
Beberapa orang pria berkumpul di ruang tengah kediaman milik Sebastian. Mereka tidak lain merupakan El Chapo, Harold, Joe, Ted Gery, yang saat ini duduk berhadapan dengan Nathan.
Nathan mencoba untuk tenang dan menahan rasa gugupnya. Sebagai seorang introvert sulit baginya dalam bersosialisasi apa lagi saat harus berhadapan dengan para penjahat terkenal.
"Baik, apa kita bisa mulai membahas tawaran kerjasama yang sudah aku tawarkan sebelumnya?" Tanya Nathan sambil melihat kelima pria dihadapannya dengan tatapan datar.
Melalui indikator pada layar tampilan System, Nathan bisa melihat indikasi peringatan bahaya yang menandakan lima narapidana itu memiliki niat terselubung.
Indikasi peringatan bahaya sendiri akan Nathan terima saat berhadapan dengan orang yang memiliki loyalitas di bawah angka 20% dalam tabel indikator.
Di hadapkan dengan orang-orang yang bisa menyerangnya kapan saja, bukannya membuat Nathan takut tetapi justru tertarik akan suatu hal.
"Kerjasama apa? Berhentilah bersikap seolah-olah kau atasan kami, Bocah." Balas Joe sambil tersenyum sinis yang membuat Ted dan Gery tertawa mengejek Nathan.
Ketiga pria itu menertawakan Nathan karena melihatnya hanya sebagai bocah ingusan. Tetapi lain halnya dengan El Chapo dan Harold yang memilih untuk diam.
El Chapo dan Harold hanya memperhatikan Nathan dari atas sampai bawah, sebelum mengalihkan pandangan ke arah dapur dimana Sebastian saat ini sedang membuatkan kopi untuk mereka.
Sringgg!!!
Kerutan muncul di kening El Chapo dan Harold bahkan tanpa sadar mereka menelan saliva secara bersamaan, saat melihat Sebastian tengah mengasah sebilah pisau dapur.
Saat pandangan mereka bertemu dengan Sebastian. El Chapo dan Harold langsung bisa merasakan udara disekitar tengkuk leher mereka terasa dingin.
El Chapo dan Harold dengan cepat mengalihkan pandangan ke bawah. Meski mereka sudah pernah membunuh banyak orang, tetapi mereka mengetahui siapa orang yang bisa disinggung dan tidak.
Disisi lain Nathan tersenyum tipis saat melihat Joe, Ted, dan Gery menertawakan dirinya. Tentu saja ia mengetahui apa yang sedang mereka pikirkan.
Klikkk...
__ADS_1
Nathan membunyikan salah satu jari telunjuk dan seketika menampilkan pemandangan yang mengejutkan semua orang bahkan untuk Sebastian sekalipun.
Ted harus kehilangan nyawa setelah kepalanya tiba-tiba meledak yang membuat darah segar langsung menyembur dari lehernya.
"Apa yang sudah kau lakukan kepada adikku sialan?!" Gery yang melihat adiknya tewas dengan sangat menyedihkan langsung menuduh jika Nathan lah pelakunya.
Puncaknya Gery bangkit sofa dan mengambil sebilah pisau yang sudah dia sembunyikan di balik saku celana, berniat untuk menikam Nathan.
Langkah Gery perlahan mulai menjadi kaku seperti robot yang kehabisan daya listrik. Tubuh pria itu seketika meleleh layaknya sebuah lilin sebelum akhirnya menjadi genangan darah.
Pemandangan tersebut sontak membuat El Chapo, Harold, dan Joe mengeluarkan isi perut mereka. Bahkan Sebastian disisi lain merasa mual meski melihatnya dari jauh.
Nathan sendiri masih terlihat duduk santai tanpa menunjukan ekspresi. Namun semua itu hanyalah topeng karena sebenarnya ia juga merasa mual, saat melihat seorang manusia meleleh bagaikan sebuah lilin.
Dengan cepat Nathan membuang jauh-jauh pikiran untuk muntah melihat saat ini merupakan waktu yang tepat, jika ingin menunjukan dominasinya di hadapan para penjahat kelas kakap agar mau bekerja untuknya.
"Aku yang sudah menghidupkan kalian kembali tentu saja bisa melakukan hal sebaliknya. Kalian sudah melihatnya sendiri bukan apa yang akan terjadi kepada para pembangkang ini?"
Perkataan Nathan langsung membuat ketiga penjahat kelas kakap tersebut sadar jika pemuda itu sedang mempermainkan hidup mereka.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan dari kami, kenapa kau melakukan semua ini padahal kami tidak pernah sekalipun menyinggungmu?" Tanya El Chapo sambil menatap tajam ke arah mata Nathan.
"Hahaha... Kalian memang tak pernah menyinggungku. Aku hanya ingin kalian bekerja untuk ku, itu saja..." Balas Nathan sambil tertawa ringan.
"Ini tidak bedanya menyerahkan jiwa kepada seorang Iblis." Joe berdecak kesal menyadari jika sejak awal sudah masuk kedalam jebakan Nathan.
Baik El Chapo, Harold, maupun Joe tidak pernah menyangka jika sisa hidup mereka akan digunakan untuk melayani seorang pemuda yang lebih gila dari mereka.
Mereka bertiga sekarang menyadari jika pil yang sebelumnya mereka konsumsi tidak biasa. Karena secara tidak langsung mereka sudah menyerahkan nyawa mereka di tangan Nathan.
__ADS_1
"Ayolah ini tidak seburuk yang kalian pikirkan. Kalian bisa menjalani kehidupan seperti dulu tetapi tetap dibawah pengawasan ku. Ini jauh lebih baik dari pada membusuk di balik jeruji besi." Ucap Nathan mencoba menghibur tiga pria di hadapannya.
Mendengar perkataan Nathan seketika membuat El Chapo, Harold, dan Joe berpikir sejenak. Apa yang dikatakan pemuda itu memang benar, jika lebih baik menjadi anak buah dari pada membusuk di dalam penjara.
"Kurasa kami tidak mempunyai pilihan lain selain menyetujuinya." Ucap Harold sambil menatap lurus ke arah Nathan.
"Tepat... Sepertinya Tuan Harold lebih pintar dari pada mereka berdua." Balas Nathan dengan senyuman tipis yang membuat El Chapo dan Joe mengepalkan tinju.
Setelah memastikan El Chapo, Harold, dan Joe ingin bekerja dengannya. Nathan kemudian pergi menuju kamar meninggalkan mereka bersama Sebastian.
Dari dapur Sebastian datang sambil membawa nampan berisi beberapa cangkir kopi. Pria itu kemudian duduk di kursi yang sebelumnya digunakan oleh Nathan untuk menggantikannya.
Sebastian sendiri sebelum menjemput El Chapo dan yang lain di pemakaman sudah membuat kesepakatan dengan Nathan. Ia dengan sukarela ingin bekerja untuk mengisi kebosanan.
Tentu saja tujuan Sebastian sebenarnya hanya ingin menjaga Nathan karena sudah diperintahkan langsung oleh kepala keluarga Alexander.
"Aku akan menggantikan anak itu untuk menjelaskan rincian pekerjaan yang harus kalian kerjakan saat ini. Sebelum itu apa ada yang ingin kalian tanyakan?"
Sebastian mengeluarkan buku catatan dan sebuah pena untuk mencatat, sambil menunggu jawaban atas pertanyaannya dari ketiga pria tersebut.
Melihat gaya bicara Sebastian yang tampak seperti seorang pelayan profesional membuat El Chapo, Harold, dan Joe tanpa ragu langsung menggelengkan kepala.
Apa lagi saat melihat sebilah pisau dapur di atas meja yang sebelumnya sudah diasah Sebastian dan tampak sangat tajam jika hanya untuk menguliti mereka bertiga.
Disisi lain Nathan saat ini sedang mengeluarkan isi perutnya di dalam kamar mandi setelah menahan cukup lama. Mentalnya masih belum siap jika harus melihat manusia meleleh seperti sebuah lilin.
"Kau sebelumnya belum memberitahu kepadaku jika mereka akan bisa meleleh seperti tadi?" Tanya Nathan kepada System dengan kesal sambil menyeka sudut bibirnya.
[ System sebelumnya sudah memberikan deskripsi mengenai Pil Jiwa yang Anda beli dari Toko. Tetapi Tuan rumah tidak membacanya secara penuh. Jangan lupa jika Anda masih berhutang 500 poin tukar untuk masing-masing Pil ]
__ADS_1
Nathan hanya berdecak sekaligus bersyukur setelah System menyediakan fitur darurat seperti Paylater dalam keadaan terdesak. Tetapi tentunya barang yang akan dibeli menjadi lebih mahal dari harga awal.