Mafia Order System

Mafia Order System
Akhir Geng Bloody Love


__ADS_3

Hanya dalam waktu kurang dari 1 jam. Sebuah Geng di kawasan Kensington selatan yang namanya saja sudah membuat semua orang ketakutan, sekarang benar-benar sudah hancur meninggalkan nama saja.


Banyak anggota dari Geng Bloody Love terlihat sudah tumbang tidak bernyawa. Genangan darah mulai menggenang disekitar mayat beberapa anggota yang sudah tewas.


Sekarang hanya tersisa 8 orang saja anggota Bloody Love termasuk pemimpin mereka yaitu Jake. Kondisi mereka tampak cukup memprihatinkan dengan banyaknya luka memar dan tembak.


Meski begitu, tiga orang dari mereka terlihat ada yang sama sekali tidak mengalami luka sedikitpun setelah melalui perang yang cukup sengit hingga banyak menimbulkan korban jiwa.


Semua anggota dari Geng Bloody Love yang tersisa kemudian di tahan untuk sementara waktu, sampai beberapa anggota kepolisian yang sudah di panggil tiba ditempat kejadian.


Jake memiliki nasib lebih buruk dari anggotanya yang tersisa. Pria yang terkenal kejam di kawasan Kensington Selatan itu sekarang terlihat menyedihkan karena dijadikan samsak tinju oleh Joe dan El Chapo untuk melampiaskan kekesalan mereka.


Pakaian Jake terlihat menjadi lusuh dan terdapat sobekan dibeberapa tempat. Pria itu sekarang mengalami banyak luka memar bahkan beberapa tulang rusuknya sudah patah.


Joe dan El Chapo seketika menghentikan aksi mereka saat melihat Nathan berjalan ke sana. Salah satu dari mereka kemudian memaksa Jake untuk berlutut dan mendongakan wajah.


Nafas Jake terlihat memburu dan dia hanya mampu membuka salah satu matanya untuk melihat kedatangan Nathan. Sebagai seorang pria yang terkenal kejam dia sekarang benar-benar sudah dihancurkan dalam waktu singkat.


"Kelihatanya kau mendapatkan perawatan cukup buruk dari anak buahku, Tuan Jake..." Nathan tersenyum tipis sambil memperhatikan Jake yang terlihat marah.


Melihat raut wajah pemuda yang sudah membuat semua karirnya hancur. Jake menjadi geram dan membuang seteguk darah hingga mengenai Jas milik Nathan sampai kotor.


"Persetan denganmu! Ingatlah, aku akan membalas semua ini dan bercinta dengan kekasihmu itu tepat di depan wajahmu!" Balas Jake dengan kesal sambil melihat ke arah Elizabeth yang berdiri tidak jauh dari Nathan.


Jak berpikir jika dirinya setelah ini akan dijebak dan dimasukan ke dalam penjara. Ia tentu tidak khawatir karena memiliki beberapa kenalan di instansi kepolisian yang ada di daerah tersebut.


Pria itu juga mengira Elizabeth merupakan kekasih Nathan. Jake sengaja melakukan provokasi untuk melihat bagaimana reaksi pemuda itu saat kekasihnya dilecehkan secara tidak langsung.

__ADS_1


Tetapi bukan reaksi marah seperti yang dia harapkan. Jake terlihat dibuat bingung saat melihat Nathan yang hanya tertawa lirih sambil menggelengkan kepala.


"Sepertinya kau sudah salah paham akan dua hal. Pertama kau tak mungkin bisa bercinta dengan kekasihku dan yang ke-dua wanita disampingku bukan kekasihku." Ucap Nathan sambil menertawakan Jake yang sudah salah paham.


Tentu saja ini bukan kali pertama ada orang yang mengira jika Nathan dan Elizabeth menjalin hubungan. Bahkan anggota mereka masing-masing juga memiliki pikiran yang serupa.


Jake terlihat bingung setelah mendengar perkataan Nathan. Ia masih tidak percaya jika mereka tidak menjalin sebuah hubungan setelah melihat ekspresi sepintas diwajah Elizabeth.


Meski hanya sekilas dan terjadi beberapa saat saja. Jake sempat melihat ekspresi Elizabeth yang menahan malu saat dirinya menyebutkan jika wanita cantik itu merupakan kekasih Nathan.


Jake yang menyadari Nathan tidak akan melepaskannya setelah ini langsung memberontak dan melepaskan diri dari pegangan tangan El Chapo.


Dari balik pakaian, Jake mengeluarkan sebuah senjata yang sudah tidak asing lagi di mata Nathan yaitu Electrical Gun V-1. Bisa dipastikan jika senjata yang dibawa Jake dia dapatkan dari beberapa oknum anggota militer sebelum Nathan memperbarui program keamananya.


Nathan yang melihat sebuah Electrical Gun V-1 berada di tangan Jake seketika tidak bergeming saat pria itu mulai mengarahkan ujung senjata kepada dirinya.


Disisi lain Joe dan El Chapo tidak berani untuk mendekat. Mereka khawatir jika memaksa menahan Jake, pria itu akan langsung otomatis menembak Nathan.


Joe dan El Chapo sangat tahu betul jika Nathan sampai mati, mereka otomatis akan langsung menyusul mengingat ada chip peledak yang tertanam di dalam leher keduanya dan tidak bisa dilepaskan.


Chip peledak tersebut akan secara otomatis meledak jika Nathan mati atau memberikan perintah. Yang pada akhirnya membuat Joe, El Chapo, dan Harold akan langsung berpindah alam.


Elizabeth disisi lain juga tidak bisa berbuat apapun. Pikirannya sekarang campur aduk. Dia ingin sekali Nathan mati tetapi disisi lain dirinya tidak ingin merasakan rasa sakit di dadanya yang entah dari mana sumbernya berasal.


Wanita cantik itu kemudian memberikan kode kepada Teo yang berada di kejauhan untuk membidik Jake. Tetapi tentunya Elizabeth tidak bisa langsung memberikan perintah untuk menembak setelah melihat situasi yang tidak memungkinkan.


"Bagaimana sekarang huh?! Apa kau mulai ketakutan? Sepertinya begitu..." Ucap Jaka dengan nada angkuh sambil mengarahkan ujung senjata tepat di depan wajah Nathan.

__ADS_1


Jake sadar jika semua orang tidak berani mengambil tindakan yang bisa mengancam keselamatan Nathan. Bisa dipastikan jika sekarang situasi mulai berbalik mendukungnya.


Saat situasi menjadi semakin memburuk Nathan tiba-tiba tertawa dan menantang Jake untuk menembak dirinya jika pria itu benar-benar memiliki nyali.


Perkataan Nathan sontak saja membuat semua orang mulai menjadi sangat panik. Raut wajah Sebastian tampak menjadi pucat khawatir jika sampai Tuan mudanya benar-benar akan tewas kali ini.


Elizabeth disisi lain sudah melupakan egonya yang selalu berharap Nathan segera tewas. Wanita cantik itu sekarang menjadi sangat khawatir dan keangkuhanya seketika hancur.


Jake yang merasa tertantang akhirnya mengabulkan permintaan Nathan dan langsung melepaskan satu tembakan dari Electrical Gun V-1.


Ketua Geng Bloody Love itu menyeringai jahat dan berpikir bisa membalaskan dendam untuk kekasihnya serta semua anggotanya yang sudah tewas.


Tetapi seringai diwajah Jake seketika luntur saat senjata yang ada ditangannya tiba-tiba mulai mati dengan sendirinya seolah kehabisan daya.


"Huh? Apa yang sebenarnya terjadi dengan senjata sialan ini? Kenapa tiba-tiba mati?!" Jake mulai panik saat senjata yang menjadi Kartu As miliknya mendadak tidak bisa digunakan.


Raut wajah Jake tampak pucat dan dia mencoba sekeras mungkin untuk menghidupkan Electrical Gun V-1 miliknya yang sepertinya mengalami malfungsi.


"Hahaha... Kau tak perlu panik. Senjata itu tentu saja tidak berani menembak penciptanya sendiri." Nathan tertawa lirih melihat tingkah konyol Jake yang berusaha menghidupkan kembali Electrical Gun V-1.


Sudah jauh-jauh hari sebelum produksi Electrical Gun V-1 dimulai. Nathan sudah menanamkan sebuah program agar senjata itu tidak bisa menembak dirinya dan beberapa orang yang dia inginkan.


Seperti pepatah lama Nathan menerapkan prinsip sedia payung sebelum hujan, untuk menghindari masalah yang akan muncul dikemudian hari.


Jake yang mendengar perkataan Nathan tentu saja terkejut dan mengalihkan pandangan kearah pemuda tersebut.


Sayangnya tepat saat Jake mengalihkan pandangan. Nathan langsung menembak kepala pria itu sampai membuatnya jatuh tersungkur dan tewas seketika.

__ADS_1


__ADS_2