
Setelah membuat laporan kepada Alexander, Sebastian kemudian kembali ke dalam ruangan Harold untuk memastikan operasi Nathan berjalan dengan lancar atau tidak.
Melihat Nathan tampak santai menonton siaran televisi selama operasi, membuat Sebastian bisa sedikit menghirup nafas lega.
Tetapi Sebastian tidak bisa menyembunyikan raut muram diwajahnya saat melihat banyaknya luka yang diderita oleh Nathan.
El Chapo yang melihat raut wajah Sebastian saat masuk ke dalam ruangan merasa heran dan memberi kode kepada Joe apakah dia mengetahui masalah pria itu atau tidak.
Sayangnya Joe sendiri juga tidak mengetahui masalah apa yang sedang di hadapi Sebastian. Mereka kemudian mendapati jika tatapan pria itu selalu tertuju kepada Bos mereka, yang berarti masalah ini pasti berkaitan dengan Nathan.
"Apa kau baik-baik saja, kenapa ekspresi wajahmu terlihat lesu? Ini tidak seperti kau yang biasanya." Tanya El Chapo yang ingin memastikan dugaan jika perubahan ekspresi Sebastian berkaitan dengan Nathan.
Mendengar pertanyaan dari El Chapo, Sebastian hanya diam sambil memandang terus ke arah Nathan yang sedang di obati oleh Harold.
Nathan yang penasaran dengan pertanyaan El Chapo secara reflek langsung mengalihkan pandangan ke arah Sebastian sambil meminum jus apel ditangannya.
Tatapan polos dimata Nathan seketika mengingatkan Sebastian saat dia menjaga pemuda itu waktu masih berusia 5 tahun. Dimana saat itu dirinya bersama Alexander berkunjung ke keluarga kecil Nathan.
Sebastian masih ingat saat Nathan melihat diam-diam memperhatikan dirinya dari balik kaki ibunya yang membukakan pintu untuk Alexander dan dirinya.
"Tuan Sebastian, apa kau baik-baik saja?" Nathan bertanya saat melihat Sebastian secara tidak sadar meneteskan air mata.
Harold, Joe, dan El Chapo yang ada diruangan itu juga penasaran sekaligus terkejut saat pertama kali melihat pria perfeksionis itu menitikan air mata dalam diam.
"Ah ya, saya baik-baik saja Tuan Muda. Mata saya hanya kelilipan debu." Balas Sebastian sambil menyeka air mata dan tersenyum kecil.
Mendengar jawaban dari Sebastian bukannya membuat Nathan tenang justru malah penasaran saat pria itu memanggilnya Tuan Muda.
__ADS_1
Sama seperti Nathan semua orang yang ada disana juga penasaran mengapa Sebastian memanggil Bos mereka dengan panggilan Tuan Muda, karena tidak seperti biasanya yang memanggil Nathan 'Kau' atau 'Anak muda'.
Bahkan kali ini kalimat yang diucapkan oleh Sebastian kepada Nathan terkesan sangat formal, seolah pemuda itu memiliki kedudukan yang sangat tinggi di matanya.
Nathan sendiri juga merasa heran karena seharusnya dirinyalah yang harus bersikap sopan kepada Sebastian mengingat pria itu pernah menyelamatkannya.
"Tidak maksudku..." Sebastian yang baru sadar hampir membongkar identitasnya sendiri langsung mencoba menyangkal, tetapi tatapan curiga yang diberikan Nathan membuat perkataannya tersangkut ditenggorokan.
Posisi Sebastian sekarang semakin tersudut setelah semua orang memberi tatapan yang seakan memintanya untuk menjelaskan perkataannya kepada Nathan sebelumnya.
"Anda bisa istirahat jika tidak enak badan, Tuan Sebastian..." Ucap Nathan yang berpikir jika pria itu sedang tidak enak badan karena wajahnya tiba-tiba menjadi pucat.
"Aku baik-baik saja... Sebaiknya kau memikirkan kondisimu sendiri." Balas Sebastian yang mencoba bersikap seperti biasa.
Nathan menatap heran kearah Sebastian sejenak sebelum mengalihkan pandangannya kembali menuju televisi yang ada di hadapannya.
Sontak saja ketiga pria itu membuang wajah mereka saat mendapat tatapan membunuh dari Sebastian. Harold kembali fokus menjahit luka tembak Nathan, sementara Joe dan El Chapo mencoba mencari kesibukan dengan barang-barang yang ada disekitar mereka.
"Oh iya beberapa hari ini kau pergi kemana saja, Bos?" Tanya El Chapo kepada Nathan untuk melepaskan rasa gugup saat mendapat tatapan dingin dari Sebastian.
Pandangan semua orang seketika tertuju kepada Nathan. Mereka penasaran apa yang dilakukan oleh pemuda itu semenjak berpisah di Philadelphia setelah melakukan perampokan Bank swasta.
"Aku hanya pergi untuk memburu beberapa ekor tikus saja diluar." Balas Nathan tanpa menengok ke arah rekan-rekannya dan fokus menyaksikan berita di televisi.
Mendengar jawaban yang diberikan oleh Nathan tentu saja semua orang tidak akan percaya. Sebastian, Joe, El Chapo, dan Harold yang sudah berpengalaman dalam bidang pembunuhan tentu bisa menangkap jawaban pemuda tersebut.
Walau kata-kata sudah disamarkan oleh Nathan, tetapi semua orang disana bisa mengerti jika dirinya sudah terlibat dalam kasus pembunuhan.
__ADS_1
Hal ini dibuktikan dengan luka banyak luka tembak dan sayatan di tubuh Nathan yang jelas tidak biasa. Hanya orang bodoh saja yang percaya jika tikus bisa menggunakan senjata api untuk melawan balik.
Spekulasi jika Nathan terlibat dalam kasus pembunuhan berencana diperkuat saat pemuda itu terus memperhatikan berita di televisi, yang sedang menampilkan sketsa seorang pembunuh berantai.
Diam-diam semua orang di dalam ruangan itu saling memandang satu sama lain tanpa sepengetahuan Nathan. Hanya melalui tatapan mata mereka seakan memberi kode untuk memancing pemuda itu mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
El Chapo yang terpilih menjadi eksekutor karena didesak oleh Sebastian, Joe, dan Harold akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada Nathan.
"Ekhem! Akhir-akhir ini ada banyak kasus pembunuhan terhadap petugas kepolisian. Apa kau tidak takut saat pergi berburu diluar, Bos?" Tanya El Chapo yang berharap Nathan terpancing dengan pertanyaannya.
Semua orang kini menunggu jawaban langsung dari mulut Nathan, dan tidak perlu waktu lama pancingan mereka sukses membuat pemuda tersebut memaparkan jawaban yang justru mengejutkan mereka semua.
"Untuk apa takut jika orang yang melakukannya diriku sendiri?" Nathan dengan santai membalas pertanyaan yang diberikan oleh El Chapo.
Bahkan tampak jika Nathan sama sekali tidak merasa keberatan saat membeberkan tindakannya yang sudah menjadi topik utama dalam setiap berita.
Ruangan itu mendadak menjadi sunyi dan hanya terdengar suara televisi yang sedang memberitakan sosok pelaku pembunuh berantai di kawasan Philadelphia.
Sketsa seorang pria yang memiliki ciri-ciri hampir sama dengan Nathan mulai ditampilkan oleh pembawa berita dan mulai dibahas saat siaran televisi dimulai.
Melihat sketsa dan ciri-ciri pelaku membuat semua orang di ruangan tersebut akhirnya percaya jika Nathan memang pembunuh berantai yang sedang dicari-cari.
Joe dan El Chapo tanpa sadar menelan saliva mereka dalam-dalam karena tikus yang dimaksud Nathan terdiri dari anggota FBI, DIA, sampai SWAT yang bisa dibilang pasukan terlatih.
Melihat Nathan masih bisa selamat dan identitasnya belum sepenuhnya terungkap, semua orang di ruangan itu hanya bisa menghela nafas lega.
Tetapi disisi lain semua orang juga merasa heran dengan motif Nathan memburu pihak-pihak yang seharusnya tidak disinggung oleh penduduk biasa seperti mereka.
__ADS_1
Dalam situasi ini ada satu hal yang bisa mereka tangkap. Sorot mata Nathan yang menunjukan kebencian sudah menjelaskan jika pemuda itu memiliki dendam kepada para targetnya.