Mafia Order System

Mafia Order System
Memulai Serangan Dadakan


__ADS_3

Empat orang anggota Geng The Brothers tampak sudah tidak sabar menunggu Elizabeth untuk mempersiapkan diri sebelum nantinya mereka akan bawa menuju kesenangan duniawi.


Saat sudah masuk jauh ke dalam gang dan memastikan tempat tersebut sunyi. Elizabeth melepaskan ikat rambutnya dan berbalik menghadap empat orang anggota geng The Brothers.


"Jadi siapa yang ingin melakukannya pertama?" Elizabeth bertanya sambil memperhatikan empat pria dengan tatapan mata yang datar.


Tentu saja Elizabeth ingin segera menyelesaikan urusannya dan tidak berniat menghabiskan waktu berharganya hanya untuk mengurus ke-empat serigala lapar itu.


Anggota Geng The Brothers mulai berseteru untuk menentukan siapa orang pertama yang akan bermain dengan Elizabeth. Sampai pada akhirnya salah satu dari mereka maju mendekat ke arah Elizabeth.


"Kau tak perlu gugup, Nona... Aku akan bersikap lembut di awal." Ucap anggota itu sambil menyeringai dan memperhatikan lekuk tubuh Elizabeth.


Tiga orang anggota Geng The Brothers mulai menjaga tempat tersebut agar tidak ada orang lain yang melihat pemandangan yang khusus untuk diri mereka sendiri.


Elizabeth tersenyum tipis dan berjalan mendekat seakan-akan sudah siap untuk melayani serigala lapar dengan menggunakan tubuhnya sebagai pemuas.


Begitu sudah dalam jangkauan, Elizabeth langsung menusukan ujung penjepit rambut milik ke arah leher anggota Geng The Brothers dan menekannya.


Pria itu tampak kesakitan saat lehernya ditusuk menggunakan penjepit rambut oleh Elizabeth. Darah seketika menyembur keluar dari luka pada bagian leher dan mulutnya.


Tidak butuh waktu lama satu anggota Geng The Brothers sudah tergeletak tak bernyawa di tanah dengan genangan darah berada di sekitar mayat orang itu.


"Dasar wanita gila apa yang kau lakukan, Huh?!" Seorang anggota Geng The Brothers yang melihat salah satu rekannya sudah tergeletak bersimbah darah tidak bernyawa.


Kesal melihat rekannya tewas di tangan Elizabeth. Pria itu kemudian mengeluarkan sebilah pisau dari balik pakaian dan langsung menerjang wanita cantik itu.


Sayangnya sebelum berhasil menyentuh tubuh Elizabeth. Pria itu harus bertekuk lutut setelah area pribadinya ditendang oleh Elizabeth sampai membuat dua lonceng suci miliknya pecah.

__ADS_1


Elizabeth tidak melepaskan pria itu begitu saja. Dia langsung menusuk dan menyayat leher pria tersebut menggunakan penjepit rambut sampai membuatnya tewas dengan kondisi bersimbah darah.


Salah satu dari dua anggota yang tersisa kemudian mengangkat tongkat baseball dan langsung mengayunkan ke arah Elizabeth dengan sekuat tenaga untuk melumpuhkan wanita cantik itu.


Elizabeth menundukan kepala untuk menghindari tongkat baseball yang dilayangkan kepada dirinya. Wanita cantik itu kemudian segera membalas dengan menusuk dada pria itu sampai menembus jantung hingga membuatnya tewas.


Satu anggota Geng The Brothers yang melihat teman-temannya tewas di tangan Elizabeth, tanpa pikir langsung melarikan diri agar tidak menjadi korban kebrutalan wanita cantik itu berikutnya.


Elizabeth yang melihat anggota terakhir Geng The Brothers lalu mengeluarkan Electrical Gun V1 miliknya. Dia kemudian mengatur output di level 5 yang merupakan level tertinggi.


Energi listrik mulai dialirkan dari baterai menuju reaktor ION pada ujung laras Electrical Gun V1. Begitu indikator disamping laras mencapai tanda merah, Elizabeth langsung melepaskan tembakan.


Hanya dalam sekejap mata anggota terakhir Geng The Brothers yang sudah berani menggodanya langsung tewas menjadi butiran debu tanpa menyisakan sehelaipun rambut.


"Dasar sekumpulan hama menjijikan..." Elizabeth berdecak kesal dan menendang salah satu mayat yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya.


Disisi lain Nathan terlihat sedang merokok saat menunggu Elizabeth mengurus empat orang anggota Geng The Brothers sendirian.


"Aku pikir kau akan membutuhkan lebih banyak waktu bermain bersama mereka." Nathan menghembuskan asap rokok sambil melirik ke arah Elizabeth.


Mendengar perkataan Nathan ditambah melihat bagaimana pria itu masih bisa dengan santai merokok saat dirinya dibawa menuju gang gelap oleh empat serigala liar. Amarah Elizabeth seketika memuncak sampai ke ujung kepala.


Elizabeth berdecak kesal dan mengambil paksa rokok di tangan Nathan kemudian langsung menginjaknya. Wanita cantik itu lalu memutuskan untuk menyerang markas besar Geng The Brothers lebih dulu karena ingin melepaskan semua kekesalannya terhadap Nathan.


Melihat Elizabeth pergi dengan raut wajah kesal. Nathan merasa bingung apakah dirinya mengatakan hal yang salah sampai menyinggung perasaan wanita cantik itu atau tidak.


Nathan kemudian segera menyusul Elizabeth yang sudah sampai di depan pintu masuk markas besar Geng The Brothers. Mereka berdua lalu masuk kedalam setelah melakukan kordinasi terlebih dulu.

__ADS_1


Begitu Nathan dan Elizabeth masuk ke dalam markas. Sejumlah anggota Geng The Brothers yang sedang bermain kartu bersama beberapa wanita langsung mengalihkan pandangan ke arah mereka berdua.


"Hei! Apa yang kalian lakukan disini?!" Seorang anggota Geng The Brothers terlihat kesal saat melihat dua orang asing masuk ke dalam markas.


Tentu ada aturan dimana orang asing tidak di izinkan masuk begitu saja. Ada konsekuensi berat jika aturan ini dilanggar dan pasti tidak akan berakhir dengan baik.


Nathan mengeluarkan FN Scar yang dia sembunyikan dibelakang punggung. Pria itu kemudian menggunakan mode ke-dua dan melepaskan geranat ke arah para anggota Geng The Brothers yang bermain kartu.


Boomm!!!


Meja tempat dimana lebih dari 7 anggota Geng The Brothers seketika hancur porak-poranda. Anggota Geng The Brothers yang belum siap menerima serangan seketika tewas mengenaskan, bersama para wanita mereka dengan kondisi menyedihkan dimana beberapa anggota tubuh mereka langsung berserakan.


Anggota Geng The Brothers lain yang mendengar suara ledakan langsung menuju tempat sumber suara sambil membawa senjata mereka masing-masing.


Baru saja mereka sampai disana. Nathan langsung melepaskan tembakan geranat berikutnya yang membuat tempat tersebut seketika menjadi mencekam dengan banyaknya anggota tubuh manusia yang berserakan.


Cipratan darah tampak membasahi dinding-dinding dan lantai, menciptakan bau anyir yang bisa membuat orang langsung pingsan jika tidak siap melihatnya.


"Bukankah kau sedikit terlalu brutal?" Elizabeth tidak menyangka jika Nathan akan benar-benar menggunakan peluncur geranat untuk membunuh beberapa anggota Geng The Brothers sekaligus.


Nathan tidak menjawab pertanyaan dari Elizabeth dan segera memasang geranat terakhir yang dia bawa untuk meledakan gelombang anggota Geng The Brothers berikutnya.


Setelah menggunakan peluncur geranat terakhirnya. Nathan beralih ke mode serbu dan mulai menembaki anggota Geng The Brothers yang terus berdatangan.


Elizabeth disisi lain tidak hanya tinggal diam saja. Wanita cantik itu kemudian segera membantu Nathan untuk menyerang anggota Geng The Brothers.


Satu-persatu anggota Geng The Brothers mulai menjadi butiran debu dalam sekejap begitu terkena tembakan dari Electrical Gun V1 yang dimiliki oleh Elizabeth.

__ADS_1


__ADS_2