
Tujuh hari kemudian di sebuah perumahan elit yang terletak pada kawasan Baverly Hills. Seorang tukang pos dari ekspedisi DHL seperti biasa melakukan pekerjaannya mengirim paket.
Kurir ekspedisi itu lalu meletakan sebuah paket di depan pintu salah satu rumah. Setelah kurir tersebut pergi seorang wanita keluar dari rumah dan mengambil paket.
"Paket dari siapa ini, aku tak ingat pernah memesannya..." Gumam wanita itu penasaran yang tidak lain merupakan Margareth.
Margareth kemudian masuk ke dalam rumah dan kembali duduk bersama suami serta putranya di meja makan sambil membawa paket itu di tangannya.
"Paket apa itu?" Tanya Stevan yang merasa penasaran dengan paket di tangan Margareth, sambil memakan sebuah sandwich.
Stevan merupakan suami dari Margareth dan bekerja satu divisi bersama istrinya tersebut di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan Amerika Serikat.
Mereka memiliki seorang putra bernama Johan yang sekarang menempuh pendidikan di Universitas Columbia di Kota New York.
"Entahlah, aku juga tidak tahu..." Balas Margareth sambil membuka paket yang dikirim oleh seseorang ke rumahnya tanpa pemberitahuan terlebih dulu.
Dilihat alamat pengiriman yang berasal dari Negara Meksiko. Margareth langsung merasa ada sesuatu yang janggal dan memilih untuk membuka paket tersebut di ruangan lain.
Margareth memicingkan mata saat mendapati sebuah salib dan secarik surat yang membuatnya bingung. Dalam catatan terdapat pesan yang meminta Margareth untuk memperbanyak doa sebelum waktunya habis.
Begitu selesai membaca pesan, Margareth seketika mengira jika Nathan sudah mengetahui sosok di balik Kevin dan mengirimkan pesan berisi sebuah peringatan.
Tetapi Margareth harus menyangkal tuduhan jika Nathan merupakan orang yang sudah mengirimkan paket tersebut kepada dirinya, setelah melihat kembali alamat pengirim yang berasal dari Mexico.
Pada akhirnya Margareth memutuskan segera menelpon seseorang untuk melacak siapa pengirim paket berisi pesan misterius kepada dirinya secara acak.
...****************...
Sementara itu di tempat lain satu minggu setelah kepergian Nathan. Orang-orang mulai mencari keberadaan pria itu yang lokasinya sudah tidak bisa dilacak selama beberapa hari terakhir.
__ADS_1
Joe, El Chapo, dan Sebastian yang tidak pernah mengalihkan perhatian mereka dari Nathan. Sekarang benar-benar dibuat bingung sekaligus panik karena sudah kehilangan jejak.
Untuk Harold sendiri diminta oleh ke-tiga rekannya melanjutkan pekerjaan, sementara mereka bertiga akan mencari keberadaan Nathan.
Pasukan Saber juga ikut membantu Sebastian dan yang lain untuk mencari Nathan atas perintah dari seseorang yang paling merasa gelisah setelah Pemimpin STELAR Industri itu hilang.
Elizabeth terlihat mengendarai mobilnya menuju Toko milik mendiang Anthony dengan harapan bisa segera bertemu Nathan di sana.
Tetapi setelah sampai dan menyusuri setiap sudut tempat pangkas rambut. Elizabeth sama sekali tidak menemukan Nathan yang membuatnya merasa semakin khawatir dengan keselamatan pria itu.
"Dimana kau sekarang, Nathan?" Gumam Elizabeth yang sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk bertemu dengan sosok pria tersebut.
Elizabeth sangat menyesal sudah percaya begitu saja dengan pesan yang dititipkan kepada Sebastian untuk dirinya. Setelah bekerja bersama Nathan selama satu bulan lebih, seharusnya dia mengetahui sifat pria itu yang tidak bisa sepenuhnya dipercaya.
Wanita cantik itu kemudian mengeluarkan surat berisi pesan dari Nathan dan membaca kembali untuk yang kesekian kalinya setelah kepergian pria itu.
Mata Elizabeth tiba-tiba membelalak setelah menyadari sesuatu. Dia kemudian segera kembali ke dalam mobil dan bergegas mencari mercusuar yang sama dengan yang ada di perangko.
Setelah mengendarai mobil selama tiga jam, Elizabeth akhirnya melihat mercusuar yang lokasi berada di sebuah pantai yang sangat jarang di kunjungi.
Begitu jarak semakin dekat, Elizabeth bisa melihat mobil milik Nathan yang terparkir tidak jauh dari lokasi mercusuar berada dan membuat perasaannya menjadi sedikit tenang.
Elizabeth kemudian memarkirkan mobil dan mencari keberadaan Nathan di sekitar sana. Pandangannya tidak sengaja melihat pintu masuk mercusuar yang sedikit terbuka.
Berpikir jika Nathan ada di dalam sana. Elizabeth lalu masuk ke dalam dan menemukan tanda-tanda aktivitas kehidupan manusia disana.
Mata Elizabeth secara tidak sengaja menangkap sebuah rekaman video yang sedang di putar di televisi. Karena merasa penasaran dia lalu mendekat dan menonton rekaman tersebut.
Di dalam rekaman tersebut Elizabeth menemukan Nathan yang masih berusia sekitar 16 tahun sedang mencuci mobil bersama mendiang Austin sambil bermain air.
__ADS_1
Rekaman kemudian berganti menampilkan gambar. Elizabeth akhirnya mengerti jika rekaman video acak tersebut di ambil oleh mendiang Anthony untuk mengabadikan momen bersama Nathan dan Anthony.
Elizabeth juga akhirnya mulai menyadari jika Nathan memang memiliki hubungan kekeluargaan bersama mendiang Anthony dan Austin, setelah melihat rekaman tersebut.
"Pantas saja pria itu terlihat tidak bisa menahan diri setelah mengetahui kematian kakaknya waktu itu..." Elizabeth menghela nafas panjang dan menggelengkan kepala.
Elizabeth kemudian mengalihkan pandangan ke arah luar jendela. Secara tidak sengaja dari kejauhan dia melihat seorang pria muda yang sudah tidak asing lagi.
Tanpa menunggu lama Elizabeth langsung bergegas keluar dari kabin mercusuar menghampiri pria yang sudah membuat dirinya tidak bisa tidur dengan nyenyak selama satu minggu ini.
Disisi lain Nathan terlihat berjalan di tepi pantai kembali menuju mercusuar sambil membawa alat pancing dan sebuah ember yang menunjukan jika dirinya baru saja memancing.
"Hari ini aku benar-benar sangat beruntung..." Nathan tertawa lirih saat melihat seekor kepiting alaska dengan berat mencapai 2 kilogram di dalam ember yang dirinya bawa.
Kepiting alaska itu sendiri Nathan dapatkan dari para nelayan kepiting yang baru pulang melaut, karena merasa kasihan saat melihat pria itu tidak mendapatkan satu ekor pun ikan setelah memancing sepanjang hari.
Senyuman di wajah Nathan tiba-tiba menghilang. Pria itu terkejut saat mendapati sosok Elizabeth sudah berdiri di hadapannya sambil memberikan tatapan membunuh.
"Kemana saja kau pergi selama satu minggu terakhir?" Elizabeth bertanya dengan nada bicara datar yang membuat Nathan menelan saliva dalam-dalam.
Hanya dalam sekali lihat, Nathan sudah bisa menyadari jika Elizabeth merasa sangat marah karena dirinya sudah tidak pulang selama satu minggu.
"Pergi memancing..." Nathan tersenyum canggung sambil menunjukan kepiting alaska yang dia dapatkan dari para nelayan sebelumnya.
Sebenarnya Nathan sendiri merasa heran saat para nelayan itu memberikan satu ekor kepiting alaska yang sangat mahal kepada dirinya secara percuma.
Nathan sekarang sudah siap menerima pukulan mentah dari Elizabeth yang terlihat sudah tidak membendung semua amarah kepada dirinya.
Tetapi bukan sebuah pukulan yang Nathan dapatkan dari Elizabeth. Wanita cantik itu tiba-tiba memeluk dirinya dengan erat sambil menangis, yang membuatnya seketika tertegun ditempat.
__ADS_1