
Dengan ditemani oleh Katarina dan Jasmine, Elizabeth masuk ke dalam supermarket untuk mencari wakil Kepala penjara Supermax.
Sementara Teo, Mike, dan Baron menunggu diluar untuk mengisi bahan bakar sambil membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan pribadi seorang pria.
Begitu masuk ke dalam supermarket, Elizabeth, Katarina, dan Jasmine mendapati tempat tersebut cukup sepi bahkan hanya ada seorang petugas kasir.
"Maaf menganggu sebentar, apa kau melihat seorang petugas polisi yang memiliki mobil disana?" Elizabeth bertanya kepada kasir sambil menunjuk ke arah mobil dinas polisi yang ada diluar.
Melihat ada tiga wanita asing yang menanyakan keberadaan seorang petugas polisi, awalnya kasir tersebut merasa curiga mengingat akhir-akhir ini banyak kasus pembunuhan terhadap beberapa anggota polisi.
Kasir tersebut enggan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Elizabeth dan ingin menyangkal jika dirinya tidak melihat petugas polisi disana.
Tetapi saat Elizabeth mengeluarkan lencana anggota kepolisian, pada akhirnya kasir tersebut mau memberitahu keberadaan petugas yang sedang dicari.
"Ya aku melihatnya, beberapa saat lalu dia membeli donat dan menitipkan nya kepadaku terlebih dulu karena ingin ke toilet." Balas kasir supermarket sambil menunjukan donat milik petugas sebelumnya.
Mendengar jawaban dari kasir supermarket Elizabeth mengangguk paham dan akan menunggu wakil Kepala penjara beberapa menit yang berada di dalam toilet.
Sementara Katarina dan Jasmine terlihat sibuk memilih beberapa cemilan untuk mereka makan nanti saat berada dalam perjalanan.
Namun setelah hampir 10 menit menunggu, Elizabeth masih belum melihat batang hidung wakil Kepala penjara keluar dari dalam toilet.
Merasa ada yang tidak beres Elizabeth memutuskan untuk masuk ke dalam toilet umum pria. Begitu masuk ke dalam ia langsung dibuat terkejut saat menemukan wakil Kepala penjara yang sudah tergeletak dilantai dengan bersimbah darah.
Katarina dan Jasmine yang melihat Elizabeth masuk ke dalam toilet pria memutuskan untuk menyusulnya karena penasaran dengan apa yang ingin dilakukan Ketua mereka disana.
"Apa yang terjadi disini?" Katarina terkejut melihat petugas yang mereka cari sudah terbaring kaku dilantai dengan kondisi setengah telanjang.
Sebagai seorang dokter Jasmine langsung memeriksa kondisi wakil Kepala penjara Supermax dan mendapati jika petugas tersebut sudah tidak bernyawa lagi.
"Tubuhnya masih hangat, kemungkinan besar dia baru saja dibunuh beberapa menit yang lalu." Ucap Jasmine sambil memeriksa penyebab korban tewas dibunuh.
__ADS_1
Katarina mengangguk paham dan memberikan jaket untuk menutupi bagian bawah korban yang masih dalam keadaan setengah telanjang.
Sementara itu Elizabeth langsung menyisir tempat kejadian perkara dan menemukan tiga buah selongsong peluru yang masih hangat.
Mata Elizabeth seketika langsung membelalak lebar menyadari jika pria yang berpapasan dengannya di pintu masuk supermarket adalah pelakunya.
"Tidak salah lagi orang itu yang sedang kita cari..." Elizabeth segera bergegas keluar untuk mengejar orang yang dia curigai sebagai pembunuh berantai yang mengincar sejumlah petugas kepolisian.
Bukti ditemukannya tiga buah selongsong peluru memperkuat dugaan Elizabeth, sebab pola pembunuhnya sama yaitu tiga buah peluru disetiap kepala korban.
"Ketua kau ingin pergi ke mana? Bensinnya belum terisi penuh kenapa buru-buru sekali?" Tanya Mike dengan nada lantang saat melihat Elizabeth pergi menggunakan mobil dinas milik anggota polisi yang terparkir diluar.
Elizabeth mengabaikan pertanyaan dari anak buahnya dan fokus mengejar pelaku yang ia rasa belum pergi terlalu jauh dengan kecepatan tinggi.
Setelah melakukan pencarian selama hampir satu jam disepanjang jalan raya yang mengarah ke utara, Elizabeth tidak kunjung menemukan suspek yang dia cari.
"Sial dia cepat sekali! Kemana perginya tikus itu?!" Elizabeth berdecak kesal sambil memukul stir kemudi merasa frustasi dengan pengejaran yang sia-sia.
Disisi lain orang yang saat ini sedang diburu oleh pihak berwenang tengah memesan makanan pinggir jalan berupa Doritos untuk mengisi perutnya.
"Terimakasih..." Nathan tersenyum tipis kepada penjual Doritos dan memberikan sejumlah uang sebelum kembali masuk ke dalam mobil.
Nathan kemudian menyantap Doritos yang masih panas di dalam mobil sambil mendengarkan berita ditemukannya korban pembunuhan baru dari pihak kepolisian di sebuah tempat pengisian bahan bakar.
Saat sedang asik memakan Doritos dan mendengarkan berita, Nathan dari kejauhan melihat sebuah mobil polisi yang sedang berhenti di perempat jalan menunggu lampu merah.
Disisi lain Elizabeth dari kejauhan juga melihat Nathan. Meski wajah pria itu samar-samar terlihat, ia masih bisa mengetahui sorot matanya yang terasa sangat tidak asing.
Melihat cara bagaimana Nathan berpakaian yang mencurigakan dan terasa familiar, Elizabeth langsung bersiap untuk melakukan pengejaran jika pria itu hendak melarikan diri.
Nathan yang mengingat wanita cantik itu merupakan bagian dari rombongan kendaraan lapis baja sebelumnya di stasiun pengisian bahan bakar, mulai merasa curiga.
__ADS_1
[ Bahaya yang mengancam nyawa Tuan rumah terdeteksi. Segera pergi menjauh sebelum terlambat! ]
Dengan peringatan bahaya dari System untuk kesekian kalinya. Nathan langsung menyadari jika sumber bahaya berasal dari petugas cantik yang berada tidak jauh darinya.
Tanpa menunggu lama Nathan tancap gas untuk segera menjauh dari petugas cantik tersebut. Peringatan bahaya yang diberikan oleh System sudah menunjukan jika wanita cantik itu memiliki kemampuan yang berada di atasnya.
Elizabeth yang melihat jika pria itu melarikan diri langsung menyalakan sirene dan melakukan pengejaran sambil memintanya untuk berhenti.
"Ini peringatan terakhir. Berhenti atau aku akan menembakmu!!!" Perintah Elizabeth melalui pengeras suara sambil mengejar Nathan dari belakang.
Dengan ancaman yang dia berikan, Elizabeth berharap jika pelaku segera menepi dan mengangkat tangan untuk menyerah agar masalah tidak menjadi semakin rumit.
Tetapi jawaban yang diberikan oleh pelaku justru membuat Elizabeth naik pitam, dimana Nathan melemparkan Doritos miliknya keluar hingga mengenai kaca mobil milik Elizabeth.
Alhasil kaca mobil Elizabeth menjadi kotor akibat saus tomat dan seketika pandangannya terganggu meski sudah dibersihkan menggunakan wiper.
"Baik kalau itu yang kau mau jangan salahkan aku jika menggunakan kekerasan." Elizabeth menyeringai sambil menatap lurus ke arah mobil SUV putih dihadapannya.
Elizabeth mengeluarkan pistol dan mulai menaikan kecepatan mobil untuk mengejar Nathan yang sudah terlebih dulu memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
[ Anda sudah menyinggung orang yang salah dengan melemparnya Doritos. Kemampuan bertarung Tuan rumah sekarang berada dibawah rata-rata, menyinggung wanita itu sama saja dengan bunuh diri ]
"Bisakah kau membantuku dan tidak memberikan berita buruk?" Nathan sedikit kesal dengan informasi yang diberikan System.
Bagaimanapun Nathan sadar jika kemampuan bertarungnya sekarang masih buruk. Bahkan pernah beberapa kali dia hampir tewas oleh korbannya sendiri jika tidak memiliki keberuntungan yang cukup tinggi.
[ Tentu saja saya bisa membantu Anda dengan bayaran yang sepadan. Apakah Tuan rumah tertarik? ]
Nathan langsung menolak tawaran dari System yang ingin memerasnya lagi. Untuk saat ini dia masih percaya diri bisa lolos dari petugas cantik tersebut.
Tetapi tidak menutup kemungkinan Nathan akan meminta bantuan System jika situasinya benar-benar mendesak saja mengingat poin tukas sanga sulit untuk didapatkan.
__ADS_1