
Fasilitas Kapustin Yar di Rusia terdengar cukup asing bagi kebanyakan orang. Tempat ini sendiri merupakan fasilitas pengembangan mesin roket dan berbagai hal yang menyangkut kedirgantaraan.
Ada rumor yang mengatakan jika Kapustin Yar juga menyimpan hal-hal berkaitan dengan objek asing luar angkasa atau bisa disebut sebagai UFO.
Hal ini membuat Kapustin Yar Rusia sama seperti Area 51 milik Amerika yang menyimpan berbagai misteri seputar peradaban asing dari luar bumi.
Nathan terpaku memandang pesawat ruang angkasa milik alien di hadapannya. Sebagai salah satu penggemar misteri, tentu melihat benda terbang itu cukup familiar baginya.
Selama masih hidup Nathan tidak menyangka akan menjumpai sebuah pesawat alien persis berada tepat di hadapannya bukan dari internet seperti biasanya.
Pesawat alien yang Nathan lihat saat sama persis dengan apa yang tersebar di internet. Ukurannya sendiri seperti sebuah Jet pribadi dan tidak begitu besar.
"Aku yakin Bob dan Harry tak akan percaya dengan apa yang sedang aku lihat sekarang." Nathan menjadi sangat antusias saat melihat piring terbang secara langsung.
Saat tengah memandangi pesawat alien pandangan Nathan langsung teralihkan ke arah seorang pria yang sama persis dengan orang, yang sudah menyuntikan serum aneh kepada dirinya saat malam kejadian penangkapan.
Nathan melihat pria tersebut sepertinya memiliki jabatan lebih tinggi dari ilmuan lain, terbukti dengan bagaimana pria tersebut mengomandoi para ilmuwan yang sedang mencoba membuka pesawat antariksa milik alien.
Merasa penasaran Nathan memutuskan untuk mendekat ke arah beberapa ilmuan yang berada disisi pesawat. Ia kini merasa tertarik dengan tablet batu berpola aneh yang sedang dibawa pria tersebut.
"Sir... Semuanya sudah siap, kita bisa memulai prosedur selanjutnya." Ujar seorang ilmuwan kepada pria yang merupakan pemimpinnya.
Edric membalas perkataan bawahannya dengan anggukan. Kemudian menempatkan tablet kuno yang ia bawa kedekat pintu pesawat antariksa milik alien.
"Semoga saja benda itu ada disini..." Gumam Edric saat menempatkan tablet kuno yang membuat seorang ilmuwan yang tidak sengaja mendengarnya merasa penasaran.
Tetapi ilmuwan tersebut memilih untuk mengesampingkan perkataan Edric, dan fokus dengan pemandangan di dalam pesawat antariksa milik alien yang segera akan terbuka.
__ADS_1
Begitu tablet batu kuno ditempatkan pada posisi yang sesuai. Sekelebat cahaya hijau limun memindainya layaknya sebuah sistem keamanan.
Setelah proses scan selesai dilakukan oleh sistem pesawat antariksa milik alien. Terdengar suara gas dan muncul asap tebal saat pintu masuk terbuka.
Edric dan para ilmuwan lain kemudian masuk ke dalam pesawat antariksa milik alien dengan menggunakan pakaian khusus, dan membawa beberapa alat untuk melakukan pemeriksaan.
Nathan tidak tinggal diam begitu dan ikut masuk ke dalam untuk melihat pesawat yang selalu menjadi berita panas di komunitas pecinta teori alien.
Penampakan selanjutnya di dalam pesawat benar-benar membuat semua terkagum dan tidak mengungkapkan rasa takjub saat melihat kompartemen ruang kendali.
Meski mengalami kerusakan akibat kecelakaan. Pesawat tersebut masih terbilang sangat baik untuk dipelajari oleh para ilmuwan.
Yang membuat mereka semakin terkejut adalah saat melihat 5 mayat alien di dalam pesawat. Tinggi mereka sekitar 150 cm, berkulit abu-abu, sama seperti yang biasa digambarkan para pecinta teori konspirasi.
Kondisi mayat ke-5 alien cukup baik dan setelah diperiksa oleh para ilmuwan tampaknya mereka tewas saat melakukan pendaratan yang gagal.
Edric kemudian meminta stafnya untuk segera mengamankan 5 mayat alien tersebut, sementara sisanya menyelidiki bagian dalam pesawat antariksa milik alien.
Hingga tanpa sengaja detektor milik Edric mendeteksi keberadaan benda asing yang disimpan tersembunyi pada penyimpanan khusus pada bagian bawah kompartemen.
Edric melihat ke arah sekelilingnya untuk memastikan jika tidak ada ilmuwan lain yang memperhatikan dirinya. Setelah itu ia langsung membongkar beberapa perangkat untuk menemukan benda incarannya.
Sebuah kotak kecil yang terbuat dari 90 persen timah murni Edric temukan. Ketika dibuka tampak sebuah batu menyerupai telur ayam dan segera ia simpan.
Begitu mendapat benda incarannya Edric memutuskan untuk turun dari pesawat antariksa alien dan meminta kepada para stafnya melanjutkan pekerjaan mereka.
Tanpa Edric sadari seorang ilmuwan yang sebelumnya memperhatikan gelagat anehnya menangkap jelas jika atasannya tersebut menyimpan sebuah benda misterius.
__ADS_1
Hal ini tentu saja merupakan sebuah pelanggaran besar. Sebab tidak ada seorangpun yang boleh menyimpan benda-benda milik alien untuk diri sendiri.
Ilmuwan tersebut langsung meminta pasukan keamanan khusus untuk mengejar Edric, tetapi sayangnya pria itu sudah melarikan dengan sangat cepat menggunakan teknologi aneh.
Fasilitas Kapustin Yar langsung memasang mode keamanan ketat dan menutup seluruh akses keluar untuk mencegah Edric keluar dari sana.
Pencarian besar-besaran kemudian dilakukan untuk mencari Edric kepala pengawasan yang bertanggung jawab melakukan penelitian terhadap benda asing misterius, atau biasa disebut sebagai UFO.
Disisi lain Edric muncul di sisi lain hutan yang jaraknya tidak begitu jauh dengan area fasilitas Kapustin Yar. Pria tersebut benar-benar menggunakan teknologi asing, yaitu berpindah tempat atau teleportasi.
"Sial... Energi yang siapkan ternyata belum cukup untuk menjauh dari tempat itu!" Edric berdecak kesal melihat jam tangan yang merupakan alat teleportasi miliknya sudah rusak hanya dalam sekali pakai.
Tiba-tiba dari kejauhan Edric mendengar suara helikopter. Mengetahui jika regu pencari sudah mulai menyisir area hutan, ia langsung bergegas pergi menuju pemukiman setempat.
Dengan nafas terengah-engah Edric meminta bantuan kepada seorang penduduk untuk mengantarkannya menuju Moskow dengan bayaran cukup besar, yaitu sekitar 2000 rubel.
Melihat jumlah yang ditawarkan oleh pria asing tersebut sangat besar. Akhirnya penduduk yang sedang membawa mobil, memutuskan untuk mengantarkan Edric tanpa perduli alasan pria itu seolah-olah dikejar sesuatu.
Edric segera masuk ke dalam mobil penduduk itu dan mereka berdua kemudian langsung tancap gas menuju Moskow yang jaraknya terbilang sangat jauh untuk perjalanan darat.
Mata Edric tertuju ke arah spion mobil dan dia bisa melihat beberapa helikopter berisi regu pencari mulai berdatangan untuk menyisir kawasan hutan.
Tetapi Edric belum bisa bernafas lega saat melihat sebuah beberapa regu pencari yang sudah menutup akses jalan kawasan Oblast Astrakhan.
Edric yang sudah mempersiapkan rencana pelariannya dengan matang, kemudian mengeluarkan sebuah topeng, dan memakainya dengan sangat cepat untuk menghindari kecurigaan para prajurit.
Benar saja dengan menggunakan topeng khusus Edric berhasil melewati pos pemeriksaan bersama penduduk yang sudah ia bayar sebelumnya.
__ADS_1
Edric akhirnya bisa sedikit bernafas lega setelah menjauh dari pos pemeriksaan dan sudah tidak sabar membuka benda yang sudah ia simpan saat tiba di Moskow nanti.
Sementara itu Nathan sendiri hanya duduk tenang di kursi penumpang belakang sambil mencatat setiap kejadian mengenai Edric ke dalam ingatannya.