Mafia Order System

Mafia Order System
Lisa


__ADS_3

Nathan lalu meminta kepada Lloyd untuk memotong Berlian raksasa itu sesuai ukuran yang dia butuhkan untuk nantinya dipasangkan pada pilar-pilar Electrical Air Defense yang nanti akan diletakan dibeberapa tempat di negara Amerika Serikat.


Tidak hanya itu saja, Nathan juga meminta kepada Lloyd untuk mencarikan tenaga ahli yang bisa membantunya membuat Electrical Air Defense karena tidak mungkin dia mengerjakan sendiri Mega proyek tersebut.


Lloyd tentu saja menyetujui permintaan dari Nathan dan merasa senang karena dengan begitu para ahli bisa belajar dari pria itu untuk kedepannya bisa mengembangkan sendiri Electrical Air Defense.


Yang tidak diketahui oleh Lloyd tentang proyek ini. Nathan sebenarnya sudah merancang program khusus yang membuat dirinya bisa mengatur Electrical Air Defense secara pribadi. Langkah ini tentu saja sebagai pencegahan apa bila pemerintah berniat mengkhianatinya.


Setelah menyelesaikan pembahasan mengenai proyek Electrical Air Defense. Nathan kemudian meminta kepada Lloyd untuk membawa dirinya menuju proyek rahasia dari misi Apollo 20 saat melakukan transit di Bulan.


Nathan dan Elizabeth kemudian dibawa menuju sebuah ruangan yang didalamnya terdapat mayat seorang wanita. Kondisi wanita itu tampak masih utuh setelah tewas dalam kecelakaan pesawat antariksa 80.000 tahun yang lalu.


Alat bantu pernafasan juga terlihat masih terpasang dengan baik pada bagian wajah mayat wanita itu. Kini Nathan benar-benar sangat yakin sudah pernah bertemu dengan sosok wanita itu sebelumnya.


"Jadi kau kesini hanya untuk melihat mumi seorang wanita saja?" Elizabeth bertanya kepada Nathan dan terlihat sedikit cemburu saat melihat pria itu tampak sangat antusias melihat mayat wanita aneh tersebut.


Nathan mengangguk kemudian mengeluarkan sebuah alat untuk melakukan pemindaian. Dia juga meminta kepada Elizabeth dan Lloyd untuk meninggalkannya sendirian disana karena akan memakan waktu lama..


Melihat ekspresi Nathan yang terlihat serius, Elizabeth dan Lloyd kemudian memutuskan untuk meninggalkan pria itu bersama dengan mayat seorang wanita dari masa 80.000 tahun lalu.


Elizabeth dan Lloyd lalu memutuskan untuk mencari makan di kafetaria yang lokasinya tidak berada terlalu jauh dari sana mengingat Nathan masih akan sangat berada di dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Setelah Elizabeth dan Lloyd sudah pergi. Nathan segera melancarkan aksinya untuk menyelidiki mayat wanita yang berasal dari luar planet bumi atau bahkan Galaxy Milkway.


Wanita itu pernah Nathan temui beberapa waktu saat System mengalami gangguan yang membuatnya terlempar ke dalam sebuah pesawat antariksa berisi tiga makhluk teristial dan sempat kejar-kejaran dengan mereka.


Secara tidak terduga saat Nathan menyentuh wajah mayat wanita itu untuk melakukan penelitian. Tiba-tiba wanita itu mencengkeram erat tangan Nathan dan membuka matanya.


Mata wanita itu terlihat berwarna hitam legam sepenuhnya. Dia kemudian menatap lekat mata Nathan seperti sedang melakukan verifikasi data untuk melakukan pemindaian terhadap penerima pesan.


Begitu memastikan pria itu adalah orang yang selama ini dia cari. Wanita itu tiba-tiba mengeluarkan suara aneh dengan frekuensi tertentu yang membuat telinga Nathan menjadi terasa sangat sakit dan berdengung.


Kesadaran. Nathan perlahan menghilang dan saat sadar dia sudah berada di tempat gelap yang terasa sangat tidak asing. Tempat itu tidak lain merupakan tempat saat System mengalami malfungsi dan membawanya ke dalam sebuah pesawat antariksa.


Tiba-tiba dari arah belakang Nathan dikejutkan dengan suara seorang wanita yang entah mengapa terdengar sangat tidak asing di telinganya, seperti dia sudah pernah mendengarnya.


Penampilan wanita itu sama seperti saat Nathan pertama kali bertemu dengannya di dalam pesawat antariksa. Tetapi dia merasa penasaran karena tidak melihat kehadiran dua rekan wanita itu.


"Siapa kau sebenarnya?" Nathan bertanya dengan ekspresi tenang karena menyadari wanita itu tidak memiliki maksud jahat kepada dirinya. Dia juga menyadari sosok wanita yang ada dihadapannya hanya sebuah proyeksi pembawa pesan.


Sosok wanita itu tiba-tiba tertawa lirih seolah mengerti apa yang sedang Nathan pikirkan. Wanita itu kemudian memperkenalkan diri sebagai Lisa seorang perwakilan dari planet Nebula.


Lisa lalu mengingat kembali saat Nathan tiba-tiba muncul di dalam pesawat antariksa miliknya yang sedang melakukan misi bersama dua temannya untuk menyembunyikan batu pencipta keluar dari planet Nebula bersama ke-dua temannya.

__ADS_1


Disana Lisa menjelaskan jika ada banyak koloni diluar sana yang mengincar eksistensi dari batu pencipta dimana sekarang sudah menyatu dengan tubuh Nathan. Wanita itu memberikan pesan untuk berhati-hati karena cepat atau lambat dia akan segera bertemu dengan musuh yang tidak pernah dibayangkan kekuatannya.


Saat Nathan bertanya apa yang perlu dia khawatirkan. Lisa tidak menjawab pertanyaan dan hanya menyarankan kepada pria itu untuk secepatnya pergi jika tidak ingin semua manusia yang tinggal di bumi musnah sama seperti koloninya di planet Nebula.


Belum sempat Nathan bertanya lebih jauh lagi, pesan proyeksi yang dibawa oleh Lisa tiba-tiba berakhir dan membuatnya keluar dari tempat tersebut. Saat terbangun Nathan terkejut menemukan dirinya berada disebuah fasilitas kesehatan.


"Dasar bodoh apa yang sebenarnya kau lakukan tadi disana?!" Elizabeth terlihat menangis dan kesal saat melihat Nathan akhirnya bangun setelah tadi ditemukan tergeletak dilantai seorang diri.


Sebenarnya ilmuan yang menemukan Nathan tidak sadarkan diri sebelumnya merasa heran karena tidak mendapati mayat Lisa disana seolah-olah lenyap begitu saja tanpa meninggalkan jejak.


"Aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi terjadi. Saat memeriksa mayat wanita itu tiba-tiba aku kehilangan kesadaran. Maaf sudah membuatmu khawatir..." Balas Nathan sambil mengusap rambut Elizabeth.


Pandangan Nathan kemudian tertuju ke arah Lloyd yang tampak merasa lega saat melihat dirinya baik-baik saja setelah ditemukan tergeletak tidak sadarkan diri di lantai di ruangan sebelumnya.


Lloyd kemudian meminta Nathan untuk tidak memaksakan diri jika sedang merasa lelah mengingat pria itu baru saja tiba setelah melakukan penerbangan selama berjam-jam dari Kota Philadelphia.


Nathan hanya mengangguk sebelum akhirnya Lloyd memutuskan pergi untuk memberikan ruang kepadanya dan juga Elizabeth setelah melihat mereka ternyata menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman kerja saja.


Elizabeth kemudian naik keatas ranjang dan tidur sambil memeluk tubuh Nathan. Wanita cantik itu terlihat kelelahan setelah melakukan penerbangan jauh ditambah dengan masalah Nathan yang sebelumnya pingsan.


Disana Nathan hanya bisa menghela nafas berat dan mulai membelai rambut Elizabeth. Pria itu sekarang memikirkan pesan berupa sebuah peringatan yang sebelumnya Lisa sampaikan tentang invasi ke planet Nebula.

__ADS_1


Nathan sebenarnya merasa penasaran bagaimana bisa pesawat antariksa yang dikendalikan Lisa dan ke-dua temannya bisa mengalami kecelakaan di bulan. Pria itu menduga jika mereka pasti mendapat serangan dari koloni yang mengetahui misi mereka.


__ADS_2