Mafia Order System

Mafia Order System
Mata-Mata


__ADS_3

Pukul 10 malam waktu setempat. Nathan beserta Elizabeth dan Sebastian akhirnya sampai di Kensington Philadelphia.


Saat memasuki kawasan tersebut, banyak pecandu memperhatikan mobil mereka dari pinggir jalan seolah melihat sebuah harta karun.


Awalnya mereka berniat menghadang mobil Rolls Royce Phantom itu untuk mendapatkan uang. Tetapi melihat ada tiga mobil polisi yang mengawal, para pecandu itu akhirnya hanya bisa menggigit jari mereka.


Setibanya di depan Bar tiga mobil polisi yang sebelumnya mengawal perjalanan Nathan langsung pergi setelah menyelesaikan tugas mereka.


Nathan, Elizabeth, dan Sebastian kemudian masuk ke dalam Bar tanpa perlu menunjukan kartu keanggotaan kepada para penjaga bertubuh kekar yang menjaga di depan pintu masuk.


Dengan sopan para penjaga membukakan pintu masuk dan jika diperhatikan lebih teliti mereka menyimpan sebuah senjata yang sudah tidak asing lagi.


Saat masuk ke dalam mereka langsung bisa melihat sudah ada banyak orang dari berbagai kalangan sedang bermain permainan judi dan menikmati pertunjukan beberapa penari.


Jika dilihat sekilas Bar itu lebih mirip seperti sebuah Kasino mewah yang terlihat sangat mencolok mengingat lokasinya berada di kawasan yang terbilang cukup kumuh.


Nathan sejenak terpaku saat melihat para penari tiang yang memakai pakaian minim. Tetapi dia langsung tersadar saat Elizabeth tiba-tiba berdecak sambil menatapnya seperti melihat seekor hama.


"Apa?" Tanya Nathan yang tidak mengetahui alasan Elizabeth tiba-tiba menjadi kesal lagi setelah sebelumnya mereka menjadi sedikit lebih akur.


Elizabeth tidak menjawab pertanyaan dari Nathan dan hanya berdecak kesal sambil melenggang pergi meninggalkan pria itu menyusul Sebastian yang sudah berjalan lebih dulu.


Nathan hanya bisa menatap punggung Elizabeth dari belakang dengan heran. Entah mengapa setelah mengenalnya lebih dari satu bulan, ia merasa jika wanita cantik itu selalu marah tanpa alasan yang jelas kepada dirinya.


Banyak pengunjung mendekati Nathan dan ingin mengajaknya mengobrol sambil minum-minum saat melihat pemuda tersebut berjalan sendirian.


Dimata mereka Nathan terlihat seperti sebuah berlian di antara kerumunan pengunjung lain. Selain memiliki paras yang terbilang enak dipandang, entah mengapa ada sesuatu yang membuat daya tarik pemuda berusia 23 tahun itu bertambah.

__ADS_1


Hal ini tidak lain berkaitan dengan efek kharisma yang sebelumnya Nathan beli. Dimana ia menambahkan kharismanya dari System dengan tujuan agar bisa membuat lawan bicaranya menjadi sedikit terintimidasi.


Nathan tidak mengetahui jika dengan menambahkan poin kharisma akan membuat daya tariknya bertambah, khususnya saat bertemu dengan seorang wanita.


Dengan sopan dan sedikit tersenyum Nathan sehalus mungkin menolak ajakan para wanita yang mengerumuninya untuk menghabiskan waktu bersama mereka.


Tetapi bukannya berhasil mengusir mereka. Apa yang dilakukan Nathan justru membuat para wanita kegirangan dan menjadi lebih berani dengan mulai menarik-narik jas miliknya.


Disisi lain banyak pria yang merasa kesal saat melihat kekasih dan wanita incaran mereka mengelilingi Nathan. Tidak sedikit dari mereka yang mencoba untuk menantang berkelahi pemuda itu, tetapi mereka langsung terlempar saat ingin menerobos para wanita yang ada disekeliling Nathan.


Kondisi di dalam Bar mulai menjadi tidak kondusif dan beberapa penjaga berniat membubarkan kerumunan wanita yang sedang mengelilingi Bos besar mereka.


Peringatan yang diberikan para penjaga tentu saja hanya dianggap angin lalu oleh kerumunan wanita itu. Mereka justru tambah menjadi dan mulai menawarkan sejumlah uang kepada Nathan dengan nominal yang tidak sedikit hanya untuk menghabiskan waktu bersama semalam.


Tiba-tiba Nathan ditarik oleh Elizabeth yang membuat semua wanita seketika terdiam dan hanya bisa melihatnya dibawa pergi.


Melihat paras dan lekukan tubuh Elizabeth langsung membuat semua wanita yang sebelumnya mengelilingi Nathan sadar diri, menganggap jika wanita cantik itu adalah kekasihnya.


"Terimakasih, kurasa?" Ucap Nathan sambil memperhatikan Elizabeth dari belakang dengan heran, mengingat wanita cantik itu sangat jarang ingin membantunya.


Meski sudah kenal lebih dari satu bulan terakhir dan bekerja bersama-sama. Mereka sampai sekarang belum juga akur bahkan sering kali berdebat.


Elizabeth seketika melepas tangan Nathan kemudian meliriknya sejenak dan berdecak kesal sebelum berjalan kembali mendahuluinya.


Nathan kembali dibuat heran dengan sikap Elizabeth yang tiba-tiba berubah. Tetapi dia tidak memikirkannya lebih jauh dan segera menyusul wanita cantik itu.


Sudut bibir Nathan langsung berkedut saat melihat pemandangan dimana Joe dan El Chapo sedang bermesraan dengan beberapa wanita sekaligus.

__ADS_1


Melihat kedatangan Nathan kedua pria itu langsung merapikan pakaian mereka dan memberi sambutan selamat datang kepada pemuda itu.


"Selamat datang, Bos!" Ucap Joe dengan senyuman lebar dan berniat memberi pelukan hangat kepada Nathan yang langsung ditolak mentah-mentah.


Nathan tersenyum kecut dan berusaha menjauhkan Joe yang memiliki aroma alkohol sangat kuat. Dia sebenarnya juga merasa sedikit jijik saat melihat tangan Joe yang tentunya habis digunakan untuk menyentuh para wanita itu.


"Pertama-tama bisakah kita pindah tempat terlebih dulu?" Tanya Nathan dengan raut wajah tidak nyaman saat beberapa wanita sewaan Joe dan El Chapo mengedipkan mata kearahnya.


Mendapatkan godaan dari para wanita itu bukannya membuat Nathan merasa senang. Dia justru merasa merinding dan heran dengan kedua anak buahnya yang tidak takut terkena penyakit kelamin.


Joe dan El Chapo yang mengerti kemudian menuntun Nathan, Elizabeth, serta Sebastian menuju ruangan lain yang lebih tertutup untuk berdiskusi.


Saat sampai diruangan yang dituju. Raut wajah Nathan lagi-lagi menjadi kusut sebab Joe dan El Chapo membawa wanita mereka masuk ke dalam.


"Apakah ruangan ini kedap suara?" Tanya Nathan sambil memperhatikan Joe dan El Chapo yang sibuk bermesraan dihadapannya.


Tidak hanya Nathan saja yang merasa jijik saat melihat kelakuan dua pria itu. Elizabeth dan Sebastian juga merasakan hal yang sama dengannya.


"Tentu saja ruangan ini kedap suara. Memangnya ada apa, Bos?" Joe menjawab sambil membawa seorang wanita berpakaian minim ke atas pangkuannya.


Setelah mendengarkan jawaban dari Joe. Tiba-tiba Nathan mengeluarkan senjata api dan langsung menembak empat wanita penghibur yang ada disana tanpa berpikir dua kali.


Apa yang dilakukan oleh Nathan langsung membuat semua orang terkejut, terutama Joe dan El Chapo yang merasa syok saat empat wanita itu tewas dipelukan mereka.


Noda darah tampak mengotori wajah Joe dan El Chapo yang saat ini terlihat pucat pasi. Karena jika saja perhitungan Nathan salah sedikit saja, tidak menutup kemungkinan kedua pria itu sekarang sudah mayat.


Nathan kemudian meminta Joe dan El Chapo memeriksa leher mayat empat orang wanita yang baru saja dia bunuh agar semua orang mengetahui alasannya membunuh mereka.

__ADS_1


Joe dan El Chapo terkejut saat menemukan tato khas milik salah satu geng penguasa peredaran obat-obatan terlarang di Kensington, terdapat dileher keempat wanita itu.


Tanpa perlu Nathan jelaskan semua orang sudah menyadari jika keempat wanita bayaran itu merupakan mata-mata yang dikirim untuk mengawasi mereka.


__ADS_2