
Tubuh Nathan seketika tersentak ketika dia sudah kembali ke dalam tubuhnya yang berada di dalam mobil. Keringat dingin mulai bercucuran dari kening pria itu dan terlihat wajahnya menjadi lebih pucat.
Nathan segera mengatur nafas dan menenangkan diri untuk menurunkan detak jantungnya yang sudah tidak karuan. Akibat kejadian aneh yang baru saja menimpa dirinya.
Saat mengangkat wajahnya, Nathan mendapati semua orang yang berada di dalam mobil menatap dirinya. Tentu saja hal ini membuat dia merasa terganggu dan heran di waktu yang bersamaan.
"Mengapa kalian semua menatapku seperti melihat hantu?" Nathan memperhatikan balik orang-orang disekitarnya dengan tatapan mata datar.
Nathan berpikir semua orang disana sangat aneh dan membuat dirinya merasa sedikit tidak nyaman saat mendapat semua perhatian yang terasa cukup berlebihan.
Pandangan Nathan kemudian tertuju ke arah dua orang wanita yang sedang memegangi kedua lengannya. Mereka tidak merupakan Elizabeth dan Katarina yang sebelumnya sedang menahan tubuh Nathan saat mengalami kejang.
Tanpa semua orang duga, tiba-tiba dengan raut wajah kesal Elizabeth menarik kerah baju milik Nathan sampai membuat pria itu terkejut.
"Apa kau sudah tidak waras hah?!" Elizabeth membentak keras Nathan tepat di depan wajahnya. Ia sangat marah setelah melihat pria itu mencoba untuk bunuh diri.
Wanita cantik itu kemudian meluapkan semua kekecewaan kepada Nathan yang ingin mengambil jalan pintas seperti seorang pengecut saat menghadapi sebuah masalah.
Semua orang yang melihat Elizabeth marah kepada Nathan tidak berani untuk melerai. Mereka berpikir pria itu memang pantas menerimanya karena ingin mengakhiri hidup sebelum bertemu dengan Geng Bloody Love.
Disisi lain Sebastian merasa ada yang ganjil dengan Nathan. Ini bukan kali pertama Tuan mudanya melakukan tindakan ekstrim yang bisa saja mengancam nyawa.
Sebastian kemudian mengingat kejadian saat Nathan tenggelam di dalam kolam yang ke dalamnya hanya selutut kaki orang dewasa. Oleh sebab itu dia sekarang bisa bernafas lega karena menyadari jika pemuda itu tidak melakukan bunuh diri.
Pasti ada sesuatu yang sengaja Nathan tutupi dari semua orang. Tetapi Sebastian memilih untuk tidak bertanya dan membiarkan pemuda itu melakukan apa yang dia suka asalkan tidak membahayakan nyawa.
Sementara itu Nathan mencoba menyangkal tuduhan yang diberikan oleh Elizabeth, dimana wanita cantik itu mengira jika dirinya ingin mengakhiri hidup.
Nathan tentu saja tidak akan melakukan tindakan pengecut seperti itu. Jadi dia berusaha menjelaskan dengan sedikit menambahkan bumbu kebohongan dimana dirinya terkena epilepsi ringan.
"Menurutmu aku akan ercaya dengan omong kosong yang kau ucapkan? Lalu untuk apa kapsul yang kau makan tadi? Aku tak pernah melihat obat semacam itu sebelumnya!" Elizabeth mencecar berbagai pertanyaan sekaligus kepada Nathan sambil menatap mata pria itu dengan menyelidik.
Mendapat berbagai macam pertanyaan di saat yang bersamaan seketika membuat Nathan mulai berkeringat dingin dan menjadi gugup. Bibir pria itu tampak sedikit bergetar saat ingin menyangkal tentang kapsul yang Elizabeth maksud.
Elizabeth yang melihat gelagat mencurigakan dari raut wajah Nathan langsung menyadari jika pria itu ingin berbohong kembali kepadanya.
__ADS_1
"Apa kau ingin tahu dua sifat seseorang yang tidak aku suka? Itu adalah pembohong dan pengkhianatan!" Elizabeth berdecak dan dengan kesal mendorong Nathan menjauh darinya.
Wanita cantik itu kemudian mengalihkan pandangan keluar jendela mobil. Elizabeth tentu saja kesal karena Nathan tidak ingin berkata jujur dan sama sekali tak percaya kepada dirinya.
Nathan terdiam sejenak memikirkan kembali perkataan Elizabeth yang terdengar sangat menusuk. Ia menyadari sudah melakukan kesalahan tetapi bukan sepenuhnya kesalahannya, mengingat semua ini terjadi karena masalah kegagalan System.
Pria itu berpikir untuk mencari tahu penyebab kegagalan pada System saat kembali nanti. Dia tidak ingin lagi masuk ke dalam ruang waktu yang salah dan berakhir terjebak dengan sekumpulan makhluk teristial.
Untuk sekarang Nathan ingin mengatasi situasi tegang di dalam mobil, dan tentunya mengatasi seorang wanita cantik yang sedang merajuk.
"Bukankah seharusnya kau senang kalau aku mati. Dengan begitu bukankah misi dan ambisimu bisa tercapai dalam waktu singkat?" Nathan tertawa lirih yang seketika membuat emosi Elizabeth memuncak.
Mendengar sindiran halus dari Nathan, Elizabeth langsung memukul dada pria itu sekali namun menggunakan tenaga cukup keras sampai membuatnya seketika kesakitan.
Nathan terbatuk dan merasa sesak nafas setelah di pukul oleh Elizabeth. Dia tidak mengetahui dimana letak kesalahan perkataannya.
Apa yang dikatakan oleh Nathan tentu saja berdasarkan sikap Elizabeth, dimana selama ini wanita cantik itu selalu berkata ingin membunuh dan mengungkap semua kejahatannya.
Tetapi sekarang Elizabeth justru terlihat tidak ingin jika Nathan mati, yang membuat pria itu langsung berpikir keras tentang keanehan ini.
Jasmine memakan kripik kentangnya dengan raut wajah masam menyadari jika dirinya tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Nathan.
Disisi lain Katarina justru tersenyum tipis dan mulai memikirkan sebuah rencana yang berkaitan dengan hubungan antara Elizabeth serta Nathan.
Mobil kembali melaju setelah sempat berhenti di pinggir jalan akibat terjadi sebuah insiden dimana Nathan tiba-tiba mengalami kejang akibat terkena penyakit epilepsi, yang belum bisa di buktikan kebenarannya.
Saat dalam perjalanan Nathan terus memperhatikan Elizabeth dengan tatapan heran. Firasatnya mengatakan jika wanita cantik itu mulai menyukai dirinya.
Tetapi pikirannya berkata lain dimana wanita cantik itu tidak mungkin menyukai dirinya. Mengingat Elizabeth yang suka kesal terhadap dirinya tanpa alasan jelas.
Elizabeth sendiri menyadari Nathan sedang memperhatikan dirinya. Tetapi alih-alih menatap balik, dia memilih melihat ke arah luar jendela karena masih merasa kesal kepada pria itu yang memiliki pikiran seperti batu.
Namun tidak banyak orang yang mengetahui jika disisi lain sebenarnya Elizabeth merasa gugup dan sedikit malu saat mendapat perhatian dari Nathan.
Katarina yang berada disisi lain Nathan tersenyum tipis dan mulai menjalankan rencananya. Secara spontan dan tanpa izin terlebih dulu, dia langsung merangkul salah satu lengan Nathan dan menyandarkan kepala dipundak pria itu.
__ADS_1
Nathan tentu saja terkejut saat Katarina merangkuk lengannya. Dia langsung menatap Katarina dengan heran untuk meminta penjelasan, tetapi wanita itu justru hanya tersenyum manis.
Krakkk!!!
Tiba-tiba suara retakan muncul dan arah sumbernya berasal dari Elizabeth yang mematahkan sebuah pena ditangannya. Raut wajah wanita cantik itu tampak kesal saat melihat Katarina dengan berani melakukan tindakan provokatif.
"Katarina... Aku pikir kau seharusnya tidak dekat-dekat dengan seorang kriminal." Ucap Elizabeth sambil menatap tajam ke arah Katarina.
Katarina yang melihat Elizabeth mulai marah bukannya merasa takut tetapi justru tersenyum tipis. Dengan berani dia menekan dadanya yang tidak terlalu besar pada lengan Nathan.
"Tuan Alexander sepertinya tidak merasa keberatan. Lalu apa yang membuatmu merasa kesal, Ketua?" Tanya Katarina sambil tersenyum.
Tindakan yang dilakukan oleh Katarina dengan memprovokasi Elizabeth jelas sangat berani dan merupakan tindakan bunuh diri. Teman-temanya yang melihat ini memilih untuk tidak ikut campur.
Elizabeth langsung memicingkan mata ke arah Katarina. Ini jelas merupakan peringatan terakhir yang dia berikan kepada anak buahnya jika tidak segera menyingkir dari Nathan.
Benar saja Katarina yang sudah menyadari jika Elizabeth mulai serius, langsung menyingkir dari Nathan. Sepertinya apa yang dia pikirkan memang benar dimana Elizabeth mulai tertarik kepada pria itu.
Elizabeth kemudian mengalihkan pandangan ke arah Nathan. Dia melihat pria itu tampak kebingungan, dan kembali merasa kesal dibuatnya.
Disisi lain Nathan benar-benar mempertanyakan dimana letak kesalahannya. Ia kemudian mengalihkan pandangan ke arah Katarina dan melihat wanita itu memasang ekspresi mengejek.
Nathan seketika sadar jika semua ini merupakan bagian dari permainan Katarina. Tentu dia merasa sedikit kesal dan hanya bisa tersenyum tipis.
...****************...
Ilustrasi Nathan Alexander:
Ilustrasi Elizabeth:
Note: Gambar bukan milik author pribadi
__ADS_1