Mafia Order System

Mafia Order System
Membuat Kerjasama


__ADS_3

Sebuah mobil jenis Ford F-150 melaju dengan kecepatan sedang di siang hari melewati jalanan membelah hutan. Dua orang pria berbeda usia terlihat berada di dalam mobil tanpa adanya obrolan.


Hanya terdengar suara radio yang memberitakan penangkapan seorang pemuda, yang menyelundupkan obat-obatan terlarang dari Mexico menuju Amerika Serikat.


"Sepertinya kau sudah mulai terkenal." Celetuk Sebastian dengan ekspresi datar saat mendengar berita mengenai penangkapan Nathan dari radio.


Tetapi sayangnya berita yang dipublikasikan kepada publik tidak benar dan terkesan menyudutkan Nathan. Berita tersebut juga tidak terlalu lengkap dimana tidak dijelaskan jika Nathan sudah dieksekusi.


Mendengar perkataan dari Sebastian yang terkesan dingin, Nathan hanya bisa tertawa canggung dan merasa gugup setelah kejadian semalam dimana ia ingin mencuri kendaraan milik pria tersebut.


Nathan masih beruntung karena Sebastian tidak mempermasalahkan kejadian semalam dan justru hari ini ingin mengantarnya menuju penjara Supermax.


Tentu Sebastian bukan menjebloskan Nathan kembali ke dalam penjara, melainkan mengantarnya untuk mengunjungi seseorang yang terbilang cukup disegani di dalam penjara.


Jauh di dalam hati, Nathan sebenarnya masih bertanya-tanya tentang kejadian semalam dimana Sebastian yang saat itu tidur kenapa bisa dengan cepat berada di dalam mobil tanpa ia ketahui.


Nathan menduga jika saat dirinya sedang mencari alat untuk membuka kunci mobil, saat itulah Sebastian dengan cepat masuk ke dalam.


Hal lain juga membuat Nathan merasa bingung dengan sikap Sebastian, dimana pria itu tidak marah sedikitpun setelah kejadian semalam dan masih memperlakukan dirinya dengan baik.


Untuk saat ini Nathan tidak ingin bertanya kenapa Sebastian memperlakukannya dengan sangat baik. Sekarang ia ingin fokus memikirkan bagaimana cara menawarkan kerjasama dengan seorang pemimpin cartel terbesar di Mexico, yaitu El Chapo.


Kurang dari 5 jam mobil mereka sudah sampai di penjara Supermax yang dikenal juga sebagai Alcatraz generasi kedua dengan penjagaan super ketat.


"Jadi siapa orang yang ingin kau temui di penjara ini?" Tanya Sebastian sambil memperhatikan beberapa petugas yang berada di sekitar parkiran.


"El Chapo..." Jawab Nathan dengan nada sedikit gugup yang membuat Sebastian terdiam sejenak sebelum mengangguk pelan.

__ADS_1


Sebastian kemudian keluar dari mobil dengan membawa dua buah koper berisi uang yang semalam diberikan oleh Nathan. Tentu semua uang itu akan ia gunakan untuk menyuap beberapa sipir agar bisa bertemu dengan El Chapo.


Ketika Sebastian keluar dari mobil Nathan yang menggunakan topeng untuk menutupi identitas hingga membuat wajahnya mirip seperti orang lain.


Dengan bimbingan dari Sebastian mereka berdua akhirnya bisa di izinkan masuk, tentu setelah melakukan pemeriksaan yang cukup ketat dan membayarkan sejumlah uang.


Tidak ada yang gratis di dunia ini terutama jika sudah menyangkut dunia bawah yang terkenal dengan permainan kotornya.


Mereka berdua kemudian duduk menunggu El Chapo di ruang tunggu bersama beberapa keluarga dari tahanan lain yang sedang melakukan kunjungan.


Tak lama berselang sesosok pria dengan postur tubuh sekitar 160 cm datang bersama seorang sipir. Kedua tangan pria itu tampak diborgol begitupun dengan kakinya yang terpasang rantai untuk mencegahnya kabur atau membuat kekacauan.


El Chapo mengangkat sebelah alisnya saat mengetahui jika orang yang ingin mengunjungi dirinya merupakan orang asing, dan bukan anak buahnya.


Sipir kemudian meninggalkan El Chapo bersama Nathan dan Sebastian untuk berbincang selama 10 menit yang mana sudah menjadi batas waktu aturan di dalam penjara Supermax.


El Chapo heran melihat dua orang pria asing yang ingin menemui dirinya secara langsung. Padahal berita mengenai dirinya yang merupakan seorang pemimpin cartel terbesar dan kejam di Mexico sudah tersebar selama bertahun-tahun.


Hal ini akan sangat aneh jika melihat dua orang biasa yang tidak memiliki jabatan apapun dan bandar datang mengunjungi pemimpin cartel terbesar di Mexico.


"Tentu saja kita pernah bertemu walau sekilas. Aku ingin membuat kesepakatan denganmu, Tuan El Chapo..." Nathan tersenyum tipis mencoba memancing rasa ketertarikan dari pria di hadapannya.


Mendengar perkataan orang asing dihadapannya, El Chapo merasa sedikit familiar dengan nada bicara anak muda yang beberapa hari lalu menjadi tetangga sel miliknya.


El Chapo segera menyipitkan mata memeriksa identitas asli pria itu. Senyuman tipis terukir diwajahnya saat menyadari jika pria dihadapannya menggunakan semacam topeng khusus untuk mengelabui para sipir.


"Sepertinya pisau yang aku berikan waktu itu cukup berguna. Bukankah begitu, Nak?" Tanya El Chapo sambil tersenyum tipis mengetahui jika pria itu ternyata adalah Nathan yang dikabarkan sudah tewas.

__ADS_1


Ada rasa keterkejutan yang El Chapo rasakan saat mengetahui jika ternyata Nathan masih hidup, setelah dieksekusi oleh beberapa oknum beberapa hari yang lalu.


Tentu saja El Chapo mengetahui setiap proses penyiksaan untuk menghabisi orang yang di jadikan kambing hitam seperti Nathan. Tetapi El Chapo tidak pernah mendengar jika ada orang yang bisa selamat setelah dihilangkan.


"Tidak juga, aku hanya berhasil menghilangkan satu mata pria itu sebelum dia melawan dan menikam ku beberapa kali sampai sekarat." Balas Nathan sambil menghela nafas.


Masih terngiang jelas di dalam pikiran Nathan saat merasakan rasa sakit ketika disiksa oleh orang-orang yang mengorbankan dirinya hanya untuk mengejar popularitas.


El Chapo mengangguk paham lalu mengalihkan pandangan kearah pria yang duduk disamping Nathan dan tidak mengucapkan sepatah katapun sejak awal.


Melihat perawakan Sebastian yang memancarkan wibawa tersendiri. El Chapo sangat yakin jika pria itu bukanlah orang yang bisa disinggung sembarangan.


Bulu kuduk El Chapo langsung berdiri saat melihat sorot tajam mata Sebastian yang menatap rendah dirinya seakan-akan merupakan hama.


El Chapo sendiri tidak mengerti dari mana keberanian Sebastian berasal yang memandang rendah seorang pemimpin cartel besar seperti dirinya.


Tetapi satu hal yang bisa El Chapo tangkap saat ini. Jika dirinya menolak tawaran kerjasama dari Nathan, maka Sebastian tampaknya memiliki cara tersendiri untuk memaksa dirinya setuju.


Firasat El Chapo tidak pernah salah. Ia sudah sangat berpengalaman dalam bidang intimidasi semacam ini, dan gertakan kecil dari Sebastian bukan hanya bualan semata.


"Jadi kerjasama apa yang ingin kau tawarkan? Kau mengerti bukan jika bayaran untuk memperkerjakan ku tidak kecil?" Tanya El Chapo sambil tetap merasa waspada kepada Sebastian.


Nathan menyelipkan tangan ke dalam jaket dan mengambil sebuah wadah kecil dari dalam penyimpanan dimensi System yang sudah ia persiapkan sebelumnya.


"Aku dengar kau sangat menginginkan kebebasan. Begini, kita akan membahas kerjasamanya nanti. Gunakan ini dan pilihlah beberapa orang yang bisa diajak bekerjasama."


Nathan memberikan wadah kecil yang ukuran satu kepalan tangan kepada El Chapo, kemudian pergi dari sana bersama Sebastian.

__ADS_1


El Chapo memandangi punggung ke-dua pria itu dengan heran. Ia kemudian membuka wadah kecil tersebut dan menemukan ada 5 pil aneh di dalamnya.


__ADS_2