
Kevin terlihat masih belum sadarkan diri di atas sebuah meja dengan kondisi ke-dua tangan dan kaki terikat. Darah juga terlihat menutupi sebagian wajahnya akibat luka pada bagian kepala usai terkena hantaman keras tongkat baseball.
Kelopak mata Kevin tiba-tiba bergetar menunjukkan jika pemimpin Geng The Brother tersebut akan segera bangun. Perlahan pria itu membuka mata dan merasa sangat pusing.
"Apakah kau menikmati tidur siang terakhirmu?" Tanya seorang pria berpakaian serba hitam layaknya pembunuh bayaran.
Pria itu terlihat duduk di sebuah kursi kayu sambil menghisap satu puntung rokok yang ada di tangannya. Dia tidak lain merupakan Nathan yang sudah menunggu Kevin bangun dari pingsannya.
"Kau! Bagaimana bisa kau ada disini?!" Kevin berdecak kesal saat melihat sosok Nathan. Dia ingin segera melarikan diri tetapi ke-dua tangan dan kakinya sudah diikat menggunakan sabuk pengait.
Posisi meja tempat Kevin ditahan sendiri sedikit miring yang membuat pria itu bisa menghadap ke arah Nathan. Sekeras apapun Kevin memberontak, dia sama sekali tidak bisa melepaskan diri karena Nathan mengikatnya dengan sangat kuat.
Nathan tidak menjawab pertanyaan dari Kevin dan hanya memberikan gestur tubuh seolah-olah dirinya mengetahui keberadaan pemimpin Geng The Brother sampai ke ujung dunia sekalipun.
"Penghangat ditempat ini sepertinya tidak berfungsi. Apakah kau tak merasa kedinginan?" Nathan mengusap ke-dua tangannya yang terasa dingin.
Nathan kemudian bangkit dari kursi kayu dan berjalan menghampiri tumpukan uang sebanyak 100 Juta Dollar yang membuat Kevin mulai merasa tidak enak.
"Hei! Apa yang kau lakukan? Menyingkir dari sana!" Kevin terlihat panik menyadari sebuah ide gila yang sekarang dipikirkan oleh Nathan.
Tumpukan uang sebanyak 100 Juta Dollar itu tidak lain merupakan milik Kevin. Saat pemimpin Geng The Brother tersebut sedang pingsan, Nathan menyusun semua uang itu sambil menunggu Kevin bangun.
Nathan mengambil sebuah jerigen berisi alkohol dan menyiramkan ke arah tumpukan uang 100 Juta Dollar secara merata untuk memastikan tidak ada bagian yang terlewatkan.
"Hentikan! Apa kau sudah gila?! Kau tak bisa melakukan semua ini kepadaku!" Kevin semakin panik saat melihat Nathan mulai menyiramkan alkohol ke arah tumpukan uang miliknya.
Dengan susah payah Kevin memberontak untuk mencegah Nathan membakar semua uang miliknya. Sayangnya dia sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk melepaskan diri dan hanya membuat pergelangan tangan serta kakinya lecet.
__ADS_1
Setelah menyiramkan alkohol secara merata, Nathan kemudian melemparkan puntung rokok yang masih membara ke arah tumpukan uang milik Kevin.
Hanya dalam waktu singkat api dengan cepat menyebar dan mulai membakar semua uang milik Kevin yang nilainya tentu saja tidak bisa dibilang sedikit.
Nyala api membumbung menghasilkan hawa panas yang menghangatkan gudang tempat dimana Nathan dan Kevin saat ini sedang berada.
Kevin berteriak histeris sampai suaranya terdengar serak. Air mata mengalir deras melewati pipi pemimpin Geng The Brother tersebut saat melihat semua yang dia dapatkan dengan susah payah dibakar begitu saja oleh Nathan.
Disisi lain Nathan justru menikmati kehangatan dari hasil pembakaran uang sebanyak 100 Juta Dollar di musim yang sekarang sangat dingin dan hujan salju di luar sana.
"Hah... Bukankah kehangatan dan aroma pembakaran uang sebanyak 100 Juta Dollar sangat menenangkan?" Gumam Nathan sambil menikmati kehangatan disekitarnya.
Uang sebanyak itu tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan isi rekening milik Nathan saat ini yang sudah menyentuh angka lebih dari 50 Miliar Dollar.
Mungkin bagi Kevin dan kebanyakan orang diluar sana butuh waktu lama untuk mendapatkan uang sebanyak 100 Juta Dollar dengan kerja keras.
Jumlah uang yang ada di dalam rekening Nathan masih akan terus bertambah drastis jika dirinya bisa menyelesaikan project Electrical Air Protection System sesuai permintaan dari pemerintah Amerika Serikat.
"Dasar gila! Bagaimana bisa kau membakar semua uang itu?! Aku pasti akan membunuhmu secara perlahan setelah ini! Camkan itu!" Kevin mendengus kesal sambil menatap Nathan dengan sorot mata penuh kebencian.
Menurut Kevin pria bernama Alexander itu sudah sangat gila sekaligus bodoh karena membakar uang sebanyak 100 Juta Dollar, yang bahkan pencuri kecil saja tahu betapa berharganya uang sebanyak itu dari pada nyawa mereka sendiri.
Pemikiran tentang seberapa berharganya uang dalam kehidupan manusia memang tidak di lepaskan. Mereka bahkan rela mengorbankan keluarga mereka sendiri hanya untuk semua kertas tanpa jaminan emas dibaliknya.
Nathan hanya bisa menggelengkan kepala saat menyaksikan manusia rela melakukan apa saja untuk benda bernama Dollar. Padahal sudah jelas Dollar AS merupakan uang hasil printing saja tanpa nilai tukar yang pasti.
"Apa menurutmu aku akan melepaskanmu begitu saja sekarang? Tidak mungkin..." Nathan tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala.
__ADS_1
Nathan kemudian berbalik dan berjalan menghampiri Kevin yang terlihat masih bingung mencerna semua perkataannya barusan.
"Apa yang ingin kau lakukan kepadaku?!" Kevin mulai merasa panik sekaligus cemas saat Nathan menghampiri dirinya sambil memainkan sebilah pisau militer.
Pisau militer sendiri sangat berbeda dengan pisau dapur pada umumnya yang biasa digunakan untuk kebutuhan memotong sehari-hari.
Kevin tentu saja mengenali jenis pisau militer yang Nathan bawa mengingat dirinya merupakan seorang mantan anggota Marinir AS setelah keluar 6 tahun lalu dan membentuk Geng The Brother.
Kekecewaannya terhadap pemerintah Amerika Serikat yang sudah membuat rekan-rekannya terbunuh hanya karena minyak bumi dari timur tengah, menjadi alasan dasar Kevin membentuk Geng The Brother.
Berbeda dengan Kevin yang meluapkan semua kekecewaan terhadap pemerintah Amerika Serikat dengan membentuk Gengster kriminal tanpa membuat solusi baik untuk negara.
Nathan memiliki prinsip untuk membuat perubahan besar agar Amerika Serikat tidak bergantung kepada minyak bumi dan menyerang kawasan timur Tengah dengan dalih membawa perdamaian.
Perangkat baterai yang terpasang pada senjata Electrical Gun V-1, merupakan cikal bakal dari pembaharuan energi yang ingin Nathan kembangkan untuk masa depan.
Meski terdengar sangat naif dan ambisius tetapi project ini akan segera Nathan realisasikan. Alasannya setuju untuk membuat kesepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat dalam pembuatan sistem perlindungan adalah untuk hal ini.
Dengan menggunakan project besar Electrical Air Protection System. Nathan ingin memaksa semua negara melucuti sistem persenjataan nuklir mereka.
Nathan kemudian berdiri disamping Kevin yang pergerakannya sangat terbatas sambil memainkan pisau tajam ditangannya.
"Aku akan meringankan hukumanmu jika kau mau kooperatif. Apa kau mengerti?" Nathan bertanya dengan raut wajah datar namun gelagatnya sudah bisa dipastikan sangat berbahaya.
Mendengar perkataan Nathan yang terdengar seperti sebuah ancaman. Kevin mentah-mentah menolak untuk bersikap kooperatif karena sadar pada akhirnya hari ini dia akan segera mati di tangan pria itu.
Nathan tertawa lirih dan tanpa peringatan sedikitpun langsung memotong salah satu telinga milik Kevin hingga membuat pemimpin Geng The Brother tersebut berteriak histeris karena enggan bersikap kooperatif.
__ADS_1