Mafia Order System

Mafia Order System
Identitas El Chapo dan Joe


__ADS_3

El Chapo dan David meninggalkan ruangan VIP menuju dapur untuk mengambil barang yang akan nantinya pemuda itu antarkan kepada Ketua Geng Bloody Love sesuai permintaan Nathan.


"Apa kau sudah menyiapkan barangnya?" Tanya El Chapo sambil menghampiri seorang juru masak yang sedang mengemasi sebuah paket.


"Ya aku sudah menyiapkannya sesuai dengan yang kau minta." Balas juru masak itu sambil menyerah sebuah paket yang ukurannya tidak kecil kepada El Chapo.


El Chapo kemudian memberikan paket tersebut kepada David dan memberikan alamat Ketua Geng Bloody Love. Ia juga memberikan instruksi kepada pemuda itu agar meletakan paket di depan rumah sebelum matahari terbit.


David yang tidak mengetahui isi paket hanya mengangguk pelan dengan polos. Mungkin pemuda itu bisa muntah atau bahkan pingsan jika mengetahui isi paket yang harus dia kirim.


Namun tentu saja El Chapo sudah melarang David untuk mengintip isi paket itu, jika dirinya masih ingin bertemu dengan ibunya.


Mendapat ancaman dari El Chapo tentu saja David langsung menjadi takut, dan berjanji tidak akan membuka paket tersebut dari pada harus kehilangan nyawanya ditangan pria itu.


Setelah mendapatkan instruksi dari El Chapo. David kemudian segera berangkat untuk menyelesaikan pekerjaannya dan sebisa mungkin jangan sampai diketahui oleh anggota Bloody Love.


Disisi lain Nathan, Elizabeth, Joe, dan Sebastian tengah berdiskusi bersama membahas rencana untuk mengalahkan Geng Bloody Love besok.


Sesekali mereka berdebat saat merasa ide dari anggota lain dirasa kurang tepat. Tetapi ada dua orang yang lebih sering mengkoreksi ide satu sama lain, mereka tidak lain adalah Nathan dan Elizabeth.


Kedua orang itu merasa gagasan masing-masing dari mereka lebih baik dan bersikukuh agar menggunakan rencana yang sudah mereka buat.


Elizabeth tidak jarang melontarkan kata-kata menghina dan menghardik Nathan karena tidak mau mengalah kepada seorang wanita.


Nathan disisi tidak terlalu perduli dengan hinaan dari Elizabeth. Ia mengingat jika wanita cantik itu pernah mengatakan bahwa pria dan wanita memiliki kedudukan yang setara saat mereka berdebat.


Jadi Nathan tidak perlu mengalah kepada Elizabeth karena wanita cantik itu sendiri yang mengatakan jika pria dan wanita memiliki kedudukan yang sama.

__ADS_1


Elizabeth berdecak kesal saat Nathan mengingatkan kembali perkataannya dulu. Dengan kesal ia melemparkan gelas berisi Wine ke sembarang arah dan secara tidak sengaja hampir mengenai wajah Joe.


Wanita cantik itu kemudian memutuskan keluar dari ruang VIP untuk mencari udara segar dan melampiaskan semua rasa kesalnya.


Ruangan VIP seketika menjadi hening setelah Elizabeth pergi keluar. Semua orang yang ada disana terdiam dan masih terkejut saat wanita cantik itu melempar gelas berisi Wine.


"Pria yang menjadi tunangannya pasti sudah tidak waras, karena memilih wanita kasar seperti itu." Celetuk Joe sambil memperhatikan pecahan gelas yang hampir saja mengenai wajahnya.


Jika saja Joe sebelumnya tidak reflek menghindar. Mungkin sekarang dia sudah harus menjalani operasi pelastik untuk memperbaiki kerusakan pada wajahnya dengan bantuan Harold.


Nathan mengeluarkan kembali sebatang rokok dan memantik korek api lalu menghisap dalam-dalam, ketika Elizabeth sudah tidak berada di ruangan tersebut.


"Entahlah... Mungkin wanita itu mendatangi suku gypsy untuk meminta bantuan agar bisa mengikat hati pria malang itu." Balas Nathan sambil menghembuskan asap rokok.


Joe langsung mengangguk setuju saat mendengar perkataan Nathan. Ia juga berpikir Elizabeth meminta bantuan kepada suku gypsy untuk memberi guna-guna pria incarannya.


Meski Elizabeth memiliki paras yang cantik dan bentuk lekukan tubuh sempurna. Dimata Nathan dan Joe kecantikan Elizabeth hanya merupakan kulit yang menutupi kebengisannya.


Sebastian memilih untuk tidak berkomentar dan membiarkan Nathan serta Joe yang mulai membicarakan seberapa kasarnya Elizabeth selama tinggal bersama mereka.


Tidak berselang lama El Chapo kembali keruangan VIP setelah memberikan instruksi kepada David sebelumnya di dapur. Pria itu kemudian duduk dan menuangkan segelas Wine untuk dirinya sendiri.


"Apa semuanya berjalan lancar?" Nathan bertanya sambil memperhatikan El Chapo yang sedang menenggak segelas Wine dihadapannya.


Mendengar pertanyaan Nathan, El Chapo langsung mengangguk memberitahu jika semuanya berjalan lancar dan tinggal menunggu hasil pekerjaan David selanjutnya.


"Bos, bukannya kau terlalu kejam melakukan semua ini?" Tanya El Chapo yang mengeluh saat Nathan memberikan instruksi tidak masuk kepadanya.

__ADS_1


Sebelumnya El Chapo dan Joe mendapatkan tugas dari Nathan untuk membawa empat mayat mata-mata Geng Bloody Love kedapur.


Begitu sampai didapur juru masak yang sudah Nathan hubungi langsung mengeksekusi empat mayat itu menjadi beberapa bagian.


Melihat pemandangan itu tentu saja Joe dan El Chapo sangat terkejut bahkan langsung mengeluarkan semua makanan yang mereka makan dihari itu.


Paket yang David bawa sendiri dan aka di kirimkan kepada Ketua Geng Bloody Love sendiri berisi beberapa potongan dari mayat mata-mata sebelumnya.


El Chapo sengaja tidak dan melarang David untuk melihat isi paket tersebut agar pemuda tersebut tidak mengalami gangguan pencernaan seperti dirinya dan Joe.


Mendengar keluhan dari El Chapo dan melihat Joe yang mulai mengalami mual. Nathan menghembuskan asap rokok dan berpikir sejenak.


"Menurut kalian apa yang sudah aku lakukan kejam? Kalian benar-benar lucu..." Nathan tertawa lirih sambil menggelengkan kepala dan mematikan rokoknya.


El Chapo dan Joe tentu merasa penasaran dengan maksud perkataan Nathan. Kedua pria itu sama sekali tidak merasa apa yang mereka katakan lucu.


Melihat ekspresi bingung diwajah El Chapo dan Joe. Nathan kemudian mengingatkan kembali siapa identitas ke-dua pria itu yang sepertinya sudah mulai tidak ingat setelah bekerja untuknya.


Dimulai dari El Chapo. Nathan mengungkit identitas asli pria itu yang merupakan Ketua Kartel Sinola dari Meksiko, dimana kartel tersebut terkenal sangat kejam.


Kartel ini memiliki bisnis mulai dari peredaran obat-obatan terlarang sampai perdagangan manusia. Tetapi yang membuat mereka sangat ditakuti oleh semua orang adalah karena penyiksaannya.


Anggota Kartel ini sering melakukan pembunuhan kepada pihak-pihak yang bersebrangan dengan aliran mereka. Bahkan tidak jarang mereka menyebarkan Video penyiksaan korban mereka di internet.


Selanjutnya ada Joe. Nathan mengingatkan kembali identitas asli pria itu yang merupakan pemimpin Kartel Brotherhood dari Brazil.


Bisnis Kartel yang dibentuk oleh Joe mirip seperti Kartel pimpinan El Chapo. Tetapi yang membedakan adalah Kartel Brotherhood lebih berfokus pada peredaran senjata ilegal, sementara Kartel Sinola berfokus pada obat-obatan terlarang.

__ADS_1


Sebagai pemimpin Kartel Brotherhood. Joe sendiri terkenal sering menghabisi wanita bayaran yang habis dia gunakan. Cara pembunuhnya sendiri cukup sadis dimana semua korbannya akan dimasukan ke dalam tong berisi larutan asam sampai tewas dan tidak tersisa.


Setelah mendengar perkataan Nathan. El Chapo dan Joe pura-pura batuk kemudian mencoba mengalihkan pandangan karena sudah tidak sadar diri memberi keluhan kepada pemuda itu.


__ADS_2