
Tepat saat jam menunjukan pukul 8 malam. Seperti biasa Bar King's sangat ramai dengan orang-orang kelas menengah atas yang ingin menghabiskan waktu bersama teman dan pasangan mereka.
Sebastian, Harold, Joe, dan El Chapo tampak bertemu serta berbincang dengan beberapa orang dari kalangan atas untuk mendapatkan relasi yang bisa membuat mereka mendapatkan berbagai macam informasi menarik.
Disisi lain anggota Pasukan Saber yang terdiri dari Mike, Katarina, Jasmine, Baron, dan Teo menghabiskan waktu mereka untuk minum-minum bahkan berjudi dengan pengunjung Bar.
Sama seperti Sebastian dan yang lain, anggota Pasukan Saber memutuskan untuk tidak mengganggu ketua mereka masing-masing yang sebelumnya sempat berseteru dan takut menjadi pelampiasan untuk keduanya.
Ketika semua orang sedang menghabiskan waktu mereka di Bar. Nathan terlihat sedang tidur dalam posisi duduk di sofa dengan selang infus yang masih terpasang di lengan kanannya.
Di pangkuan Nathan terlihat Elizabeth yang masih tertidur pulas. Mata wanita cantik itu tampak sembab setelah menangis karena merasa putus asa dengan sikap Nathan.
"Maafkan aku Elizabeth..." Gumam Nathan sambil menyeka air mata diwajah Elizabeth dan menyingkap rambut wanita cantik itu yang sedikit berantakan.
Dengan hati-hati Nathan mengganti pangkuannya menggunakan bantal agar Elizabeth tidak terbangun. Malam ini merupakan saat yang penting bagi dirinya untuk membalaskan kematian Austin, dan dia tidak ingin ada seorangpun yang ikut campur dalam masalah ini.
Tiba-tiba saat baru berjalan beberapa langkah Nathan hampir terjatuh karena merasa keram pada bagian kaki akibat pahanya dijadikan bantal selama seharian penuh oleh Elizabeth.
Nathan sendiri merasa heran karena selama satu hari ini Elizabeth bersikap lebih lunak dan terkesan sangat baik. Wanita cantik itu sama sekali tidak ingin lepas dari dirinya bahkan sampai menawarkan diri untuk merawatnya.
Beruntung sebelum vas bunga jatuh karena tidak sengaja Nathan senggol. Reflek pria itu sangat baik dan dengan mudah menangkap vas bunga itu sebelum jatuh membuat Elizabeth nantinya terbangun.
Nathan dengan hati-hati mengembalikan vas bunga ke posisi semula. Setelah melihat Elizabeth yang masih tertidur pulas, dia langsung bergegas mengambil koper dan pergi menuju parkiran pribadi di belakang bangunan Bar King's.
Sebuah mobil Lamborghini Urus Suv menjadi pilihan Nathan untuk melancarkan serangan ke markas Geng The Brothers seorang diri. Mobil itu sendiri merupakan milik Elizabeth yang diam-diam Nathan pinjam karena mobil miliknya mengalami sedikit masalah.
__ADS_1
Entah apa yang akan terjadi kepada Nathan jika Elizabeth mendapati pria itu meminjam mobilnya tanpa izin. Meski bisa membeli lebih dari satu unit, tetapi Elizabeth tetap akan marah saat barang pribadinya di gunakan oleh orang lain tanpa sepengetahuannya.
Nathan kemudian masuk ke dalam mobil setelah memastikan tidak anggota lain yang melihatnya. Dia lalu meletakan koper berisi senjata api di kursi samping dan segera menyalakan mesin mobil.
Namun saat Nathan baru saja menyalakan mesin mobil. Tiba-tiba suara seorang wanita yang tidak asing di telinganya terdengar dari kursi belakang.
"Apa yang ingin kau lakukan malam-malam begini, Tuan Nathan. Bukankah kau seharusnya istirahat?" Tanya wanita cantik di kursi belakang.
Mendengar suara yang tidak asing lagi di kurai belakang. Nathan langsung mengalihkan pandangan ke arah kaca tengah dan mendapati sosok Elizabeth yang duduk menyilangkan kaki di depan serta tangannya.
Elizabeth tampak sedikit kesal saat Nathan diam-diam menyelinap keluar. Dia memang sudah menduga jika pria itu akan melancarkan serangan balas dendam kepada Geng The Brothers, tetapi dirinya tidak menyangka Nathan akan menyerang malam ini sendirian.
"Bukankah harusnya aku yang bertanya mengapa kau ada disini, Nona Elizabeth?" Nathan bertanya balik sambil bersikap seolah-olah dirinya tenang meski yang sebenarnya terjadi dia sekarang sedikit merasa cemas dengan kehadiran Elizabeth.
Nathan sangat tahu betul sikap Elizabeth yang sangat keras kepala. Wanita cantik itu pasti ingin ikut bersama dengannya tanpa ingin mendengar sebuah penolakan.
Karena tidak ingin mengulur waktu lebih banyak untuk mencari kendaraan lain. Nathan akhirnya hanya bisa membiarkan Elizabeth ikut dengan syarat jangan menyusahkan dirinya nanti.
Elizabeth tentu saja kesal dan langsung menendang kursi pengemudi dari belakang sampai membuat Nathan hampir terjengkang karena sudah meremehkan dirinya.
Sebagai pemimpin pasukan bayaran yang dikenal sangat mematikan. Elizabeth tentu merasa tidak terima saat Nathan merendahkan harga dirinya.
Nathan disana hanya bisa terdiam karena tidak sengaja menggunakan kalimat yang menyinggung harga diri Elizabeth sebagai pemimpin pasukan bayaran terkenal.
Elizabeth berdecak kesal lalu segera pindah menuju kursi di samping Nathan, sebelum akhirnya mobil segera melaju meninggalkan parkiran.
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju markas besar Geng The Brothers. Elizabeth yang merasa penasaran dengan senjata milik Nathan di dalam koper, memutuskan untuk membuka koper tersebut.
"Wah lihat apa yang kau bawa disini. Apa kau berniat melakukan pembantaian? Sepertinya begitu..." Celetuk Elizabeth saat melihat senjata serbu yang dibawa Nathan sambil tertawa lirih.
Senjata serbu yang Nathan siapkan khusus untuk menyerang semua anggota Geng The Brothers ini tidak sembarangan bahkan dikenal cukup mematikan dan sudah banyak di gunakan oleh tentara di berbagai negara.
Elizabeth mendapati FN Scar di dalam koper milik Nathan. Senjata serbu itu terlihat sudah dipasang berbagai macam perangkat pendukung yang sangat lengkap.
Perangkat pendukung yang ada di senjata serbu itu terdiri dari titik pointer otomatis, peluncur geranat, dan teleskop pengelihatan malam.
Dengan semua perangkat pendukung seperti peluncur geranat. Penggunaan FN Scar ini akan sangat sulit apa lagi ditambah dengan menggunakan peluru berkaliber 50mm yang membuat gaya dorong semakin terasa berat.
Untuk penggunaan senjata FN Scar yang sudah masuk ke dalam kategori senjata serbu tipe berat ini. Elizabeth biasa menyerahkan penggunaannya kepada Baron yang merupakan spesialis tipe berat.
Pernah dalam suatu latihan bersama anggota Pasukan Saber. Elizabeth menggunakan senjata serbu yang serupa dan sangat kesulitan saat menahan guncanganganya.
Menggunakan FN Scar tipe ini untuk penyerangan jarak dekat menurut Elizabeth sangat tidak tepat, karena hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menjinakan senjata ini.
Saat mendapati jika Nathan membawa senjata serbu ini untuk menyerang markas besar Geng The Brothers. Tentu Elizabeth meragukan kemampuan pria itu untuk menggunakan senjata buas itu.
Meski Nathan memiliki tubuh yang bisa dibilang sangat ideal dengan otot-otot kencang. Elizabeth masih merasa sedikit skeptis dan khawatir jika pria itu akan mengalami cidera.
Nathan hanya diam saat Elizabeth mengatakan komentar pedas yang meragukan kemampuannya untuk menggunakan FN Scar.
"Aku sampai sekarang masih penasaran. Bukankah kau menciptakan senjata bertenaga listrik yang penggunaannya lebih efektif dan efisien? Lalu kenapa kau memilih untuk menggunakan senjata yang ketinggalan zaman seperti ini?"
__ADS_1
Elizabeth merasa sangat penasaran sejak pertarungan dengan Geng Bloody Love, karena Nathan sama sekali tidak pernah menggunakan senjata ciptaannya sendiri.
Tetapi lagi-lagi Nathan tidak berkomentar dan hanya diam membisu. Hal ini jelas membuat Elizabeth kesal dan memukul lengan Nathan sampai membuat pria itu meringis kesakitan.