
Sementara itu ditempat lain seorang pria misterius tampak berjalan tergesa-gesa membawa sebuah paket ditangannya sambil memperhatikan keadaan sekitar yang sudah sepi.
Meski kondisi jalanan sudah sepi dari kendaraan bermotor. Tetapi tidak dengan orang-orang yang saat ini sedang berkumpul untuk menikmati obat-obatan terlarang dipinggir jalan.
Pemuda itu mencoba sebisa mungkin tidak terlihat mencolok agar tidak diganggu oleh para pecandu yang biasa menodong pejalankan kaki untuk mendapatkan uang.
Selihai apapun dia berusaha menghindari masalah. Pemuda itu pada akhirnya dihentikan oleh sekelompok orang saat memasuki sebuah gang yang biasa digunakan untuk memotong waktu perjalanan.
"Ayolah kawan kita tidak perlu melakukan hal semacam ini, bukan?" Daniel tertawa canggung saat beberapa orang menodongkan senjata tajam ke arahnya.
Daniel tentu tidak bisa memberikan paket yang dia bawa kepada orang-orang itu, mengingat nyawanya sendiri bisa hilang jika sampai kehilangan paket tersebut.
Pilihan Daniel hanya ada dua. Mati ditangan para penodong atau di tangan Bosnya yang tidak lain adalah El Chapo dan juga Joe. Tentu Daniel memilih opsi ke-tiga agar bisa tetap hidup.
Daniel perlahan berjalan mundur saat orang-orang menghampiri dirinya. Ketika sudah menemukan waktu yang tepat, ia menjatuhkan rak-rak berisi botol kaca bekas di dekatnya.
Rak tersebut kemudian jatuh menimpa para penodong dan memperlambat langkah mereka, sementara Daniel bergegas pergi melarikan diri dengan sekuat tenaga untuk menghindari pengejaran.
Stamina Daniel perlahan berkurang dan dia merasa lelah. Tetapi pemuda itu tidak bisa istirahat sekarang mengingat para penodong yang marah masih saja mengejarnya dibelakang.
Pandangan Daniel kemudian tertuju ke arah tumpukan sampah. Merasa tidak punya pilihan lain, ia akhirnya memutuskan bersembunyi disana untuk menghindari para penodong.
"Kemana dia pergi?!" Salah satu penodong berdecak kesal sambil mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Daniel.
Tiba-tiba terdengar suara dari tumpukan sampah. Para penodong yang curiga jika Daniel bersembunyi disana memutuskan pergi untuk memeriksanya.
Disisi lain Daniel mulai berkeringat dingin dan detak jantungnya bertambah lebih cepat saat langkah para penodong itu mulai mendekat.
Botol kaca segera Daniel persiapkan untuk kemungkinan yang terburuk jika tempat persembunyiannya diketahui oleh mereka dan membuatnya harus berkelahi jika ingin tetap bertahan hidup.
Seekor tikus pengerat berukuran cukup besar tiba-tiba muncul diwaktu yang tepat. Merasa suara tadi adalah ulah tikus-tikus disana, para penodong yang merasa jijik akhirnya memutuskan untuk pergi.
__ADS_1
Ketika para penodong itu sudah pergi. Daniel masih belum berani keluar dari tempat persembunyiannya karena khawatir jika mereka masih ada disana.
Daniel akhirnya memutuskan untuk menunggu beberapa jam supaya kondisi lebih aman dan dia bisa melanjutkan pekerjaannya yang sedikit tertunda.
Pukul 2 pagi saat jalanan sudah benar-benar sepi dan semua orang terlelap. Daniel lalu keluar dari tempat persembunyiannya sambil menghangatkan tangannya yang mulai kedinginan.
Daniel kemudian melanjutkan perjalanan menuju kediaman Ketua Geng Bloody Love yang lokasinya tidak jauh lagi dari tempatnya sekarang berada.
Beberapa saat kemudian Daniel sudah sampai di depan kediaman Ketua Geng Bloody Love. Dengan hati-hati ia menghindari mata para penjaga dan meletakan paket didepan pintu lalu segera pergi dari sana.
Saat pagi hari Geng Bloody Love dikejutkan dengan kiriman sebuah paket dikediaman Ketua mereka yang berisi kepala salah satu mata-mata.
Ketua Geng Bloody Love tentu saja merasa sangat marah sebab kepala mata-mata yang dikirim merupakan milik salah satu kekasihnya.
Secarik kertas berisi sebuah pesan kemudian ditemukan di dalam kotak. Begitu membaca surat tersebut, Ketua Geng Bloody Love langsung memerintahkan semua anggotanya untuk berkumpul karena mereka akan menghancurkan Bar King's yang baru-baru ini dibuka.
*****
Mereka tidak lain adalah anggota milik Nathan dan anggota milik Elizabeth yang untuk pertamakalinya dipertemukan dalam satu ruangan secara langsung.
Dua anggota yang berbeda pangangan itu saling menatap satu sama lain sambil mempersiapkan senjata masing-masing, dimana senjata itu nantinya akan digunakan untuk berperang melawan anggota Geng Bloody Love.
Tentu pertemuan ini terasa sangat tegang mengingat sebuah kelompok Mafia bertemu dengan Pasukan Khusus yang bergerak untuk memberantas kelompok kriminal menggunakan cara apapun.
Masing-masing dari mereka tentu ingin menyerang satu sama lain. Tetapi ada dua orang yang membuat mereka tidak bisa atau berani melakukannya.
Nathan terlihat sedang mempersiapkan senjata api miliknya. Dia memang lebih suka menggunakan senjata lama dari pada senjata berteknologi tinggi yang sudah dia buat dan pasarkan.
Elizabeth disisi lain juga mempersiapkan senjata miliknya yang berupa modifikasi dari Electrical Gun V-1 hasil ciptaan Nathan.
Meski enggan tetapi Elizabeth harus mengakui jika senjata yang diciptakan oleh Nathan lebih efisien dan sesuai dengan gaya bertarungnya.
__ADS_1
Sebenarnya Elizabeth merasa heran saat Nathan lebih memilih menggunakan senjata api yang masih menerapkan teknologi lama.
Tetapi melihat Nathan yang tampak menikmati saat menggunakan senjata itu, Elizabeth tidak bertanya lebih jauh dan membiarkan pria itu melakukan apapun yang dia ingin.
Elizabeth sekarang sebenarnya sedang menahan rasa malu mengingat kejadian semalam dimana dia pergi begitu saja, dan memilih untuk menginap di Hotel yang letaknya tidak begitu jauh dari Bar King's.
Alasannya tentu saja sudah jelas. Elizabeth masih belum bisa memahami perasaan aneh yang muncul di dalam dirinya saat bertemu dengan Nathan.
Elizabeth sekarang bahkan diam-diam memperhatikan Nathan yang sedang membersihkan senjata api. Entah mengapa sekarang dimata Elizabeth wajah Nathan terlihat lebih tampan dari biasanya.
Tanpa sadar mata Elizabeth mulai menelusuri setiap detail dari Nathan. Mulai dari leher, dagu, alis, dan mata milik pria itu yang terlihat menghanyutkan.
Elizabeth sudah berusaha untuk tidak memperhatikan Nathan dan meyakinkan dirinya jika pria itu sangat brengsek. Pikiran dan perasaannya saling bertentangan hingga membuat dirinya terpaksa dalam tanda kutip memperhatikan Nathan.
Sebenarnya tidak hanya Elizabeth saja yang diam-diam memperhatikan Nathan. Dua orang wanita yang juga ada disana melakukan hal sama karena merasa tertarik.
Katarina sebenarnya sudah pernah melihat Nathan dari foto yang dikirim oleh Elizabeth. Tetapi dia tidak menyangka jika pria itu jauh lebih tampan saat melihatnya secara langsung.
Sementara untuk Jasmine sendiri. Dia memang baru pertama kali bertemu Nathan dan tidak melihat foto pria itu seperti Katarina, mengingat Elizabeth lebih sering curhat dengan Katarina.
"Ini untukmu..." Jasmine yang polos dengan malu-malu memberikan satu kotak Jus buah miliknya kepada Nathan sebab berpikir pria itu akan menyukai pemberiannya.
Nathan yang kebetulan sedang haus dengan senang hati menerima Jus pemberian Jasmine dan mengucapkan terimakasih sambil tersenyum kecil.
Melihat Nathan tersenyum kepadanya. Jasmine yang malu langsung menundukan kepala dan sesekali memperhatikan pria itu saat sedang minum.
Seluruh pikiran Jasmine sekarang hanya tertuju kepada sosok Nathan. Bahkan dia yang terkenal pelit di kelompoknya, sekarang terlihat seperti orang bodoh yang dengan senang hati akan memberikan cemilan berharga miliknya kepada pria itu.
Elizabeth yang melihat tingkah Jasmine tiba-tiba merasa kesal dan segera menyadarkan anak buahnya dari lamunan untuk mempersiapkan kembali senjata.
Katarina hanya bisa terdiam saat Elizabeth tampak kesal kepada Jasmine yang menawarkan sekotak Jus buah kepada Nathan.
__ADS_1
Tanpa harus bertanya siapapun akan langsung mengetahui jika Elizabeth sekarang merasa cemburu dan tidak ingin ada wanita lain yang bersikap baik kepada Nathan.