Mafia Order System

Mafia Order System
Ambisi Nathan


__ADS_3

Nathan bersama semua anggotanya sampai ditempat produksi obat-obatan terlarang yang dikelola oleh El Chapo selama beberapa hari terakhir secara diam-diam.


Memang wajar jika anggota yang lain termasuk Nathan sendiri tidak mengetahui bisnis milik El Chapo. Hal ini disebabkan karena anggota kelompok itu sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


Seperti contohnya Nathan selama dua minggu terakhir sibuk memburu orang-orang yang sudah menjebaknya sampai bertemu dengan Elizabeth.


Harold dan Sebastian yang sibuk mengurus tanaman langka mereka untuk meracik formula serum kesehatan sampai racun mematikan.


Sementara Joe belakangan ini mengurus pembuatan senjata Electical Gun V-1 sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Nathan untuk dijual kepada pihak militer.


Kesibukan ini membuat mereka jarang bertatap muka sampai lupa mendiskusikan projek yang sedang mereka kerjakan satu sama lain.


"Ternyata besar juga..." Ucap Nathan sambil memperhatikan tempat produksi obat-obatan terlarang milik El Chapo yang mencakup penuh satu lantai.


Mendapat pujian dari Nathan membuat El Chapo tertawa canggung. Dia sebenarnya merasa senang saat mendapat pujian, tetapi disisi lain dia juga khawatir karena kata-kata dari Nathan seperti sebuah sindiran.


Jika memang benar Nathan menyinggung bisnis ilegal miliknya. El Chapo khawatir jika atasannya itu menghukum dirinya karena tidak meminta izin terlebih dulu.


Ada satu perjanjian yang sudah disepakati oleh Nathan dan El Chapo. Dalam perjanjian itu Nathan meminta kepada El Chapo untuk melupakan kehidupan masa lalu serta keluarganya.


Sebagai gantinya Nathan akan memberikan El Chapo kebebasan seperti sekarang, dan tentu saja pria berusia 63 tahun itu menyetujui persyaratan yang sudah diberikan.


Agar Nathan tidak salah paham kepada dirinya. Selama berkeliling tempat produksi El Chapo memberikan penjelasan jika dia tidak lagi berhubungan dengan mitranya dulu dan membuat kesepakatan baru dengan orang lain.


Raut wajah El Chapo tampak gugup saat memberikan penjelasan kepada Nathan. Sementara Joe yang melihatnya diam-diam menertawakan El Chapo sampai membuat pria itu kesal.


"Baik aku mengerti tidak usah panik. Asalkan kau tidak melanggar kesepakatan maka itu baik-baik saja." Nathan tersenyum tipis sambil menepuk-nepuk pundak El Chapo agar pria itu tidak takut.

__ADS_1


Tindakan yang dilakukan oleh Nathan untuk menenangkan El Chapo justru membuat pria itu menjadi semakin gugup dan berusaha tersenyum meski terlihat jelas jika dia terpaksa.


Setiap kali Nathan menepuk-nepuk pundaknya. El Chapo merasa seperti disentuh oleh malaikat maut yang sudah siap mengambil jiwa miliknya dengan sebilah sabit tajam.


Keringat dingin mulai bercucuran dari kening El Chapo. Tanpa sadar kakinya mulai gemetaran saat melihat senyuman Nathan yang terlihat menyeramkan di matanya.


Ketakutan El Chapo tentu memiliki dasar yang sangat kuat. Hal ini mengingat bisnisnya yang memiliki keuntungan jutaan dollar dan tidak diberitahukan kepada Nathan selaku ketua di kelompok tersebut.


Tiba-tiba El Chapo bertekuk lutut meminta maaf kepada Nathan. Meski sudah di maafkan sebelumnya, dia masih belum sepenuhnya yakin Nathan memafkannya yang membuat dirinya merasa gelisah.


Semua orang langsung terkejut saat melihat El Chapo bertekuk lutut meminta maaf kepada Nathan sambil menangis tersedu-sedu.


Nathan disisi lain bingung saat harus menghadapi situasi ini dimana orang yang usianya tiga kali lipat lebih tua darinya sekarang menangis dihadapannya.


Pandangan Nathan kemudian tertuju kearah Sebastian, Joe, dan Harold. Dia memberikan kode agar mereka membantunya, tetapi ketiga pria itu justru mengalihkan pandangan dan menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada Nathan.


Seketika Nathan berfikir keras mencari hukuman yang pantas untuk El Chapo. Dia tentu saja tidak akan memberikan hukuman berat mengingat pria itu merupakan salah satu aset yang sangat berharga.


Pada akhirnya sebagai hukuman Nathan meminta semua uang hasil penjualan obat-obatan terlarang selama beberapa hari terakhir dari El Chapo.


Nathan juga meminta kepada El Chapo agar semua keuntungan kedepannya dimasukan ke dalam kas perusahaan tanpa pengurangan sedikitpun.


Mendengar hukuman yang diberikan oleh Nathan tentu saja El Chapo mengangguk setuju. Meski dia akan mengalami kerugian besar itu jauh lebih baik dari pada harus membayarnya dengan nyawa.


Setelah El Chapo menjadi sedikit lebih tenang. Nathan kemudian meminta kepada pria itu untuk menjelaskan obat-obatan terlarang apa yang diproduksi disana.


Dengan senang hati El Chapo menjelaskan obat-obatan yang diproduksi olehnya. Seperti opium, ekstasi, morfin, heroin, dan masih banyak lagi.

__ADS_1


Semua bahan pembuatan El Chapo dapatkan dari Kolombia dan sebagian lainnya dia dapatkan dari ladang yang baru-baru ini sudah dia beli untuk menanam.


El Chapo juga menjelaskan jumlah produksi dan menjual semua obat-obatan terlarang ini kepada beberapa geng di Amerika sampai ke negeri panda China.


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh El Chapo, Nathan mengangguk paham sambil mengamati para pekerja yang sedang memperhatikan dirinya.


Semua pekerja disana tentu saja penasaran dengan sosok Nathan yang membuat atasan mereka yang terkenal kejam sampai bertekuk lutut dan menangis.


"Apa ada kotoran di wajahku?" Tanya Nathan sambil meraba wajahnya karena terus diperhatikan oleh semua pekerja disana baik secara langsung maupun diam-diam.


Raut wajah El Chapo yang sebelumnya penuh dengan senyuman seketika menjadi kusut dan marah. Dia kemudian memberikan tatapan tidak senang kepada semua pekerjanya, yang membuat mereka langsung kembali bekerja dan berhenti memperhatikan Nathan.


"Aku akan memberi pengarahan kepada mereka nanti, Bos..." Ucap El Chapo yang dibalas anggukan oleh Nathan, sementara semua pekerja yang mendengarnya hanya bisa menelan saliva mereka.


Setelah berkeliling melihat-lihat tempat produksi obat-obatan terlarang yang dikelola oleh El Chapo. Nathan kemudian memberi arahan menyiapkan sejumlah paket untuk diedarkan nantinya di Kensington Philadelphia.


El Chapo lalu bertanya mengapa Nathan ingin mengedarkan ditempat kumuh itu. Tetapi dia tidak mendapat jawaban dari Nathan yang hanya diam saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Diam yang dilakukan oleh Nathan tentu saja membuat semua orang bertanya-tanya. Mereka jelas sangat penasaran dengan alasan Nathan yang ingin memfokuskan peredaran di kawasan Kensington Philadelphia.


Nathan berjalan ke arah dinding kaca dan memperhatikan pemandangan di kawasan New York yang sangat sibuk.


"Tentu saja untuk menguasai peredaran dikawasan tersebut..."


Mendengar perkataan yang diucapkan oleh Nathan seketika membuat semua orang teringat dengan hasil pertemuan virtual bersama Menteri Pertahanan sebelumnya.


Ambisi Nathan terdengar tidak mungkin dan terkesan mustahil menurut banyak orang, mengingat nantinya dia akan melawan banyak geng dikawasan tersebut.

__ADS_1


Masalah ini akan menjadi semakin rumit mengingat anggota yang dimiliki Nathan terbilang sangat sedikit jika ingin berperang dengan geng-geng di Kensington nantinya.


__ADS_2