
Saat Nathan sedang sarapan tiba-tiba notifikasi dari System muncul menampilkan semacam misi yang harus ia lakukan jika ingin mendapatkan hadiah.
[ Misi baru terpicu : Edarkan satu paket yang tersedia di dalam penyimpanan dimensi System.
Hadiah : 5000 Poin Tukar, 200.000$ USD, Cetak biru Electrical Gun Model V-1.
Waktu : 2 hari ]
Nathan terdiam beberapa saat dan mulai mencermati misi yang di berikan System kepada dirinya. Melihat hadiah yang ditawarkan cukup menggiurkan, Nathan tentu merasa sangat tertarik.
Apalagi saat melihat jika ia akan menerima sebuah cetak biru semacam senjata asing bertenaga listrik, yang menurutnya akan sangat menguntungkan jika bisa memproduksi senjata semacam ini, dan menawarkannya kepada pihak militer.
Nathan kemudian memeriksa barang apa yang harus ia edarkan di penyimpanan dimensi System. Sontak Nathan terkejut sampai menyemburkan sup labu yang sedang ia makan saat mengeceknya.
"Apa kau bercanda memintaku mengedarkan barang ilegal semacam ini?" Nathan terperangah melihat satu paket serbuk putih seberat 1 kilogram, yang harus ia edarkan.
Tentu serbuk putih tersebut bukanlah hal biasa, melainkan barang yang bisa membuat seseorang kaya dengan cepat dengan resiko yang sama besarnya.
Barang itu juga yang merupakan pemicu Nathan dijebak oleh beberapa pihak tidak benar, dan membuatnya hampir kehilangan nyawa.
Disisi lain Sebastian yang sedang membaca koran harian terkejut melihat Nathan tiba-tiba menyemburkan sup labu buatannya.
"Mengapa kau menyemburkan makanan seperti itu? Apa rasanya tidak enak?" Sebastian menurunkan kacamata yang ia gunakan lalu melihat kearah Nathan.
"Bukan seperti itu Tuan Sebastian. Aku hanya tersedak saja karena makan terlalu cepat." Nathan tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Nathan sebenarnya tidak bermaksud menyemburkan sup labu buatan Sebastian, dan murni hanya terkejut melihat misi dari System. Lagipula siapa akan membuang sup labu seenak itu.
Sebastian menyipitkan mata untuk memastikan perkataan Nathan, sebelum kembali fokus membaca koran. Jangan buru-buru tidak akan ada yang merebutnya dari tanganmu."
"Baik..." Nathan tersenyum canggung sambil mengangguk pelan. Ia merasa kesal dengan System dan mengutuknya karena memberikan misi pertama yang tidak masuk akal.
[ Tuan rumah tidak perlu marah. Semua yang System lakukan semata-mata hanya untuk membentuk karakter Anda agar bisa bertahan saat mengikuti permainan dunia yang kejam ini ]
__ADS_1
"Aku paham apa yang kau bicarakan. Tetapi apa aku harus melakukan pekerjaan kotor semacam ini?" Nathan masih belum terbiasa jika harus mulai memasuki dunia gelap.
Disisi lain Nathan merasa heran dengan System ciptaan Edric yang harusnya tidak digunakan untuk kejahatan, tetapi sekarang justru System itu sendiri yang menuntun dirinya menuju jalan kegelapan dan kotor.
[ Memulai langkah perubahan lebih awal lebih baik dari pada tidak sama sekali. Apakah Tuan rumah masih ingin tertindas dan tidak ingin mendapatkan keadilan? ]
Pertanyaan dari System langsung membuat Nathan seketika terdiam. Nathan kembali merenungkan semua kejadian dimana hidupnya hampir berakhir, dengan menjadi kambing hitam untuk kekuasaan dan kepuasan orang lain.
"Berikan aku untuk memikirkan misi ini terlebih dulu." Nathan tidak ingin terburu-buru dan ingin mendiskusikan semuanya dengan dirinya sendiri.
[ Tentu saja Anda bisa memikirkannya terlebih dulu Tuan. Lebih cepat akan sangat baik karena misi dan hadiah yang ditawarkan akan kadaluarsa setelah waktu habis ]
Nathan menghela nafas sambil mengangguk pelan lalu melirik kearah Sebastian. Tidak mungkin jika ia meminta bantuan pria itu untuk membantu misinya mengantarkan barang terlarang.
Akan sangat tidak sopan dan keterlaluan jika ia mengharapkan bantuan lebih banyak dari Sebastian. Tetapi Nathan juga merasa bingung harus bagaimana mengerjakan misi dalam kondisinya saat ini.
"Apa kau memiliki semacam serum atau obat untuk mempercepat pemulihan ku?" Nathan memutuskan untuk bertanya kepada System.
Sebenarnya Nathan juga tidak nyaman saat harus menahan rasa sakit dari luka di sekujur tubuhnya, terutama saat sejumlah tulang rusuknya yang patah.
Untuk membantu proses penyembuhan luka rasanya 500 Poin Tukar terbilang cukup sepadan dengan hasilnya nanti. Meski begitu Nathan sendiri ingin melihat apakah System ciptaan Edric memang bekerja dengan baik, atau hanya memiliki fungsi untuk indikator kondisi tubuh saja.
"Apapun itu asalkan bisa menghilangkan rasa sakit. Berikan aku plasma itu segera." Tanpa keraguan dan rasa penasaran yang tinggi, Nathan mencoba memahami cara kerja System.
[ Selamat Tuan rumah sudah membeli Plasma Sel. Poin tukar Anda akan dikurangi sebanyak 500 Poin. Plasma Sel sudah tersimpan di dalam penyimpanan dimensi, untuk mengambilnya Tuan rumah hanya perlu membayangkan ]
Dengan kikuk Nathan mencoba mempercayai perkataan System. Ia mulai memejamkan mata sambil membayangkan gambaran Plasma Sel yang sebelumnya sudah ditampilkan pada layar.
Benar saja tidak lama kemudian sebuah alat injeksi dengan tabung kaca berisi serum berwarna jingga yang sedikit bersinar muncul di genggaman tangan Nathan.
"Oh yang benar saja ini benar-benar bekerja!" Rasa kagum muncul saat Nathan mendapati semacam alat injeksi yang dilengkapi serum Plasma Sel.
Nathan kemudian segera menyuntikkan Plasma Sel pada bagian lengan dan berharap jika serum tersebut bekerja sesuai dengan yang dibicarakan oleh System.
__ADS_1
Begitu serum Plasma Sel masuk ke dalam tubuh Nathan. Alat injeksi langsung menghilang menjadi partikel-partikel kecil. Melihat kejadian ini ia langsung paham jika System mencoba menghilangkan jejak agar teknologinya tidak bocor.
"Aneh mengapa aku mendadak merasa sangat lelah sekarang..." Nathan merasa matanya menjadi berat dan perlahan pandangannya mulai mengabur.
Sebelum pingsan Nathan meletakan nampan makanan ke atas meja yang ada di sebelahnya, dan mulai menuju kegelapan untuk kesekian kalinya.
Disisi lain Sebastian yang baru saja selesai membaca koran harian, dibuat heran saat mendapati Nathan sudah terlelap setelah menghabiskan sarapan.
Sebastian meletakan koran yang sudah ia baca di atas meja, kemudian menghampiri Nathan dan mengambil nampan berisi bekas alat makan.
Melihat Nathan tertidur pulas, senyuman kecil terlukis pada wajah Sebastian. Pandangannya menyiratkan kerinduan dan kepuasan layaknya kerabat yang sudah lama tidak pernah bertemu.
"Syukurlah Anda baik-baik saja, Tuan muda." Ucap Sebastian sebelum melenggang pergi menuju dapur dengan senyap agar tidak membangunkan Nathan.
Banyak yang tidak mengetahui bahkan Nathan sendiri belum menyadari, jika sebenarnya Sebastian merupakan mantan kepala pelayan dikediaman keluarga Alexander dulu.
Sudah dari generasi pertama keluarga Sebastian sudah menjadi bagian dari keluarga Alexander, dan menjadi kepala pelayan di sana sejak lama.
Loyalitas mereka sudah tidak perlu diragukan dan selalu melayani keluarga Alexander dengan sepenuh hati.
Hingga suatu saat ketika bisnis keluarga cabang Alexander yaitu keluarga Nathan bangkrut 13 tahun lalu, membuat Sebastian yang saat itu ditugaskan bekerja di sana terpaksa angkat kaki meski tidak ingin.
Bagaimana pun Sebastian sudah bersama dengan keluarga cabang tersebut sebelum Nathan dilahirkan. Yang artinya ia juga menjadi pembimbing untuk Nathan sejak masih sangat kecil.
Sebastian sekarang menyadari jika Nathan mengalami trauma cukup mendalam hingga belum mengingat dirinya, akibat perlakuan buruk orang tuanya dulu setelah bangkrut dan tidak dibantu oleh keluarga utama Alexander.
Tentunya ada masalah internal hingga keluarga Nathan tidak dibantu oleh keluarga utama Alexander. Hal ini berkaitan dengan Ibunya yang merupakan putri keluarga utama Alexander.
Ibu Nathan saat muda memutuskan untuk menikah dengan orang dari kalangan menengah kebawah, yaitu ayah Nathan sendiri.
Tentu saja hal ini sangat tidak disukai oleh Kakek Nathan saat itu, karena sudah mengacaukan rencana pertunangan dengan keluarga kelas atas seperti mereka.
Mulai saat itu Ibu dari Nathan resmi dicoret dari ahli waris keluarga Alexander dan segala akomodasi yang ia terima selama ini mulai dibatasi, hingga membuat keluarga Nathan pada akhirnya benar-benar terpuruk dan hancur seperti sekarang.
__ADS_1
Ibunya meninggal karena sakit, ayahnya menjadi seorang pemabuk dan tukang pukul. Yang membuat Nathan sejak masih muda harus mulai mandiri dan bekerja serabutan untuk membiayai sekolahnya sendiri.