
Nada panggilan mulai berdering dari ponsel milik Elizabeth saat menghubungi salah satu anak buahnya yang bernama Katarina. Bukan tanpa alasan ia memilih menghubungi anak buahnya satu itu.
Elizabeth sangat mengenal Katarina yang tidak bisa lepas dari ponsel dan laptopnya. Tidak seperti anggota lainnya yang lebih suka menikmati kehidupan didunia nyata dari pada menghabiskan berjam-jam menatap layar monitor.
Benar saja tidak berselang lama Katarina langsung mengangkat panggilan dari Elizabeth. Ia sendiri sekarang terlihat sedang bersantai di ayunan pinggir kolam, sementara teman-temannya sedang berenang.
"Halo... Ada apa kau memanggilku malam-malam begini, Ketua? Biar aku tebak, apa kau ingin mengeluh tentang pria itu lagi?" Tanya Katarina sambil mengunyah kacang almond.
Katarina tampak sudah bisa menebak jika Elizabeth ingin curhat mengenai pekerjaannya. Hal ini tidak terlepas dari perilaku Elizabeth yang setiap malam akan menghubungi dirinya untuk membicarakan pria bernama Nathan.
Bahkan telinga milik Katarina seolah sudah diprogram ulang untuk menerima transmisi suara Elizabeth yang selalu mengumpat dengan nada cukup tinggi setiap malam.
Dari lima anggota lain di regu tersebut, Elizabeth akhir-akhir ini lebih sering menghubungi Katarina sebab merasa anggotanya yang lain tidak berani memberikan saran kepada dirinya.
"Tidak... Aku ingin membicarakan hal selain pria brengsek itu..." Balas Elizabeth sambil menyeka air mata yang mengalir di pipinya.
Entah sudah berapa kali Elizabeth mencoba agar tidak menangis dia sama sekali belum berhasil. Jika ada orang lain yang melihat prajurit tangguh seperti dirinya menangis, Elizabeth tentu akan merasa sangat malu dan lebih baik mati.
Mendengar balasan dari Elizabeth membuat Katarina mengerutkan keningnya. Meski samar-samar dia masih bisa mendengar jika wanita cantik itu seperti sedang menangis sesenggukan.
"Apa kau baik-baik saja, Ketua?" Tanya Katarina sambil memperbaiki posisi duduk dan mencoba memahami suasan hati Elizabeth.
Sangat jarang bahkan tidak pernah sekalipun Katarina dan anggota yang lain melihat Elizabeth menangis. Saat mendengar nada bicara wanita cantik itu yang sesenggukan, jelas membuat Katarina terkejut.
Biasanya seberat apapun masalah yang dihadapi Elizabeth bahkan sampai mengancam nyawanya sekalipun, wanita cantik itu selalu bisa bertahan dan tidak pernah mengeluh sampai menangis seperti sekarang ini.
__ADS_1
"Ya, aku baik-baik saja. Ada debu dimataku tadi, mungkin karena aku sedang berada diluar." Balas Elizabeth sambil tertawa ringan untuk memecah suasana.
Bagaimanapun Elizabeth tidak mungkin mengatakan jika dirinya sedang menangis tanpa sebab yang jelas kepada Katarina. Dia tidak ingin dianggap lemah terutama oleh anak buahnya sendiri.
Mendengar perkataan Elizabeth tentu saja Katarina tidak percaya. Bagaimanapun mereka sudah bersama-sama selama beberapa tahun, dan bagaimana bisa ia tidak mengetahui jika Ketuanya sedang berbohong.
Katarina sangat mengetahui Elizabeth tidak bisa menyembunyikan kebohongan, mengingat sikap wanita cantik itu yang lebih suka terus terang.
Tetapi Katarina tidak ingin bertanya lebih lanjut kepada Elizabeth alasannya menjadi sedih. Setidaknya untuk sekarang dan tentu saja dia akan bertanya langsung saat mereka bertemu secara pribadi.
Sebenarnya Katarina bisa menebak jika masalah yang sedang dihadapi oleh Elizabeth berkaitan dengan Nathan, mengingat Ketuanya sering membicarakan pria itu setiap malam.
"Oh iya... Aku ada pekerjaan untuk kalian. Besok jam tiga pagi aku ingin kalian semua sudah ada ditempaku. Jika telat satu menit saja bersiaplah untuk menerima konsekuensinya." Ucap Elizabeth kemudian mematikan panggilan.
Raut wajah Katarina seketika menjadi panik. Dia bersama anggota yang lain sekarang berada di Los Angeles dan tidak mungkin bisa sampai ditempat Elizabeth berada dalam kurun waktu 6 jam saja.
"Arghhh! Bagaimana ini?!" Dengan panik Katarina membuka laptopnya untuk mencari tiket pesawat yang bisa menerbangkan dirinya dan empat anggota lain menuju Philadelphia malam itu juga.
Tetapi sayangnya Katarina tidak menemukan tiket pesawat yang sesuai, dan menjadi lebih panik karena takut dengan konsekuensi yang akan diberikan oleh Elizabeth.
Konsekuensi yang akan diberikan tentu saja sangat serius apa lagi saat suasan hati Elizabeth sedang buruk seperti sekarang ini. Wanita cantik itu bisa saja langsung memecat semua anggotanya.
Tentu Katarina tidak ingin di pecat dari pekerjaan yang membuatnya bisa hidup mewah seperti sekarang. Dia tidak mau lagi harus menjadi pekerja paruh waktu dan menghabiskan sisa hidupnya dengan menatap layar monitor sepanjang hari.
Disisi lain Jasmine, Mike, Teo, dan Baron yang baru kembali merasa heran saat melihat raut wajah Katarina yang panik saat sedang mengotak-atik laptop miliknya.
__ADS_1
"Ada apa? Tidak biasanya kau terlihat panik seperti ini?" Mike bertanya sambil meraih Jus milik Katarina yang ada di atas meja tanpa permisi untuk dia minum.
Katarina kemudian menjelaskan kepada semua orang tentang apa yang sebenarnya terjadi, dimana Elizabeth meminta mereka semua sudah ada di Philadelphia pukul 3 pagi. Jika tidak maka mereka akan menerima konsekuensi yang sangat berat.
Mendengar penjelasan dari Katarina seketika membuat semua orang terkejut bahkan Mike sampai menyemburkan Jus yang sedang dia minum.
Dengan panik semua orang langsung berlari menuju kamar masing-masing untuk mengemasi pakaian, bahkan Baron yang merupakan anggota paling tenang sekalipun sekarang ikut-ikutan panik.
Mereka sadar jika Elizabeth tidak akan main-main dengan peringatan konsekuensi yang sudah diberikan. Semua orang tentu tidak ingin mendapat hukuman dari wanita cantik tetapi juga bertangan besi itu.
Dari semua anggota yang ada, Mike merupakan orang yang paling panik mengingat jika masalahnya sudah seperti ini pasti dirinya akan menjadi samsak tinju oleh Elizabeth.
Mike masih ingat bagaimana terakhir kali dirinya menjadi samsak Elizabeth untuk melampiaskan kekesalannya. Meski bisa bertahan selama 10 menit, dia pada akhirnya harus tumbang dan mendapat luka cukup serius.
Untungnya di kelompok itu ada Jasmine yang merupakan spesialis medis. Jadi setiap luka yang diderita Mike setelah sparing melawan Elizabeth bisa segera di obati.
Katarina yang tidak mendapatkan tiket pesawat akhirnya menghubungi kenalannya yang merupakan pilot amatir dan meminta bantuan kepadanya.
*****
Sementara itu setelah menghubungi Katarina. Elizabeth menarik nafas dalam-dalam dan memenangkan pikiran sebelum pergi dari rooftop untuk menemui Nathan serta anggota yang lain.
Ketika sampai dan baru membuka pintu ruangan VIP. Elizabeth melihat Nathan dan anggota yang lain sedang bersenang-senang bermain kartu.
Menyadari kehadiran Elizabeth, Nathan secara reflek langsung melihat kearah wanita cantik itu yang sedang berdiri di depan pintu masuk.
__ADS_1
Saat mata mereka bertemu Elizabeth langsung menutup pintu dengan keras sampai membuat semua orang yang ada di dalam ruangan VIP terkejut, dan pergi meninggalkan mereka begitu saja.
"Ada apa dengan wanita itu?" Tanya Nathan yang hanya dibalas dengan gelengan kepala oleh Joe, Mike, dan Sebastian.