasil..." Balas Nathan yang sangat yakin jika ide dari System pasti akan bekerja dengan semestinya sesuai petunjuk.


Benar saja tidak lama berselang terlihat ke-lima mayat menunjukan tanda-tanda pergerakan. Nathan dan Sebastian memasang perhatian mereka untuk melihat kejadian yang akan terjadi selanjutnya.


"Uhuk-uhuk!" El Chapo dan empat orang yang lain tiba-tiba batuk seperti seseorang yang habis tenggelam.


Satu-persatu dari mereka kemudian mulai bangun dan mendapati dua orang pria yang sedang memperhatikan tidak jauh dari sana.


"Sialan kau Chapo, apa kau berniat membunuh kita semua?!" Tanya Joe yang sangat marah sambil menarik kerah baju El Chapo.

__ADS_1


Joe Filip sendiri merupakan seorang penyelundup senjata ilegal terbesar sejauh ini. Pria berusia 43 tahun itu sendiri merupakan orang yang sudah memasok senjata ke beberapa milisi salah satunya di timur tengah.


Ia ditangkap saat berada di Brazil untuk liburan sebelum berakhir di dalam penjara Supermax selama lebih dari 10 tahun akibat kasus penyelundupan senjata.


Joe yang sedang marah kepada El Chapo karena hampir membuatnya mati, tiba-tiba dihentikan oleh dua pria yang merupakan anak buah dari El Chapo yaitu Ted dan Gery.


"Lepaskan aku!" Teriak Joe sambil terus memberontak saat Ted dan Gery menahan dirinya saat yang mencoba menyakiti bos mereka berdua.


Disisi lain terlihat seorang pria yang berusia sekitar 60-an tahun sama seperti El Chapo dan Sebastian. Pria itu tidak lain merupakan Harold Shipman atau lebih dikenal sebagai Dokter Kematian.


Harold sendiri merupakan seorang pembunuh berantai dengan estimasi korban mencapai 250 orang, yang merupakan para pasien di rumah sakit tempat dirinya dulu bekerja.


Semua korban dibunuh menggunakan obat diamorfin dengan dosis mematikan. Diamorfin sendiri merupakan obat penghilang rasa sakit.


Harold kemudian membuat kejadian tersebut tampak alami dengan menandatangani surat kematian. Motif pembunuh yang ia lakukan.


Sementara itu Nathan dan Sebastian menatap satu sama lain karena merasa heran melihat perkelahian yang saat ini terjadi tepat di hadapan mereka.


Tiba-tiba dering ponsel berbunyi dari dalam saku baju. Sebastian yang mendapat panggilan langsung pergi ke dalam rumah membiarkan Nathan mengurus orang-orang itu sendiri.


Setelah masuk ke dalam rumah, Sebastian kemudian mengatur nafas sebelum mengangkat panggilan dari orang yang sangat penting.


"Bagaimana keadaan anak itu sekarang?" Tanya seorang pria tua dari telepon seberang.


"Kondisi Tuan Muda sudah semakin membaik, Tuan... Namun dia masih belum bisa mengingat saya, sepertinya perlakuan pria itu sudah membuat Tuan Muda mengalami trauma..." Balas Sebastian sambil mengintip Nathan yang berada di halaman rumah dari balik jendela.


Brakkk!!!


Terdengar suara seseorang menggebrak meja dengan keras dari telepon. Alexander yang mendengar laporan dari Sebastian marah mengetahui kondisi cucunya saat ini.

__ADS_1


"Pria sialan itu... Aku akan mengirim seseorang untuk mencari keberadaannya nanti. Lanjutkan lagi perkejaan mu, Sebastian..."


"Baik Tuan..." Balas Sebastian sebelum panggilan telepon terputus.


__ADS_2