
Beberapa hari kemudian mobil yang ditumpangi oleh Edric sudah sampai di Moskow. Sebelum pergi ia berterima kasih kepada penduduk yang sudah mengatarnya.
Edric melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju sebuah tempat dimana ia melakukan penelitian secara diam-diam dari pantauan pihak militer dan pemerintahan.
Nathan sendiri hanya berjalan mengikuti Edric seperti makhluk astral yang tidak kasat mata, sambil memperhatikan setiap kejadian yang dialami oleh pria tersebut.
Perjalanan mereka berlanjut memasuki kawasan apartemen yang terletak di pinggiran kota. Edric lalu memasuki sebuah basement yang tampaknya sudah lama ia sewa dari pemilik bangunan apartemen tersebut.
Begitu masuk ke dalam Nathan bisa melihat ada sangat banyak benda-benda asing yang jelas asalnya bukan dari peradaban bumi.
Hal yang paling mengejutkan bagi Nathan adalah penampakan seorang alien berwarna biru. Melihat bentuknya, ia bisa menebak jenis alien yang berasal dari konstelasi bintang Sirius.
"Bagaimana pria itu bisa membawa alien ke tempat ini?" Nathan terus memandangi alien sirien yang tersimpan di dalam tabung kaca berisi serum khusus.
Nathan kemudian memperhatikan Edric yang mulai membuka tabung kaca dan mengarahkan tangan alien tersebut untuk menyentuh permukaan batu seukuran telur ayam.
Fulkutasi energi listrik sama-samar muncul dari batu memindai sidik jari alien. Tak berselang lama batu tersebut perlahan terbuka membentuk garis halus horizontal, seakan membelahnya.
Asap tipis muncul beriringan dengan terbukanya batu. Setelah asap menghilang tampak sebuah kristal transparan seukuran kelereng dengan pola-pola aneh terukir pada bagian permukaan.
Edric mengambil kristal tersebut dengan sangat hati-hati karena mengetahui seberapa rapuh benda paling berharga di seluruh alam semesta itu.
"Akhirnya setelah menghabiskan 20 tahun meneliti. Aku menemukannya." Edric tidak bisa mengungkapkan rasa bahagia setelah menemukan kristal tersebut.
Hanya ada satu kristal semacam ini diseluruh alam semesta dan keberadaannya selalu menimbulkan peperangan sekala besar oleh makhluk di luar bumi selama miliaran tahun.
Planet Mars merupakan bukti nyata peperangan yang melibatkan alien abu-abu dan reptilian. Ilmuwan dunia sudah menemukan jejak radioaktif nuklir pada permukaan planet, yang membuktikan teori peperangan antar alien dimasa lalu.
Mereka saling berperang hanya untuk sebuah kristal yang saat ini berada di tangan Edric, membuktikan jika kristal tersebut bukan benda biasa.
Kristal tersebut sendiri merupakan God Particel yang tercipta saat kejadian Bigbang jauh sebelum perbedaan di alam semesta terbentuk.
__ADS_1
Ada karakteristik tersendiri mengenai partikel ini sampai menjadi rebutan banyak makhluk. Hal ini tidak lain menyangkut fungsi penciptaan, dimana partikel tersebut mampu menciptakan benda apa saja.
Edric mendapatkan informasi menakjubkan ini setelah membaca ingatan mayat alien sirien menggunakan sebuah alat khusus hasil ciptaannya sendiri.
Kristal tersebut kemudian Edric ekstrak menjadi semacam serum khusus berwarna biru. Tepat ketika serum berhasil dibuat, ia mendengar deru kendaraan yang tidak biasa dari luar bangunan apartemen.
Benar saja saat Edric melihat kearah monitor pengawas. Ia menemukan banyak prajurit sudah mengepung gedung apartemen tempat dirinya melakukan penelitian rahasia.
"Sial mereka menemukanku dengan sangat cepat!" Edric berdecak kesal melihat penduduk yang sudah mengatar dirinya sebelumnya berada di antara pasukan.
Hanya dalam sekali lihat Edric bisa menyimpulkan jika penduduk tersebut pasti sudah melaporkan dirinya kepada pihak berwenang karena mencurigai pelariannya.
Brak!!!
Pintu basement langsung di dobrak dan lebih dari 20 pasukan masuk ke dalam ruang penelitian milik Edric, kemudian mengarahkan bidikan kepada tersebut.
"Angkat tangan dan letakan benda itu segera!" Seru komandan pasukan sambil mengancam Edric menggunakan senjata api ditangannya.
Edric memperhatikan semua orang yang berhasil mengepung dirinya. Kali ini ia benar-benar sudah mati langkah, dan tidak menutup kemungkinan akan terbunuh jika memberontak.
Mata semua orang yang ada di sana langsung membelalak saat melihat Edric menghilang menggunakan teknologi aneh. Tetapi mereka segera tersadar saat mendengar suara yang tidak asing mirip hitungan bom.
"Merunduk!" Seru komandan pasukan KGB saat melihat alat peledak di dekat mayat alien yang membuat semua anak buahnya dengan panik langsung merunduk.
Boomm!!!
Ledakan muncul setelah hitungan waktu berakhir, menghancurkan segala penelitian serta mayat alien yang berada di dalam ruangan penelitian milik Edric.
Sejumlah pasukan KGB mengalami luka serius akibat ledakan bom waktu yang sudah dipersiapkan oleh Edric jauh-jauh hari untuk mengantisipasi penelitiannya bocor ke publik.
"Keparat kau Edric!" Komandan pasukan KGB mengumpat dengan kesal mengutuk keras tindakan Edric yang sudah melukai banyak anak buahnya.
__ADS_1
Sementara itu Edric kembali muncul di dekat bandara Internasional Sheremetyevo. Energi pada jam ruang waktunya sekarang benar-benar sudah habis setelah digunakan untuk melompati ruang 2 kali.
Edric segera berlari menuju bandara dan memesan tiket penerbangan menuju Amerika hari itu juga. Tentu saja ia sudah menyiapkan sejumlah dokumen agar semua rencananya berjalan mulus.
Beruntung Edric mendapatkan tiket menuju Amerika setelah seorang penumpang memutuskan untuk membatalkan penerbangannya.
Dalam kurun waktu 1 jam bagi Edric terasa sangat lama. Ia merasa was-was saat melihat seorang agen kepolisian udara yang biasa menyamar dan berbaur dengan para penumpang pesawat.
Edric berusaha tetap tenang agar tidak dicurigai oleh agen tersebut. Lagi pula ia merasa informasi mengenai dirinya belum menyebar luas dan membuatnya bisa sedikit bernafas lega.
Pesawat yang ditumpangi Edric dari Rusia menuju New York Amerika kemudian lepas landas, tepat sebelum pihak berwenang menutup segala akses keluar masuk luar negeri.
Selama penerbangan Edric terus mengeluh wadah berisi serum yang tersimpan di balik jaket. Seluruh hidupnya sekarang ada pada serum tersebut, dan ia tidak ingin perjuangannya selama ini berakhir sia-sia.
Disisi lain agen rahasia pengawas udara menerima pesan khusus untuk mencari seorang pria yang sekarang menjadi daftar hitam negara Rusia, dan harus ditangkap hidup atau mati untuk menutupi penelitian rahasia alien mereka.
Agen tersebut mengangguk pelan sebelum panggilan berakhir. Ia kemudian mengendarkan pandang untuk mencari keberadaan buronan penting negara Rusia.
Beberapa jam kemudian pesawat komersil yang Edric tumpangi sampai di bandara udara Internasional John F. Kennedy New York Amerika Serikat, pada pukul 7 malam waktu setempat.
Edric segera bergegas keluar dari pesawat dan mencari taksi. Tetapi Agen rahasia langsung curiga kepada dirinya karena tidak membawa barang bawaan, padahal melakukan perjalanan jauh.
"Hei! Berhenti disana!" Seru Agen rahasia tersebut yang langsung mengejar Edric, tetapi pria itu sudah terlebih dulu melarikan diri menggunakan taksi.
Agen rahasia tersebut kemudian menghubungi rekannya yang berada di sekitar maupun dikawasan New York untuk mengejar taksi, yang ditumpangi oleh Edric dengan mengirim nomor plat kendaraannya.
Tak berselang lama beberapa mobil SUV hitam mengejar taksi yang ditumpangi oleh Edric dan tidak segan untuk menabraknya hingga terguling beberapa kali sebelum berhenti.
Edric keluar dari taksi dan segera melarikan diri melewati kerumunan pejalan kaki mengabaikan semua luka yang cukup parah setelah kecelakaan.
Merasa sudah tidak bisa melarikan diri Edric kemudian memutuskan untuk memilih orang untuk mewarisi karya terakhirnya secara acak, dan berharap orang itu tidak menggunakannya untuk melakukan kejahatan.
__ADS_1
Pandangan Edric kemudian terkunci kearah seorang pria yang baru saja keluar dari toko kue. Ia dengan cepat memasang alat injeksi dan menyuntikan serum berisi God Particel kepada pria yang tidak lain adalah Nathan.
Edric tersenyum tipis sebelum melanjutkan pelariannya, hingga pada akhirnya saat melewati persilangan jalan raya ia ditembak mati oleh sejumlah agen rahasia.