
Sambil mengunyah burger, Nathan diam-diam memeriksa deskripsi cetak biru Electrical Gun yang terpampang di hadapannya. Orang lain mungkin akan mengira jika ia hanya sedang melamun saat ini.
Setelah membaca deskripsi, Nathan berpikir untuk membuat Electrical Gun versi pertama ini dan memproduksinya secara masal. Tetapi sebelum itu ia memerlukan tempat sebagai basis produksi.
Nathan sedikit pusing ketika memikirkan keuangan yang dia miliki saat ini. Untuk membeli bangunan tentu akan memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Meski memiliki sejumlah poin tukar yang bisa dikonversikan menjadi uang tunai. Tetap saja tidak akan cukup untuk membeli sebuah bangunan dan fasilitas produksi senjata.
[ Misi baru terpicu: Rampok sebuah Bank dan jangan sampai tertangkap oleh pihak keamanan.
Hadiah : 5.000.000 USD dan 10.000 poin tukar
Batas waktu : 3 hari ]
Senyuman tipis terukir diwajah Nathan. Ia tidak menyangka jika System cukup tanggap dan memberikan sebuah misi baru saat dirinya sedang kesulitan.
Nathan tentu saja merasa senang karena System ternyata sangat berguna. Tetapi dia juga heran dengan System yang menjerumuskan dirinya ke dalam dunia hitam.
'Persetan dengan hitam dan putih! Kau hanya perlu menjalani dunia barumu Nathan, jangan perdulikan hal lain.' Nathan meyakinkan kembali dirinya dan membuang pikiran naifnya tentang baik atau jahat.
Setelah membuat keputusan singkat dan meyakinkan dirinya. Nathan melanjutkan waktu makannya bersama dengan yang lain.
"Jadi apa yang akan kita lakukan setelah ini. Tidak mungkin kita hanya menjadi pengangguran seperti ini, bukan?" Tanya El Chapo.
"Aku rasa mungkin kita bisa mulai merampok Bank untuk mendapatkan lebih banyak uang. Hanya bercanda..." Celetuk Joe sambil tertawa yang diikuti juga oleh El Chapo.
Wajah Sebastian dan Harold menjadi kusut saat mendengar lelucon yang dikatakan oleh kedua pria itu, karena merasa Nathan tidak mungkin menyetujui ide gila mereka.
"Kita memang akan merampok Bank." Balas Nathan yang membuat mereka semua hampir tersedak makanan karena terkejut mendengarnya.
__ADS_1
Nathan meletakan beberapa lembar uang di atas meja dan beranjak dari tempat duduk setelah menghabiskan makanannya, yang membuat rekan-rekannya merasa heran.
"Hei! Kau mau kemana, Bos?" Tanya El Chapo saat melihat Nathan pergi kembali menuju mobil meninggalkan mereka semua tanpa memberi penjelasan.
Akhirnya semua orang dengan cepat menyusul Nathan kembali menuju mobil, meninggalkan makanan mereka yang masih belum sepenuhnya habis.
"Kita pergi ke toko senjata sekarang." Ucap Nathan saat Sebastian, El Chapo, Harold, dan Joe baru saja masuk ke dalam mobil.
"Bos, kau tak bermaksud mengajak kami untuk benar-benar merampok sebuah Bank, bukan?" Tanya Joe yang ingin memastikan pernyataan Nathan sebelumnya.
Bagaimanapun Joe dan El Chapo sebelumnya hanya bercanda. Mana mungkin mereka akan merampok sebuah Bank setelah baru merasakan udara bebas di luar penjara selama satu hari.
Mereka tidak ingin tertangkap dan mendekam lagi di dalam penjara, setelah bebas dengan cara yang hampir membuat mereka mati.
Sebastian juga masih belum percaya dengan perkataan Nathan dan berpikir jika pemuda itu hanya bercanda saja. Karena merasa Nathan tidak akan melakukan tindak kejahatan semacam itu.
Untuk El Chapo, Harold, Joe mereka hanya bisa pasrah dan berharap jika perampokan ini akan berjalan lancar tanpa masalah yang membuat mereka semua kembali masuk ke dalam sel tahanan.
Hari itu mereka habiskan untuk membeli peralatan yang akan digunakan untuk merampok Bank dan memesan kamar Motel pada malam harinya.
Di hari berikutnya dengan mengendarai sebuah mobil Van hasil menyewa dari tempat rental. Nathan, Sebastian, El Chapo, Harold, dan Joe memperhatikan sebuah Bank cukup besar di Philadelphia dari seberang jalan.
Sebagai satu-satunya orang yang belum pernah masuk dalam daftar hitam, Sebastian mendapat tugas untuk memeriksa sistem serta tempat penyimpanan di Bank.
Dengan membawa sebuah koper Sebastian turun dari mobil dan berjalan menuju Bank yang sudah menjadi target utama perampokan mereka.
"Hah... Aku tak menyangka akan melakukan hal semacam ini..." Sebastian berhenti di depan pintu masuk Bank sambil menghela nafas.
Sebastian kembali mengingat kejadian semalam saat dirinya melaporkan rencana Nathan kepada Alexander. Tetapi bukannya meminta mencegah ide gila Nathan, Alexander justru tertawa dan meminta Sebastian untuk melakukan apa saja yang ingin dilakukan cucunya.
__ADS_1
Tentu saja Sebastian hanya bisa menurut dan menjalankan tugasnya, meski sebenarnya sedikit merasa tertekan menjalankan pekerjaan kotor semacam ini di usia yang sudah tidak muda lagi.
Dengan langkah panjang Sebastian masuk ke dalam Bank untuk menjalankan tugas memetakan brangkas dan sistem keamanan.
Sementara itu di dalam mobil Nathan, El Chapo, Harold, dan Joe menatap layar laptop yang sudah terhubung dengan kamera tersembunyi di pakaian Sebastian.
Tak lama berselang sesuai rencana Sebastian berhasil masuk ke dalam ruang berisi loker-loker tempat para nasabah menyimpan barang berharga mereka seperti surat penting sampai permata.
Tentu saja Sebastian tidak masuk sendiri melainkan bersama dengan seorang petugas yang mendampinginya untuk menyimpan koper berisi sejumlah berlian.
Berlian itu sendiri di dapatkan Nathan dengan membelinya pada System menggunakan semua poin tukar yang dia miliki, untuk mendapatkan kualitas terbaik.
Meski harus membuang semua poin tukar miliknya sekarang. Tetapi Nathan tidak perduli asalkan rencana perampokan berjalan dengan lancar.
Lagi pula ia masih bisa mendapatkan berlian itu nanti kembali dan mendapat lebih banyak keuntungan setelah menyelesaikan misi yang diberikan System.
Beberapa waktu kemudian Sebastian keluar dari Bank dan masuk ke dalam mobil. Mereka lalu segera pergi menuju Motel untuk membahas rencana selanjutnya.
Setelah sampai dikamar Motel yang mereka sewa. Nathan mengeluarkan sebuah peta berisi denah mengenai kawasan tempat Bank target mereka berada.
"Ini jauh lebih rumit dari yang aku pikirkan. Sistem keamanan mereka cukup ketat dan ditambah berdekatan dengan kantor polisi, merampok Bank itu seperti misi yang mustahil." Ucap Joe sambil menunjuk kantor polisi di peta.
Apa yang dikatakan oleh Joe memang benar. Mereka tidak bisa merampok Bank itu dengan cara biasa mengingat keamanannya yang sangat tinggi.
Untuk sejenak mereka semua memikirkan rencana perampokan dengan cermat. Bahkan Nathan tidak luput memikirkan misi yang harus dia selesaikan ini sebelum waktu habis.
Nathan sebenarnya bisa saja meminta bantuan dari System untuk meretas sistem keamanan Bank. Tetapi ini tidak semudah itu mengingat Bank tersebut memiliki proteksi berlapis.
Lagi pula bantuan dari System tidak akan gratis mengingat sifatnya yang sangat perhitungan dan kikir. Nathan tidak ingin membuang banyak poin tukar nantinya hanya untuk misi kali ini.
__ADS_1