Mafia Order System

Mafia Order System
Pengkhianatan


__ADS_3

Pagi hari sekali Elizabeth terlihat mengendarai mobil Lamborghini Suv miliknya menembus jalanan sepi memasuki kawasan hijau yang jarang dilewati kendaraan bermotor.


Beberapa menit kemudian Elizabeth sampai di sebuah pondok kayu yang terletak tidak begitu jauh dari sebuah danau. Lokasi pondok itu juga cukup tersembul dan tidak terlihat dari danau meski jaraknya terbilang cukup dekat.


"Jadi apa ini tempat yang pria tua itu maksud sebelumnya?" Elizabeth memandangi pondok kayu di hadapannya yang terlihat sangat sederhana.


Pondok kayu yang Elizabeth kunjungi tidak lain merupakan kediaman Sebastian saat sedang menjalankan tugas dari kepala Keluarga Alexander untuk mengawasi pewarisnya.


Sebastian tentu tidak akan memberitahu kepada Elizabeth mengenai identitasnya dan juga identitas Nathan yang sebenarnya, karena bisa melanggar protokol kerja yang sudah ditetapkan.


Elizabeth kemudian melangkah menuju pintu masuk. Tiba-tiba dia merasakan rasa dingin di sekitar leher yang sudah tidak asing sepanjang kariernya menjadi seorang agen rahasia.


Tidak salah lagi instingnya mengatakan jika pondok kayu milik Sebastian memiliki banyak jebakan tersembunyi yang sangat mematikan.


Hal ini terbukti saat Elizabeth merasa ada hal yang sangat janggal dengan gagang pintu masuk. Wanita cantik itu akhirnya mengerti jika dia masuk ke dalam tanpa kunci dari Sebastian, maka pemicu akan aktif dan meledakan pondok kayu tersebut bersama dengan dirinya.


"Dasar pria tua gila hampir saja aku mati karena tidak menggunakan kunci itu." Elizabeth tertawa lirih karena hampir mati beberapa detik lalu jika tidak ingat dengan kunci pemberian Sebastian.


Setelah membuka kunci pintu Elizabeth bisa mendengar suara pemicu yang di nonaktifkan. Hal ini menandakan jika kecurigaannya tentang Sebastian yang memasang jebakan memang benar terbukti.


Elizabeth kemudian masuk ke dalam pondok dan mendapati jika kondisi tempat tersebut masih terbilang sangat baik meski ada sedikit berdebu karena ditinggal oleh pemiliknya.


Saat tengah mengamati kondisi pondok kayu. Pandangan Elizabeth tidak sengaja menangkap sebuah kotak kayu kecil yang tergeletak di atas sofa tua.


Elizabeth lalu membersihkan debu yang menutupi kotak tersebut dan membukanya. Mata wanita cantik itu seketika membelalak lebar saat mendapati sebuah cincin titanium di dalam kotak yang dia temukan.


"Tolong biarkan aku menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada kalian!" Saat Elizabeth sedang mengamati cincin yang dia temukan, suara teriakan terdengar keras dari arah luar.

__ADS_1


Penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Elizabeth lalu keluar dari pondok dan dari kejauhan mendapati ada dua orang petugas sipir penjara yang menyeret seorang tahanan ke arah danau.


Elizabeth memicingkan mata agar pengelihatanya menjadi lebih jelas mengingat lokasi mereka terbilang cukup jauh jika mengamatinya dengan mata telanjang.


Pada detik berikutnya nafas Elizabeth tertahan sejenak saat melihat tahanan itu di eksekusi langsung oleh dua sipir lalu tubuhnya dibuang ke danau dengan pemberat yang terpasang di pergelangan kaki.


Setelah menyelesaikan pekerjaan mereka. Ke-dua sipir tersebut kemudian pergi dari sana setelah memastikan tidak ada yang melihat kejadian tersebut.


"Apa yang sebenarnya terjadi disini?" Elizabeth masih tidak bisa mempercayai apa yang baru saja dia lihat karena kejadiannya begitu cepat.


Secara kebetulan Elizabeth tidak sengaja melihat kamera tersembunyi yang ada di sekitar pondok milik Sebastian. Wanita cantik itu kemudian segera bergegas masuk ke dalam untuk mencari perangkat yang terhubung dengan semua kamera itu.


Elizabeth akhirnya menemukan laptop di dalam kamar Sebastian dan langsung berusaha menyalakannya. Wanita cantik itu kemudian segera mencari folder rekaman kejadian dua bulan lalu yang berkaitan dengan Nathan.


Kali ini Elizabeth sangat ingin mengetahui konspirasi yang melibatkan Nathan dan Margareth agar semua rasa penasarannya bisa segera terjawab


Layar monitor menampilkan rekaman yang menunjukan Nathan sedang diseret oleh dua orang sipir penjara menuju ketepian danau dengan kepala dibungkus kain hitam.


Elizabeth mengenali dua sipir penjara itu yang sudah masuk ke dalam daftar orang mati selama penyelidikan sekaligus pengejaran terhadap Nathan.


Ketika rekaman video diperjelas. Elizabeth menemukan luka sengatan listrik dan sayatan di lengan milik Nathan tampak masih sangat baru bahkan beberapa luka lebam terlihat di sana.


Jika dibandingkan dengan para korban lain atas konspirasi ini. Nathan merupakan korban yang menerima perlakuan paling buruk sampai membuat Elizabeth menutup mulutnya saat melihat rekaman video.


Elizabeth lalu melihat jika Nathan tidak langsung ditembak di bagian kepala sama seperti tahanan yang baru saja dia lihat. Melainkan pria itu langsung ditenggelamkan hidup-hidup dengan kemungkinan selamat hanya 30% saja.


Jelas hal ini membuat Nathan sangat tersiksa meski tidak berlangsung lama sebelum kematiannya jika menurut para ahli yang sudah melakukan penelitian tersebut.

__ADS_1


Tidak berlangsung lama setelah Nathan tenggelam. Elizabeth melihat pria itu dengan sebuah keajaiban naik kembali ke atas permukaan danau dan tidak berselang lama ditolong oleh Sebastian yang terlihat sangat tergesa-gesa.


Melihat bukti rekaman ini Elizabeth langsung menyadari jika perkataan Sebastian tadi malam memang benar adanya, dan kejadian ini juga sudah tertulis di dalam jurnal pribadi milik Nathan.


Elizabeth sekarang benar-benar merasa bersalah kepada Nathan karena selama ini sudah mencurigainya bahkan beberapa kali melaksanakan percobaan pembunuhan kepada pria itu.


Wanita cantik itu merasa malu jika mengingat kembali setiap perkataannya yang selalu menyebut Nathan sebagai penjahat dan psikopat kejam karena sudah melakukan pembunuhan berantai terhadap pihak keamanan.


Elizabeth kemudian meraih ponselnya di dalam jaket dan langsung menghubungi Katarina untuk menanyakan penyelidikan yang berkaitan dengan Margareth.


"Bagaimana hasilnya? Apa dia juga terlibat dalam kasus ini?" Elizabeth bertanya dengan nada gemetaran sambil memijat kening untuk mengurangi rasa pusing.


Tanpa basa-basi Katarina langsung memberikan hasil penyelidikan yang sebelumnya Elizabeth minta tadi malam untuk dia selidiki dengan bantuan God Eyes.


Hasilnya menunjukan jika Margareth memang terlibat dalam kasus ini yang dengan sengaja menjebak pendatang di New York untuk mengaku sebagai penyelundup obat-obatan terlarang.


Dengan kasus ini Margareth dan semua sekutunya akan mendapatkan promosi jabatan serta bonus. Keuntungan mereka juga bertambah dari obat-obatan yang sebelumnya menjadi batang bukti setelah di edarkan kepada beberapa Geng besar.


Elizabeth jelas tidak menyangka jika orang yang menjadi panutannya selama ini ternyata sangat kejam. Sekarang dia sadar jika selama ini hanya dimanfaatkan oleh Margareth untuk menghilangkan beberapa orang yang menjadi saksi kunci atas konspirasi ini.


Dengan kesal Elizabeth melemparkan ponsel miliknya sampai hancur. Dia sekarang merasa sudah dikhianati dan hanya dijadikan mesin pembunuh untuk memuaskan keinginan duniawi Margareth.


Margareth bahkan hampir saja membuat Elizabeth membunuh Nathan yang jelas-jelas hanya pekerja kantoran biasa tanpa memiliki basis kejahatan pada awalnya.


Sekarang hanya ada satu hal yang tidak Elizabeth tentang Nathan yaitu kehidupan pria itu saat berusia 15 tahun ke bawah yang bisa mengungkapkan identitasnya.


Elizabeth tentu sudah ketinggalan langkah jauh dibelakang dari Nathan. Mengingat pria itu sudah mengetahui seluk-beluk kehidupan Elizabeth sampai ke akarnya.

__ADS_1


__ADS_2