
Elizabeth melihat sekeliling ruangan tengah dan mendapati ada sebuah CCTV di sudut ruangan. Merasa yakin jika komplotan perampok itu sebelumnya tinggal disini, dia kemudian meminta Katarina untuk memeriksa rekaman CCTV.
Dengan sangat mudah Katarina mendapatkan rekaman CCTV hanya bermodalkan laptop miliknya. Ia kemudian menunjukan rekaman tersebut kepada semua orang untuk diselidiki.
Sayangnya rekaman CCTV tidak menunjukan adanya kegiatan di dalam rumah selama beberapa hari. Tetapi ada satu rekaman menarik yang menyorot ke arah plafon.
Begitu mendongak ke atas semua orang bisa melihat simbol jari tengah yang tampak masih baru dibuat beberapa saat lalu. Hal ini menunjukan jika komplotan perampok itu bukanlah orang-orang sembarangan.
"Menarik... Apa mereka mencoba menantang kita?" Elizabeth menyeringai yang membuat rekan-rekannya yang lain bergidik ngeri.
Bagi semua anggota unit tersebut ketika Elizabeth memuji seseorang itu bukan pertanda baik tetapi justru sebaliknya wanita cantik tersebut akan mencari keberadaan targetnya sampai dapat.
"Ketua, sepertinya kita tidak perlu ikut campur urusan ini lebih jauh lagi. Biarkan saja pihak kepolisian yang menangani kasus ini." Teo memberikan saran kepada Elizabeth.
"Benar apa yang dikatakan Teo, Ketua. Lagi pula kita tidak dibayar untuk hal ini. Seharusnya kita terima saja tadi tawaran dari Tuan Daniel." Sahut Baron.
Semua orang mengangguk setuju. Mereka sangat menyayangkan saat Elizabeth menolak tawaran Daniel untuk memeriksa kasus ini. Bahkan pihak kepolisian yang sebelumnya sudah Daniel berikan madu memutuskan untuk menutup kasus ini.
"Oh... Apa kalian sudah mendapatkan kerja ditempat lain?" Tanya Elizabeth dengan santai yang secara tidak langsung mengancam akan memecat mereka semua.
Mendengar ancaman tersebut tentu saja semua orang langsung menggelengkan kepala. Mereka tidak ingin meninggalkan pekerjaan yang bayarannya terbilang sangat besar untuk sebuah pasukan bayaran.
Lagi-lagi ini semua merupakan pengaruh yang dimiliki oleh Elizabeth. Entah kelompok seperti apa yang ada dibelakang wanita cantik tersebut, tetapi akan lebih baik jika tidak menyinggungnya.
Mereka semua kemudian segera melanjutkan perjalanan untuk mencari jejak komplotan perampok yang sudah meremehkan Unit pasukan bayaran mereka dengan memberikan mural jari tengah.
*****
"Hahaha! Lihat wajah bodoh mereka!" Seru Joe saat melihat rekaman kamera tersembunyi melalui IPad yang menampilkan penggerebekan di rumah sewa sebelumnya.
__ADS_1
Joe dan El Chapo tertawa bersama melihat Unit pasukan bayaran yang kabarnya cukup terkenal. Oleh karena itu mereka berdua sengaja membuat mural jari tengah sebelum meninggalkan rumah sewa tersebut.
Mereka sendiri saat ini sedang dalam perjalanan mengendarai mobil keluar dari Kota Philadelphia untuk mencari gedung seperti yang diminta oleh Nathan.
"Ketua mereka tampaknya tidak terlalu buruk. Aku penasaran bagaimana jika dia menghangatkan ranjang miliku setiap malam." Celetuk El Chapo sambil memperhatikan Elizabeth.
Tetapi saat El Chapo dan Joe mulai membicarakan Elizabeth tiba-tiba mobil berhenti mendadak yang membuat keduanya hampir tersungkur ke depan.
"Sebaiknya kalian jangan membicarakan wanita itu jika tidak ingin mendapatkan masalah..." Ucap Sebastian sambil menatap tajam kearah Joe dan El Chapo melalui kaca tengah.
Hawa yang sebelumnya sudah dingin kini menjadi lebih dingin lagi untuk Joe dan El Chapo setelah mendapatkan peringatan dari Sebastian.
Mereka tentu saja penasaran dan ingin bertanya alasan Sebastian memberi peringatan. Tetapi mereka tidak berani bertanya setelah mendapat tatapan tajam dari pria tersebut.
Joe dan El Chapo kemudian mengangguk paham sebelum akhirnya mobil kembali melaju. Disisi lain Harold yang duduk di samping Sebastian hanya tersenyum tipis dan tertarik karena merasa pria tersebut mengenal Elizabeth.
*****
Nathan membuka tas panjang dan terlihat berbagai macam senjata mulai dari pisau, senjata api, peredam suara, sampai beberapa peledak.
Satu-persatu peralatan mulai Nathan periksa dan pastikan agar tidak ada masalah saat dia menjalankan aksinya yang terbilang berbahaya bahkan sangat nekat.
Masalahnya target Nathan sendiri bukan warga negara biasa, melainkan beberapa anggota pasukan khusus sampai sejumlah atasan mereka.
Hal ini terdengar seperti Nathan akan menyerahkan nyawanya secara suka rela, tetapi dia sama sekali tidak perduli dan sangat yakin semuanya akan berjalan lancar.
Meskipun begitu Nathan juga sudah siap menerima resiko jika tidak akan keluar tanpa luka setelah menjalankan aksinya yang diluar nalar.
Karena jika orang biasanya akan takut dan menghindari masalah dengan pasukan khusus. Nathan justru akan mencari masalah dengan mereka karena pihak mereka yang memulainya terlebih dulu.
__ADS_1
Keesokan harinya saat jam masih menunjukan pukul 5 pagi, Nathan tampak sudah memarkirkan mobilnya di sebrang jalan sambil memperhatikan kediaman seorang petugas kepolisian.
"Apa informasi yang kau berikan tidak salah? Siapa yang akan berpergian sepagi ini jika tempat kerjanya tidak terlalu jauh?" Nathan merasa pesimis melihat tidak ada tanda-tanda jika targetnya akan pergi kerja jam 5 pagi.
[ Benar Tuan dia akan muncul tidak lama lagi. Tolong percayalah informasi yang saya berikan tidak akan pernah meleset sedikitpun ]
Mendengar balasan dari System Nathan hanya bisa menghela nafas panjang karena harus keluar rumah saat udara masih terasa sangat dingin.
Tetapi untungnya tidak lama kemudian pria yang menjadi target Nathan akhirnya keluar dari rumah. Setelah berpisah dengan istrinya, petugas tersebut lalu mengendarai mobil dinas untuk bekerja.
Nathan yang melihatnya tidak membuang waktu dan langsung membuntuti mobil anggota polisi tersebut dari belakang sambil menjaga jarak agar tidak dicurigai.
Mereka kemudian melewati jalan sepi dimana hanya ada beberapa kendaraan saja yang melintas mengingat hari masih sangat pagi.
Saat hendak melewati jembatan Nathan lalu melajukan mobil tepat di samping mobil petugas tersebut seolah akan menyalipnya.
Doorrr!!!
Begitu mobil berada dalam posisi yang sejajar, Nathan langsung menembakan beberapa timah panas keluar jendela yang menghujani petugas tersebut.
Tembakan tersebut langsung menembus kaca dan tepat mengenai kepala petugas tersebut hingga membuatnya tewas seketika dengan mobil yang masih melaju kencang.
Mobil tersebut perlahan mulai meninggalkan badan jalan dan berakhir dengan jatuh dari jembatan lalu terjun bebas ke sungai yang memiliki arus deras deras serta dangkal.
Setelah memastikan petugas tersebut tenggelam bersama kendaraan, Nathan segera meninggalkan tempat kejadian sebelum ada yang melihatnya.
Tangan Nathan yang sedang memegang stir kemudian terlihat bergetar. Bagaimanapun ini merupakan kali pertamanya dia membunuh seseorang, jadi masih belum terbiasa.
Nathan sekarang merasakan adrenalin baru yang membuat jantungnya berdetak sangat kencang. Dia merasa sedikit gugup setelah membunuh seseorang, tetapi hal ini tidak membuatnya ingin mengurungkan niat.
__ADS_1
Masih ada beberapa orang lagi yang harus menerima pembalasan, dan Nathan tidak perduli jika harus disalahkan dalam masalah ini.