Mafia Order System

Mafia Order System
Tantangan Perang


__ADS_3

David mengalihkan pandangan ke arah Nathan. Entah mengapa dia berpikir jika pemuda itu merupakan tunangan yang dimaksud oleh Elizabeth, melihat jika tidak ada orang lain selain Nathan diruangan itu yang memenuhi syarat.


Tatapan David seketika menjadi dingin saat melihat Nathan. Dia merasa kesal dan cemburu diwaktu yang bersamaan karena pemuda itu sudah merebut cinta pertamanya.


"Kau! Mari kita buktikan siapa yang lebih pantas untuk bersama nona Elizabeth!" David dengan suara lantang menantang Nathan untuk berkelahi sambil menunjuk kearahnya.


Raut wajah David sama sekali tidak menunjukan keraguan sedikitpun. Dia sangat yakin dan mantap menantang Nathan tanpa menyadari jika pemuda itu merupakan Bos besar disana.


Mendapat tantangan dari David tentu saja membuat Nathan terkejut. Dia merasa pemuda itu sudah salah paham karena mengira jika dirinya merupakan tunangan Elizabeth.


Nathan kemudian melihat ke arah Elizabeth dan mendapati jika wanita cantik itu hanya tersenyum tipis, yang seolah-olah membebankan masalah ini kepada dirinya.


Disisi lain Joe dan El Chapo panik karena David berani menantang Nathan. Mereka berdua khawatir akan mendapat hukuman tambahan akibat ulah pemuda itu yang asal bicara tanpa melihat situasi dan kondisi terlebih dulu.


"Dasar bocah bodoh! Apa yang kau katakan huh?! Cepat minta maaf!" Ucap El Chapo dengan panik sambil menekan kepala David untuk membuat pemuda itu membungkuk secara paksa.


Disisi lain Joe berusaha menjelaskan kepada Nathan jika David masih belum mengetahui siapa atasannya, dan meminta kepada Nathan untuk memaklumi sikap David karena masih muda.


Nathan sendiri tidak mempermasalahkan sikap David yang terkesan sangat impulsif karena wajar bagi pemuda sepertinya emosinya akan meledak apa lagi jika menyangkut soal wanita.


"Tentu aku tak akan mempermasalahkan hal sepele seperti ini. Tapi biar aku luruskan terlebih dulu kepadamu, David. Aku tak mungkin dan mau jika harus bertunangan dengan gorila sepertinya."


Nathan dengan santai memberikan penjelasan sesederhana mungkin kepada David jika dirinya dan Elizabeth tidak bertunangan.


Bahkan Nathan sendiri menuturkan jika dirinya baru mengetahui Elizabeth sudah bertunangan, dan menyinggung soal pria yang mau dengan wanita kasar seperti itu.


Elizabeth yang merasa tersinggung saat Nathan memanggilnya wanita gorila, dan mengatakan jika hanya pria gila saja yang mau bersamanya. Dia seketika kesal dan langsung menendang kaki milik pria itu.

__ADS_1


David pada akhirnya meminta maaf kepada Nathan dan baru menyadari jika pemuda yang lebih tua 3 tahun darinya, ternyata merupakan Bos besar disana.


Awalnya David mengira jika Joe dan El Chapo merupakan pemilik Bar tersebut. Tetapi setelah mendapat penjelasan dari kedua pria tersebut, akhirnya ia menyadari jika sudah melakukan sebuah kesalahan besar.


Melihat Nathan yang hanya diam saja membuat David mulai berkeringat dingin. Dia akhirnya ingat jika sebelumnya diberikan surat oleh salah satu anggota geng saat berpapasan dengan mereka ketika mengirimkan paket siang tadi kepada pelanggan.


David kemudian memberikan surat tersebut kepada Nathan dengan maksud agar pemuda itu mau memaafkannya, dan tidak mendapatkan hukuman dari Joe serta El Chapo.


Saat membuka surat tersebut Nathan menemukan jika pengirimnya merupakan ketua Geng Bloody Love. Dalam surat tersebut ketua geng itu memberikan ancaman agar tidak mengedarkan obat-obatan terlarang di daerah kekuasaan mereka.


Tentu surat tersebut sebenarnya ditujukan kepada Joe dan El Chapo, mengingat semua orang di kawasan Kensington hanya mengetahui jika mereka berdua merupakan pemilik Bar King's.


Nathan tentu mengetahui Geng Bloody Love dan siapa pemimpinnya. Dia datang ke Kensington bukannya tanpa persiapan. Sudah sejak jauh-jauh hari Nathan mempelajari geng-geng yang berkuasa disana dengan bantuan System.


Ada tiga geng besar yang menguasai kawasan Kensington, yaitu Bloody Love, Two Brother, dan Deathly Row. Masing-masing dari mereka memiliki teritori kekuasaan sendiri untuk mengedarkan obat-obatan terlarang.


Distrik tempat Bar King's di bangun sendiri merupakan kawasan yang dikuasai oleh Geng Bloody Love. Ketua geng tersebut tampaknya sudah mulai curiga jika Joe dan El Chapo mengedarkan obat-obatan terlarang, setelah menangkap basah David saat sedang bertransaksi.


Oleh sebab itu Ketua Geng Bloody Love mengirim mata-mata untuk mencari tau berapa banyak obat-obatan terlarang yang diproduksi oleh Bar King's secara diam-diam.


Tetapi sangat disayangkan usahanya harus gagal karena mengirim mata-mata di waktu yang tidak tepat, dimana Nathan datang berkunjung untuk melakukan inspeksi disana.


Jika harus mengingat kembali saat meminta bantuan System untuk mencari informasi mengenai Ke-tiga Geng itu. Nathan rasanya ingin muntah darah karena harus kehilangan 50.000 Poin Tukar untuk hal semacam ini.


"Hahaha... Aku baru saja datang dan belum sempat istirahat. Tetapi sudah mendapat tantangan perang." Nathan menggelengkan kepala sambil tertawa lirih.


Entah mengapa Nathan merasa jika Dunia ini benar-benar kejam kepada dirinya, karena seringkali mengirim masalah diwaktu yang sangat berdekatan sampai membuatnya jarang bisa tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


Mendengar perkataan Nathan semua orang langsung merasa bingung dan penasaran dengan perang yang dimaksud oleh pemuda itu.


Joe yang penasaran kemudian hendak meminta surat ditangan Nathan untuk dibaca. Tetapi belum sempat dia menggapai surat tersebut, Elizabeth tiba-tiba langsung merebutnya dari tangan Nathan.


"Cih! Dasar wanita..." Joe berdecak kesal dan hanya bisa membiarkan Elizabeth membaca lebih dulu. Tetapi disisi lain dia sebenarnya kesal dengan sikap egois wanita cantik itu.


Saat membaca isi surat tersebut, Elizabeth mengerutkan keningnya sebab Ketua Geng Bloody Love memberi tantangan terbuka untuk berperang jika Bar King's tidak segera ditutup.


Merasa tertarik dengan perang antar geng. Elizabeth kemudian menawarkan bantuan kepada Nathan dan akan memanggil semua anggotanya untuk menambah jumlah pasukan.


Mendapat bantuan dari pasukan khusus tentu saja Nathan tidak menolaknya. Tetapi dia penasaran kenapa Elizabeth tiba-tiba menjadi baik dengan menawarkan bantuan kepadanya.


Saat ditanya oleh Nathan tentang alasannya memberi bantuan. Elizabeth mengatakan jika semua anggotanya sedang menganggur dan butuh sedikit olahraga.


Elizabeth tentu tidak memberikan alasan yang sebenarnya kepada Nathan. Dia sebenarnya merasa kesal saat melihat status semua anggotanya yang sedang asik liburan, sementara dirinya disini sibuk bekerja.


Nathan kemudian mengalihkan pandangan ke arah David dan mendapati jika pemuda itu sangat gugup bahkan sampai berkeringat dingin.


"Siapa namamu tadi? Ah! Benar David, bukan? Aku ada sedikit bingkisan untukmu, anggap saja hadiah karena sudah memberikan surat itu kepadaku." Ucap Nathan sambil mengeluarkan sebuah kotak dari balik jasnya.


Nathan kemudian memberikan kotak dengan sampul kemasan jeruk kepada David yang langsung diterima oleh pemuda itu tanpa paksaan sedikitpun.


Penasaran dengan isi kotak tersebut. David kemudian membukanya dan terkejut saat mendapati banyak uang pecahan 100 Dollar.


Tangan David langsung bergetar karena baru pertama kalinya melihat uang tunai asli sebanyak itu secara langsung, dan bukan hanya sekedar uang mainan.


Momen ini tentu saja seperti mimpi bagi David dan dia tidak menyangka jika Nathan akan memberikan uang sebanyak itu kepadanya.

__ADS_1


"Kau sudah tau harus di gunakan untuk apa uang itu, bukan?" Tanya Nathan sambil tersenyum tipis saat melihat David terpaku ditempat.


Mendengar pertanyaan dari Nathan tentu saja David mengerti apa yang dimaksud olehnya. Dia kemudian berterimakasih kepada Nathan, karena dengan uang sebanyak itu dia bisa memberikan fasilitas yang lebih baik untuk ibunya di rumah sakit.


__ADS_2