Mafia Order System

Mafia Order System
Peperangan


__ADS_3

Suasana mendadak menjadi hening disaat Jake menyadari jika dirinya sudah membuat kesalahan. Ia sendiri tidak menyangka Bar King's mampu menyewa jasa pasukan khusus milik negara.


Jake pernah mendengar tentang Pasukan SABER dan rekam jejaknya yang tidak pernah gagal saat menjalankan misi dari pemerintah maupun swasta.


Meski memiliki banyak uang, kebanyakan orang yang ingin menyewa jasa Pasukan SABER selalu mendapatkan penolakan. Hanya beberapa orang beruntung saja yang bisa menggunakan jasa mereka, tentunya dengan harga yang fantastis.


Jake sekarang sudah tidak bisa berkutik lagi. Berbeda dengan semua anak buahnya yang sudah menggebu-gebu ingin berperang, ia masih menahan diri karena masih waras dan ingin keluar dari sana hidup-hidup.


"Hahaha! Aku hanya bercanda saja tadi. Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan saja. Bukankah itu pilihan yang terbaik, benar?" Jake tertawa mencoba mencairkan suasana yang sudah menjadi tegang.


Ini merupakan pilihan terakhir yang bisa diambil oleh Jake jika ingin tetap bertahan hidup. Tentu saja beberapa anak buahnya mempertanyakan keputusan yang sudah dia buat.


Namun Jake yang masih cukup waras tidak ingin bertindak gegabah, setelah melihat wanita cantik yang memiliki julukan sebagai wanita bertangan besi sudah membawa sepucuk senjata.


Jake tentu saja sudah tidak asing dengan senjata yang dibawa oleh Elizabeth dan anggota Pasukan SABER lainnya. Mengingat berita mengenai senjata itu sudah menggemparkan Dunia.


Mendengar tawaran dari Jake seketika membuat Nathan berpikir sejenak. Dia tidak ingin bertindak gegabah dengan membuat keputusan yang bisa membuatnya mengalami kerugian.


Saat Nathan sedang berpikir tiba-tiba Elizabeth yang berdiri di sampingnya langsung menariknya untuk mendekat dan membisikkan sesuatu kepadanya.


"Bukannya tawaran pria itu cukup menarik? Pikirkanlah, kau bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus jika membuat kesepakatan dengannya." Bisik Elizabeth sambil melirik ke arah Jake.


Elizabeth kemudian memberitahu dua keuntungan yang dia maksud kepada Nathan. Pertama Nathan bisa menghindari pertumpahan darah dengan Geng Bloody Love.


Untuk keuntungan ke-dua Elizabeth memberitahu Nathan jika Bar King's bisa memulai ekspansi di wilayah tersebut tanpa perlu khawatir dengan Geng lain yang berkuasa disana.


Jika di artikan secara kasar. Nathan bisa mendapatkan perlindungan dari anggota Bloody Love untuk menghindari beberapa kelompok kriminal yang ada di Kensington selatan.

__ADS_1


Setelah mendengar masukan dari Elizabeth. Nathan kembali berpikir sebelum membuat keputusan mengingat masalah ini memiliki resiko terjadinya pertumpahan darah.


Tetapi Nathan seketika mengingat suatu hal yang sedikit ada kaitannya dengan masalah ini. Meski tidak sama secara spesifik, namun arti dari hal ini bisa juga sama.


"Tidak... Aku mengenal seseorang yang hampir sama sepertimu. Ketika dia merasa dirugikan oleh seseorang, pasti dia akan membalaskan dendam dikemudian hari." Ucap Nathan yang seketika membuat senyuman diwajah Jake hancur.


Secara terang-terangan Nathan menolak tawaran yang diberikan oleh Jake untuk berdamai. Menurutnya lebih baik menyelesaikan sumber masalah lebih cepat dari pada membuatnya semakin besar dikemudian hari.


Nathan sangat mengetahui sifat Jake. Meski kelihatannya ingin berdamai di depan, tetapi dibelakang pasti pria itu memiliki dendam dan berniat menyingkirkannya saat ada kesempatan.


"Apa yang kau katakan? Bisakah kau melihat situasinya sekarang?!" Elizabeth merasa kesal kepada Nathan dan meminta pria itu menarik kembali perkataannya.


Elizabeth berpikir Nathan sudah membuat situasi menjadi semakin buruk dengan menolak tawaran damai dari Jake. Disisi lain ia juga merasa kepada pria itu karena tidak mau mendengar pendapat darinya.


Bukan sekali saja Nathan mengabaikan pendapat dari Elizabeth. Hal inilah yang membuat wanita cantik itu ingin sekali menghantam kepala pria tersebut menggunakan batu bata agar pikirannya bisa menjadi lebih jernih.


Nathan memberi isyarat menggunakan tangan kepada Elizabeth untuk diam sebentar. Ia sendiri memiliki pandangan berbeda dengan wanita cantik itu yang sepertinya tidak menyadari kelicikan dimata Jake.


Penembak jitu yang sudah disiapkan oleh Jake juga akan menembak Nathan. Tetapi sayang sebelum dia sempat menarik pelatuk, sebuah peluru tajam dengan cepat melesat ke arah kepalanya dan membuat dirinya tewas seketika.


Adu tembak pun seketika terjadi antara anggota dari Bar King's melawan Geng Bloody Love di gang tersebut. Peperangan di antara ke-dua belah pihak tampak semakin sengit dari waktu ke waktu.


Beberapa anggota Bloody Love yang menggunakan senapa serbu dengan membabi buta langsung menembak ke arah anggota dari Bar King's tanpa ampun.


Semua anggota Bar King's seketika langsung menghindar dan mencari tempat berlindung untuk menghindari rentetan peluru yang tidak ada habisnya.


Mereka juga menunggu Teo untuk mengurangi jumlah anggota dari Geng Bloody Love dari kejauhan menggunakan senjata laras panjangnya, supaya ruang tembak mereka terbuka.

__ADS_1


Elizabeth yang sedikit telat menghindar mulai menjadi sasaran empuk untuk anggota Bloody Love. Benar saja sebuah peluru langsung menggores lengannya sampai membuat wanita cantik itu sedikit merintih kesakitan.


Tepat ketika puluhan butir peluru akan mengenai tubuh Elizabeth. Sebuah perisai tipis dan sedikit transparan langsung membungkus tubuhnya seperti cangkang telur.


Semua peluru tersebut seketika memantul ke sembarang arah dan tidak mengenai anggota tubuh Elizabeth yang saat ini berada dalam posisi terbuka.


Anggota Bloody Love tentu saja terkejut sama seperti Ketua mereka yaitu Jake saat melihat sebuah perisai transparan yang melindungi Elizabeth.


Mereka kemudian segera melepaskan tembakan lagi dengan harapan bisa menembus perisai milik Elizabeth. Tetapi sayangnya usaha mereka sia-sia saja.


Elizabeth yang melihat sebuah perisai transparan melindungi dirinya kemudian mengalihkan pandangan ke arah Nathan yang sedang menembak dari balik dinding.


Hanya dalam sekali lihat Elizabeth langsung menyadari jika gelang yang sebelumnya diberikan oleh Nathan merupakan inti dari perisai tipis itu.


Elizabeth yang sekarang kebal dari peluru tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Wanita cantik itu kemudian melepaskan tembakan menggunakan Electrical Gun V-1 kearah anggota Geng Bloody Love.


Output yang Elizabeth terapkan pada Electrical Gun V-1 miliknya berada di level 3. Artinya satu tembakan bisa langsung membunuh seseorang seperti terkena listrik beraliran tinggi.


Keadaan dengan cepat berbalik. Geng Bloody Love yang sebelumnya memimpin peperangan sekarang mulai terpecah belah dan satu-persatu anggotanya mulai tumbang.


Melihat situasi sudah mulai berbalik. Jake yang menyadari nyawanya sudah terancam langsung menggunakan anggotanya sebagai perisai daging, sementara dirinya mencoba melarikan diri.


Sayangnya satu tembakan yang dilepaskan Nathan dengan tepat mengenai kaki kiri Jake hingga membuat Ketua Geng Bloody Love itu jatuh tersungkur.


Jake yang melihat Nathan mulai berjalan mendekat kearahnya, langsung merangkak menjauh. Tetapi sebuah tendangan seketika membuatnya kembali tersungkur.


Orang yang menendang Jake tidak lain merupakan Joe. Pria itu tampak kesal saat melihat Jake yang sudah membuatnya mendapat teguran dari Nathan.

__ADS_1


"Dasar bedebah! Apa kau tahu aku hampir mati karena ulahmu?!" Joe dengan kesal mulai memukuli Jake dan dibantu El Chapo.


El Chapo juga merasa kesal karena ulah mata-mata yang dikirim Jake hampir membuat dirinya mendapat hukuman mati jika seandainya Nathan tidak bersikap lembut kepada dirinya dan Joe.


__ADS_2