
Nathan dan Sebastian memutuskan kembali menuju Bar King's setelah menyelesaikan urusan pribadi mereka berdua. Hubungan diantara mereka berdua sekarang sudah tidak memiliki jarak lagi setelah mengetahui identitas masing-masing.
"Tuan besar ingin segera bertemu dengan Anda. Apakah saya perlu mengatur jadwal pertemuannya segera, Tuan Muda?" Sebastian bertanya dengan sopan kepada Nathan sebelum mereka masuk ke dalam Bar King's.
Keduanya sudah membuat sebuah kesepakatan untuk tidak membocorkan rahasia mengenai identitas mereka dari orang lain termasuk anggota dari STELAR Industri dan unit Pasukan Saber yang dipimpin langsung Elizabeth.
Nathan sekarang menyadari jika ibunya berasal dari Keluarga Alexander yang memiliki kekayaan fantastis. Bahkan mereka memiliki kekuatan untuk mengatur harga pasar semua komoditas dunia sesuka hati.
Tetapi ada hal yang membuat Nathan merasa penasaran. Yaitu mengenai ibunya yang mau menikahi pria antah berantah padahal status sosial sangat jauh berbeda dan bisa dibilang tidak mungkin terjadi.
"Baiklah kau bisa mengatur jadwal pertemuan secepatnya, Sebastian. Aku ingin mengetahui sosok pria tua yang selama ini menguntit ku." Balas Nathan sebelum melenggang masuk ke dalam.
Setelah mendengar semua penjelasan dari Sebastian sebelumnya. Nathan akhirnya mengetahui jika Kakeknya yaitu Alexander selalu memata-matai dirinya entah melalui sebuah kamera tersembunyi, atau perantara seperti Sebastian untuk melihat kehidupan sehari-hari.
Mendengar jawaban dari Nathan seketika membuat Sebastian berterimakasih karena pekerjaannya sudah dipermudah. Awalnya dia mengira jika Nathan tidak ingin bertemu dengan kepala Keluarga Alexander mengingat hubungan diantara mereka masih terasa renggang.
Sebastian meletakkan salah satu tangan di dada sambil sedikit membungkukkan badan untuk memberi hormat kepada Nathan yang merupakan pewaris tahta kepala Keluarga Alexander berikutnya.
Tanpa menunggu lama setelah memberi hormat kepada Nathan. Sebastian langsung menghubungi Alexander untuk memberikan kabar baik ini dan memberitahu kepada kepala Keluarga jika Nathan ingin bertemu.
Disisi lain Alexander yang mendengar berita ini dari Sebastian merasa sangat senang. Sebentar lagi dia akan bertemu dengan cucunya dan berniat memberikan kejutan spesial untuk menyambut kedatangan Nathan.
__ADS_1
Sementara itu setelah masuk kedalam ruang kerja yang sudah dia tinggal selama satu minggu terakhir. Nathan melepaskan jaket lalu menggantungnya sebelum duduk di meja kerjanya.
Terlihat dihadapan Nathan seorang pria berdiri gemetaran. Orang itu lain merupakan Joe yang sudah siap menerima konsekuensi atas perbuatanya tadi, meski sebenarnya sekarang dia merasa khawatir dan takut mendapat hukuman berat dari Nathan.
Joe sekarang terlihat seperti seorang pencuri yang tertangkap basah saat sedang menjalankan aksinya. Keringat dingin sudah membasahi kening dan punggungnya karena merasa sangat cemas menghadapi hukuman.
"Tenanglah aku tak akan memberikan hukuman hanya untuk sepele seperti tadi. Duduklah ada hal lain yang ingin aku bicarakan denganmu." Nathan menyadari Joe sedang khawatir mendapatkan hukuman darinya.
Mendengar perkataan dari Nathan, Joe kemudian duduk sesuai dengan permintaan Bosnya. Dia sekarang merasa jauh lebih baik setelah melihat pria itu yang tampak memang tidak akan menghukum dirinya.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan berdua denganku diruang tertutup ini, Bos?" Tanya Joe yang merasa penasaran saat melihat ekspresi wajah Nathan seperti sedang memikirkan sesuatu.
Nathan akhirnya mengungkapkan masalah baru yang membuat dirinya merasa pusing. Jelas masalah ini sangat rumit untuk Nathan selesaikan sendiri dan dia membutuhkan seseorang yang sudah ahli menghadapinya.
Dalam beberapa hari lagi Natal akan segera datang. Nathan berniat memberikan hadiah untuk Elizabeth nantinya. Hubungan di antara mereka sekarang tentu sudah sangat berbeda dari yang awalnya saling membunuh menjadi pasangan.
Beberapa waktu lalu saat masih berada di dalam kabin mercusuar. Nathan dan Elizabeth untuk pertama kalinya memulai perbincangan serius membahas tentang perasaan mereka masing-masing.
Elizabeth saat itu mencoba meyakinkan Nathan dan perlahan menghancurkan dinding pembatas yang sangat kokoh di dalam hati pria tersebut. Meski sulit karena beberapa kali Nathan mencoba menghindar, tetapi pada akhirnya Elizabeth berhasil mendapatkan celah.
Nathan sendiri sudah mengungkapkan perasaannya dan meminta maaf kepada Elizabeth karena sudah berpikir wanita cantik itu hanya berpura-pura menyukai dirinya. Beruntung wanita cantik itu memahami apa yang dipikirkan oleh Nathan dan tidak mempermasalahkannya.
__ADS_1
Hubungan mereka berdua sekarang sudah lebih dari sekedar rekan kerja saja. Tetapi untuk saat ini mereka masih belum melakukan kontak fisik seperti pasangan lain yang hanya bernafsu saja.
Mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh Nathan. Joe langsung menyemburkan air mineral yang sedang dia minum. Dia sangat terkejut Bosnya mulai membicarakan wanita padahal biasanya hanya membahas progres senjata baru.
"Siapa wanita beruntung yang sudah bisa membuatmu tertarik, Bos?!" Joe bertanya dengan sangat antusias dan duduk lebih dekat agar bisa mendengarkan jawaban jelas dari mulut Nathan.
Raut wajah Nathan sedikit memerah saat mengungkapkan jika wanita yang dia maksud adalah Elizabeth. Sontak jawaban ini langsung membuat Joe terdiam seribu bahasa karena tidak menyangka Bosnya bisa tertarik dengan seorang wanita bar-bar yang kasar.
Tetapi Joe tidak ingin menghakimi Nathan meski sudah membuat menjalin hubungan dengan saingan mereka sendiri. Melihat Nathan yang menjadi tidak suram lagi, membuat Joe merasa lega karena Bosnya sudah mulai bisa menghilangkan trauma pengkhianatan dari kekasihnya.
"Bukankah dulu kau sudah pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita selama bertahun-tahun? Mengapa sekarang justru bertanya kepadaku, Bos?" Tanya Joe yang ingin sedikit menjahili Nathan.
Nathan berdecak kesal saat Joe mengingatkannya kembali dengan sosok Roxy. Tetapi dia tidak terlalu memikirkannya dan kembali meminta Joe untuk lebih serius mengingat masalah ini berkaitan dengan Elizabeth yang mereka kenal sangat kasar jika sedang merasa kesal.
Joe lalu berpikir sejenak sebelum memberi saran kepada Nathan untuk memberikan hadiah yang sangat jarang diberikan oleh orang lain saat memberikan hadiah kepada seseorang yang mereka suka.
Boneka dan buket bunga merupakan pilihan yang sangat buruk. Elizabeth sangat tidak menyukai boneka karena menganggap sebagai bentuk penghinaan untuk dirinya yang merupakan seorang wanita tangguh.
Elizabeth juga memiliki alergi serbuk bunga yang akan membuatnya bersin dan sesak nafas. Nathan tentu saja tidak ingin mencelakai wanita cantik itu dihari sepesial untuk semua orang.
Pada akhirnya Nathan memutuskan untuk memberikan hadiah buatan tangan. Meski sederhana dan tidak mengeluarkan banyak uang, tetapi hadiah satu ini merupakan pilihan terbaik untuk meluluhkan perasaan Elizabeth.
__ADS_1
Sebelum pergi Joe bertanya kepada Nathan tentang siapa saja yang sudah mengetahui hubungan dengan Elizabeth. Disana Nathan mengatakan jika Joe merupakan orang pertama yang mengetahuinya.
Joe yang mendengarnya menjadi terharu karena Nathan ternyata sangat mempercayai dirinya. Dia ingin memeluk Nathan tetapi langsung ditendang keluar oleh pria itu yang merasa jijik.