
Malam hari saat badai salju sudah reda. Nathan dan Elizabeth memutuskan kembali menuju Bar King's karena semua anggota khawatir setelah mereka berdua tidak kembali sejak badai menerjang kawasan Philadelphia.
Setelah Nathan dan Elizabeth kembali, semua orang akhirnya bisa bernafas lega terutama Sebastian yang melihat Nathan kembali dengan selamat setelah menghilang selama satu minggu terakhir.
Entah apa yang akan Sebastian lakukan jika mendapatkan kabar buruk tentang Nathan. Bisa dipastikan pria itu akan menjalankan prosedur nomor tiga dalam peraturan keluarganya yaitu mengakhiri hidup.
"Syukurlah kau baik-baik saja, Bos! Aku pikir kau akan membeku di luar sana dan tidak akan kembali!" Celetuk Joe sambil tertawa saat melihat Nathan kembali tanpa luka.
Melihat Nathan kembali tanpa cacat tentu membuat Joe sangat senang. Bagaimanapun selain atasan, pria itu juga merupakan teman baiknya yang berharga. Akan sangat menyedihkan jika Nathan kembali dengan keadaan fisik membeku tidak bernyawa.
Semua orang langsung menatap datar kearah Joe saat mengatakan perkataan yang seharusnya tidak diucapkan saat ini. Dimata semua orang Joe terlihat sangat bodoh karena bisa-bisanya bercanda dalam situasi seperti ini.
Plakkk!!!
El Chapo langsung memukul kepala Joe dengan keras. Dia sudah tidak mengerti lagi apa yang ada di dalam kepala temannya itu sampai bisa menjadikan kepulangan Nathan sebagai candaan. Tentu El Chapo khawatir Nathan akan membunuh Joe jika merasa tersinggung.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa memukul kepalaku?!" Joe meringis kesakitan sambil memegangi bagian kepalanya yang terasa sakit setelah dipukul keras oleh El Chapo tanpa sebab.
Emosi Joe muncul dan darahnya seketika mendidih. Pria itu kemudian menatap kesal kearah El Chapo bahkan berniat untuk menghajarnya. Tetapi semua emosi mendadak padam saat dia menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
Benar saja Joe mendapati semua orang memberikan tatapan tidak senang kepada dirinya. Dia bahkan menemukan Elizabeth yang diam-diam menarik sebilah pisau dari belakang dan sudah jelas akan digunakan untuk apa.
"Ah... Aku hanya bercanda saja jangan dimasukan ke dalam hati, Bos! Kalau begitu aku pergi dulu, ada hal yang perlu ku kerjakan dibelakang sana." Joe tertawa canggung dan berbalik badan berniat untuk menghindari masalah.
__ADS_1
Tetapi sebelum Joe sempat pergi, tiba-tiba seseorang dari arah belakang menepuk pundaknya. Bulu kuduk Joe seketika berdiri tegap dan menjadi gugup saat merasakan hawa dingin dari arah belakang.
Nathan dari belakang mendekatkan wajahnya di samping telinga Joe. "Temui aku diruangku nanti setelah kau menyelesaikan pekerjaanmu dibelakang sana. Ada hal yang perlu aku bicarakan denganmu..."
Bisikan dari Nathan seketika langsung membuat lutut Joe terasa lemas. Dengan berat hati dia menyanggupi permintaan Bosnya dan menyadari akan segera menerima hukuman setelah mengatakan hal konyol sebelumnya.
Semua orang diam-diam hanya bisa menertawakan Joe yang malang karena sudah menggali kuburannya sendiri dengan membuat sebuah lelucon untuk Nathan di waktu yang tidak tepat.
Mereka semua kemudian membubarkan diri untuk melanjutkan kegiatan masing-masing setelah melihat Nathan dan Elizabeth yang sudah kembali dengan selamat, kecuali Sebastian yang diminta oleh Nathan untuk tetap tinggal di sana.
"Aku akan menemuimu lagi nanti..." Elizabeth tersenyum manis kearah Nathan sebelum pergi meninggalkannya, yang membuat beberapa anggota Pasukan Saber yang tidak sengaja melihatnya terkejut.
Ini merupakan kali pertama Katarina dan kawan-kawan melihat Elizabeth tersenyum semanis itu. Biasanya ketua mereka hanya akan tersenyum tipis seperlunya, tidak seperti sekarang yang terlihat sangat murni seolah tidak ada paksaan di dalamnya.
Setelah semua orang pergi, Nathan kemudian mengajak Sebastian untuk mencari makan malam diluar dan beralasan belum makan sama sekali hari ini. Padahal dia hanya ingin membawa Sebastian untuk menanyakan perihal buku jurnal yang menyangkut kehidupan pribadinya.
Tanpa menaruh curiga sedikitpun, Sebastian menerima ajakan Nathan untuk mencari makan malam diluar. Mereka berdua kemudian pergi menggunakan mobil dengan Nathan yang menjadi supir.
Pada awalnya Sebastian sudah menawarkan diri untuk menyetir mobil. Tetapi Nathan menolak tawaran dari pria itu dan mengatakan jika dirinya masih kuat menyetir meski sedang kelaparan.
Mobil yang dikendarai oleh Nathan dan Sebastian dengan kecepatan sedang melewati jalanan yang saat ini sudah dilapisi es tipis. Mereka sama sekali tidak berbicara yang membuat suasana di dalam mobil terasa sunyi dan canggung.
"Ada hal yang sebenarnya ingin aku bicarakan denganmu, Tuan Sebastian. Bisakah kau menjelaskan buku jurnal ini?" Nathan tiba-tiba mengeluarkan sebuah buku dari balik jaket lalu menunjukan kepada Sebastian yang duduk disampingnya.
__ADS_1
Begitu melihat sebuah buku jurnal yang ada di tangan Nathan. Mata Sebastian membelalak lebar menunjukan bahwa dirinya sangat terkejut karena tidak menyangka jika pria itu memiliki jurnal tersebut.
Sebastian tidak menyangka jika Elizabeth akan memberikan jurnal tersebut kepada Nathan. Awalnya dia mengira wanita cantik itu akan merahasiakan dari Nathan dan bukannya menunjukan kepada pria tersebut.
Tentu saat diminta untuk menjelaskan oleh Nathan. Sebastian enggan memberikan jawaban pasti dan menyangkalnya dengan mengatakan jika dirinya hanya menemukan buku jurnal tersebut saat mengunjungi toko milik mendiang Anthony saat mencari keberadaan Nathan yang sempat hilang tanpa kabar.
Alasan yang Sebastian buat terdengar sangat meyakinkan. Tetapi kali ini pria perfeksionis tersebut sudah melakukan sebuah kesalahan dengan berbohong kepada Nathan yang sudah mengetahui jawabannya.
"Mobil ini sekarang melaju pada kecepatan 250 kilometer per jam. Aku penasaran bagaimana jika sedikit membelokannya dengan kondisi jalan yang licin..." Ucap Nathan sambil tersenyum tipis.
Perlahan kecepatan mobil semakin bertambah. Setiap detiknya mulai membuat Sebastian berkeringat dingin. Jika dirinya tidak mengatakan hal sejujurnya kepada Nathan sudah bisa dipastikan mereka berdua benar-benar akan mati malam itu juga.
"Baik-baik aku akan memberitahu semuanya. Tetapi sebelum itu tolong menepi terlebih dulu." Balas Sebastian yang memutuskan untuk mengaku dari pada Nathan melakukan hal nekat.
Mendengar jawaban dari Sebastian langsung saja Nathan mengurangi kecepatan dan menepikan mobil untuk mendengarkan semua penjelasan dari mulut pria tua itu yang berkaitan dengan jurnal ditangannya.
Sebastian kemudian menjelaskan kepada Nathan mengenai identitasnya sebagai seorang kepala pelayan dari Keluarga Alexander dan misi yang diberikan oleh kepala Keluarga untuk dirinya kerjakan selama bertahun-tahun.
Pada awalnya Nathan tidak mengerti apa yang Sebastian bicarakan. Dia tidak pernah mendengar sebelumnya mengenai Keluarga Alexander meski memiliki nama belakang yang sama.
Tetapi setelah Sebastian menjelaskan dari sejak kepergian Ibu Nathan dari kediaman Keluarga Alexander dan memutuskan hidup bersama dengan pria antah berantah. Nathan akhirnya baru menyadari silsilah Keluarganya.
Nathan sama sekali tidak pernah mendengar mendiang Ibunya membahas silsilah Keluarga mereka yang sangat tertutup dari publik. Tentu saja dia merasa penasaran dan ingin mendengar semuanya langsung dari mulut Sebastian.
__ADS_1