Mafia Order System

Mafia Order System
Aku Benar-benar Miskin


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju lokasi yang sudah ditentukan untuk bertemu dengan Geng Bloody Love. Nathan terlihat sibuk mempelajari kacamata milik Katarina mulai dari struktur, cara kerja, sampai teknologinya.


Nathan menggunakan proyeksi yang ada dihadapannya dan tentu saja hanya dirinya saja yang bisa melihat, sementara orang lain tidak bisa.


Orang lain mungkin sekarang akan mengira jika Nathan sedang melamun dan tatapannya terlihat kosong saat melihat ke depan. Tetapi yang sebenarnya terjadi justru sebaliknya.


Nathan yang asik mempelajari teknologi kacamata itu bahkan tidak menyadari jika dirinya sedang diapit oleh dua orang wanita di dalam mobil.


Kedua wanita itu tidak lain merupakan Katarina dan Elizabeth. Pandangan mereka tampak sangat berlawanan. Dimana Katarina fokus memperhatikan Nathan, sementara Elizabeth menatap Katarina dengan tidak senang.


Untuk Jasmine sendiri hanya bisa menggerutu dikursi belakang sambil mengunyah keripik kentang miliknya. Wanita itu tentu saja iri saat melihat Katarina dan Elizabeth bisa duduk di dekat Nathan.


Di sisi lain tiga orang pria yang ada disana mengumpat dalam hati melihat keberuntungan Nathan. Ke-tiga pria itu tidak lain adalah Joe, Mike dan Teo.


Mereka bertiga merasa seperti karakter sampingan yang berperan sebagai tokoh hiburan, sementara Nathan layaknya tokoh utama dalam cerita yang memiliki banyak keberuntungan.


Disisi lain Sebastian, El Chapo, dan Baron tidak merasa seperti ke-tiga pria itu. Mereka sudah cukup berumur dan memiliki pandangan lain, jadi tidak merasa dengan keberuntungan yang dimiliki oleh Nathan.


Saat sedang mempelajari kacamata milik Katarina. Nathan berpikir sejenak apakah System memiliki alat yang serupa atau tidak di Toko.


Setelah mencari selama beberapa menit Nathan akhirnya menemukan tiga alat yang memiliki fungsi hampir mendekati kacamata ciptaan Katarina.


Pertama ada sebuah alat bernama God Eye. Alat ini memiliki bentuk menyerupai lensa kontak mata biasa, namun memiliki fungsi untuk melihat masa depan sejauh 15 detik.


Harga yang ditawarkan oleh System untuk God Eye terbilang cukup mahal yaitu 15000 Poin tukar. Tentu harga ini belum termasuk biaya pemasangan yang bisa menelan biaya mencapai 60.000 Poin tukar.

__ADS_1


Nathan tentu saja tidak memiliki Poin tukar sebanyak itu untuk saat ini. Ia tersenyum kecut ketika mendapati saldo Poin tukarnya yang hanya tersisa 30.000 setelah digunakan untuk berbagai keperluan selama satu bulan terakhir.


Memang terdengar sangat menyedihkan. Tetapi untung saja Nathan sudah mengetahui jika System yang dia miliki sangat suka memiskinkan dirinya agar bisa bekerja lebih keras.


Oleh sebab itu meski Nathan mendapatkan banyak Poin tukar dari misi yang sudah dia jalankan. Sekarang dia tidak bisa merasa senang, sebab ada System yang sudah menunggu untuk menguras saldo Poin tukarnya dengan berbagai trik jebakan.


Pandangan mata Nathan kemudian tertuju ke arah sebuah alat bernama Shambala. Alat ini sendiri memiliki ukaran dan bentuk seperti bola tenis yang terlihat sangat praktis untuk digunakan.


Fungsi alat Shambala ini memutarkan waktu kembali 15 detik setelah kejadian berlangsung. Alat ini tentu saja sangat berguna meski hanya bisa memundurkan waktu 15 detik saja.


Dengan alat Shambala tidak menutup kemungkinan Nathan bisa mencegah kematian para anggotanya. Ia juga bisa memanfaatkan alat ini saat melawan musuh.


Jika God Eye dan Shambala digabungkan maka Nathan sudah pasti tidak akan terkalahkan, karena memiliki kemampuan untuk memanipulasi waktu yang tentu saja sangat tidak mungkin dilakukan oleh orang lain.


Tetapi melihat harga dari Shambala tidak jauh berbeda dengan God Eye yaitu senilai 20.000 Poin tukar. Nathan merasa ingin menangis menyadari betapa miskin dirinya.


Menyadari jika dirinya tidak mungkin untuk saat ini membeli Shambala. Nathan mengalihkan pandangannya ke arah alat ke-tiga yang ada dalam daftar pencariannya.


Alat ke-tiga memiliki nama Exon. Sebuah alat yang bisa memantulkan serangan. Artinya setiap kali Nathan mendapat serangan dari musuhnya. Orang itu juga akan terkena dampak yang sama bahkan bisa 10 kali lipat lebih parah dari Nathan.


Bentuk dari alat bernama Exon ini sendiri seperti sebuah gelang. Yang dimana akan otomatis aktif membentuk perisai tidak kasat mata saat penggunanya terkena serangan.


Sayangnya Nathan harus menerima kenyataan pahit untuk ke-tiga kalinya setelah melihat harga perangkat Exon yang mencapai 30.000 Poin tukar.


Nathan menghela nafas panjang menyadari berapa miskin dirinya sekarang. Andai dia memiliki banyak Poin tukar mungkin sekarang sudah tidak perlu lagi memikirkan harga item yang dijual oleh System.

__ADS_1


Saat Nathan ingin menutup Menu Toko. Matanya tidak sengaja menangkap sebuah kapsul bersisi serum aneh yang memancarkan sinar berwarna ungu.


Mata Nathan seketika membelalak lebar saat membaca keterangan mengenai kapsul aneh yang sangat membuatnya merasa sangat tertarik.


Kapsul tersebut bernama Super Copy. Seperti namanya, kapsul ini memiliki kemampuan untuk memfoto copy semua hal yang Nathan lihat atau sentuh tetapi hanya sebatas benda mati.


Harga kapsul ini juga sangat pas di kantong yaitu senilai 30.000 Poin tukar yang mana sudah termasuk biaya pemasangan dari System.


Tanpa pikir panjang Nathan mempertaruhkan semua Poin tukar yang dia miliki untuk sebuah kapsul sekali pakai. Alasannya membeli selain mencopy benda, sebenarnya Nathan merasa penasaran sebab kapsul tersebut hanya bisa dibeli satu kali saja.


Nathan kemudian merogoh saku di dalam jasnya dan berpura-pura mengambil permen atau semacamnya agar orang lain tidak merasa curiga saat melihat ada sebuah kapsul yang muncul dari ketiadaan.


Untuk sejenak Nathan memperhatikan kapsul ditangannya yang di dalamnya terdapat serum berwarna ungu menyala. Tidak ada sesuatu yang mencurigakan sejauh ini, tetapi ia merasa khawatir dengan rasa kapsul tersebut.


Tanpa Nathan sadari. Elizabeth dan Katarina juga diam-diam memperhatikan kapsul aneh yang dikeluarkan oleh pria itu. Ke-dua wanita itu merasa penasaran sebab baru pertama kali melihat kapsul yang menyala seperti itu.


Sebelum ke-dua wanita itu sempat bertanya. Nathan tiba-tiba langsung memasukan kapsul Super Copy ke dalam mulut dan segera menelannya untuk menghindari rasa yang pasti akan sangat menjijikan.


Bebeberapa waktu berselang kapsul Super Copy mulai menyatu dengan Nathan. Pria itu seketika merasa kepalanya sangat pusing dan wajahnya mulai menjadi pucat disertai keringat dingin.


Nathan menggenggam erat ke-dua tangannya saat menahan rasa sakit di kepalanya yang seolah ditusuk-tusuk ribuan jarum panas disetiap ujungnya.


"Ngghhh!" Tubuh Nathan tiba-tiba mengalami kejang. Wajahnya menghadap ke atas dan ke-dua matanya menjadi pucat.


Sontak saja semua orang yang ada di dalam mobil menjadi panik saat Nathan mulai kejang-kejang. Elizabeth yang duduk disamping Nathan langsung menyelipkan sebuah ikatan kain dimulut pria itu agar lidahnya tidak tergigit.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Sebastian yang melihat Nathan mengalami kejang seperti orang keracunan jelas merasa panik.


"Kami juga tidak tahu. Dia sebelumnya memakan sebuah kapsul aneh sebelum kejang-kejang seperti ini." Elizabeth menjelaskan sambil menahan tubuh Nathan bersama dengan Katarina.


__ADS_2