
"Tidak-tidak dia pasti akan datang membantuku. Ya aku yakin itu!" Kevin masih mencoba meyakinkan dirinya jika Margareth akan datang menolongnya.
Kesetiaan yang sudah dia berikan kepada Margareth selama bertahun-tahun pasti akan mendapat balasan setimpal. Kevin yakin wanita itu tidak mungkin membuangnya begitu saja.
Meski sudah mendengar langsung dari mulut Nathan jika Margareth lah yang mengirim pria itu dan unit Pasukan Saber ke Kota Philadelphia untuk membunuhnya.
Kevin masih tidak akan percaya dan menganggap Nathan hanya membual saja. Padahal dia jelas sudah melihat secara langsung bagaimana kelompok Nathan dan unit Pasukan Saber melenyapkan Geng Bloody Love.
Pemimpin Geng The Brother itu seharusnya sudah bisa menyadari jika geng miliknya juga akan menjadi sasaran selanjutnya, dan tidak lama lagi Geng ke-tiga yang menguasai Kota Philadelphia juga akan segera menyusul mereka.
"Kau pikir aku hanya membual saja? Aku akan memberikan sedikit bocoran saat rapat beberapa waktu lalu bersama Margareth..." Ucap Nathan sambil mengeluarkan ponselnya.
Nathan kemudian memutar rekaman suara saat bersama dengan Menteri Pertahanan dan Margareth yang membahas mengenai masalah Gangster di Kota Philadelphia.
Tujuan utama dari rapat itu tidak lain untuk mengurangi tingkat kriminalitas dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang di kawasan Kensington Philadelphia.
Kevin membelalakan mata dan terkejut saat mendengar suara rekaman wanita yang tidak lain merupakan Margareth. Di sana akhirnya dia menyadari jika Nathan sama sekali tidak berbohong saat mengenal sosok pemimpinnya.
"Ini tidak mungkin terjadi, kau pasti hanya membual saja benarkan? Jawab aku!" Kevin tampak sangat kesal sekaligus merasa frustasi menghadapi kenyataan pahit ini.
Saat mendengar Margareth mendukung rencana Nathan untuk memberantas tiga Gangster penguasa Kota Philadelphia. Kevin semakin merasa terpuruk karena merasa sudah di khianati oleh orang kepercayaannya sendiri.
Nathan tidak langsung menjawab perkataan dari Kevin. Saat melihat selembar uang 100 Dollar terbang dari tumpukan uang sebanyak 100 Juta Dollar yang terbakar, pria itu langsung menangkapnya.
"Coba lihat ini sepertinya dia benar-benar mencoba untuk mempermainkanmu dengan memberikan uang palsu." Ucap Nathan sambil menunjukan uang Dollar di tangannya yang sudah sedikit terbakar kepada Kevin.
Nathan memberitahu Kevin detail kecil yang menunjukan jika uang itu palsu, dengan cara memperlihatkan warna tinta yang di gunakan untuk mencetak uang tersebut.
Melihat detail kecil uang yang ditunjukan oleh Nathan. Kevin langsung merasa sakit kepala dan tidak percaya jika Margareth akan menipu dirinya dengan memberikan uang palsu sebagai pelunasan bayarannya yang beberapa bulan tertunda.
Kevin seketika hanya bisa terdiam setelah mengetahui fakta jika Margareth benar-benar ingin membuangnya seperti barang bekas setelah semua kesetiaan yang sudah dirinya berikan selama bertahun-tahun.
"Aku merasa heran bagaimana bisa kau mempercayai orang dari pemerintahan sedangkan disisi lain kau merasa sangat kecewa kepada mereka?" Tanya Nathan yang keheranan.
__ADS_1
Menurut Nathan apa yang dilakukan oleh Kevin sangat bertentangan dengan logika karena mempercayai musuhnya sendiri dan bekerjasama selama lebih dari 5 tahun.
Sebagai seorang mantan Marinir seharusnya Kevin sudah bisa mengetahui sedikit permainan yang dilakukan oleh beberapa orang di dalam pemerintahan.
Kevin benar-benar seperti boneka yang dengan mudah pikirannya dikendalikan untuk menuruti semua perintah dari Margareth agar kekayaan wanita itu semakin bertambah banyak.
Tidak seperti Nathan yang sudah menyiapkan rencana dari awal. Dalam permainan catur Nathan bertindak sebagai papan permainan yang mengatur strategi untuk mengendalikan orang di dalam pemerintahan.
Saat ini Nathan sudah mendapat dua bidak catur yang ingin dia mainkan, dan untuk kedepannya sudah dipastikan ada beberapa bidak lagi yang dirinya pasang.
Kevin di sana hanya bisa terdiam seribu bahasa saat mendengar pertanyaan dari Nathan. Dia selama ini benar-benar tidak sadar sejak awal sudah mengambil keputusan yang salah.
Pandangan mata Kevin lalu tertuju ke arah Nathan yang sedang mengeluarkan beberapa kantung kain kecil dari dalam saku jaket.
"Di awal kau bertanya mengapa aku datang kesini bukan? Aku hanya ingin memberikan berlian yang kau minta." Tanya Nathan sambil mengeluarkan beberapa butir berlian dari salah satu kantung.
Melihat berlian yang ada di tangan Nathan. Mata Kevin seketika menjadi lebih cerah bahkan tanpa sadar dia tersenyum dengan penuh semangat.
Kevin dengan cepat menganggukan kepala dan meminta agar direkrut ke dalam anggota milik Nathan. Sebagai bayarannya dia meminta semua berlian itu dan berjanji akan setia kepada pria tersebut.
"Kau menginginkan berlian ini bukan? Tentu kau bisa menyimpannya." Balas Nathan sambil mengangguk pelan yang membuat Kevin merasa sangat bersemangat.
Diam-diam Kevin tersenyum licik dan berpikir Nathan terlalu bodoh karena ingin memberikan semua berlian itu kepada dirinya.
Setelah mendapatkan semua berlian itu dari tangan Nathan dan direkrut. Kevin memiliki rencana untuk mengambil alih kekuasaan yang dimiliki oleh Nathan karena sadar pria itu pasti sangat kaya.
Kevin juga memiliki niat untuk mendapatkan Elizabeth karena sangat tertarik kepada wanita cantik itu sejak pertama kali mereka bertemu tadi malam.
Tiba-tiba hal yang sama sekali tidak di duga oleh Kevin terjadi. Nathan perlahan berjalan mendekat ke arah dirinya sambil menggenggam berlian.
Tanpa peringatan sedikitpun. Nathan kembali menusuk paha milik Kevin menggunakan sebilah pisau dan membuat pria itu seketika kembali berteriak kesakitan.
Nathan lalu memasukan semua berlian ke dalam mulut Kevin dan memaksa pria itu menelan semuanya tanpa menyisakan satu butir pun.
__ADS_1
Akibatnya tenggorokan dan organ dalam Kevin terluka karena tergores berlian. Pria itu mulai batuk-batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
Nathan yang menyaksikan Kevin mulai batuk darah. Mengatakan kepada pemimpin Geng The Brother itu jika hukuman ini untuk membalaskan kematian Anthony.
Tidak berhenti sampai disitu saja, saat Kevin masih batuk darah dan meminta maaf. Nathan mengambil sebuah ember besi berisi air khusus dan terlihat mengeluarkan uap dingin.
Air tersebut kemudian Nathan siramkan ke salah satu tangan Kevin. Hanya dalam kurun waktu 3 menit lengan Kevin yang terkena air tersebut seketika membeku.
Nathan lalu mengambil sebuah palu dari sudut ruangan yang biasa di gunakan oleh pekerja bangunan untuk menghancurkan tembok.
"Ini untuk membayar kesalahanmu karena sudah memerintahkan anggotamu untuk membunuh Austin." Ucap Nathan sambil mengangkat palu.
Melihat Nathan mengangkat palu, Kevin langsung meminta kepada pria itu untuk menghentikan semua ini dan akan membayar semua ganti rugi.
Tetapi Nathan sama sekali tidak perduli dan langsung menghancurkan salah satu lengan milik Kevin yang membeku menggunakan palu ditangannya.
Kevin seketika kembali berteriak kesakitan saat salah satu lengannya dihancurkan oleh Nathan. Darah segar langsung menyembur dan terlihat tulang lengan milik Kevin yang terputus.
Luka di tenggorokan Kevin semakin parah saat pria itu berteriak. Akibatnya Kevin mulai memuntahkan darah segar dan hanya bisa menahan rasa sakit yang berlapis.
Nathan kemudian melepaskan ikatan Kevin dan menarik pria itu menuju aquarium yang berisi Jack, Hiu martil kesayangan milik pemimpin Geng The Brother.
"Kau sudah mendapatkan semuanya. Tolong lepaskan aku!" Pinta Kevin sambil mencoba memberontak dari cengkraman tangan Nathan.
Mendengar perkataan Kevin. Nathan kemudian berjongkok dan mendekatkan mulutnya di samping telinga pria itu.
"Apa kau sudah lupa siapa yang hampir kau bunuh semalam dan sekarang terbaring di rumah sakit? Wanita itu milikku..." Bisik Nathan yang seketika membuat raut wajah Kevin menjadi pucat pasi.
Nathan kemudian melemparkan Kevin kedalam aquarium besar yang berisi Jack dan membuat majikan dengan peliharaannya itu akhirnya bertemu secara langsung.
"Jack..." Kevin menjadi gugup saat Hiu martil kesayangannya tiba-tiba berenang mendekat setelah mencium bau darah yang membuatnya tertarik.
Dengan ganas dan brutal Jack mulai mencabik-cabik tubuh Kevin hingga membuat air di dalam aquarium sekarang mulai berwarna merah.
__ADS_1
Kevin pemimpin Geng The Brother itu pada akhirnya harus tewas dengan cara menyedihkan di mulut hewan kesayangan yang sudah dia rawat selama bertahun-tahun.