Mafia Order System

Mafia Order System
Melihat Masa Depan


__ADS_3

Semua orang yang ada disana tentu saja terkejut saat Elizabeth sedikit membentak Jasmine tanpa alasan jelas. Untuk Jasmine sendiri hanya bisa diam dan mematuhi perintah yang diberikan, meski sebenarnya dia juga terkejut saat melihat raut wajah Elizabeth yang terlihat tidak senang kepadanya.


Suasana di ruangan itu seketika menjadi sunyi dan tidak ada satu orangpun yang berani membuat suara keras setelah melihat Elizabeth kesal.


Tetapi berbeda dengan orang lain yang merasa takut kepada Elizabeth. Nathan justru sebaliknya menengok dan berani menatap mata wanita cantik itu secara langsung.


"Apa kau juga merasa haus? Ambil saja aku baru meminumnya setengah." Ucap Nathan yang dengan santainya menawarkan minuman sisa kepada Elizabeth.


Melihat seorang pria asing menawarkan minuman sisa kepada Ketua mereka. Semua anggota Pasukan Khusus itu terkejut dan berpikir Nathan sudah menggali lubang kuburannya sendiri.


Tidak pernah ada yang berani melakukan hal semacam ini sebelumnya, dan jelas tindakan yang dilakukan Nathan dengan menawarkan minuman sisa kepada Elizabeth merupakan sebuah penghinaan besar jika disalah artikan.


Elizabeth seketika terdiam dan memperhatikan kotak Jus buah yang Nathan tawarkan kepadanya. Imajinasi liar seketika membawa wanita cantik itu pergi melayang.


Melihat Elizabeth yang hanya diam saja. Nathan merasa heran dan seketika menyadari jika tindakan yang dia lakukan merupakan sebuah kesalahan.


Nathan sampai hampir lupa jika wanita cantik itu sangat pemarah. Menawarkan sekotak minuman sisa pasti akan membuat Elizabeth marah dan menantang dirinya berkelahi karena sudah berani menghinanya.


"Maaf aku tak bermaksud. Kau bisa melupakan apa yang baru saja aku katakan." Ucap Nathan sambil mengalihkan pandangan dari Elizabeth.


Tanpa semua orang duga, Elizabeth tiba-tiba merebut kotak jus dari tangan Nathan dan dengan kesal meminumnya sambil mengalihkan pandangan.


Nathan hanya bisa menatap heran ke arah Elizabeth. Dia memutuskan untuk bertanya dan hanya diam karena berpikir jika wanita cantik itu pasti sedang merasa haus.


Dalam pikiran Nathan saat Jasmine memberikan sekotak jus. Elizabeth pasti merasa iri karena sebagai ketua justru tidak di tawari minuman.


Sementara itu Katarina diam-diam memperhatikan senjata milik Nathan yang sangat berbeda dengan semua orang di ruangan tersebut.


"Dessert Eagle? Tidak buruk... Tetapi kenapa kau memilih senjata itu dan tidak menggunakan senjata terbaru seperti orang lain disini?" Celetuk Katarina sambil memamerkan Electrical Gun V-1 miliknya.

__ADS_1


Mendengarkan perkataan Katarina, Nathan tersenyum tipis apa lagi saat wanita itu mulai memamerkan senjata Electrical Gun V-1 yang khusus diproduksi untuk anggota militer negara Amerika Serikat.


"Tidak terimakasih... Aku lebih suka menggunakan senjata api dari pada senjata Elektrik." Balas Nathan sambil tersenyum tipis.


Nathan kemudian meninggalkan ruangan tersebut setelah mempersiapkan senjata yang langsung diikuti oleh Elizabeth, dan beberapa anggota yang lain.


Joe yang sudah tidak tahan lagi akhirnya tertawa dan memberitahu kepada Katarina jika Nathan merupakan pencipta Electrical Gun V-1.


Katarina seketika terdiam dan tidak menyangka jika orang yang sudah membuat senjata berteknologi tinggi itu dan keberadaannya sedang dicari-cari oleh semu petinggi negara lain.


Ternyata merupakan seorang pria muda. Katarina awalnya berpikir pencipta senjata itu sudah tua dan tidak menyangka jika idolanya ternyata adalah Nathan.


Elizabeth sendiri tidak pernah menceritakan kepada anggotanya jika bekerja untuk penemu senjata Electrical Gun V-1. Dia hanya mengatakan jika mendapatkan tugas dari Margareth tanpa memberi penjelasan sedikitpun.


Melihat idolanya berada dalam jangkauan. Katarina langsung berlari mengejar Nathan untuk menanyakan beberapa hal seputar teknologi dan tentu saja meminta tanda tangan.


Tanpa menghiraukan Elizabeth, Katarina berjalan melangkahi wanita cantik itu dan mendekati Nathan dengan mata yang sudah berbinar.


Katarina sama sekali tidak menyangka bisa sedekat ini dengan idolanya. Sebagai seseorangorang yang tertarik dengan teknologi dan Sains, tentu saja dia mengagumi orang yang sudah membawa kemajuan besar dalam bidang ini.


Sementara itu Nathan sendiri hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan, yang membuat Katarina semakin kagum dan bersemangat.


Katarina kemudian menunjukan alat ciptaan yang sudah di kerjakan selama bertahun-tahun kepada Nathan. Alat tersebut tidak lain adalah kacamata yang saat ini dia gunakan.


Nathan mengangkat sebelah alisnya saat Katarina menunjukan penemuan yang terlihat seperti kacamata biasa dan tidak menunjukan karakteristik menarik.


"Bisa kau jelaskan fungsi kacamata ini?" Tanya Nathan sambil memperhatikan kacamata yang memiliki bentuk sedikit unik ditangannya.


Dengan senang hati Katarina menjelaskan jika kacamata itu bisa melihat kejadian yang akan terjadi 3 detik dimasa depan.

__ADS_1


Katarina lalu menunjukan secara langsung kepada Nathan bagaimana cara kerja kacamata ciptaannya. Dia menekan sebuah tombol kecil pada sisi kacamata dan meminta Nathan untuk menyerangnya.


Mendengar permintaan dari Katarina tentu saja membuat Nathan terkejut. Moralnya sebagai seorang pria terhormat sedikit terganggu jika harus menyerang seorang wanita tanpa alasan yang jelas.


Nathan menjadi sedikit gugup saat Elizabeth memberikan tatapan datar kepadanya, yang seolah sedang menatap seonggok sampah.


Tetapi saat melihat mata Katarina yang dipenuhi keyakinan kuat. Nathan pada akhirnya melepaskan satu pukulan keras tepat ke arah wanita itu.


Katarina tersenyum tipis dan dengan mudah bisa menghindari serangan Nathan karena bisa melihat 3 detik gerakan pria itu dimasa depan.


Tidak hanya sekali Katarina berhasil menghindari serangan Nathan dengan mudah. Melainkan sepanjang sesi test yang sedang berlangsung.


Beberapa saat kemudian setelah masa test berakhir. Nathan merasa kagum dan tertarik dengan kacamata milik Katarina yang bisa membaca gerakan musuh.


Mendapat pujian dari Nathan tentu saja membuat Katarina merasa sangat senang.Tetapi dia sama tidak menyadari jika seseorang sedang menatapnya seperti bintang buas.


Nathan kemudian meminjam sebentar kacamata milik Katarina untuk melihat bagaimana cara kerja alat tersebut karena merasa sangat penasaran.


"System tolong lakukan pemindaian dan analisa kacamata ini." Nathan meminta tolong kepada System sambil memperhatikan kacamata ditangannya.


[ Melakukan proses pemindaian 10% 30%... 60%... 80%... 90%... 100%... Hasil sudah berhasil di dapatkan. 5000 Poin tukar sudah dipotong dari akun milik Tuan rumah sebagai biaya jasa ]


Proyeksi rancangan 3 dimensi kacamata ciptaan Katarina langsung muncul dihadapan Nathan dan hanya bisa dilihat oleh pria itu sendiri.


Meski sudah kehilangan 5000 Poin tukar hanya untuk melakukan pemindaian. Nathan sama sekali tidak merasa dirugikan setelah melihat hasil pemindaian System yang sangat teliti.


Mulai dari struktur sampai semua informasi yang berkaitan dengan teknologi kacamata buatan Katarina, secara utuh ditampilkan di hadapan Nathan.


Setelah membaca informasi tentang kacamata buatan Katarina. Nathan bisa menyimpulkan jika alat itu mampu menganalisa gerakan targetnya dan bukan melihat masa depan seperti yang dijelaskan oleh wanita itu.

__ADS_1


Walaupun terdengar berbeda dan saling bertolak belakang. Prinsip dan cara kerja kacamata ciptaan Katarina sebenarnya sama saja.


__ADS_2