
Anthony dengan antusias menceritakan kasus yang sudah membuat ke-dua putranya tewas kepada Elizabeth. Ia sangat berharap wanita cantik itu bisa mengangkat kembali kasus yang sudah ditutup-tutupi oleh beberapa pihak.
Pertama Anthony menceritakan kasus kematian Austin kepada Elizabeth. 7 Bulan yang lalu saat Anthony dan Austin kembali dari sebuah pertandingan UFC, sekelompok orang tiba-tiba menembaki mobil mereka hingga membuat Austin kehilangan nyawa.
Dalam peristiwa tersebut Austin menerima delapan tembakan termasuk tiga tembakan di bagian kepala. Sementara Anthony terkena empat luka tembak dibagian lengan dan dada yang tidak terlalu parah.
Anthony mencurigai jika kejadian tersebut pasti berkaitan dengan perjudian yang dilakukan oleh sejumlah pihak berpengaruh.
Mungkin saja karena Austin memenangkan pertandingan malam itu membuat sejumlah pihak mengalami kerugian besar hingga menaruh dendam kepadanya.
Austin sendiri merupakan pemula yang baru masuk ke dalam pertarungan UFC. Entah kebetulan atau tidak malam itu Austin berhadapan dengan seorang petarung senior yang menjadi jagoan beberapa orang berpengaruh.
Kasus penembakan yang terjadi malam itu sampai sekarang tidak kunjung ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian di daerah tersebut. Anthony tentu saja sadar jika ini pasti berkaitan dengan dirinya yang berasal dari Nigeria.
Jujur saja Anthony sangat menyanyangkan lemahnya hukum yang seharusnya sangat kuat di sebuah negara penganut demokrasi terbesar seperti Amerika.
Elizabeth mulai mencatat cerita mengenai Austin. Meski tidak terlalu penting untuk dirinya, tetapi jika ini memang benar berkaitan dengan Nathan maka tentu saja akan menjadi kasusnya juga.
Wanita cantik itu kemudian meminta Anthony melanjutkan ceritanya. Kali mengenai anak bernama Nathan yang dikabarkan juga tewas.
Anthony mengangguk paham dan mulai menjelaskan kasus yang membuat anak angkatnya tewas empat bulan setelah kematian Austin, atau lebih tepatnya tiga bulan yang lalu.
Lima tahun yang lalu saat Nathan sudah menginjak usia 18 tahun. Ada sebuah perdebatan yang terjadi antara pria itu dengan Anthony, hingga membuatnya memutuskan untuk meninggalkan rumah dan merantau ke New York.
Selama lima tahun ini Anthony dan Austin sudah berusaha mencari keberadaan Nathan dengan menggunakan berbagai cara.
__ADS_1
Tujuan Austin mengikuti ajang UFC tidak lepas kaitanya dengan Nathan. Dalam setiap pertandingan UFC yang Austin ikuti, dia selalu menyampaikan pesan di media untuk meminta Nathan agar kembali dan menyelesaikan masalah keluarga.
Entah apakah Nathan mendengar pesan dari Austin atau tidak. Pria itu sampai detik ini juga belum menunjukan batang hidungnya sampai dengan kematian kakak angkatnya.
Hingga suatu hari Anthony melihat berita di televisi yang memberitakan penangkapan Nathan anak angkatnya, akibat terjerat kasus penyelundupan narkotika skala internasional.
Hari itu Anthony akhirnya bisa melihat kembali wajah Nathan yang sudah tidak dia lihat selama lima tahun. Tentu saja Anthony merasa sangat senang melihat Nathan tumbuh dengan sehat dalam lima tahun ini meski pada akhirnya harus memakai pakaian tahanan.
Saat menyimak berita yang mengatakan jika Nathan terjerat kasus penyelundupan narkotika. Anthony jelas tidak percaya karena dia tahu betul anak angkatnya sangat menjahui barang tersebut dari kecil.
Anthony menjadi curiga saat melihat sebuah luka ditangan Nathan ketika menjumpai pers. Kecurigaanya semakin bertambah saat anak angkatnya langsung di adili malam itu juga tanpa adanya proses hukum.
Bahkan saat mencoba informasi mengenai pemakaman Nathan. Setiap kantor polisi yang Anthony kunjungi selalu memberikan berbagai macam alasan seolah kasus ini sudah resmi ditutup.
Elizabeth yang mendengar kisah Nathan dari Anthony langsung mengingat kembali kasus ini karena kejadianya masih terbilang sangat baru.
Elizabeth kemudian membuka tablet miliknya dan mencari foto Nathan saat jumpa pers. Ia ingin mencari kecocokan antara Nathan putra angkat Anthony dengan Nathan yang dirinya kenal.
Dua foto Nathan yang sekarang dan tiga bulan lalu kemudian Elizabeth cocokan. Seketika wanita cantik itu terkejut saat menemukan kecocokan yang mendekati 100%.
Point yang membedakan Nathan sekarang dan tiga bulan lalu hanya berat badan serta ekspresi wajah pria itu saja sebenarnya. Jadi tidak sulit untuk Elizabeth melakukan analisis meski jejak digital Nathan sudah di hapus total dari internet baru-baru ini.
Elizabeth seketika tercengang setelah mendapati jika pria yang dia kenal selama ini merupakan seorang kriminal yang diberitakan sudah tewas di eksekusi dibawah pimpinan Margareth.
Merasa ada kejanggalan dalam kasus ini. Elizabeth langsung bergegas pergi mencari keberadaan Nathan untuk meminta penjelasan langsung dari mulut pria itu agar masalah ini menjadi lebih jelas.
__ADS_1
"Nona, kau ingin pergi kemana?!" Anthony berusaha mengejar Elizabeth tetapi tidak sempat karena wanita cantik itu langsung menancap gas mobil dengan cepat.
Melihat Elizabeth yang pergi begitu saja membuat Anthony merasa bingung. Sekarang dia mempertanyakan tujuan wanita cantik itu ke tempatnya karena sama sekali tidak membahas soal keuangan bersamanya.
Tiba-tiba sebuah mobil parkir di depan tempat pangkas rambut milik Anthony. Seorang pria berjas rapih kemudian keluar dan menghampiri Anthony yang masih terpaku di depan pintu masuk.
"Maaf mengganggu... Apakah benar anda Tuan Anthony? Saat datang atas panggilan Tuan Alexander." Tanya pria itu yang tidak lain adalah Sebastian.
Melihat pria yang mengaku sebagai perwakilan Nathan. Sontak saja membuat Anthony merasa bingung karena jika Sebastian merupakan orang yang Nathan maksud, lalu siapa wanita cantik sebelumnya.
Disisi lain Elizabeth memacu mobilnya lebih cepat di bawah guyuran hujan. Jujur sekarang dia sangat membutuhkan penjelasan dari Nathan mengingat kasus ini melibatkan atasanya yaitu Margareth.
Elizabeth tidak bisa membayangkan jika mereka bertiga saling berhadapan untuk mencari tahu konspirasi besar yang membuat Nathan dieksekusi tanpa ada proses pengadilan terlebih dulu.
...****************...
Sementara itu di pemakaman San Maria. Seorang pria berdiri di hadapan sebuah makam tanpa memperdulikan hujan deras yang mengguyur tubuhnya.
"Maafkan aku karena bisa menemuimu, Kakak..." Gumam Nathan sambil memperhatikan makam milik Austin dengan tubuh yang sudah basah kuyup.
Melihat makam milik Austin membuat perasaan bersalah langsung menyerang Nathan. Pria itu berpikir jika dirinya tidak keluar dari rumah 5 tahun lalu, mungkin saja Austin sekarang masih hidup.
Nathan menyalahkan dirinya sendiri yang sudah membuat Austin berakhir seperti ini hanya untuk membawanya pulang kembali ke rumah.
Seandainya Nathan tidak mementingkan egonya dan sibuk dengan dunia percintaan. Mungkin semua ini tidak akan terjadi dan mereka bertiga masih bisa berkumpul sekarang.
__ADS_1
Kenangan bersama Austin seketika marasuki pikiran Nathan yang sekarang sedang sangat terpuruk saat mengetahui kematian kakaknya dari Anthony sebelumnya.
Hujan deras menyamarkan air mata Nathan yang sangat jarang keluar. Bahkan saat dirinya mendapati kenyataan bahwa Roxy berselingkuh dengan atasannya, dia sama sekali tidak mengeluarkan air mata.