Mafia Order System

Mafia Order System
Membuat Panik Semua Orang


__ADS_3

Begitu Nathan menggunakan Poin Pengalaman, tubuh pria itu langsung tersentak dan tidak sadarkan diri seolah-olah tersengat listrik beraliran tinggi.


Nathan sekarang terlihat lebih mirip seperti sebuah robot dari pada manusia, saat menginstal program teknik beladiri yang baru dimaksimalkan.


Pukul 9 pagi seperti biasa empat orang pria datang menuju Gym pribadi yang hanya bisa diakses oleh petinggi Perusahaan STELLAR Inc.


STELLAR sendiri merupakan perusahaan yang Nathan bentuk dan bergerak dalam bidang pembuatan senjata berteknologi tinggi di Amerika Serikat.


Meski belum memiliki izin khusus untuk membuat perusahaan senjata oleh pihak berwenang. Tetapi perusahaan yang sudah berdiri lebih dari 1 minggu ini, sekarang memiliki 20 pekerja tetap.


Nathan berpikir dia bisa mendapatkan izin usaha melalui jalur khusus, yaitu dengan mendatangi langsung kantor Pentagon di Virginia.


Empat orang pria yang mengenakan pakaian olahraga tidak lain merupakan Sebastian, Joe, El Chapo, dan Harold. Mereka datang ke Gym untuk melakukan olahraga rutin seperti biasa.


"Dimana Bos? Biasanya dia orang pertama yang datang kesini?" Tanya Joe sambil mengedarkan pandangan mencari keberadaan Nathan.


El Chapo dan Harold menggelengkan kepala karena mereka juga tidak melihat keberadaan Nathan di dalam Gym. Hal ini membuat mereka bertanya-tanya dan berpikir jika Nathan masih tidur di kamarnya.


Disisi lain Sebastian tidak setuju jika Nathan masih tidur, setelah melihat beberapa alat tidak dalam posisi yang semestinya seolah baru saja digunakan.


Kecurigaan Sebastian diperkuat dengan adanya sepatu olahraga milik Nathan di dekat Bak khusus berisi air es. Khawatir terjadi sesuatu kepada pemuda itu, ia langsung berlari untuk mengeceknya.


Benar saja Sebastian menemukan tubuh Nathan tidak bergerak didasar kolam es yang kedalamannya hanya sepinggan pria dewasa saja.


Dengan cepat Sebastian menarik tubuh Nathan keluar dari kolam dan membuat semua terkejut karena mengira pemuda tersebut baru saja melakukan bunuh diri.


Harold sebagai ahli medis langsung memberikan pertolongan pertama dengan melakukan tekanan CPR kepada Nathan yang sudah tidak bernafas.


Suasana di pagi itu akhirnya menjadi tegang akibat Nathan yang dikira sudah bunuh diri setelah melakukan olahraga untuk terakhir kalinya.

__ADS_1


Dalam keadaan kacau tersebut, Joe yang sudah kehilangan akal sehatnya berniat memberikan nafas buatan kepada Nathan karena berpikir itu merupakan pilihan terakhir.


Tetapi saat Joe mendekatkan wajahnya tiba-tiba Nathan membuka mata dan langsung memukul dirinya hingga tersungkur tepat di sampingnya.


"Apa kau sudah gila, Joe?!" Nathan segera menjauhkan diri dari Joe yang hampir saja melakukan tindakan pelecehan kepadanya.


Disisi lain Joe mengerang kesakitan sambil memegang wajahnya yang terasa kebas. Darah terlihat mulai menetes dari mulutnya setelah mendapat pukulan mentah dari Nathan.


"Ughh! Aku hanya mencoba membantumu, Bos." Joe mencoba melakukan pembelaan agar Nathan tidak salah mengartikan tindakan yang akan dia lakukan sebelumnya.


Mendengar perkataan dari Joe tentu saja membuat Nathan merasa bingung. Sebenarnya dia baru saja mendapatkan beberapa informasi teknik beladiri saat berada di alam bawah sadar.


Melihat ekspresi semua orang tampak cemas Nathan ingin bertanya kepada mereka, tetapi tiba-tiba tanpa peringatan sedikitpun Sebastian langsung mencengkram kerah bajunya.


"Apa yang sedang kau pikirkan, huh?! Menurutmu dengan melakukan bunuh diri semua masalah bisa selesai begitu saja?!" Sebastian membentak Nathan tepat di hadapan wajahnya.


Dalam pandangan Nathan dia bisa melihat kekhawatiran diwajah Sebastian saat sedang membentak dirinya dengan nada tinggi.


Dengan perasaan campur aduk Sebastian memutuskan untuk pergi meninggalkan ruangan Gym diikuti oleh Harold dan El Chapo yang membantu Joe berjalan.


Sekarang hanya tersisa Nathan saja di ruangan Gym dengan kondisi badan yang basah kuyup. Ia masih merasa bingung kenapa semua orang tampak kesal kepadanya.


"System tolong jelaskan apa yang baru saja terjadi disini." Pinta Nathan sambil mencoba mencerna situasi yang sangat membingungkan untuknya sekarang.


Pertanyaan yang diajukan oleh Nathan langsung mendapat jawaban dari System dengan menampilkan reka ulang kejadian melalui citra 3 dimensi.


Setelah mendapat kilas balik kejadian beberapa saat yang lalu. Nathan akhirnya paham dan menyadari jika semua ini murni hanya salah paham saja.


Nathan memutuskan untuk memberikan penjelasan kepada Sebastian, Joe, El Chapo, dan Harold nanti. Sekarang dia akan fokus terlebih dulu untuk menyelesaikan misi yang diberikan oleh System.

__ADS_1


Pemuda itu kemudian mengganti pakaian dengan setelan jas hitam rapih dan membawa sebuah koper sebelum pergi meninggalkan lantai 54 menggunakan Lift khusus.


Begitu pintu Lift terbuka semua orang yang berada di Lobby langsung mengalihkan perhatian mereka kearah Nathan. Semua orang merasa heran bagaimana pemuda itu bisa menggunakan Lift yang dilarang di gunakan oleh orang sembarangan.


Dua orang penjaga yang berjaga setiap hari di depan Lift juga tampak kebingungan. Mereka sebenarnya juga tidak mengerti mengapa diberi tugas menjaga pintu Lift yang tidak pernah digunakan tersebut.


Mendapat perhatian dari semua orang Nathan lebih memilih untuk mengabaikan mereka semua dan berjalan keluar dari bangunan kantor.


Nathan kemudian memesan sebuah taksi konvensional dengan tujuan markas pusat militer Amerika Serikat yaitu Pentagon.


Dari jendela lantai 53, Sebastian, Joe, El Chapo, dan Harold memperhatikan kepergian Nathan yang berpakaian rapih tanpa mengajak mereka sama sekali.


"Menurut kalian dia ingin pergi kemana?" Tanya El Chapo kepada rekan-rekannya sambil memperhatikan taksi yang dinaiki oleh Nathan.


*****


Di dalam taksi Nathan terus mempersiapkan diri untuk melakukan presentasi dihadapan beberapa petinggi militer Amerika Serikat nanti.


Nathan sendiri sudah membuat janji bersama Menteri Pertahanan Amerika Serikat, tentu saja ia mendapat bantuan dari System yang membuat semuanya berjalan dengan lancar.


"Hari ini apa kau akan melakukan wawancara kerja, Nak?" Tanya supir taksi berkulit hitam yang memperhatikan kesibukan Nathan di kursi penumpang belakang.


Apa yang diucapkan oleh supir taksi itu memang tidak salah. Melihat Nathan tampak gugup saat mempersiapkan presentasi, seolah seperti orang yang ingin melamar pekerjaan.


"Ya, kurang lebih seperti itu. Pak..." Nathan membalas dengan sopan sambil tertawa canggung karena tidak mungkin memberitahu kebenarannya.


Setelah menempuh perjalanan menggunakan taksi selama kurang lebih 2 jam, Nathan akhirnya sampai di lokasi yang menjadi tujuannya.


"Aku tak mengira kalau kau akan melamar pekerjaan disini. Semoga beruntung, Nak!" Ucap supir taksi sebelum pergi meninggalkan Nathan di depan pos pemeriksaan Pentagon.

__ADS_1


Nathan membalas perkataan supir taksi itu dengan senyuman sebelum berjalan menuju pos pemeriksaan yang dijaga oleh beberapa tentara bersenjata lengkap.


Karena terlalu fokus menyiapkan bahan untuk presentasi, Nathan sampai menghiraukan peringatan ringan tanda bahaya yang diberikan oleh System.


__ADS_2