
Di sebuah restaurant cepat saji, seorang pria berusia 23 tahun dengan lahap memakan burger ukuran besar tanpa memikirkan tatapan sinis dari seorang wanita cantik dihadapannya.
Pria itu tidak lain merupakan Nathan yang sedang kelaparan setelah lupa untuk sarapan sebelum pergi menuju Pentagon menghadiri pertemuan.
Pertemuan bersama dengan petinggi militer negara berjalan cukup lancar untuk Nathan. Dia sekarang sudah mendapatkan kontrak pemesanan senjata senilai 1 Miliar USD.
Saat melakukan perundingan bersama Menteri Pertahanan Amerika Serikat. Nathan menyepakati penjualan senjata tetapi dengan syarat tidak adanya tranfer teknologi.
Pada awalnya semua orang keberatan dengan syarat yang diberikan oleh Nathan, karena mereka ingin mengetahui mekanisme kerja Electrical Gun V-1 dan menguasai teknologinya untuk dikembangkan.
Tetapi sebagai mantan pekerja broker saham, kemampuan bicara Nathan akhirnya bisa membuat semua petinggi militer setuju dengan syarat yang dia berikan.
Nathan memberikan harga cukup murah untuk unit Electrical Gun V-1 serta batrai khusus untuk senjata itu. Dia juga berjanji hanya akan menjual senjata itu kepada pihak militer Amerika Serikat.
Meski setuju dengan syarat yang Nathan berikan. Tampaknya pihak negara masih menginginkan teknologi Electrical Gun V-1. Hal ini dibuktikan dengan seorang wanita cantik yang ditugaskan untuk menyelidikinya.
Wanita cantik itu tidak lain adalah Elizabeth yang diberikan perintah oleh Margareth untuk menjadi asisten Nathan, tetapi alasan dibaliknya tidak lain untuk mencari tahu teknologi senjata itu.
Nathan tentu saja mengetahui akal busuk mereka, tetapi memilih untuk membiarkannya karena dia sudah menyiapkan rencana mengenai masalah ini.
"Bisakah kau makan lebih tenang dan sedikit beradab?" Tanya Elizabeth yang merasa terganggu dengan suara yang ditimbulkan oleh Nathan saat sedang makan.
Raut wajah Elizabeth menjadi semakin buruk saat dia melihat cara makan Nathan yang sangat berantakan di matanya. Hal ini membuat dia semakin tidak betah dan ingin segera pergi karena malu harus makan satu meja dengan Nathan.
"Kau bisa pergi jika merasa terganggu, aku akan menyampaikan pesan nanti kepada Nyonya Margareth." Balas Nathan tanpa sedikitpun melirik kearah wanita cantik dihadapannya.
Nathan sebenarnya sengaja membuat sedikit kekacauan saat sedang makan untuk menguji sampai mana batas kesabaran wanita bar-bar itu.
Benar saja seperti apa yang sudah Nathan perkirakan. Elizabeth hanya berdecak kesal dan tidak pergi setelah dirinya menyebutkan nama Margareth.
__ADS_1
Nathan kemudian berpikir jika Elizabeth pasti memiliki hubungan sangat kuat dengan Margareth, yang membuatnya harus kembali berpikir keras untuk mendapatkan target selanjutnya.
Beberapa waktu kemudian mereka memutuskan untuk pergi. Tidak lupa Nathan memesan sejumlah makanan untuk diberikan kepada para pekerjanya sebagai perayaan setelah mendapatkan kontrak bisnis.
"Ayo jalan..." Ucap Nathan yang membuat Elizabeth berdecak kesal karena diperlakukan seperti seorang supir pribadi oleh dirinya.
Nathan tentu tidak akan menyia-nyiakan fasilitas yang diberikan oleh Margareth berupa asisten pribadi. Lagipula disisi lain dia ingin memanfaatkan momen untuk memberi sedikit pelajaran kepada Elizabeth.
Selama perjalanan kembali menuju New York. Tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua dan hanya suara musik dari radio mengisi suasana yang tegang di dalam mobil.
Nathan lebih memilih menghabiskan waktu luang dengan mengisi buku catatan yang sesekali diperhatikan oleh Elizabeth karena merasa penasaran.
Menyadari jika Elizabeth sesekali mengintip catatannya, Nathan kemudian mengalihkan pandangan kearahnya dan dengan cepat wanita cantik itu menghindar.
Nathan hanya bisa menggelengkan kepala sambil tertawa lirih melihat tingkah Elizabeth yang mencoba berperan sebagai detektif.
Semua orang sekarang berkumpul di laboratorium pribadi milik Nathan. Disana sudah ada Sebastian, Joe, El Chapo, dan Harold.
Mereka semua merasa heran saat melihat Nathan membawa pulang seorang wanita cantik yang dilihat dari segimanapun sudah tampak sangat mencurigakan.
Elizabeth sendiri mengabaikan tatapan mereka dan memilih untuk melihat-lihat sarang dari penjahat yang menjadi incarannya yaitu Nathan.
"Bos, mengapa kau membawa seorang polisi kesini. Bukankah ini sangat berbahaya?" Tanya Joe sambil memperhatikan gelagat mencurigakan dari Elizabeth.
Hanya dalam sekali lihat semua orang sudah menyadari jika Elizabeth merupakan seorang agen kepolisian atau petugas bayaran.
Tentu saja tindakan yang dilakukan oleh Nathan dengan membawa agen kepolisian ketempat mereka sangat berbahaya, mengingat 3 di antara mereka merupakan penjahat kelas kakap.
Melihat kekhawatiran dimata anggotanya. Nathan kemudian menjelaskan kepada semua orang jika Elizabeth mulai sekarang akan bertugas sebagai asisten pribadinya dalam tanda kutip.
__ADS_1
Diam-diam Nathan juga membeberkan kepada semua orang jika Elizabeth memiliki niat buruk yang membuat mereka harus berhati-hati kepadanya.
Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Nathan tentu saja membuat semua orang terkejut dan meminta agar Elizabeth lebih baik segera disingkirkan karena bisa mengancam keamanan mereka.
Nathan segera menambahkan jika sebelumnya dia baru saja pulang dari Pentagon untuk membuat kesepakatan bisnis dengan mereka, dan Elizabeth diutus oleh mereka untuk mengawasi pekerjaannya.
Dengan rinci Nathan menjelaskan setiap detail kejadian saat berada di Pentagon sebelumnya kepada semua orang agar mereka semua mengerti.
Mengetahui jika Nathan menjual senjata Electrical Gun V-1 kepada pihak Pentagon, tentu membuat anggota yang lain merasa kurang setuju mengingat senjata itu sangat berharga dan bisa menimbulkan persaingan antar negara.
Lima orang pria itu kemudian berdebat sementara Elizabeth disana memilih untuk mengabaikan mereka dan fokus mencari tahu keberadaan cetak biru Electrical Gun V-1.
Setelah perdebatan cukup panjang dan penuh drama. Anggota yang lain akhirnya menyetujui gagasan Nathan untuk menjual senjata itu kepada pihak Pentagon setelah kualitasnya dikurangi.
Nathan kemudian meminta mereka untuk membagikan makanan yang sebelumnya dia beli kepada para pekerja yang belum pulang.
Sebelum mereka bubar, Nathan menjelaskan kejadian tadi pagi dimana dirinya hanya kelelahan saja dan tidak sadarkan diri didalam bak. Bukan untuk bunuh diri.
Hal ini langsung dimengerti oleh semua orang terutama Sebastian yang kemudian meminta maaf kepada Nathan sebelum pergi membagikan makanan.
Di laboratorium sekarang hanya tersisa Nathan dan Elizabeth saja. Hal ini seketika membuat suasana menjadi sangat canggung mengingat hubungan mereka yang sangat tidak baik, dan bahkan bisa dibilang bermusuhan.
"Kelompok yang menggelikan..." Celetuk Elizabeth menyinggung saat Nathan berdebat dengan anggotanya sendiri hanya karena masalah sepele.
Elizabeth kemudian bersandar di meja tempat dimana Nathan sedang merakit sebuah alat, dan menunggu apakah pria itu akan tersinggung dengan ucapannya atau tidak.
Tetapi setelah beberapa menit berlangsung Nathan sama sekali tidak melirik ke arah Elizabeth maupun menggubris perkataan wanita cantik itu.
Hal ini membuat Elizabeth merasa kesal dan memilih pergi untuk melihat kantor tersebut, dari pada harus berlama-lama bersama dengan pria kaku tersebut.
__ADS_1