Mafia Order System

Mafia Order System
Tunangan?


__ADS_3

Pemandangan yang terjadi di dalam salah satu ruangan privat, mungkin akan membuat banyak orang di luar sana bertanya-tanya mengapa dua pengelola Bar mewah membersihkan lantai dan sofa.


Seharusnya mereka tidak perlu repot-repot turun tangan langsung, dan bisa meminta kepada petugas kebersihan yang bekerja di Bar tersebut untuk melakukan pekerjaan itu.


Kedua pengelola Bar yang sedang membersihkan lantai serta sofa tidak lain adalah Joe dan El Chapo. Dimana mereka berdua mendapatkan hukuman setelah ceroboh membiarkan mata-mata dari geng lain masuk ke dalam Bar mereka.


"Bersihkan sampai tidak ada noda yang tersisa. Apa kalian mengerti?" Tanya Nathan sambil meminum segelas anggur premium saat menikmati pertunjukan dihadapannya.


Mendengar perkataan Nathan, Joe dan El Chapo dengan lemah mengiyakan perintah yang diberikan membersihkan setiap noda darah menggunakan pakaian mereka.


Setelah Nathan menembak mati keempat wanita mata-mata sebelumnya. Dia meminta kepada Joe dan El Chapo untuk mengurus mayat mereka serta membersihkan genangan darah diruang tersebut.


"Bukankah kau sedikit berlebihan?" Tanya Elizabeth saat melihat Joe dan El Chapo bersih-bersih sementara Nathan hanya menonton dengan santai.


Elizabeth juga tidak menyangka jika Nathan yang sebelumnya terlihat ramah saat dikerumuni banyak wanita, bisa membunuh musuh-musuhnya tanpa berpikir panjang dan tidak mencari informasi terlebih dulu dari mereka.


Hingga pada akhirnya Elizabeth kembali ingat jika Nathan merupakan seorang pembunuh berantai yang sudah membunuh 20 anggota kepolisian.


Elizabeth sendiri sebenarnya penasaran dengan motif pembunuhan yang dilakukan oleh Nathan. Tetapi dia masih belum menemukan waktu yang tepat mengingat hubungan diantara mereka seperti air dan minyak.


Sebastian disisi lain tidak mempermasalahkan tindakan yang dilakukan oleh Nathan. Sebelumnya ia justru merekam kejadian penembakan tadi diam-diam dan mengirim hasilnya kepada Alexander.


"Ah benar juga aku baru ingat. Dimana orang yang kalian beri tugas sebagai kurir?" Tanya Nathan dengan raut wajah antusias sambil meletakan minumannya.


"Sebentar lagi dia akan segera datang, Bos..." Balas El Chapo sambil mengelap sisa darah yang masih berceceran di lantai menggunakan pakaian kesayangannya.


Mendengar perkataan El Chapo seketika Nathan mengangguk paham dan memantik korek api untuk menyalakan sebatang rokok.

__ADS_1


Belum sempat rokok dinyalakan tiba-tiba saja Elizabeth merebutnya dari tangan Nathan. Dia kemudian meremas rokok tersebut sebelum menginjaknya menggunakan sepatu.


"Jangan mencuri udaraku..." Ucap Elizabeth sambil memberikan tatapan dingin yang langsung membuat Nathan terdiam dan mengurungkan niatnya untuk merokok.


Tidak berselang lama seorang pemuda yang usianya 3 tahun lebih muda dari Nathan datang dengan tergesa-gesa menyadari jika dirinya sudah terlambat hampir 10 menit.


"Maaf Bos sudah terlambat. Aku baru saja menjenguk Ibuku di rumah sakit." Ucap pemuda itu kepada Joe sambil mengatur nafasnya yang memburu.


David merasa cemas jika Joe dan El Chapo memecatnya dari pekerjaan sebagai kurir karena sudah terlambat beberapa menit. Jujur saja dia tidak kehilangan pekerjaan ini karena harus mendapatkan banyak uang untuk biaya perawatan ibunya di rumah sakit.


"Jangan meminta maaf kepadaku, sebaiknya kau meminta maaf kepada pemuda disana karena sudah membuatnya menunggu cukup lama." Balas Joe tanpa melirik sedikitpun kepada David dan fokus kepada pekerjaannya.


Mendengar perkataan dari Joe seketika David mengalihkan pandangan kearah seorang pemuda yang duduk di atas sofa dengan seorang pria maskulin berdiri dibelakangnya.


Jantung David tiba-tiba berdetak kencang saat melihat seorang wanita cantik yang duduk tidak jauh dari pemuda sebelumnya.


David seolah melihat seorang putri kerajaan dan jatuh cinta dalam pandangan pertama. Tanpa melihat situasi dan kondisi dia langsung menghampiri Elizabeth untuk berkenalan dengannya.


Nathan disisi lain justru di abaikan oleh David yang lebih fokus kepada Elizabeth. Sudut bibirnya sedikit berkedut dan entah mengapa dia merasa pernah melihat pemuda itu di suatu tempat.


Karena penasaran Nathan langsung bertanya kepada Joe dan El Chapo dari mana mereka mendapatkan anak itu untuk dijadikan kurir.


Joe dan El Chapo menjelaskan jika David merupakan pemuda yang pernah mereka semua temui saat pertama kali berkunjung ke kawasan Kensington.


Mendengar penjelasan Joe dan El Chapo akhirnya Nathan ingat jika saat mengerjakan misi dari System untuk mengedarkan obat-obatan terlarang pertamanya. Dia melihat David dan teman-temannya dipukuli oleh Joe serta El Chapo.


Nathan kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke arah David, dimana terlihat malu-malu seperti pemuda yang sedang jatuh cinta saat mencoba berkenalan dengan Elizabeth.

__ADS_1


Melihat pemandangan ini Nathan sama sekali tidak merasa iri atau apapun. Dia justru berpikir jika isi kepala David ada yang salah karena tertarik dengan wanita kasar seperti Elizabeth.


David tampaknya hanya fokus melihat keindahan Elizabeth dan berniat mengajaknya kencan tanpa terlebih dulu mengetahui sifatnya yang sangat kejam bahkan terkenal bengis.


Sebastian, Joe, dan El Chapo memiliki pandangan yang sama seperti Nathan. Mereka diam-diam mengheningkan cipta menyadari jika David akan menerima kenyataan pahit.


Sementara itu David yang mencoba berkenalan dengan Elizabeth terus diabaikan bahkan hanya dianggap lalu oleh wanita cantik itu.


Jika dilihat lebih teliti dimata Elizabeth bahkan tidak ada pantulan David seakan pemuda itu sama sekali tak layak untuk dia lihat dengan matanya.


Tidak ingin bunga yang baru mekar gugur begitu saja. Dengan polos dan harapan yang besar David memberikan nomor ponselnya kepada Elizabeth.


Sayangnya harapan David yang sudah setinggi langit langsung pupus. Tanpa belas kasih Elizabeth meremas kertas berisi nomor ponsel David dan melemparnya ke tempat sampah.


"Apa yang kau harapkan dari wanita yang sudah bertunangan?" Elizabeth menghela nafas sambil menggelengkan kepala melihat tingkah pemuda dihadapannya.


Petir seakan menyambar David saat mendengar Elizabeth sudah bertunangan. Dia tidak menyangka jika cinta pertamanya langsung pupus begitu saja sebelum dirinya sempat berjuang.


Raut wajah David seketika menjadi muram. Semua pria termasuk Nathan yang ada di dalam ruangan itu hanya bisa menggelengkan kepala, saat melihat usaha pemuda itu yang sia-sia.


"Bukannya kau lebih kejam dariku?" Tanya Nathan sambil memperhatikan Elizabeth yang memiliki ekspresi seolah tidak merasa bersalah.


"Apa? Aku hanya memberitahu kenyataan kepadanya." Balas Elizabeth sambil mengangkat sedikit bahunya.


Nathan hanya bisa terdiam mendengar perkataan Elizabeth dan sebenarnya baru mengetahui jika wanita cantik itu sudah memiliki seorang tunangan.


Tidak hanya Nathan saja yang merasa penasaran siapa pria yang mau dengan wanita kasar itu. Joe dan El Chapo memiliki pikiran yang sama dengan Nathan, bahkan mereka menganggap pria yang menjadi tunangan Elizabeth sudah tidak waras.

__ADS_1


Disisi lain Sebastian diam-diam hanya tersenyum tipis seolah-olah sudah mengetahui kapan dan dengan siapa Elizabeth bertunangan.


__ADS_2