Mafia Order System

Mafia Order System
Situasi Rumit


__ADS_3

Nathan menelan saliva dalam-dalam menyadari jika posisinya sekarang sudah terpojok. Dia sekarang sudah tidak bisa menyangkal lagi sudah mencium kening Elizabeth setelah gagal menggiring opini wanita cantik tersebut.


Pada saat itu Nathan hanya terbawa emosi sesaat setelah melihat orang-orang terdekatnya menjadi korban dari Geng The Brother milik Kevin. Andai saja waktu bisa diputar kembali, dia mungkin tidak akan melakukan tindakan memalukan seperti itu.


"Aku sebenarnya juga merasa penasaran dengan maksud perkataanmu yang menyebut jika diriku merupakan wanita milikmu. Apa kau bisa mulai menjelaskan, Tuan Nathan?" Tanya Elizabeth sambil tersenyum tipis.


Elizabeth mengeluarkan kartu As yang dia miliki dan seketika membuat Nathan kehabisan langkah untuk menyangkal. Wanita cantik itu menunjukan sebuah rekaman suara yang berasal dari ponsel milik Nathan sebelum tercebur ke laut saat sedang memancing di hari pertama.


Rekaman suara tersebut memperdengarkan seluruh percakapan Nathan dan Kevin saat berada di dalam gudang kosong, termasuk juga perkataan pria itu yang sudah berani mengklaim Elizabeth sebagai wanita miliknya.


Mendengar isi percakapan itu, Nathan tidak menyangka jika Elizabeth benar-benar sudah menyadap ponselnya selama ini. Dia tentu saja ingin melakukan protes, tetapi situasi saat ini tidak memungkinkan dirinya untuk beradu argument dengan wanita cantik tersebut.


Raut wajah Nathan menjadi sedikit memerah menahan rasa malu yang sudah sampai di ujung tanduk. Dia sekarang berharap menemukan sebuah lubang atau pesawat antariksa untuk pergi sejauh mungkin dan menyembunyikan semua rasa malunya dari hadapan Elizabeth.


"Kau salah paham..." Nathan masih mencoba berkelit tanpa rasa malu setelah semua bukti yang menunjukan ketertarikan kepada Elizabeth sudah berhasil didapatkan oleh wanita cantik itu.


Bahkan saat mengelak, Nathan mengalihkan pandangan dari Elizabeth karena sudah sangat malu dan ingin segera pergi saja menuju planet Mars agar tidak dipermalukan asisten pribadinya.


Melihat Nathan yang masih mencoba berkelit. Elizabeth mulai memperkecil jarak diantara mereka berdua dan menggoda pria itu untuk segera mengakui perasaan kepada dirinya secara langsung seperti pria sejati.


Tidak tahan mendapat intimidasi dari Elizabeth. Nathan langsung membungkus dirinya sendiri kedalam selimut rapat-rapat dan menolak untuk mengakui semua spekulasi yang menunjukan jika dia menyukai wanita cantik tersebut.

__ADS_1


Elizabeth menertawakan Nathan sambil menarik-narik selimut yang digunakan oleh pria itu untuk melihat ekspresi langka milik Pemimpin STELAR Industri. Ini merupakan moment langka yang sangat jarang Elizabeth lihat dan membuat dirinya merasa sangat bersemangat.


Akibat tarik-menarik antara Nathan dan Elizabeth. Selimut yang digunakan Nathan langsung sobek hingga membuatnya sekarang tidak bisa lagi menyembunyikan ekspresi malu pada wajahnya.


"Katakan saja aku berjanji tidak akan menertawakan mu. Jadi tenang saja..." Ucap Elizabeth dengan penuh percaya diri sambil tersenyum kecil kearah Nathan.


Sekarang merupakan waktu yang tepat bagi Elizabeth untuk mengetahui apakah Nathan memiliki perasaan sama sepertinya atau tidak. Tetapi dengan semua bukti yang dia kumpulkan akhir-akhir ini membuatnya semakin yakin jawabannya adalah iya.


Nathan membenarkan posisi duduknya terlebih dulu menghadap Elizabeth. Dari raut wajahnya yang terlihat sedikit gugup sudah bisa dipastikan jika pria itu sudah tidak memiliki alibi lagi untuk menyangkal kecurigaan Elizabeth.


"Baik aku akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu..." Nathan menghela nafas dan terlihat ekspresi wajahnya menjadi sedikit lebih tenang, sementara Elizabeth sudah tidak sabar mendengarkan.


Setelah meminum cokelat hangat untuk menenangkan diri. Nathan lalu menjelaskan maksud dari perkataannya saat berbisik di telinga Kevin waktu itu yang membuat Elizabeth kesulitan tidur selama beberapa hari karena merasa sangat penasaran.


Melihat Nathan masih mencoba untuk mengelak. Elizabeth menghela nafas dan merasa sakit kepala karena harus berhadapan dengan seorang pria yang memiliki hati sekeras batu sungai.


"Apa kau yakin hubungan diantara kita hanya sebatas itu saja, Nathan?" Elizabeth memutuskan bertanya untuk terakhir kalinya dan ingin melihat Nathan masih akan mengelak lagi atau tidak.


Mendengar pertanyaan dari Elizabeth. Sejenak Nathan terdiam sebelum dengan berat hati mengangguk memutuskan untuk mengelak. Dia masih belum bisa mengatakan hal yang sejujurnya kepada wanita cantik itu.


Elizabeth yang melihat Nathan mengelak untuk kesekian kalinya menjadi kesal. Dia mendengus dingin dan tanpa mengatakan sepatah katapun langsung beranjak pergi meninggalkan pria itu sendirian disana.

__ADS_1


Tanpa memperdulikan badai salju yang masih berlangsung. Elizabeth masuk ke dalam mobil dan memacu kendaraannya meninggalkan mercusuar dengan perasaan yang sangat kesal.


Disisi lain Nathan yang melihat Elizabeth pergi hanya bisa terdiam ditempat. Pria itu menghela nafas berat lalu menutup pintu yang masih terbuka sebelum salju masuk ke dalam.


"Maafkan aku ayah karena sudah mengacaukannya..." Gumam Nathan sambil tersenyum kecut saat mengingat kembali perkataan Anthony yang memintanya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan.


Nathan sebenarnya tidak ingin melakukan ini semua apa lagi sampai membuat Elizabeth muak dan pergi meninggalkannya. Masih ada keraguan di dalam hatinya untuk kembali membuka diri setelah semua pengkhianatan yang dia alami.


Jika dipanggil sebagai pengecut Nathan tidak akan mempermasalahkannya. Dirinya hanya bisa memberi perhatian dan bukan kepastian seperti pengecut yang sedang jatuh hati.


Alasan lain yang membuat Nathan sampai sekarang hanya menjadi pengagum rahasia Elizabeth adalah status sosial mereka. Nathan sadar hanya orang biasa yang beruntung mendapatkan sebuah System secara kebetulan.


Mungkin ini akan menjawab mengapa Nathan sampai sekarang tidak menjalani hidup glamor dan masih sangat berhemat. Nathan cukup sadar diri jika semua yang dia miliki sekarang merupakan bantuan dari System, tidak seperti Elizabeth yang memang terlahir sebagai seorang bangsawan.


Nathan juga sadar jika dirinya tidak mungkin memiliki kesempatan mengingat Elizabeth sudah bertunangan dengan seorang pria yang wanita cantik itu suka. Senyuman kecut terlukis di wajah Nathan saat merasa Elizabeth hanya ingin bermain-main saja dengan dirinya.


Bagaimana mungkin Elizabeth menyukai dirinya pikir Nathan. Kehidupan nyata tidak seperti dunia fiksi dimana seorang wanita bangsawan mau bersanding dengan seorang pria dari kelas bawah sepertinya.


Nathan cukup yakin Elizabeth sudah mengetahui dirinya yang perang hidup di jalanan setelah membaca buku catatan dari Sebastian. Mungkin karena itu Elizabeth ingin bersenang-senang dengannya sebelum melemparnya ke dalam lautan fakta.


Dengan berat hati Nathan duduk di atas sofa lalu mengeluarkan sebuah liontin perak. Senyuman tipis terukir diwajahnya saat melihat foto hitam putih yang terlihat lusuh.

__ADS_1


Sementara itu disisi lain Elizabeth masih merasa sangat kesal kepada Nathan yang tidak mau jujur dengan perasaannya sendiri sampai sekarang. Wanita cantik itu beberapa mengumpat dan mengutuk Nathan dengan kata-kata kasar.


__ADS_2