
Mata Nathan perlahan mulai bergetar menandakan jika dia sebentar lagi siuman. Benar saja tidak berselang lama pria itu akhirnya bangun dari pingsannya.
Nathan memijat keningnya yang masih terasa pusing. Saat membuka mata ia mendapati dirinya masih berada di Gym dan terbaring di atas sebuah matras.
"Apa kau tidur dengan nyenyak? Sepertinya begitu..." Tanya seseorang ketika menyadari jika Nathan sudah sadarkan diri.
Mendengar suara seorang wanita yang tidak asing lagi di telinganya. Nathan kemudian mengalihkan pandangan ke arah Elizabeth yang sedang olahraga tidak jauh dari tempatnya.
Sudut bibir Nathan berkedut melihat Elizabeth tidak melakukan apapun saat dirinya pingsan akibat kehabisan nafas setelah dikunci oleh wanita cantik itu.
Nathan kemudian bangkit dan memutuskan untuk membersihkan keringat yang membuat tubuhnya terasa sangat lengket.
Melihat Nathan pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun kepada dirinya. Elizabeth menghentikan latihannya sejenak untuk menegur pria tersebut.
"Halo... Aku sudah membantumu disini saat kau pingsan. Kenapa kau pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun? Apa kau tidak tau yang namanya berterimakasih?" Tanya Elizabeth.
Mendengar perkataan dari Elizabeth yang menuntut terimakasih darinya. Nathan berpikir sudah ada yang salah dengan isi kepala wanita cantik itu.
Setelah membuatnya pingsan sekarang Elizabeth menuntut rasa terimakasih yang membuat Nathan hanya bisa menggelengkan kepala dan tetap melenggang pergi meninggalkan wanita cantik itu sendirian di Gym.
Melihat Nathan mengabaikan dirinya, Elizabeth berdecak kesal dan memutuskan untuk menyudahi latihannya sama seperti pria itu.
Setelah membersihkan keringat yang ada ditubuhnya. Nathan kemudian memeriksa ponselnya sambil mengeringkan rambutnya yang masih sedikit basah menggunakan handuk.
Saat memeriksa ponsel Nathan terkejut melihat mantan kekasih dan mantan bosnya sekarang sedang liburan ke Jepang, yang membuat dirinya merasa geram karena menyadari mereka menggunakan uang dari hasil memeras dirinya tempo lalu untuk liburan.
Apa yang dipikirkan oleh Nathan memang tidak salah. Roxy dan Alex sudah mengakuisisi uang di rekeningnya dulu dan satu unit apartemen yang langsung mereka jual.
Nathan tentu saja merasa sangat kesal. Meski harta miliknya dulu tidak sebanyak sekarang, tetap saja dia kesal karena hasil kerjanya selama bertahun-tahun justru di gunakan oleh Roxy dan Alex untuk bersenang-senang.
__ADS_1
Tiba-tiba saat Nathan sedang mengutuk Roxy dan Alex, notifikasi dari System kembali berbunyi yang mengabarkan jika ada sebuah misi baru yang harus segera dia kerjakan.
[ Misi baru terpicu! Buatlah langkah ke-dua untuk menjadi penguasa obat-obatan terlarang dengan menguasai peredaran di wilayah Kensingston Philadelphia! Hadiah: 1Juta Poin Tukar dan 5 Juta dollar! ]
Saat mendengar misi yang diberikan oleh System seketika Nathan menyemburkan jus lemon dari mulut karena sangat terkejut.
Meski sudah pernah mendapatkan misi untuk menjual obat-obatan terlarang. Tetapi kali ini misi yang diberikan oleh System jauh lebih sulit menurut Nathan.
Jika dulu dia diberikan tugas untuk menjual satu paket obat-obatan terlarang. Sekarang Nathan justru mendapatkan misi menguasai peredaran di suatu wilayah.
Yang artinya dengan kata lain Nathan harus bersiap melawan semua geng penguasa obat-obatan terlarang di kawasan Kensington untuk menyelesaikan misi dari System.
Tidak menutup kemungkinan akan ada pertumpahan darah dalam misi kali ini. Nathan mendadak sakit kepala melihat System ciptaan Edric yang justru mengarahkan dirinya menuju jalan kejahatan dan bukan sebaliknya.
Nathan tentu tidak menolak dan memang tidak bisa menolak misi yang sudah diberikan oleh System mengingat konsekuensi hukuman yang diberikan cukup berat.
"Baik aku akan mengerjakan misi ini lagi pula tidak ada ruginya juga untuku. Tapi dimana barangnya?" Tanya Nathan saat tidak melihat barang yang harus dia edarkan di dalam penyimpanan dimensi.
[ Untuk misi sebelumnya hanya sebagai uji coba. Dalam misi kali ini Tuan rumah harus mendapatkan obat-obatan terlarang secara mandiri ]
Perkataan System sontak membuat sudut bibir Nathan berkedut. Dia tidak percaya harus mencari barang terlarang ini sendiri dengan pengalaman nol persen.
Tetapi Nathan bisa sedikit lebih tenang mengingat salah satu anggotanya yaitu El Chapo dulu merupakan salah satu bandar terbesar di negara Meksiko.
Nathan kemudian segera beranjak pergi dari kamar mencari El Chapo dan anggotanya yang lain untuk mendiskusikan peredaran obat-obatan terlarang di kawasan Kensington Philadelphia.
Saat membuka pintu kamar Nathan sudah dikejutkan oleh kedatangan Sebastian yang ingin mengajaknya sarapan bersama dengan anggota lainnya.
Tanpa berpikir panjang Nathan menyetujui ajakan Sebastian dan mereka berdua kemudian pergi menuju ruang makan dimana semua orang sudah menunggu.
__ADS_1
Setibanya disana Nathan mendapati semua orang sudah berkumpul termasuk Elizabeth yang tampak duduk sedikit menjauh dari anggota yang lain.
Nathan dan Sebastian kemudian duduk di meja makan. Sebelum melakukan diskusi Nathan ingin terlebih dulu sarapan sambil menunggu Elizabeth pergi agar bisa memulainya.
Sangat tidak masuk akal jika Nathan membicarakan peredaran obat-obatan terlarang dihadapan agen rahasia seperti Elizabeth. Yang ada dia beserta anggotanya akan langsung dimasukan ke dalam jeruji besi.
Suasana di ruangan itu seketika terasa canggung saat para penjahat sarapan satu meja dengan seorang agen rahasia, dimana memiliki catatan sebagai petugas yang sering menyiksa dan membunuh pelaku kejahatan.
Joe, El Chapo, dan Harold tampak tidak bisa sarapan dengan tenang. Mereka bertiga sesekali memberi kode kepada Nathan agar pemuda itu bisa secepatnya menyingkirkan Elizabeth dari markas mereka.
Tetapi harapan ketiga pria itu sepertinya hanya sia-sia saja. Nathan juga tidak bisa berbuat apa-apa mengingat kontrak dengan pemerintah yang meminta agar Elizabeth bisa ikut ambil andil dalam pengembangan senjata.
Tiba-tiba Elizabeth mengeluarkan sebuah map berisi beberapa catatan dan sebuah USB. Kemudian meletakkannya di atas meja makan yang membuat semua orang penasaran.
"Selain memproduksi senjata berteknologi tinggi. Kelihatannya kalian juga memiliki bisnis obat-obatan terlarang dan tanaman langka." Ucap Elizabeth yang membuat semua orang terkenal.
Mendengar perkataan Elizabeth tentu saja membuat Nathan penasaran. Memang tempat itu diam-diam memproduksi senjata berteknologi tinggi, tetapi dia tidak mengetahui dua bisnis lain yang dimaksud oleh wanita cantik itu.
Saat membuka map dokumen. Nathan menemukan jika di lantai 51 ternyata ada tempat produksi obat-obatan terlarang yang dikelola oleh El Chapo.
Sementara dilantai 50 digunakan oleh Harold dan Sebastian untuk berkebun dengan sistem hidroponik. Nathan tentu mengetahui jika mereka berdua suka bercocok tanam, tetapi dia tidak menyangka jika kedua pria itu akan menanam tanaman langka.
Hanya dalam kurun waktu satu malam Elizabeth sudah berhasil membongkar dua kegiatan terlarang yang terjadi di bangunan milik Nathan.
Hal ini tentu saja membuat Nathan merasa sakit kepala karena masalahnya akan menjadi sangat rumit dengan kehadiran Elizabeth disana.
Untuk El Chapo dan Harold, Nathan memaklumi tindakan mereka. Tetapi tidak dengan Sebastian yang membuatnya merasa heran dengan pria perfeksionis itu.
Sebastian, El Chapo, dan Harold hanya bisa memalingkan wajah saat Nathan menatap mereka karena tidak memberitahu bisnis yang ketiganya lakukan.
__ADS_1
Disisi lain Joe yang tidak terlibat dalam masalah ini tampak lebih santai dan justru memanaskan suasana dengan menyudutkan ketiga rekannya.