
Dengan semua perasaan kesal di dalam dirinya, Elizabeth mencoba menguatkan tekad untuk membongkar praktek kejahatan yang dilakukan oleh Nathan bersama para anggotanya.
Selain memiliki misi untuk mencari tahu teknologi Electrical Gun V-1. Elizabeth sebenarnya memiliki tujuan lain yaitu mencari bukti semua kejahatan yang sudah dilakukan oleh Nathan agar bisa memenjarakan pria itu.
Elizabeth kemudian mendatangi laboratorium perakitan Electrical Gun V-1 yang terletak di lantai 52 untuk melihat seperti apa kegiatan para pekerja disana.
Kamera tersembunyi sudah terlebih dulu Elizabeth persiapkan untuk merekam, yang nantinya hasil rekaman tersebut akan dikirimkan kepada Margareth sebagai laporan harian.
Setibanya dilantai 52 mata Elizabeth langsung membelalak lebar. Dia hanya bisa terpaku saat melihat alat-alat berteknologi yang membuat tempat tersebut seperti dunia lain.
Pandangan Elizabeth kemudian tertuju kearah empat orang pria yang sebelumnya dia temui saat bersama dengan Nathan. Dia melihat mereka saat ini sedang makan bersama beberapa orang pekerja yang masih ada disana.
Disisi lain Joe yang menyadari kedatangan Elizabeth langsung memanggil wanita cantik itu untuk bergabung makan bersama mereka.
Tetapi jawaban yang diberikan oleh Elizabeth sangat tidak menyenangkan, dimana wanita cantik itu justru mengabaikan ajakan Joe dan memilih untuk berkeliling ditempat produksi yang saat ini sedang berhenti beroperasi.
"Siapa wanita cantik itu? Sikapnya kasar sekali." Tanya seorang pekerja berkulit hitam sambil melihat ke arah Elizabeth dengan tatapan tidak suka.
Bukan hanya pekerja berkulit hitam itu saja yang tidak suka saat melihat sikap Elizabeth yang terkesan sangat angkuh dan sombong. Semua pekerja disana juga merasakan hal yang sama dengannya.
"Dia asisten baru Bos atau mungkin bisa dibilang agen rahasia yang sedang menyamar. Sebaiknya kalian semua berhati-hati dengannya." Harold menjelaskan kepada para pekerja yang belum mengetahui informasi ini.
Mendengar jawaban dari Harold tentu membuat semua pekerja bertanya-tanya. Tetapi setelah diberikan penjelasan serta arahan, mereka pada akhirnya mengerti dan siap mematuhi instruksi yang akan diberikan selanjutnya.
Setelah berkeliling untuk membuat rekaman, Elizabeth memutuskan memeriksa hasil rekamannya terlebih dulu dikamar mandi sebelum nantinya akan dikirim kepada Margareth.
__ADS_1
Elizabeth harus menalan kenyataan pahit saat mendapati jika kamera tersembunyi yang sebelumnya dia persiapkan tidak mampu bekerja, seolah segala barang elektronik dari dunia luar tidak bisa digunakan saat memasuki ruangan produksi senjata.
Dengan kesal Elizabeth membuang kamera tersembunyi dan alat penyadap yang terpasang di tubuhnya, karena merasa alat-alat tidak bisa berguna dan hanya membuat dirinya merasa tidak nyaman.
"Pria itu ternyata tidak sebodoh yang aku pikirkan. Sialan..." Elizabeth berdecak kesal menyadari jika Nathan lebih maju 5 langkah darinya.
Elizabeth tidak menyangka jika penjahat yang dia incar nyatanya sangat pintar sampai membuat dirinya sekarang terlihat bodoh, karena semua langkahnya sudah diketahui oleh Nathan.
Pada akhirnya karena tidak mendapatkan hasil, Elizabeth memutuskan untuk menyudahi penyelidikan di hari pertama dan ingin mendinginkan kepala sejenak sebelum menemui Nathan untuk mempelajari kehidupan penjahat itu.
Saat Elizabeth keluar dari toilet tanpa sengaja ia bertemu dengan salah satu anak buah milik Nathan yaitu Joe, yang saat ini sedang cuci tangan di wastafel.
Mengetahui jika pria bernama Joe itu cukup ceroboh dan memiliki pemikiran yang dangkal. Elizabeth langsung terpikir untuk menggali informasi dari pria itu.
Tanpa basa-basi Elizabeth langsung menawarkan sejumlah uang dengan nominal yang tidak sedikit kepada Joe agar mau memberikan informasi tentang senjata Electical Gun V-1.
Elizabeth kembali harus menelan kenyataan pahit karena langsung ditolak oleh seorang pria yang menurutnya memiliki paras lebih buruk dari kotoran kuda.
Sebenarnya Elizabeth bisa saja membuat Joe buka suara dengan cara kasar. Tetapi melihat pria itu sangat loyal kepada Nathan, langsung membuat dirinya merasa percuma saja karena sampai matipun Joe tidak akan pernah buka suara.
Joe menggelengkan kepala sambil memegang perutnya yang terasa sakit setelah di sikut oleh Elizabeth. Ia kemudian berpikir bagaimana bisa wanita secantik itu ternyata memiliki sifat yang sangat kasar.
"Seleramu ternyata sangat buruk, Bos. Meski dia cantik kenapa kau harus memilih wanita kasar, licik, dan penuh tipu muslihat sepertinya?" Gumam Joe sambil melihat kearah pintu tempat Elizabeth keluar.
Alasan Joe menolak tawaran dari Elizabeth tidak lain karena dia takut kepada Nathan. Menurutnya hanya orang bodoh saja yang akan menghianati seseorang yang bisa menghidupkan kembali orang mati.
__ADS_1
Sampai detik ini Joe masih merasakan aura dingin disekitar lehernya, ketika mengingat ancaman yang diberikan Nathan dimana dirinya bisa mati kapan saja jika Sebastian menekan pemantik pada alat khusus.
Memikirkan saat kepalanya meledak membuat Joe bergidik ketakutan. Sekarang Joe berpikir dari pada berkhianat, lebih baik menikmati hidupnya sekarang.
Meski terkesan diperbudak. Entah mengapa Joe merasa lebih bebas, lagipula Nathan tidak pernah melarangnya saat mengunjungi Klub bersama El Chapo setiap malam.
Tentu saja Joe dan El Chapo sudah mengajak Harold serta Sebastian untuk ikut bersenang-senang bersama mereka di Klub. Tetapi dua orang itu langsung menolak dengan alasan sudah terlalu tua untuk melakukannya.
Untuk Nathan mereka berdua tidak berani mengajaknya menikmati hiburan malam, karena mengetahui informasi dari Sebastian jika suasana hati Bos mereka sedang buruk setelah hubungannya berakhir dengan seorang wanita yang sudah membunuh calon anaknya.
Sementara itu Nathan seorang diri sedang sibuk merakit sebuah alat di laboratorium dan hanya ditemani suara musik dari radio di dekatnya.
[ Selamat kepada Tuan rumah! Misi khusus menjalin hubungan kerjasama bersama pemerintah Amerika Serikat berhasil diselesaikan sebelum waktu habis! ]
[ Hadiah : 100.000 Poin Tukar, 100 Juta USD, Cetak Biru Electro Armour V-1. Hadiah sudah dimasukan kedalam penyimpanan dimensi. Silahkan diperiksa! ]
Mendengar notifikasi misi sudah selesai dari System. Nathan tersenyum kecil dan memeriksa saldo Poin Tukarnya yang sudah menyentuh nominal tertinggi untuk pertama kalinya.
"Hahaha... Aku kaya!" Nathan tertawa lepas melihat jumlah uang di akunnya yang sangat banyak setelah ditambah dengan uang kontrak dari pemerintah.
Untuk merayakan kesuksesan instan yang dia dapatkan. Nathan naik keatas rooftop dan menyiapkan sebuah alat yang khusus untuk menembakan uang kertas.
Nathan kemudian mengeluarkan satu tumpuk uang sebanyak 10 Juta Dollar, dan membuang semua uang tunai itu menggunakan mainan ditangannya.
Orang-orang yang ada di sekitar gedung milik Nathan seketika berhamburan keluar dari mobil menyusul para pejalan kaki untuk mengambil uang yang jatuh dari langit.
__ADS_1
Nathan dan semua orang yang mengambil hujan uang itu tampak sangat senang. Sementara itu di dalam gedung Sebastian, Joe, El Chapo, dan Harold hanya bisa terperangah melihat perbuatan yang dilakukan oleh Nathan.