Mafia Order System

Mafia Order System
Taman Hiburan


__ADS_3

Raut wajah Elizabeth terlihat kebingungan saat Nathan memarkirkan mobil mereka di sebuah taman hiburan. Ia sama sekali tidak pernah sekalipun membayangkan jika pria itu akan membawanya ke sana.


Elizabeth berpikir Nathan akan membawanya ke tempat membosankan seperti danau atau museum mengingat jika pria itu sangat menyukai ketenangan dan sejarah.


Terlepas dari Nathan membawanya ke taman hiburan. Elizabeth mulai menduga-duga apakah pria itu diam-diam sengaja ingin berkencan bersama dirinya karena terlalu malu untuk mengajaknya.


"Jadi kenapa kau membawaku ke tempat ini?" Elizabeth bertanya sambil tersenyum kecil. Padahal dia sudah bisa menebak maksud Nathan mengajaknya ke taman hiburan.


Tetapi senyuman indah diwajah Elizabeth seketika langsung hilang setelah mendengar jawaban dari Nathan yang membuatnya menjadi kesal.


"Tentu saja untuk mencari hiburan di akhir pekan. Kalau kau tidak suka silahkan pulang. Kunci mobil akan aku tinggal disini." Balas Nathan sebelum keluar dari dalam mobil meninggalkan Elizabeth disana sendirian.


Tanpa menghiraukan Elizabeth yang sedang menggerutu kesal di dalam mobil. Nathan melenggang pergi memasuki taman hiburan yang sudah sangat ramai.


Melihat Nathan pergi begitu saja dan mengatakan perkataan yang cukup menyakitkan tentu membuat Elizabeth merasa sangat kesal, hingga membuatnya ingin menembak pria tiu dari dalam mobil.


"Dasar pria gila! Bagaimana bisa kau membiarkan seorang wanita sendirian di dalam mobil dan mengusirnya, sementara kau asik bermain di taman hiburan?!"


Dengan kesal Elizabeth menendang dashboard mobil beberapa kali sambil terus melontarkan umpatan kasar kepada Nathan sampai membuat wajahnya menjadi sedikit memerah.


Nafas Elizabeth mulai memburu. Dengan kesal dia mencabut kunci mobil dan segera berlari menyusul Nathan yang sedang berada di loket pembelian tiket masuk.


Belum sempat Elizabeth ingin memukul Nathan dan melontarkan umpatan langsung di depan wajahnya. Tiba-tiba pria itu langsung meraih pundaknya dan membuat jarak mereka menjadi sangat dekat.


Elizabeth yang semula sangat marah langsung menjadi gugup dan terlihat kikuk saat Nathan merangkulnya. Tanpa sadar dia mulai menundukan kepala kebawah untuk menutupi wajahnya yang sedikit memerah.


Wanita cantik itu tiba-tiba merasakan detak jantungnya mulai bertambah cepat dan merasa senang di waktu yang bersamaan. Dia sekarang benar-benar bingung dengan apa yang sebenarnya kepada dirinya saat ini.

__ADS_1


Kondisi ini semakin diperparah saat Elizabeth bisa menghirup aroma tubuh Nathan dan merasakan kehangatan saat berdekatan dengan pria itu secara langsung.


Tetapi semua perasaan melambung ke langit yang Elizabeth rasakan langsung jatuh secara tajam ke dasar tanah, setelah Nathan memanfaatkannya untuk mendapatkan harga tiket masuk dengan sebuah promo.


Ada sebuah pelakat yang terpampang dengan sangat jelas jika pasangan bisa membeli satu tiket untuk masuk berdua ke dalam taman hiburan. Mereka juga mendapatkan suvenir berupa topi dari sebuah karakter yang ada di taman hiburan tersebut.


Setelah masuk ke dalam taman hiburan. Elizabeth langsung menarik kerah baju milik Nathan dan meminta penjelasan kepada pria itu karena sudah berani memanfaatkan dirinya.


"Apa kau baru saja menjualku, huh?!" Tanya Elizabeth dengan kesal sambil mengeratkan cengkraman tangan yang meraih kerah baju milik Nathan.


Elizabeth benar-benar tidak habis pikir Nathan akan memanfaatkan dirinya hanya untuk sebuah tiket masuk seharga 150 dollar yang membuatnya merasa terasa sangat hina seperti seorang wanita murahan.


Nathan yang merasa tercekik dan hampir kehabisan nafas berusaha melepaskan cengkraman Elizabeth. Tetapi wanita cantik itu justru semakin mengencangkan cengkraman hingga membuatnya ingin pingsan.


"Terkadang kau perlu belajar untuk berhemat dan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya." Balas Nathan sambil memberontak dari cengkraman tangan Elizabeth yang sangat kuat.


Elizabeth penasaran siapa orang yang membuat Nathan sangat pelit dan ingin menyumbat mulut orang itu menggunakan emas batangan.


Yang tidak Elizabeth ketahui. Nathan sebenarnya menjadi sangat kikir dan pelit karena ulah dari System yang selalu mencari keuntungan disaat pria itu sedang terhimpit masalah.


Elizabeth mengumpat kepada Nathan dengan mangatakan pria itu tinggal membeli saja taman hiburan jika tidak ingin mengeluarkan uang untuk membeli tiket masuk.


Tetapi Nathan sama sekali tidak perduli dan memberitahu kepada Elizabeth jika bukan seperti itu cara kerjanya. Meski sekarang dia memiliki banyak uang. Sebagai orang yang pernah hidup di jalanan, membuang-buang uang rasanya masih sangat menyakitkan.


Tanpa Nathan dan Elizabeth sadari. Mereka sekarang sudah menjadi tontonan beberapa pengunjung yang mengira jika keduanya merupakan pasangan yang sedang bertengkar.


Beberapa pria yang berjalan bersama pasanganya merasa iba dan seolah mengerti perasaan Nathan saat melihatnya dimarahi oleh Elizabeth.

__ADS_1


Merasa jika menasehati Nathan merupakan hal yang percuma untuk dilakukan. Elizabeth akhirnya melepaskan pria itu dan membelakangi karena merasa kesal.


Nathan sendiri akhirnya bisa bernafas lega dan bisa menghirup udara segar kembali setelah hampir dibuat mati oleh Elizabeth yang menurutnya sangat kejam.


Situasi diantara mereka sekarang menjadi sangat canggung. Nathan sadar dia sudah membuat kesalahan dan ingin meminta maaf kepada Elizabeth.


Namun saat melihat wanita cantik itu berdiri membelakangi dirinya dan terlihat kesal. Nathan bingung harus meminta maaf dengan cara apa.


Pandangan Nathan kemudian tidak sengaja menangkap kearah sebuah toko penjual es krim. Berpikir sebuah es krim bisa meredakan amarah seorang wanita, akhirnya dia memutuskan untuk pergi membelinya.


Disisi lain Elizabeth yang menunggu Nathan meminta maaf kepadanya, tidak kunjung mendengar suara dari pria itu. Saat berbalik badan untuk mengecek, Elizabeth tidak menemukan keberadaan Nathan disana.


Elizabeth seketika terdiam seribu bahasa. Dia tidak menyangka jika Nathan akan benar-benar meninggalkan dirinya begitu saja.


"Sebenarnya apa kau pikirkan Elizabeth? Apa kau tak melihatnya jika dia sama sekali tidak memperdulikanmu." Gumam Elizabeth sambil menyeka air matanya yang tiba-tiba jatuh dan berusaha untuk tetap tersenyum.


Sejak bertemu dengan Nathan, Elizabeth merasa dirinya menjadi lebih mudah menangis tanpa sebab. Ini tentu saja tidak seperti dirinya yang dulu dimana selalu terlihat tegar saat menghadapi masalah seberat apapun.


Elizabeth sekarang benar-benar merasa perasaan aneh yang dia rasakan sudah sangat mengganggunya. Dia sangat ingin menghilangkan perasaan aneh itu yang sudah membuat pekerjaanya terganggu.


Saat Elizabeth sedang meratapi kesedihan. Tiba-tiba Nathan muncul dengan membawa dua buah es krim rasa coklat di tangannya.


"Hei-hei... Ada apa dengamu kenapa menangis? Apa seseorang sudah mengganggumu? Katakan saja siapa orangnya dan aku akan membuatnya tidak bisa melihat matahari besok."


Nathan mencoba untuk menengkan Elizabeth dan menghiburnya agar berhenti menangis, sambil memegang dua buah es krim coklat ditangannya.


Perlahan Elizabeth mulai mengangkat wajahnya dan membuka mata. Saat melihat sosok Nathan yang terlihat khawatir sambil membawa es krim didepannya, sebuah ingatan masa lalu seketika terlintas di dalam benaknya.

__ADS_1


__ADS_2