
Hujan sekarang menjadi semakin deras. Melihat jam sudah menunjukan pukul 5 sore ditambah hujan yang belum bisa diprediksi kapan akan berhenti, Anthony berpikiran untuk menutup tempatnya.
Namun saat Anthony baru ingin mengunci pintu. Dari dalam sebuah mobil Suv Lamborghini berwarna hitam yang terparkir dipinggir jalan, seorang wanita cantik keluar dan berlari menuju tempatnya.
"Maaf sudah mengganggu waktu anda, Tuan. Apakah tempat ini akan tutup? Ada beberapa hal yang perlu saya bicarakan dengan anda." Tanya wanita itu yang tidak lain merupakan Elizabeth.
Wanita cantik itu tampak terburu-buru saat melihat Anthony ingin menutup tempat pangkas rambut itu. Sampai jaket yang sekarang dia kenakan sedikit basah akibat terkena hujan.
Elizabeth sendiri sebenarnya sudah lama berada disekitar tempat pangkas rambut milik Anthony. Dia dari kejauhan sebelumnya sudah memantau Nathan dan penasaran dengan apa yang dilakukan pria itu disana.
Saat Nathan sudah pergi beberapa saat lalu. Elizabeth berpikir sekarang merupakan waktu yang tepat untuk menyelidiki pria itu karena merasa curiga dengan pergerakannya akhir-akhir ini.
Melihat seorang wanita cantik yang terlihat cukup rapih dan memancarkan karisma kepimpinan. Anthony berpikir Elizabeth merupakan orang yang dimaksud oleh Nathan atau Alexander.
"Apakah kau orang yang dimaksud oleh, Tuan Alexander? Silahkan masuk aku akan membuatkan cokelat hangat." Ucap Anthony sambil membukakan pintu masuk.
Elizabeth mengangguk pelan sambil tersenyum kecil saat Anthony mengira jika dirinya merupakan orang yang diutus oleh Nathan untuk membicarakan masalah keuangan.
Saat masuk ke dalam Elizabeth langsung menggantung jaket miliknya di sudut ruangan dan duduk di sebuah bangku yang sudah Anthony siapkan.
Sambil menunggu Anthony membuat cokelat panas di belakang. Elizabeth memperhatikan setiap sudut tempat pangkas rambut yang sudah membuat Nathan sampai meluangkan waktu datang ke sana.
Elizabeth merasa penasaran dan curiga saat Nathan meluangkan waktu datang ke sebuah tempat pangkas rambut. Mengingat jika pria itu saat ini sedang sangat sibuk mengerjakan beberapa pekerjaan penting.
"Mari kita lihat apa yang sebenarnya kau sembunyikan disini..." Elizabeth beranjak dari tempat duduk dan memutuskan menyelidiki tempat tersebut setelah memastikan situasi aman.
Jari lentik Elizabeth secara lembut menyentuh meja tempat rambut, sementara mata wanita cantik itu memperhatikan setiap sudut ruangan.
__ADS_1
Pandangan wanita cantik itu secara tidak sengaja menangkap foto keluarga Anthony yang ada di dinding. Karena penasaran dia langsung meraih foto tersebut.
Elizabeth membersihkan terlebih dulu bingkai foto keluarga milik Anthony untuk menghilangkan debu yang menempel, agar bisa melihat gambar lebih jernih.
Dalam foto keluarga tersebut Elizabeth menemukan ada Anthony, seorang anak anak berkulit hitam yang sepertinya putra pria tersebut, dan seorang anak berkulit putih yang mengenakan kacamata.
Melihat anak berkulit putih yang mengenakan kacamata, seketika membuat Elizabeth mempertanyakan identitas anak tersebut karena tidak mungkin dia merupakan putra Anthony.
Saat Elizabeth tengah mengamati foto. Dari belakang Anthony muncul sambil membawakan segelas cokelat hangat untuk wanita cantik itu.
"Apa yang sedang kau lakukan, Nona?" Anthony bertanya-tanya saat melihat Elizabeth memegang foto keluarga miliknya yang sudah lama terbengkalai.
Kehilangan dua orang Putra di waktu yang hampir berdekatan membuat Anthony mengalami sedikit depresi, hingga membuatnya tidak sempat membersihkan tempat itu dengan benar seperti dulu.
"Maaf aku hanya ingin melihat-lihat saja..." Elizabeth membalas pertanyaan Anthony dengan canggung sambil mengembalikan foto yang ada ditangannya kepada pria itu.
"Apa kau penasaran dengan foto keluargaku, Nona? Jika iya aku akan membawakan album foto kepadamu." Tanya Anthony yang berpikir Elizabeth merasa penasaran.
Tanpa ragu Elizabeth langsung menganggukan kepada dengan sangat cepat, membuat Anthony tertawa lirih melihat antusiasme wanita cantik itu yang sangat menggebu-gebu.
Anthony lalu meminta Elizabeth duduk dan meminun cokelat hangat, sementara dirinya akan mengambil album keluarga dibelakang.
Beberapa saat kemudian Anthony kembali dengan membawa sebuah album yang sudah tampak kusam dan berdebu seolah memang sengaja di abaikan sampai terbengkalai.
Album tersebut lalu Anthony berikan kepada Elizabeth untuk dilihat. Wanita cantik itu dengan senang hati menerima dan membuka lembaran pertama album foto.
"Bolehkah aku mengetahui siapa dia orang anak laki-laki ini?" Elizabeth bertanya untuk mendapatkan jawaban langsung dari Anthony.
__ADS_1
Seandainya jika Elizabeth tidak bertanya langsung kepada Anthony. Penyelidikannya akan menjadi sangat sulit mengingat pria itu merupakan kunci identitas Nathan sebenarnya.
"Tentu aku akan memberitahumu. Yang ini putra kandungku, Austin. Sementara yang satu ini putra angkat ku, Nathan." Balas Anthony sambil menunjukan detail ke-dua putranya agar tidak membuat Elizabeth kebingungan.
Anthony kemudian menjelaskan kejadian pada setiap foto yang Elizabeth lihat sambil menceritakan moment saat gambar diambil.
Elizabeth mengangguk pelan saat Anthony menjelaskan setiap foto di album. Tetapi ada yang membuatnya sangat penasaran yaitu nama anak angkat pria itu yang sama dengan Nathan.
Untuk sekarang Elizabeth tidak akan bertanya dan membiarkan Anthony menyelesaikan ceritanya terlebih dulu agar setiap potongan benang merah bisa terhubung.
Dari kisah yang Anthony ceritakan. Elizabeth menemukan jika anak bernama Nathan merupakan seorang tunawisma dan pria itu angkat menjadi putranya.
Elizabeth tidak menyimak terlalu detail saat Anthony menceritakan tentang Austin. Karena dia hanya mencari informasi yang berkaitan dengan Nathan.
"Kalau boleh tahu kemana mereka pergi sekarang?" Tanya Elizabeth yang ingin memastikan apakah anak bernama Nathan ini sama dengan pria yang dia kenal atau tidak.
Penjabaran Anthony mengenai Nathan mulai dari usianya membuat potongan benang merah yang Elizabeth susun menjadi semakin mengerucut menguatkan kecurigaannya.
Raut wajah Anthony seketika menjadi suram dan tampak sedih saat Elizabeth mempertanyakan keberadaan ke-dua putranya yang sudah lama tidak terlihat.
"Tahun ini merupakan tahun terburuk sepanjang hidupku. Mereka berdua sudah tewas..." Balas Anthony dengan nada suara yang bergetar, menunjukan seberapa berat masalah yang sedang dia hadapi.
Mendengar jawaban dari Anthony seketika membuat kening Elizabeth berkerut. Jika memang benar ke-dua putra pria itu sudah tewas, maka penyelidikanya tentang Nathan akan langsung berakhir karena tidak ada cukup bukti yang kuat.
"Maaf sudah membuatmu mengingat kejadian ini. Tetapi bisakah aku mengetahui penyebab mereka tewas? Kebetulan aku mempunyai kenalan di kepolisian jika kau ingin menyelidiki kasus kematian mereka."
Elizabeth masih tidak mau menyerah. Sekarang dia sudah sampai di persimpangan jalan dan hanya bisa terus bertanya agar bisa mengetahui identitas Nathan sebenarnya.
__ADS_1
Mendengar pernyataan Elizabeth yang memiliki kenalan di kepolisian. Mata suram Anthony seketika menjadi cerah kembali karena dia sebenarnya merasa kasus yang menimpa ke-dua putranya sangat janggal.